BANDAR post: PILGUB

Hot

Tampilkan postingan dengan label PILGUB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILGUB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2018

Prabowo Koreksi PKS: Realcount Gerindra Sudrajat Menang

08 Juli 0

Prabowo Koreksi PKS: Realcount Gerindra Sudrajat Menang


BANDARpost, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan PKS soal kemenangan di Pilkada Jawa Barat. Menurut realcount-nya, pasangan Sudrajat dan Syaikhu yang menang di Jawa Barat.

"Menurut realcount kami, kami yang menang di Jawa Barat," kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.

Ia menjelaskan pernyataan PKS disampaikan saat realcount timsesnya baru 80 persen. Karenanya, ia menunggu hingga realcount 100 persen.

"Saat statement dikeluarkan, laporan yang diterima ke saya real count baru 80 persen, jadi kita sudah koreksi dari tim sukses," kata Prabowo.

Ia menuding dalam pilkada Jawa Barat ada indikasi penyimpangan berupa daftar pemilih yang tak jelas. Tapi indikasi itu masih diteliti.

"Juga kita melihat intervensi-intervensi dari kalangan-kalangan tertentu juga tidak berjiwa demokratis, yang kita sesalkan intervensi-intervensi tersebut," kata Prabowo.

Ia juga menyebutkan ada dugaan kotak suara yang hilang. Ia masih menyisir masalah tersebut.

"Ada kotak yang hilang, ada kotak suara kok bisa hilang, hal-hal yang lucu tapi enggak lucu," kata Prabowo.

Meski begitu, ia memastikan akan menghadapi dengan kesejukan dan ketenangan serta ketegasan. Sebab ia tak mau terus menerus dipermainkan karena ia mewakili rakyat.

"Pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat mengadakan perubahan, dan usaha-usaha untuk terus terang saja, manipulasi ataupun curang ini mengancam demokrasi, mengancam kedaulatan rakyat dan ini sangat merugikan bangsa," kata Prabowo.

Ia menjelaskan konsensus telah dibangun, karena itu kepentingan rakyat harus dihormati. KPU dianggap bertanggung jawab terhadap pemilihan yang bersih dengan daftar pemilih yang benar.

"Saya mengimbau dan mengingatkan petugas-petugas di KPU, untuk menjalankan tugasnya demi rakyat, untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat Indonesia, itu yang kita inginkan dan ingin keadilan ditegakkan," kata Prabowo.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1051804-prabowo-koreksi-pks-realcount-gerindra-sudrajat-menang

Read More

Kamis, 05 Juli 2018

Dugaan Money Politik Pilgub, Ratusan Massa Demo Minta SGC Hengkang dari Bumi Lampung

05 Juli 0

Dugaan Money Politik Pilgub, Ratusan Massa Demo Minta SGC Hengkang dari Bumi Lampung

Ratusan massa di Kabupaten Lampung Tengah menggelar aksi damai di depan Masjid Istiqlal Bandarjaya, Kamis (5/7/2018). Foto: Towo/Kupastuntas.co

10Berita , Lampung Tengah – Ratusan massa di Kabupaten Lampung Tengah menggelar aksi damai di depan Masjid Istiqlal Bandarjaya, Kamis (5/7/2018).

Anggota DPRD Lampung Tengah, Fraksi PDIP Sumarsono meminta pihak terkait untuk mengusut money politik yang terjadi di Bumi Lampung. Hal ini ia sampaikan saat melakukan orasi dalam aksi damai tersebut.

“Apa yang sudah dilakukan oleh korporasi yang sudah mencabik-cabik demokrasi ini harus dibongkar, harus dibongkar, dan di bongkar,”kata Sumarsono.

Menurut Sumarsono, demokrasi saat ini sudah dikuasai oleh orang-orang kaya dan harus segera dibenahi.

“Kalau demokrasi ini dikuasai orang kaya, maka hanya orang-orang kaya lah yang akan menjadi pemimpin,”ujarnya.

Koordinator aksi, Saubari mengatakan, aksi ini untuk menyampaikan asfirasi terkait Pilgub Lampung. Saubari mengatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung untuk dapat membatalkan segala bentuk tahapan pilgub yang sudah dilalui.

“Kami juga minta anulir atau diskualifikasi paslon nomor 3 (Arinal-Nunik),”ujarnya.

Selain itu kata Saubari, pihaknya juga menuntut pihak terkait untuk mempenjarakan Purwati Lee dan meminta SGC hengkang dari Bumi Lampung.

“Sudah jelas sekali SGC yang mendanai paslon nomor 3, maka kami minta tangkap Purwati Lee dan penjarakan dia,” tukasnya.

Rencananya aksi damai ini akan dilanjutkan ke Kantor KPU dan Panwaslu serta DPRD Lampung Tengah. (Towo)

Sumber : Kupastuntas.co

Read More

Kamis, 28 Juni 2018

Ganjar: Kalau Bukan Kandang Banteng, Kami Kalah

28 Juni 0

Ganjar: Kalau Bukan Kandang Banteng, Kami Kalah


10Berita, Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui kemenangannya dikarenakan Jateng adalah basis massa PDIP.

“Kalau bukan kandang banteng pasti kami kalah, jadi menang satu atau terpaut tiga juta tetap menang,” kata Ganjar di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (28/6).

Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen mampu memperoleh 58 persen suara dari hitung cepat LSI dan SMRC.

Pasangan yang didukung PDIP, Nasdem, PPP dan Demokrat itu cukup kewalahan dengan manuver lawannya, Sudirman Said-Ida Fauziyah yang elektabilitasnya cukup positif jelang pemilihan.

“Saya mengakui strategi lawan bagus menjelang terakhir, kita mengakui soal itu,” ungkap Ganjar.

Meski mengakui Jateng merupakan kandang banteng moncong putih, namun menurut Ganjar predukat tersebut akan lebih terbukti pada Pilpres 2019 mendatang.

“Apakah ini kandang banteng atau tidak, pembuktiannya nanti di pileg 2019” tukasnya. [nes]

[]

Sumber :RMOL

Read More

KPU Jabar Cek Video Petugas TPS Diduga Arahkan Pemilih Coblos Ridwan-Uu

28 Juni 0

KPU Jabar Cek Video Petugas TPS Diduga Arahkan Pemilih Coblos Ridwan-Uu


10Berita – Sehari setelah pemungutan suara, beredar video amatir yang disebut-sebut sebagai petugas KPU mengarahkan pemilih agar mencoblos cagub-cawagub Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Dalam video itu, petugas KPU di TPS alias KPPPS, tampak mengarahkan pemilih agar mencoblos pasangan nomor urut 1 Emil-Uu, saat menyerahkan surat suara kepada pemilih di TPS.

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat, mengatakan pihaknya sudah mengetahui beredarnya video yang diduga lokasinya berada di Cianjur itu. Yayat akan mengkonfirmasi hal itu kepada KPU Cianjur.

“Soal video saya akan konfirmasi kepada KPU Cianjur apakah bener terjadi di TPS atau bukan. Kan bisa saja syuting seperti TPS,” ucap Yayat saat dikonfirmasi, Kamis (28/6).

Menurut Yayat, petugas KPPS harus netral dan tak boleh mengarahkan pemilih mendukung salah satu kandidat. Apalagi dalam video itu, si petugas melanggar aturan dengan membuka kertas suara.

“Harusnya enggak seperti itu. Di TPS harusnya hanya dihitung jumlah surat suaranya saja, yang membuka kan harusnya pemilih saja,” tuturnya.

Hasil quick count seluruh lembaga survei menempatkan Emil-Uu sebagai pemenang Pilgub Jabar 2018. Begitu juga denga hasil real count KPU yang ditampilkan di website versi scan C1. Meski begitu, hasil resmi KPU baru akan diumumkan 9 Juli. (Kmpr)

Sumber :kumparan.com

Read More

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

28 Juni 0

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

BANDARpost, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu tercatat unggul berdasarkan real count tim internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hingga Rabu malam pukul 23.45 WIB, pasangan Asyik mengklaim unggul perolehan 33,1 persen.

“Perjalanan menuju Gedung Sate masih panjang. Buktinya hasil real count internal PKS menunjukkan Asyik unggul atas pasangan lainnya,” ujar Ketua Timses Pemenangan Asyik, Haru Suandharu dalam pernyataannya, Kamis (28/6).

Haru melanjutkan, data real count yang direkap dari para saksi berbagai daerah yang sudah masuk mencapai 32,6 persen.

“Data tersebut berdasarkan form C1 yang diamankan oleh para saksi,” terang Haru.

Lihat juga: Kandidat Nomor Urut Satu Kuasai Quick Count Pilgub di Jawa

Selain Asyik, data menunjukkan paslon lainnya yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh angka 29,4 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 25,8 persen, dan TB. Anton Hasanudin-Anton Charliyan dengan 11,7 persen.

“Berdasarkan data tersebut, kami yakin, Asyik trennya masih naik. Pasangan Rindu jangan terburu-buru melakukan klaim kemenangan karena data berbicara lain,” ujarnya.
Sudrajat-Syaikhu Klaim Unggul Versi Real Count InternalSudrajat dan Ahmad Syaikhu meminta semua pihak menahan diri untuk mendeklarasikan hasil quick count Pilgub Jabar 2018. (CNN Indonesia/Huyogo)
Lihat juga: Pertaruhan Pamor Ridwan Kamil Vs Gerilya Sudrajat-Syaikhu

Apalagi, lanjut Haru, saat ini KPUD Kabupaten/Kota juga masih fokus dengan penghitungan Bupati/Walikota.

“Apalagi, lembaga survei sudah banyak off side dalam data yang disampaikan,” ujar Haru.

Haru menyatakan, lembaga-lembaga survei hendaknya dibekukan izin usahanya. Ia berpendapat, data lembaga survei tersebut dapat menyesatkan publik.

“Dalam banyak survei, Asyik dinyatakan hanya peroleh 7 persen, sementara saat quick count nyatanya Asyik bisa mencapai kisaran 29 persen,” kata Haru menerangkan.

Haru menghimbau kepada seluruh paslon agar menahan diri dan sabar menunggul hasil penghitungan manual atau real count dari KPU.

“Saya harapa seluruh paslon dapat menahan diri dan menunggu eputusan hasil real count dari KPUD. Kami masih yakin Asyik-lah yang akan memenangkan Pilkada Jabar ini,” tegas Haru.

Lihat juga: Bawaslu Temukan 35 Dugaan Praktik Politik Uang

Ridwan Kamil tercatat unggul di Pilgub Jabar 2018 berdasar hasil quick count dengan mengantongi 32,33 persen suara versi Indo Barometer dan 32,89 persen versi LSI Denny JA. Kandidat yang diusung NasDem, PPP, Hanura, dan PKB itu mengungguli tiga pasangan kandidat lainnya yang ikut berkompetisi di Pilgub Jabar.

Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN) tercatat meraih 28,39 persen dan 28,41 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Demokrat dan Golkar) 26,24 persen dan 25,48 persen, dan terakhir Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) hanya meraup 12,2 persen dan 12,46 persen di Pilgub Jabar 2018. (hyg/gil)

sumber https://www.cnnindonesia.com/pilkadaserentak/nasional/20180628095558-32-309733/sudrajat-syaikhu-klaim-unggul-versi-real-count-internal

Read More

Sutarmidji, Walikota Pemegang Rekor Khatam Qur’an Massal Ini Menang Pilgub Kalbar 2018

28 Juni 0

Sutarmidji, Walikota Pemegang Rekor Khatam Qur’an Massal Ini Menang Pilgub Kalbar 2018


BANDARpost, PONTIANAK - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur urut tiga, Sutarmidji - Ria Norsan dinobatkan sebagai pemenang Pilgub Kalimantan Barat berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan lembaga survei yang lain.

Pasangan yang diusung Golkar, PKS, PPP, Nasdem, PKB, dan Hanura ini mengalahkan pasangan yang diusung PDIP Karolin Margaret Natasa - Suryadman Gidot.


Dengan kemenangan ini, Kalbar kini bakal dipimpin gubernur Muslim. Sebelumnya selama dua periode (2008-2018) Provinsi Kalbar dipimpin gubernur Cornelis dari PDIP, yang tak lain ayah dari cagub Karolin Margaret Natasa yang kalah.

Sutarmidji adalah Wali Kota Pontianak dua periode (2008-2013, 2013-2018) yang pada masa jabatan keduanya pada bulan Oktober 2017, menyelenggarakan Khataman Alqur’an massal yang memecahkan rekor MURI dengan 27.649 peserta.

Luar Biasa, Pontianak Pecahkan Rekor Khataman Massal


Luar biasa, kata itu pantas disematkan untuk Kota Pontianak yang berhasil memecahkan rekor Khataman Al Quran terbanyak dan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Betapa tidak, 27.649 peserta membludak memenuhi Masjid Raya Mujahidin hingga di halaman, Sabtu (14/10/2017).

Manager MURI, Andre Purwardono menyebut, khataman Al Quran massal yang digelar di Kota Pontianak ini sangat luar biasa dan superlatif. Menurutnya, kegiatan ini memecahkan rekor sebelumnya yang dibukukan oleh Kabupaten Musi Rawas sebanyak 12.500 peserta.

“Khataman Al Quran massal di Pontianak berhasil memecahkan rekor sebanyak 27 ribu lebih peserta,” ujarnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membuat Kota Pontianak semakin berkah, aman dan tentram, tidak ada pergesekan antara satu sama lainnya,” imbuhnya.

Sementara Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, Khataman Al Quran massal ini dalam rangka Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-246. Pesertanya melibatkan 27 ribu lebih pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat. Jumlah tersebut, kata dia, tingkat sekolah pendidikan sama dengan satu angkatan.

“Kita mau lihat program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yakni siswa tamat SMP harus sudah khatam Al Quran dan itu berjalan baik. Sehingga program ini dikatakan sukses,” terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan khataman ini juga sebagai pendidikan karakter anak di mana harus dimulai dengan ajaran agama untuk memperkuat pendidikan karakter anak.

“Dan untuk memperkuat pemahaman ajaran agama, mereka harus memahami isi kandungan kitab suci agamanya masing-masing. Termasuk salah satunya Al Quran sebagai kitab suci umat Islam,” sebutnya.

Fitra Al Hadi (13), salah satu peserta khataman Al Quran, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini bersama teman-teman sekolahnya.

“Saya sudah setahun belajar mengaji dengan guru ngaji. Saya yang datang ke rumah guru ngaji,” kata siswa kelas VIII SMP 14 Pontianak.

Link: https://www.kalbaronline.com/2017/10/14/luar-biasa-pontianak-pecahkan-rekor-khataman-massal/

Dalam konpersnya, Sutarmidji mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, sehingga berhasil menang pada quick count.

"Ini merupakan perjuangan kita bersama, mulai dari partai koalisi, relawan, simpatisan dan perjuangan bersama dalam mewujudkan Kalbar baru lebih maju dan sejahtera," kata Sutarmidji dalam konferensi persnya bersama partai pengusung dan pendukung serta relawan di Posko Kemenangan Sutarmidji-Ria Norsan di Pontianak, Rabu (27/6/2018), seperti dilansir Antara.

SEMOGA BUMI KALBAR SEMAKIN BERKAH... AAMIIN...

Sumber :Portal Islam 

Read More

Terkejut Suara Asyik Meroket, Ade Armando: Terlalu Riskan Sebut Ridwan Kamil Menang

28 Juni 0

Terkejut Suara Asyik Meroket, Ade Armando: Terlalu Riskan Sebut Ridwan Kamil Menang


Hasil quick count LKPI
Perolehan suara Sudrajat – Ahmad Syaikhu di luar prediksi. Survei-survei dari sembilan lembaga survei sebelum Pilgub menyatakan pasangan Asyik itu hanya mendapat suara di bawah 10 persen.


Hasil Survei Pilgub Jabar (Kumparan)
Setelah pencoblosan, suara Asyik menjungkir balikkan hasil-hasil survei tersebut.




Perolehan suara Sudrajat – Ahmad membuat banyak kalangan terkejut. Salah satunya Ade Armando, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Ade bahkan tidak bisa menyimpulkan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum sebagai pemenang Pilkada Jabar hanya dari quick count.

"Kalau daerah lain saya pastikan hasil quick count sudah bisa diambil patokan. Khusus Jabar terlalu riskan bila memutuskan Ridwan Kamil yang menang karena selisihnya hanya 2,7 persen. Bila meperhitungkan margin eror 1,2 persen, maka selisihnya dengan Sudrajat hanya 0,2 persen," ungkap Ade, Rabu (27/6/2018), seperti dikutip JPNN.

Ia menambahkan, bisa saja pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang menang. Karena itu warga Jabar diminta untuk bersabar menunggu hasil perhitungan KPU.

"Saya yakin peneliti di semua lembaga tidak bisa menarik kesimpulan Ridwan pemenangnya. Pilkada Jabar ini sangat mengejutkan dan unik," tegasnya.

Seperti diketahui, hasil quick count SMRC menunjukkan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) meraih 32,26 persen. Sedangkan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 29,58 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi juga mengaku terkejut dengan hasil quick count Sudrajat – Ahmad Syaikhu.

"Pilkada Jabar cukup mengejutkan. Pasangan Sudrajat dalam sebulan bisa naik suaranya dari prediksi sebelumnya 10 persen," kata Burhanudin Muhtadi, Rabu (27/6/2018).

Bahkan menurut quick count dua lembaga survei, Sudaraj – Ahmad Syaikhu unggul. Dua lembaga survei yang hasil hitung cepatnya menunjukkan Ajak-Syaikhu menang adalah Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) dan Indonesia Development Monitoring (IDM).

Berikut ini hasil quick count Pilgub Jabar 2018 oleh LKPI dan IDM:



Hasil Quick Count LKPI

Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) : 30,41 persen
Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) : 11,17 persen
Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 30,93 persen
Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (2DM) : 27,49 persen

Data masuk: 100% (Pukul 21:00 WIB)
Jumlah sampel 2.780 TPS, 67,3 persen di antaranya merupakan TPS di desa-desa

Hasil Quick Count IDM


Hasil quick count IDM

Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) : 32,67 persenHasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) : 9,43 persenSudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 33,12 persenDeddy Mizwar – Dedi Mulyadi (2DM) : 24,78 persen

Data masuk: 100% (Pukul 20:41 WIB)
Jumlah sampel 3.573 TPS, dengan margin error +/- 1,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil lengkap enam lembaga survei bisa dibaca di Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2018





Sumber :Tarbiyah 

Read More

Tiga cagub Lampung desak Bawaslu, SG tangani politik uang

28 Juni 0

Tiga cagub Lampung desak Bawaslu, SG tangani politik uang

BANDARpost, Dokumentasi Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur beserta calon bupati dan wakil bupati di Lampung melakukan deklarasi menolak Politik uang dan Politik SARA Pilgub Lampung 2018 di Lapangan Saburai, Bandar lampung, Lampung, Rabu (14/2/2018). Deklarasi bersama menolak Politik uang dan Politik SARA Pilgub Lampung 2018 tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung. (ANTARA /Ardiansyah)

Bandarlampung (ANTARA News) - Tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung sepakat mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung dan Sentra Gakkumdu segera memproses dugaan politik uang.

Ketiga pasangan calon itu adalah M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Ketua Tim Pemenangan Herman HN-Sutono, Mingrum Gumai, dalam keterangan bersama dua tim pasangan cagub-cawagub Lampung lainnya, di Bandarlampung, Rabu malam, menegaskan pasangan Arinal-Nunik diduga melakukan politik uang dalam pelaksanaan Pilgub Lampung 2018.

Sebagai bentuk penegakan Pilgub Lampung 2018 yang bersih, dirinya beserta pimpinan tim pemenangan Ridho-Bachtiar dan Mustafa-Ahmad Jajuli sepakat mendesak Bawaslu dan Sentra Gakkumdu Lampung segera memproses laporan dugaan politik uang yang dilakukan Arinal-Nunik itu.

"Ini bukan masalah menang atau kalah, namun ini menyangkut kesakralan kontestasi Pilgub Lampung yang dinodai oleh pelanggaran politik uang. Kami akan mengerahkan segala daya dan upaya agar keadilan dapat ditegakkan di Lampung," ujar Mingrum Gumay yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung itu pula.

Ketua Tim Pemenangan Mustafa-Ahmad Jajuli Fauzan Sibron menegaskan hal serupa.

Menurutnya, setelah berkoordinasi dengan tim pemenangan paslon nomor 1 dan nomor 2, disepakati bahwa harus ada langkah konkret untuk mendesak penyelenggara Pilgub Lampung 2018 segera menindak tegas dugaan politik uang yang sistematis, terstruktur, dan masif.

"Tiga hari menjelang pencoblosan, suhu politik Lampung memanas, disebabkan dugaan politik uang yang sistematis, terstruktur, dan masif oleh pasangan Arinal-Nunik. Karenanya kami mendesak Bawaslu dan Sentra Gakkumdu untuk segera memproses laporan-laporan yang sudah masuk, misalnya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Kota Bandarlampung," kata anggota DPRD Provinsi Lampung itu pula.

Ditambahkan Ketua Tim Pemenangan Ridho-Bachtiar, Fajrun Najah Ahmad, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu dibatasi oleh waktu dalam menangani setiap laporan terkait pelanggaran Pilgub Lampung 2018. Oleh sebab itu, dugaan politik uang tersebut harus secepatnya dituntaskan.

"Bawaslu dan Sentra Gakkumdu jangan mengulur-ulur waktu. Dugaan politik uang ini sudah terjadi menyeluruh di Provinsi Lampung. Selain laporan di Kabupaten Lampung Tengah, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Lampung Selatan ternyata tim kami di lapangan juga menemukan dugaan politik uang di Kabupaten Pesisir Barat. Besok rencananya akan kami laporkan ke panwas setempat," ujarnya lagi.

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyampaikan pasangan calon gubernur-wagub Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik) unggul mengalahkan tiga pasangan calon lainnya dari hasil pemungutan suara 27 Juni 2018 ini.

Arinal dan Nunik juga sudah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan bertekad akan makin memajukan dan menjadikan Lampung lebih berjaya ke depan.

Namun beberapa hari menjelang pencoblosan pada hari tenang Pilgub Lampung 2018, sejumlah pihak telah melaporkan indikasi politik uang diduga dilakukan untuk pemenangan pasangan calon Arinal-Nunik. Panwas di wilayah setempat maupun Bawaslu Lampung membenarkan adanya beberapa laporan itu, dan pihaknya tengah memprosesnya.

Belum diperoleh tanggapan dari pasangan Arinal-Nunik maupun timnya berkaitan desakan tim tiga paslon ini, termasuk belum ada klarifikasi terkait tudingan telah melakukan politik uang dalam Pilgub Lampung 2018.

Sumber : Antara News

Read More

Rabu, 27 Juni 2018

Pilgub Sumut: Warga Gagalkan Pembagian Sembako Djoss Atas Nama

27 Juni 0

Pilgub Sumut: Warga Gagalkan Pembagian Sembako Djoss Atas Nama Syamsul Arifin

10Berita - Pembagian sembako yang terdiri dari beras dengan kemasan karung 5 kg dan garam terjadi saat masa tenang Pilgub Sumut 2018. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Puri Gang Sawo, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Selasa (26/6).

Beruntung, warga sekitar melakukan penolakan dan peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak Panwaslu setempat. Alhasil, pembagian sembako tidak jadi dilakukan.

Kejadian berawal saat warga melihat adanya distribusi beras dari truck di pinggir jalan ke rumah warga bernama Edi Tahir. Warga langsung mendatangi rumah Edi Tahir karena curiga sembako tersebut ada hubungannya dengan Pilgub Sumut 2018

Ternyata setelah diselediki lebih lanjut oleh warga, terbukti sembako tersebut diberikan atas nama Syamsul Arifin, mantan Gubernur Sumut yang juga merupakan tim sukses paslon nomor urut 2 Djarot Saiful-Sihar Sitorus (Djoss). Hal itu juga ditandai dengan adanya stiker dan kantong kresek bergambar Syamsul Arifin.

Saat kejadian, Edi Tahir tak berada di kediamannya. Namun ada seorang bernama Akmal yang mengaku diperintah Edi Tahir untuk menampung sembako itu.

Saat diwawancarai oleh wartawan, sopir bernama Rajab yang mengantarkan sembako tersebut mengakui bahwa sembako tersebut dibawa dari Kabupaten Langkat. Rajab juga mengakui bahwa beras itu ada hubungannya dengan Pilgub Sumut 2018.

“Ada lah bang hubungannya sama Pilkada, nomor 2 (Djoss) bang,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, warga bernama Heru langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Panwaslu setempat. Setelah tiba di lokasi, petugas Panwaslu pun membawa sopir truck, kernek, dan Akmal ke kantornya guna dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kami sangat menyayangkan di masa tenang ini masih ada saja yang mau buat kegaduhan dan pelanggaran. Jangan kotori Pilgubsu ini dengan cara-cara curang, suara warga tidak bisa dibeli,” tegas Heru.[ian/publika]

Sumber :Konfrontasi 

Read More

Quick Count Pilgub NTB LSI Denny JA: Zul-Siti Unggul

27 Juni 0

Quick Count Pilgub NTB LSI Denny JA: Zul-Siti Unggul

BANDARpost  Ajang Pemilihan Umum, termasuk Pemilihan Kepala Daerah yang diadakan serentak hari ini, Rabu, 27 Juni 2018 akan diramaikan oleh berbagai lembaga survei yang menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara. Begitu juga yang dilakukan oleh LSI Denny JA yang melakukan hitung cepat.

Lembaga survei, LSI Denny JA, mengadakan hitung cepat Pilgub Nusa Tenggara Barat. Adapun hasil sementara quick count Pilgub NTB versi LSI Denny JA mengunggulkan pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah.

Di bawah ini adalah data quick count Pilkada NTB versi LSI Denny JA yang dilansir dari Detik, hingga pukul 12.27 WIB:

Moh Suhaili-Muhammad Amin 14,55%
Ahyar Abduh-Mori Hanafi 26,36%
Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah 40,45%
Ali Bin Dachlan-Lalu Gede Sakti 18,64%

Diketahui bahwa akan ada beberapa hasil hitung cepat sejumlah daerah yang menggelar Pilkada 2018 yang dilakukan oleh empat lembaga survei. Keempat lembaga survei itu adalah lembaga survei yang bekerja sama adalah Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Indo Barometer, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Charta Politika. Tak hanya quick count, ada juga data exit poll yang akan disajikan oleh SMRC.

Seperti yang diketahui, Exit poll digunakan sebagai instrumen untuk mengetahui kecenderungan pola perilaku pemilih.

Sumber : Ngelmu.co, 10Berita

Read More

Exit Poll LKPI: Sudirman Said-Ida Fauziah Unggul

27 Juni 0

Exit Poll LKPI: Sudirman Said-Ida Fauziah Unggul

10Berita Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei Exit Poll pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Hasil dari Exit Poll LKPI menyatakan prediksi pasangan Sudirman Siad-Ida Fauziah yang kemungkinan besar akan menang di Pilkada Jawa Tengah.

Hasil Exit Poll LKPI ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/6). Arifin menyatakan bahwa perlu ada ketegasan atas hasil yang ada ke depannya. Sebab, posisi yang cukup jauh antara pasanagan Sudirman-Ida dengan lawannya, Ganjar-Taj Yasin.

“Posisi yang cukup jauh menjadikan pasangan calon Sudirman dan Ida Fauziah diperkirakan akan mendapat banyak tekanan di tingkat KPU, diperlukan ketegasan atas hasil yang ada,” ujar Arifin, dikutip dari Aktual.

Dari data yang masuk pada survei Exit Poll LKPI ini adalah 3.686, dari seluruh TPS Kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan jawaban dari pemilih di TPS yang sudah melakukan pencoblosan di bilik suara mulai 08.00 WIB sampai dengan pukul 09.30 WIB pagi waktu Indonesia Barat, menunjukan pasangan Nomor Urut 1 pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dipilih sebanyak 43,1 persen. Sedangkan, pasangan nomor urut 2 pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah 54,7 persen dan yang tidak menjawab sebanyak 2,2 persen.

Arifin mengatakan bahwa alasan masyarakat  memilih kandidat yang dipilih di Bilik suara karena program kerja yang ditawarkan 45,6 persen, Karena  bersih dari korupsi -nya 41,3 persen, diusung oleh partai yang menjadi pilihan 10,9 persen, dan yang Tidak menjawab 2,2 persen.

Sumber : Ngelmu.co

Read More

Exit Poll IDM: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Unggul

27 Juni 0

Exit Poll IDM: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Unggul

BANDARpost Indonesia Development Monitoring (IDM) melakukan survei Exit Poll. Hasil survei Exit Poll IDM tersebut menunjukkan bahwa Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu sementara ini mengungguli pasangan cagub lainnya.

Exit Poll IDM ini digelar di 1.934 TPS di seluruh TPS di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB tadi, 27 Juni 2018.

Berikut adalah hasil dari Exit Pool IDM, nomor Urut 1 Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Dipilih Sebanyak 20,6 Persen responden, Nomor Urut 2 Pasangan Hasanuddin dan Anton Charliyan dengan jumlah pemilih sebanyak 19,1 persen, selanjutnya untuk Nomor Urut 3 Pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dipilih sebanyak 28,9 persen responden. Sedangkan, pasangan Nomor Urut 4 Pasangan Mizwar dan Dedi Mulyadi dipilih sebanyak 27,8 persen responden, sementara, 3,6 persen responden lainnya memilih Tidak Menjawab.

Berdasarkan hasil Exit Poll tersebutu, diprediksi pasangan yang akan menang di Pilkada Jawa Barat kemungkinan besar adalah pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. Namun, Bin Firman Tresnadi menyatakan perlu pengawalan ketat di TPS karena selisih yang tidak jauh dengan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

“Namun demikian perlu adanya pengawalan ketat di TPS, mengingat selisih tipis antara pasangan calon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dengan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi,” jelas Firman.

Baca juga: LKPI: Asyik Unggul Tingkat Keterpilihannya

Firman mengungkapkan bahwa pengambilan data jawaban pemilih Jabar hingga pukul 09.30 WIB sebanyak 3.868 pemilih dari 1.934 TPS di seluruh TPS di 27 Kabupaten/Kota di Jabar. Firman pun membeberkan alasan masyarakat Jabar memilih masing-masing kandidat di Bilik suara, yaitu berdasarkan karakter kepemimpinan, visi dan misinya, partai pengusung, serta tokoh yang mengusung pasangan calon.

“(Pemilih) menjawab karena karakter kepimimpinan yang tegas 34,7 persen, Karena Visi dan Misi-nya 22,1 persen, diusung oleh partai yang menjadi pilihan 16,2 persen, Tokoh Nasional/Tokoh Partai yang mengusung kandidat 22,2 persen dan yang Tidak menjawab 4,8 persen,” papar dia.

Perlu diketahui, survei Exit Poll merupakan surveiy yang dilakukan terhadap pemilih saat keluar dari blik suara. Exit Poll ini dilakukan pada saat proses pemilihan di TPS masih berlangsung dan begitu penghitungan di TPS hendak dilakukan, Exit Poll sudah selesai dilakukan.

Metode yang digunakan adalah pada Exit Poll IDM ini adalah Multistage Random Sampling dan Exit Poll di setiap TPS diseleksi 2 pemilih secara random.

Sedangkan pengumpulan data masuk /data feeding menggunakan alat komunikasi handphone android oleh para surveyor yang kemudian data data hasil wawancara kepada pemilih di TPS langsung di kirim ke sentral nomor whatsapp IDM di Jakarta. Survei Exit Poll ini memiliki tingkat Margin Of Error -/+ 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Ngelmu.co

Read More

Hasil Survei Pilgub Jateng: Wouw Banget, Pengaruh Prabowo?

27 Juni 0

Hasil Survei Pilgub Jateng: Wouw Banget, Pengaruh Prabowo?

BANDARpost  , JAKARTA - Direktur Eksekutif Laju Survei Indonesia Sobirin mengatakan berdasar hasil survei lembaganya, elektabilitas pasangan cagub – cawagub Jateng Sudirman Said - Ida Fauziyah mengungguli pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin di akhir masa kampanye.

Elektabilitas pasangan yang diusung Gerindra, PKB, PAN dan PKS itu mencapai 54,1 persen. Sementara pasangan petahana yang diusung PDI-P, PPP, Nasdem, dan Demokrat hanya mencapai 43,5 persen.

"Menjelang akhir masa kampanye Ganjar sempat dipanggil KPK (terkait kasus e-KTP) tapi kemudian menyampaikan berhalangan karena sedang kampanye. Kemungkinan hal ini memberi dampak negatif pada elektabilitas Ganjar-Yasin," ujar Sobirin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6).

Sobirin juga menyimpulkan, naiknya elektabilitas Sudirman - Ida kemungkinan karena turunnya Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto ke sejumlah daerah di Jawa Tengah pada masa kampanye.

Survei dilakukan pada 3-20 Juni lalu dengan melibatkan 1.068 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei Laju Survei Indonesia hampir sama dengan hasil survei Roda Tiga Konsultan dan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia yang dirilis sebelumnya. Ketiga lembaga ini menempatkan elektabilitas Sudirman Said-Ida lebih unggul dari Ganjar-Yasin.

Sementara lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menempatkan elektabilitas Ganjar-Yasin lebih unggul.

SMRC merilis elektabilitas Ganjar Yasin 70,1 persen dan Sudirman-Ida 22,6 persen. LSI Denny JA merilis elektabilitas Ganjar-Yasin 54 persen, sedangkan Sudirman-Ida 13 persen.(gir/jpnn)

Sumber : Jurnal, 10Berita

Read More

Selasa, 26 Juni 2018

Viral! Ustadz Hanan Attaki Ajak Umat Islam Pilih Asyik di Pilgub Jabar 2018

26 Juni 0

Viral! Ustadz Hanan Attaki Ajak Umat Islam Pilih Asyik di Pilgub Jabar 2018


BANDARpost, Menjelang Pilkada serentak 2018, beredar viral video Ustadz Hanan Attaki mengajak umat Islam untuk memilih pasangan Asyik (Sudrajat – Syaikhu) dalam Pilgub Jabar 2018.

Berikut ini seruan Ustadz Hanan Attaki seperti beredar di sejumlah grup WhatsApp, Facebook, Instagram dan Youtube:

Kita harus turun
Kita harus keluar dari masjid-masjid kita

Seorang ustadz harus turun dari mimbar-mimbar mereka

Untuk bersama-sama berangkulan tangan

Kita support beberapa tokoh-tokoh kita yang akan maju ke dunia politik
Dengan niat dakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Dan untuk Jawa Barat yang menjadi salah satu penentu di 2019 siapa yang akan memimpin Indonesia, insya Allah kita akan mensupport pasangan Sudrajat-Syaikhu

Maka dari itu saya mengajak kepada semua
Mujahid dan mujahidah majelis taklim se-Bandung Raya
Mari bersama-sama dengan saya

Kita membuat program- program yang bisa mensupport dakwah kekuasaan ini

Dan sekali lagi saya tegaskan ini bukan politik kepentingan tapi politik kemaslahatan.


Sumber : Tarbiyah 

Read More

WASPADAI Kecurangan, 1000 Advokat Bergabung Dukung Sudirman - Ida Wujudkan PilGub Jateng yang BERSIH

26 Juni 0

WASPADAI Kecurangan, 1000 Advokat Bergabung Dukung Sudirman - Ida Wujudkan PilGub Jateng yang BERSIH


BANDARpost, Sedikitnya seribu advokat atau pengacara dari seluruh Indonesia, Senin, 25 Juni 2018 menyatakan tekatnya mengawal pasangan Cagub Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah dari upaya pencurangan dalam Pilkada yang akan berlangsung Rabu, 27 Juni 2018 mendatang.

Hal ini disampaikan insiatornya, Sunarto SH dan Mantan BEM Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus, Joko Sutrisno SH dalam konferensi pers di Sekretariat Pemenangan Sudirman-Ida Posko Merah-Putih, Jalan Pamularsih Semarang.

Menurut Sunarto SH,  gerakan 1000 Advokad Indonesia mengawal pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam rangka untuk mewujudkan suksesnya proses Pilgub Jateng yang bersih dari tindak kecurangan.

"Kita ingin mengawal Pilgub ini agar berjalan bersih tanpa ada praktik kecurangan. Pembelaan ini bersifat sukarela dan murni dari hati yang paling dalam para advokat Indonesia. Pendampingan ini juga ditujukan kepada masyarakat pemilih agar tidak takut-takut dan terhindar dari tindakan intervensi yang dilakukan oleh tim sukses atau tim pemenangan Cagub. Perlu diketahui, kami menghimbau agar masyarakat dapat memilih dan menggunakan hak pilihnya tanpa ada yang mengintervensi," tandas Sunarto.

Secara teknis, para advokat sudah membagi wilayah kerja di masih-masih Kota maupun Kabupaten. Mereka juga akan melakukan pendampingan para saksi dan menerima laporan apabila terjadi permasalahan atau pelanggaran hak.

"Kami akan bekerja all out dalam hal ini, sehingga tercipta proses pemilihan yang jujur dan adil," ujar tambah Joko Sutrisno.

Sumber: Kedaulatan Rakyat

Read More

Hasil Survei Terbaru Pilgub Jateng, Bikin Kaget!

26 Juni 0

Hasil Survei Terbaru Pilgub Jateng, Bikin Kaget!

BANDARpost ,SEMARANG- Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei elektabilitas cagub – cawagub Jateng. Jika tiga hasil survei sebelumnya pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen unggul baik dalam tingkat elektabilitas maupun popularitas, hasil survei LKPI yang dilakukan pada 5-20 Juni lalu itu menyebut pasangan Sudirman-Ida unggul tipis.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Region Jateng, Onesimus Hihika, ada dua hal pokok yang membuat pasangan yang diusung PAN, Gerindra, PKB, dan PKS ini unggul atas pasangan Ganjar-Taj Yasin. Adalah kasus dugaan korupsi E-KTP yang menyeret nama Ganjar yang menggerus elektabilitas dalam dua bulan terakhir ini. “Pemanggilan Ganjar Pranowo oleh KPK semakin menguatkan dugaan di masyarakat akan keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus E-KTP,” kata Onesimus Hihika dalam paparan hasil Survei Pendapat Masyarakat yang bertema mengukur persepsi dan pilihan masyarakat Jateng terhadap dua pasang calon Gubernur –Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023 yang digelar di Grand Candi Hotel, Minggu (24/6).

Dalam survei tersebut, LKPI menggunakan metode deskriptif dengan melakukan penyebaran kuesioner pada 5 -20 Juni 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.245 orang yang diambil dari populasi DPT Pilgub Jateng sebanyak 27.068.125 pemilih. Sedangkan pemilihan responden menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error+/-2,78 persen.

Temuan dan hasil survei berdasarkan sebaran demografi, pasangan Ganjar -Taj Yasin banyak dipilih generasi milenial berusia antara 17-25 tahun sebesar 41,8 persen, sedangkan pasangan Sudirman-Ida dipilih 41,4 persen, dan 16,8 persen belum memilih.

Pasangan Sudirman-Ida unggul untuk usia pemilih 26-40 tahun sebesar 50,3 persen, sedangkan pasangan Ganjar –Taj Yasin 38,5 persen dan 11,2 persen belum memilih.

“Untuk pemilih usia 41 tahun ke atas, lebih memilih pasangan Sudirman-Ida sebesar 47,2 persen, pasangan Ganjar-Taj Yasin sebesar 37,1 persen, dan sisanya 15,7 persen belum memilih,” ungkapnya.

Onesimus menambahkan, dengan penangkapan beberapa kepala daerah yang berasal dari PDIP, khususnya Kabupaten Purbalingga, membuat kepercayaan masyarakat terhadap PDIP menjadi turun.

“PDIP merupakan partai pengusung utama Ganjar Pranowo-Taj Yasin,” imbuhnya.Selain itu, lanjut dia, dengan kebangkitan politik Islam tidak dapat dipungkiri menjadi eskalasi politik nasional, turut terasa di Jateng. Kecenderungan pemilih, sangat memperhatikan hal tersebut.

Kondisi tersebut, diperkuat dengan adanya seruan dari PBNU melalui ketua umumnya, Said Aqil, agar seluruh pengurus dan warga Nahdliyin bekerja dan memenangkan pasangan Sudirman-Ida. “Dengan demikian, kekuatan politik Islam yang tercermin dalam partai politik, yakni PKB, PAN dan PKS cukup solid untuk memenangkan pasangan SudirmanSaid-Ida Fauziah,” tambahnya.

Sedangkan kubu Ganjar -Taj Yasin, imbuhnya, hanya PPP yang mendukung. Itupun dari basis massa PPP yang mayoritas kaum Nahdliyin, sehingga dukungan tersebut dinilai sangat lemah.

Dalam survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia ini juga menemukan sebanyak 74,8 persen masyarakat sudah memiliki pilihannya sendiri. Mereka cenderung militan untuk mendukung pasangan calon yang mereka anggap mewakili kepentingan politik untuk membawa Jateng ke arah yanglebih baik. Sedangkan sebanyak 25,2 persen responden masih bisa berubah-ubah pilihannya.

“Dapat disimpulkan siapapun yang akan menjadi pemenang dari Pilgub Jateng, akan memperoleh kemenangan yang sangat tipis,” paparnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Semarang sebelumnya, dalam survei yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat elektabilitas Ganjar-Taj Yasin masih unggul dan melampaui pasangan Sudirman-Ida di Pilgub Jateng 2018. Pasangan Ganjar-Taj Yasin memperoleh elektabilitas sebesar 70,1 persen, sedangkan Sudirman-Ida mendapat 22,6 persen. Sisanya sebesar 7,3 persen menjawab tidak tahu.

Sementara, untuk tingkat popularitas masing-masing calon, Ganjar masih menjadi calon yang menempati urutan teratas dengan 89 persen, urutan kedua Sudirman Said 50 persen, disusul Ida Fauziah 33 persen, serta Taj Yasin 31 persen.

Pasangan Ganjar-Taj Yasin juga unggul dalam survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Tingkat elektabilitas pasangan Ganjar -Taj Yasin sekitar 54 persen, sedangkan Sudirman -Ida 13 persen.

Elektabilitas Ganjar-Taj Yasin ini naik 3,7persen menjadi 54 persen dari April lalu yang hanya 50 persen. Sedangkan pasangan Sudirman-Ida naik 2,5 persen menjadi 13 persen dari April lalu yang hanya 10,5 persen. Alasannya, karena adanya perilaku pemilih yang berubah atau berpindah pilihan partai untuk kalangan grassroot.

Untuk tingkat popularitas, menurut survei LSI Denny JA, Ganjar memiliki popularitas 96.6 persen. Sedangkan Sudirman hanya 63.9 persen. Selain itu, kepuasan kinerja Ganjar pada periodelalu mencapai 71 persen dan itu potensi bisa terpilih lagi.(hid/ida)

Sumber : jpnn

Read More

Senin, 25 Juni 2018

Data 7 Survei: Edy Rahmayadi vs Djarot, Siapa Layak Pimpin Sumut?

25 Juni 0

Data 7 Survei: Edy Rahmayadi vs Djarot, Siapa Layak Pimpin Sumut?

BANDARpost, Edy Rahmayadi menumbangkan Djarot di hampir semua survei yang digelar di Sumut.

Survei Pilgub Sumut

Pilgub Sumatera Utara 2018 menampilkan drama politik yang menyita perhatian luas. Mulai dari kemunculan Djarot Saiful Hidayat, hingga gagalnya jagoan Partai Demokrat, PKB, PKPI yaitu JR Saragih-Ance Selian gara-gara dugaan ijazah palsu.

Di atas kertas, Edy Rahmayadi adalah cagub paling kuat karena didukung 6 partai politik di Sumatera Utara. Edy juga kandidat paling siap bahkan sejak masih menjabat Pangkostrad sudah menyatakan keinginannya memimpin Sumut.

Sementara Djarot baru diputuskan menjadi cagub di last minute pendaftaran cagub-cawagub, terlebih setelah PDIP terseok-seok melobi PPP yang nyaris tak memberikan dukungan dan membuat Djarot hampir gagal turun gelanggang.

Mengantongi nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) mengusung visi 'Sumatera Utara yang Maju, Aman dan Bermartabat'. Duet militer dan pengusaha penggemar otomatif itu sebetulnya tak lebih banyak muncul di masa kampanye ketimbang manuver Djarot-Sihar.

Mari simak visi misi Edy-Ijeck untuk Sumut 5 tahun ke depan:

Sementara Djarot-Sihar mengusung visi misi dengan tagline: Membangun Sumut Hebat yang Berdaulat Mandiri dan Berkepribadian. Visi misi Djarot menuai sorotan karena sangat mirip dengan visi misi Ahok-Djarot di Pilgub DKI.

Berikut visi misi pasangan DJOSS tersebut:

Adu Kuat Survei

Meski hanya diusung dua parpol, Djarot nyatanya mampu menghadapi dominasi mantan Pangkostrad di Pilgub Sumut. Bermodal popularitas yang cukup tinggi, mantan wali kota Blitar itu perlahan namun pasti diterima warga Sumut. Hal itu diketahui dari elektabilitas Djarot-Sihar yang mendekati Edy-Ijeck.

Catatan kumparan, sejak penetapan pasangan calon, ada 6 survei di Pilgub Sumut yang digelar oleh 4 lembaga survei nasional berbeda. Dari 6 kali survei itu, hanya satu lembaga survei yang memenangkan Djarot, yaitu Indo Barometer. Sisanya, Edy-Ijeck juara.

Berikut datanya:

Survei Pilgub Sumut

Selain 4 lembaga itu, ada 1 lembaga survei lokal yang juga merilis data survei. Yaitu Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), yang merilis elektabilitas Eramas 53,1%, sementara DJOSS 35,7%.

Dari survei nasional dan lokal tersebut, Edy-Ijeck unggul di 5 kali survei, sementara Djarot-Sihar unggul di 2 survei dari 1 lembaga yaitu Indo Barometer. Selisih elektabilitas kedua kandidat ini di angka 8-13%.

Sebagaimana diketahui, pemungutan suara akan digelar pada Rabu, 27 Juni 2018 mulai pukul 07.00-13.00 WIB

Sumber :kumparan.com 

Read More

Politisasi Agama di Jawa Timur. Sebegituya Khofifah Ngebet Jadi Gubernur?

25 Juni 0

Politisasi Agama di Jawa Timur. Sebegituya Khofifah Ngebet Jadi Gubernur?

BANDARpost, Mungkin ini yang dinamakan Gubernur DKI Effect. Isu agama dalam Pilkada kembali digoreng di daerah lain. Salah satunya yakni Jawa Timur. Kontestasi mulai memanas di timur pulau Jawa ini. Dan politisasi agama sedang dimainkan. Kali ini oleh kubu Khofifah Indar Parawansa. Kenapa ini bisa terjadi?

Referensi pihak ketiga

Dilansir detik.com Spanduk berisi fatwa itu ditemui di sejumlah daerah, termasuk Surabaya. Spanduk itu bertuliskan "Memilih Khofifah Fardhu 'Ain". Ada juga tulisan "Jangan Khianati Allah dan Rasul-Nya". Di spanduk terdapat foto Khofifah, Cawagub Emil Elestianto, dan KH Asep Saifuddin Chalim yang merupakan penyampai fatwa dalam pertemuan di Ponpes Ammanatul Ummah Mojokerto, 3 Juni lalu.

Referensi pihak ketiga

Munculnya spanduk itu disesalkan ketua tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Hikmah Bafaqih. Dia mendapat laporan dari tim di daerah terkait peredaran spanduk yang menurutnya bisa memecah belah umat itu.

Referensi pihak ketiga

Khofifah Indar Parawansa sendiri sudah tiga kali mengikuti kontestasi Pilgub Jawa Timur. Karir politik Khofifah memang moncer, dari menjadi anggota DPR hingga menjadi menteri. Apakah kali ketiga ikut nyagub akan berhasil? Kali ini Khofifah Emil akan berhadapan dengan Gus Ipul Puti.

Namun kenapa isu agama dijadikan peluru oleh kubu Khofifah? Mencontoh Jakarta atau memang sudah kehilangan nalar demi menjadi orang nomor satu di Jawa Timur? Duh Bu Khofifah...

Sumber: detik.com

Read More

Sabtu, 23 Juni 2018

Survei Pilgub Jabar, #2019GantiPresiden dan Peluang Menang Asyik

23 Juni 0

Survei Pilgub Jabar, #2019GantiPresiden dan Peluang Menang Asyik

BANDARpost, Kabar terbaru, LSI Denny JA telah mengeluarkan hasil survei terbarunya untuk Pilkada Jawa Barat. Seperti dua pilkada sebelumnya, pasangan calon yang ada PKS nya tidak diunggulkan oleh lembaga survei ini.

Nostalgia sejenak, di Pilkada Jawa Barat tahun 2008 pasangan cagub Agum Gumelar didampingi Nu’man Abdul Hakim (AMAN) disebut LSI sebagai pasangan calon paling unggul dengan perkiraan suara 48,5 persen.

Urutan kedua adalah pasangan calon Danny Setiawan-Iwan Sulandjana (DAI) memiliki peluang sebesar 25,5 persen.Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (HADE) saat itu disebut hanya memiliki peluang suara sebesar 16,5 persen.

Kenyataannya pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf mampu memenangkan pertarungan di 2008 itu.

Di Pilkada selanjutnya pun demikian. Lembaga survei saat itu mengunggulkan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. Meski menyandang status incumbent, Aher dianggap kalah pamor dengan Dede Yusuf dan Rieke Diah Pitaloka. Hasilnya kembali berbanding terbalik. Masyarakat Jabar lebih yakin dengan Aher-Demiz.

Bagaimana dengan 2018?

Seperti tulisan ini diawal, lembaga survei kembali menaruh pasangan yang ada PKS nya ke urutan bawah.

Namun kali ini, LSI juga tetap membuka ruang dalam kesimpulannya.

Dikatakan disana, masyarakat Jawa Barat mendukung Gerakan #2019GantiPresiden dan mendukung pasangan calon yang mengusung hal itu.

Ada 48,2 persen masyarakat Jabar yang cukup setuju dan sangat setuju dengan #2019GantiPresiden

Dan, 42,2 persen menyatakan sikap mendukung calon gubernur yang ingin #2019GantiPresiden

Pasangan manakah yang terang-terangan mendukung #2019GantiPresiden?

Asyik!
Sudrajat-Ahmad Syaikhu<br>

Oleh: Enjang Anwar Sanusi<br>

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213847393951551&id=1008905955

Read More

MENGGELEGAR! Teriakan “Presiden” Sambut Kehadiran Prabowo Di Debat Pilgub Jabar

23 Juni 0

MENGGELEGAR! Teriakan “Presiden” Sambut Kehadiran Prabowo Di Debat Pilgub Jabar


BANDARpost, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir dalam acara Debat Ketiga Pilkada Jawa Barat, di Ballroom Jendral Sudirman Kota Bandung, 22 Juni 2018.

Dia hadir untuk menyaksikan langsung penampilan dari jagoan Gerindra, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

Prabowo datang dengan mengenakan pakaian khasnya, yaitu kemeja berwarna krem dan peci hitam. Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi setia berada di samping Prabowo.

Prabowo yang tiba di lokasi tepat pukul 19.00 langsung diteriaki para penonton debat. Teriakan itu berisi dukungan bagi Prabowo untuk maju di pilpres.

“Prabowo presiden,” teriak penonton debat yang mayoritas suara berasal dari pendukung pasangan Asyik, seperti dikutip RMOL.

Namun begitu, pendukung pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) tidak tinggal diam. Mereka kemudian meneriaki salam dua periode kepada rival petahana Jokowi itu.

Debat ketiga bertajuk "Pembangunan Manusia Yang Berkualitas Untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat" dihadiri oleh semua pasangan calon Pilkada Jawa Barat

Sumber :Portal Islam 

Read More