BANDAR post: KESEHATAN

Hot

Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2019

Coba Sentuh Ujung Kaki, Kita akan Segera Tahu Jantung Bermasalah Atau Tidak

10 Juni 0

Coba Sentuh Ujung Kaki, Kita akan Segera Tahu Jantung Bermasalah Atau Tidak


BANDARpost, - Banyak kejadian penderita jantung terlambat ditangani karena dia sendiri tidak tahu punya penyakit jantung.
Nah, hal itu setidaknya bisa dicegah bila Moms tahu cara mendeteksi penyakit jantung berikut ini.
Kini ada tes mudah dan sederhana untuk mendeteksi kesehatan jantung yang dapat Mama lakukan di rumah.
Sentuh ujung jari kaki, ketahui apakah jantung Mama bermasalah atau tidak.
Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti memiliki panduan mudah yaitu cukup hanya menyentuh ujung jari kaki.
Apabila tubuh Anda masih fleksibel untuk mencapai jari kaki, bermakna jantung Mama masih tetap cukup sehat.
Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiology dijelaskan, dengan mengetes satu di antara elemen tubuh (jari kaki), seorang bisa tahu jantungnya masih tetap sehat atau tidak, bahkan juga di tengah-tengah liburan sekalipun.
Langkahnya gampang, cukup cuma duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Lalu coba menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Apabila Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki bermakna jantung Anda tetap masih sehat dan fleksibel juga.
Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas serta beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan pada umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan lantas ikuti tes fleksibilitas tubuh sembari diukur tekanan darah, pembuluh arteri serta aktivitas jantungnya
Akhirnya, peneliti temukan korelasi pada tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.
Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh serta tidak berhasil meraih ujung jari kaki nyatanya memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung jadi kurang baik, efektif dan risiko penyakit jantung juga meningkat.
Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengemukakan, walau teori pada jalinan otot punggung serta kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tetapi karena itu ada studi ini cukup membantu.
Kekakuan otot punggung, kaki serta pembuluh jantung yang sama-sama berhubungan itu karena komposisi kolagennya yang sama.
” Apabila Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih tetap cukup baik. Tetapi apabila tidak bisa, mungkin saja Anda perlu mendatangi kardiolog ” tutur Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti diambil dari New York Times.
Namun Yamamoto menyampaikan tidak selama-lamanya otot kaku yaitu tandanya penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit serta sehat saja dari yang seharusnya.
Sumber: Nakita.grid
Read More

6 Gejala yang Menandakan Bahwa Kamu Memiliki Darah Tinggi

10 Juni 0

6 Gejala yang Menandakan Bahwa Kamu Memiliki Darah Tinggi

Ilustrasi Sakit Kepala. ©2014 Merdeka.com
BANDARpost - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang. Seringkali tekanan darah tinggi tidak disertai dengan gejala hingga bertahun-tahun.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah seperti usia, sejarah kesehatan keluarga, obesitas, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Jika faktor-faktor ini dan tekanan darah tak segera disadari, akan memicu banyak masalah kesehatan seperti gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.
Terdapat beberapa gejala dari darah tinggi yang harus diketahui sebagai penanda kondisimu. Dilansir dari Boldsky, berikut sejumlah gejala yang menandai bahwa kamu memiliki darah tinggi.
1. Sakit Kepala
Ketika tekanan darah berada di atas 180/110 mmHg, kamu bisa mengalami sakit kepala. Namun sakit kepala biasanya tak muncul pada kondisi hipertensi yang ringan. Sakit kepala yang terus-menerus adalah gejala dari tekanan darah yang melonjak naik, keadaan yang lebih serius dari hipertensi ringan.
2. Mimisan
Mimisan juga merupakan tanda dari tekanan darah tinggi pada tahap awal. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami mimisan tiba-tiba dan sulit dihentikan, lebih baik segera temui dokter dan periksakan diri.
3. Muncul Titik Darah pada Mata
Jika terdapat titik darah pada bola mata, sebaiknya waspadalah. Titik darah tersebut bisa jadi pembekuan darah akibat hipertensi. Ketika memeriksakan diri ke dokter, coba minta dokter untuk memeriksa tekanan darah Anda, sebelum menghilangkan titik darah pada mata.
4. Mati Rasa
Mati rasa atau rasa kesemutan bisa menjadi tanda awal dari stroke yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah. Hipertensi yang tak segera dikontrol bisa menyebabkan kerusakan saraf yang memunculkan gejala ini.
5. Mual dan Muntah
Tanda lain dari tekanan darah tinggi adalah mual dan muntah. Meski mual dan muntah bisa terkait dengan penyakit dan masalah kesehatan lainnya, namun ada yang membedakan jika mual dan muntah disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Biasanya seseorang juga akan mengalami pandangan yang kabur dan napas yang pendek-pendek.
6. Vertigo
Rasa pusing disertai dengan kepala yang terasa ringan dan vertigo juga bisa menjadi gejala dari tekanan darah tinggi. Gejala semacam ini tak boleh diabaikan, terutama jika muncul secara tiba-tiba. Sementara itu, rasa pusing dan vertigo yang disertai dengan kesulitan berjalan dan pingsan bisa menjadi gejala awal dari stroke.
Sejumlah gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa kamu tengah terserang tekanan darah tinggi. Ketika kamu mengalami satu atau sebagian dari gejala di atas, sebaiknya segera periksakan dirimu ke dokter.
(mdk/RWP)
Sumber: Merdeka.com

Read More

Selasa, 28 Mei 2019

Jangan ke Dokter atau Pake BPJS, 7 Penyakit Ini Sembuhnya Cuma dengan Olahraga

28 Mei 0

Jangan ke Dokter atau Pake BPJS, 7 Penyakit Ini Sembuhnya Cuma dengan Olahraga

BANDARpost – Mulai sekarang kamu bisa menjadi “dokter” untuk diri kamu sendiri! Maksudnya nggak harus kuliah kedokteran dulu untuk bisa mengobati diri sendiri pas dilanda suatu penyakit.
Saat kamu sudah tahu jenis penyakit apa yang lagi dialami, maka perhatikan apakah yang sedang kamu derita masuk ke dalam 7 penyakit yang bisa disembuhkan hanya dengan berolahraga.
Kalo iya, kamu nggak perlu bikin janji ketemu dokter atau mengantre pakai kartu BPJS lagi. Pasalnya penyakit berikut ini bisa sembuhkan dengan cara berolahraga yang tepat.
Nah HAI lansir dari intisari.com, berikut penjelasan 7 penyakit yang bisa disembuhkan cuma dengan berolahraga!
Diabetes Tipe II
Latihan fisik teratur selama 20 sampai 30 menit dalam 5 hari selama seminggu disertai dengan pola makan yang sehat ternyata bisa membantu menghilangkan Diabetes Tipe II.
Tekanan Darah Tinggi
Kardiovaskular rutin adalah cara yang tepat untuk membantu menyembuhkan tekanan darah tinggi.
Hal ini tentunya dibarengi dengan pola makan yang sehat.
Flu dan kedinginan
Untuk mengurangi flu dan kedinginan, lakukan olahraga rutin setidaknya 5 kali selama satu minggu dengan durasi sekitar 20 sampai 30 menit.
Kolesterol
Kadar kolesterol dalam tubuh bisa kita kurangi hanya dengan latihan kardiovaskular dan latihan kekuatan rutin.
Meski begitu, ada baiknya saat makan kita menyertakan biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
Buah serat tinggi dan kacang-kacangan juga sangat baik untuk mengontrol kadar kolesterol kita.
Mencegah penyakit jantung
Kardiovaksular dan makanan sehat yang teratur dapat mencegah penyakit jantung lho, girls!
Jantung akan lebih sehat saat kita rajin berolahraga.
Kegelisahan
Cemas dan gelisah yang mungkin menyerang kita dapat diminimalisir dengan olahraga ataupun aktivitas fisik rutin selama 20 sampai 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu.
Osteoporosis
Kepadatan tulang akan menurun seiring dengan berjalannya usia. Hal ini biasa kita kenal dengan osteoporosis.
Makanya untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah agar nggak menurun seiring berjalannnya usia, kita hanya perlu latihan 2 sampai 4 hari dalam seminggu. (*)

Sumber: 
Read More

Sabtu, 04 Mei 2019

Bersiap Puasa Ramadan, Perlukah Medical Check Up?

04 Mei 0
Bersiap Puasa Ramadan, Perlukah Medical Check Up?


BANDARpost - Umat muslim akan menyambut bulan Ramadan yang akan datang tidak lama lagi. Itu tandanya umat muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Akan tetapi, perlukah medical check up untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda sebelum menjalani puasa?

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, puasa pada dasarnya sangat bermanfaat bagi tubuh. Paling kentara adalah puasa sangat bermanfaat dalam hal pengurangan asupan kalori dan bisa menurunkan berat badan.

Namun, memang ada beberapa orang yang perlu memerhatikan kondisi secara khusus ketika ingin menjalani puasa. Misalnya, ibu hamil dan orang yang sedang menjalani pengobatan akibat sakit.

Tapi, perlukah medical check up sebelum puasa?

Menurut dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, orang yang sehat sebenarnya tidak perlu medical check up. Hanya saja, dokter yang akrab disapa dr. Deri ini menegaskan memang ada beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan cek kesehatan sebelum menjalankan ibadah puasa.

"Untuk orang-orang yang sehat atau normal, tidak perlu check up sama sekali. Sementara, orang-orang yang butuh medical check up biasanya yang bermasalah dengan hipertensi (darah tinggi), gula darah, dan jantung," ujar dr. Dejandra.

"Itu karena mereka biasanya harus menjaga sekali pola makan. Orang-orang dengan ketiga kondisi tersebut memang harus cek dulu, tubuhnya siap untuk berpuasa atau tidak," tegas dr. Dejandra.

Di sisi lain, selalu menjadi pertanyaan dari tahun ke tahun adalah apakah boleh ibu hamil menjalankan ibadah puasa Ramadan. Untuk hal ini, dr. Dejandra menyebut sebaiknya itu dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Ini karena menyangkut kebutuhan nutrisi untuk si janin.

"Sementara itu, kalau untuk ibu hamil, sebenarnya mereka kan tetap butuh nutrisi supaya janin berkembang dengan baik. Kalau mau puasa, tidak perlu medical check up, lebih baik konsultasi saja dengan dokter kandungannya," sambung dr. Dejandra.

Hal ini juga diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa ibu hamil yang berpuasa akan lebih aman jika sang ibu dalam keadaan sehat, kuat, dan tidak ada masalah dalam kehamilan.

"Lakukan cek kesehatan secara umum dan kemungkinan komplikasi saat puasa seperti anemia dan diabetes gestasional. Diabetes gestational adalah tipe diabetes yang berkembang selama kehamilan. Karena itu, sebaiknya lakukan kontrol kehamilan lebih sering saat menjalani puasa untuk memastikan kadar gula darah. Wanita hamil dengan diabetes tidak disarankan berpuasa," ujar dr. Sepriani Timurtini.
Hal yang dapat dilakukan wanita hamil saat berpuasa

Beberapa hal yang dapat dilakukan wanita hamil saat berpuasa agar kehamilan tetap aman antara lain:

  •     Minum air yang cukup. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter sehari.
  •     Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang saat sahur dan buka puasa. Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan.
  •     Karbohidrat kompleks, seperti gandum dan biji-bijian, dan makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan kering dapat membantu sang ibu bertahan menjalani puasa dan mencegah konstipasi (sembelit). Asupan protein dari kacang-kacangan, daging, dan telur juga penting.
  •     Istirahat yang cukup dan kerjakan tugas saat sebelum berpuasa atau sesudah berbuka puasa.

Sebaiknya, segera berkonsultasi pada dokter kandungan bila berat badan turun atau kurang. Begitu juga bila Anda mual, muntah, pusing, lemas, pandangan gelap, gerakan janin berkurang, atau mengalami kontraksi rahim.

Jadi, beberapa kondisi memang mengharuskan medical check up sebelum menjalankan puasa Ramadan. Tetapi, bagi orang yang sehat tidak perlu. Di sisi lain, ibu hamil perlu mendapat perhatian lebih serius dan berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait beberapa hal.

sumber: klikdokter



Read More

Minggu, 17 Maret 2019

7 Tanda Tubuh Anda Sudah Kelebihan Gula

17 Maret 0
7 Tanda Tubuh Anda Sudah Kelebihan Gula



White Space Ukraine/Shutterstock


BANDARpost-, JakartaGula merupakan sumber energi bagi tubuh. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan, tentunya tidak akan memberikan manfaat apa pun untuk kesehatan. Salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan konsumsi gula tinggi adalah diabetes mellitus.

Pada diabetes mellitus, pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Bila tidak diatasi dengan baik, diabetes mellitus ini dapat memicu berbagai komplikasi pada organ lain. Mulai dari mata, jantung, hingga ginjal.

Untuk itu, mulai sekarang batasilah konsumsi gula Anda. Menurut American Heart Association, batasan konsumsi gula tambahan bagi pria adalah 36 gram atau setara 9 sendok teh, sementara bagi wanita 24 gram atau setara 6 sendok teh.

Jika Anda belum yakin apakah Anda sudah terlalu banyak mengonsumsi gula atau tidak, mungkin bisa mengamati tanda-tanda berikut ini. Bila Anda mengalami beberapa di antaranya atau bahkan semuanya, bisa jadi tubuh Anda sudah kelebihan gula.

Berat badan tidak ideal

Terlalu banyak mengonsumsi gula bisa meningkatkan berat badan secara signifikan. Jika dibiarkan terus-menerus, Anda dapat terkena obesitas yang kemudian memicu berbagai gangguan metabolik. Salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus.



Saat telah mengalami diabetes mellitus, berat badan bisa mendadak turun drastis tanpa sebab yang jelas padahal Anda makan cukup banyak. Hal ini terjadi karena kadar insulin tidak mampu memetabolisme glukosa, sehingga tubuh beralih ke pembakaran lemak untuk mempertahankan metabolisme sel.

Merasa haus terus dan mulut kering

Orang yang mengonsumsi gula terlalu banyak akan merasa haus walaupun sudah sering minum. Mulut juga terasa kering dan sering ke toilet untuk buang air kecil.

Hal itu dikarenakan fungsi ginjal Anda terganggu sesaat setelah tubuh tak mampu mengendalikan gula darah. Cairan yang seharusnya diserap kembali oleh ginjal, justru keluar bersama gula. Kondisi ini pada akhirnya membuat Anda kekurangan cairan dan sering buang air kecil.

Cepat lelah dan sulit konsentrasi

Gula yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi sumber energi apabila jumlahnya wajar. Jika jumlah gula yang dikonsumsi berlebihan, maka akan merusak kerja insulin sehingga tidak dapat mengubahnya menjadi energi.

Otak membutuhkan glukosa agar bisa berfungsi dengan baik, yaitu sebesar 25% dari total kebutuhan tubuh. Nah, ketika glukosa yang berlebih tidak dapat dijadikan energi, maka otak yang paling terkena dampaknya. Anda pun bisa cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.

Wajah mudah berjerawat

Apa hubungannya jerawat dan konsumsi gula? Sangat berhubungan! Kelebihan gula dapat memicu ketidakseimbangan hormon, yang akan memudahkan munculnya jerawat.

Hal itu karena asupan tinggi gula dapat meningkatkan gula darah dan kadar insulin secara cepat. Kondisi ini akan menyebabkan peningkatan produksi minyak dan peradangan, yang semuanya memainkan peran dalam munculnya jerawat.

Mood swing

Jika Anda sering mudah marah dan bad mood tanpa sebab yang jelas, bisa jadi Anda terlalu banyak mengonsumsi gula. Anda pernah dengar mengenai sugar crash? Ketika gula darah naik lalu turun dengan cepat akibat konsumsi gula, ternyata kondisi ini bisa menyebabkan lemas, perubahan suasana hati, dan brain fog.

Selain itu, kelebihan konsumsi gula juga dianggap dapat memperburuk gejala kecemasan dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.

Penglihatan kabur

Salah satu organ yang terkena dampak ketika glukosa tidak mampu didistribusikan adalah organ mata. Akibatnya, Anda bisa mengalami keluhan pandangan kabur.

Di sisi lain, hubungan antara diabetes dan gangguan mata memang ada. Retinopati diabetik merupakan kelainan mata yang paling sering terjadi pada orang dengan diabetes. Pada kondisi ini, retina mengalami kelainan berupa munculnya bercak-bercak perdarahan. Hal ini membuat kemampuan mata untuk melihat akan menurun secara perlahan.

Kecanduan makanan dan minuman manis

Penelitian menunjukkan bahwa gula bisa bikin kecanduan layaknya narkoba. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula akan terbiasa dengan rasa yang manis, sehingga selalu menginginkannya bahkan hingga ketagihan.

Itulah tanda-tanda tubuh Anda kelebihan gula. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas, berarti Anda harus lebih waspada. Mulailah untuk mengurangi konsumsi asupan manis dan periksakan kadar gula darah Anda ke laboratorium. Jika perlu, konsultasilah dengan dokter umum ataupun spesialis dokter penyakit dalam.

[RS/ RVS]

Sumber: klikdokter.com
Read More

Senin, 11 Februari 2019

Gak Habis Pikir Deh! Kopi Tanpa Gula Ternyata Bikin Begini, Rugi Baru Tahu Sekarang

11 Februari 0

Gak Habis Pikir Deh! Kopi Tanpa Gula Ternyata Bikin Begini, Rugi Baru Tahu Sekarang

gambar : ramesia.com
BANDARpost, Bagi masyarakat Indonesia minum kopi merupakan kebiasaan yang lumrah dilakukan. Mulai dari yang usia muda sampai yang tua semua gemar minum kopi.
Di Indonesia kopi merupakan tanaman yang bisa tumbuh dengan subur dan berkualitas bagus.
Kalau yang lumrah minum kopi dicampur dengan gula sehingga perpaduan pahitnya kopi dengan manisnya gula menghasilkan cita rasa yang luar biasa.
Namun siapa sangka ternyata minum kopi tanpa gula selain nikmat juga mengandung manfaat yang terpendam.
Asalkan masih dalam takaran atau batas yang wajar minum kopi tanpa gula dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Karena kopi mengandung kafein yang ampuh mempercepat kinerja otak. Sementara gula harus dihindari karena tidak terlalu baik untuk tubuh jika dikosumsi berlebihan.
Selain itu dalam kopi juga terdapat antoksidan dan nutrisi diantaranya vitamin E, kalsium, magnesium kroium dan niasin yamg semua itu dibutuhkan oleh tubuh.
Zat kromiun dalam kopi akan dapat mengendalikan gula darah, sedangkan magnesium akan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.
Semoga bermanfaat.
Sumber :
pontianak.tribunnews.com/2018/07/04/minum-kopi-tanpa-gula-ternyata-sangat-baik-untuk-tubuh-cegah-risiko-penuaan

Read More

Jumat, 08 Februari 2019

Awas! Belasan Ribu Plasma Darah asal China Positif Terkena Virus HIV

08 Februari 0
Awas! Belasan Ribu Plasma Darah asal China Positif Terkena Virus HIV

BANDARpost – Setidaknya 12.000 plasma darah yang diproduksi oleh perusahaan China terkontaminasi dengan HIV pada Rabu (6/2). National Health Commission (NHC) atau Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan lembaga medis untuk menghentikan penggunaan batch imunoglobulin intravena yang diproduksi oleh Shanghai Xinxing Pharmaceutical, setelah menerima laporan bahwa batch tersebut diuji dan terkena HIV positif.
Imunoglobulin adalah antibodi yang dihasilkan dari plasma darah. Sistem kekebalan menggunakan imunoglobulin untuk memerangi patogen, dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk radang sendi dan berbagai bentuk kanker.

Menurut The Beijing News via Channel News Asia, nomor batch yang tercemar terdiri dari 12.229 botol 50 ml plasma, dan kedaluwarsa pada 8 Juni 2021. Tidak ada pasien yang dilaporkan tertular HIV, menurut kutipan dari perwakilan Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Jiangxi.
NHC, mengutip para ahli, mengatakan risiko infeksi HIV sangat rendah bagi mereka yang telah menerima pengobatan. Namun, program pemantauan tindak lanjut telah diatur.
Shanghai Xinxing Pharmaceutical telah diinstruksikan untuk menghentikan produksi dan untuk memulai penarikan. Sebuah tim dari NHC juga telah dikirim ke Shanghai untuk mengawasi dan memandu pekerjaan terkait.
Sektor kesehatan China telah dilanda sejumlah skandal dalam beberapa bulan terakhir. Pada hari Sabtu pekan lalu, pihak berwenang mengatakan mereka mendisiplinkan lebih dari 80 pejabat terkait dengan skandal vaksin tahun lalu yang membuat ketakutan publik akan keamanan obat-obatan yang diproduksi di dalam negeri. [JP]


Sumber : Eramuslim 
Read More

Rabu, 06 Februari 2019

Kenali Ciri Air Kencing Sehat Dan Tidak Sehat

06 Februari 0

Kenali Ciri Air Kencing Sehat Dan Tidak Sehat

Indikasi Warna Urin dan Kesehatan Ginjal
Referensi pihak ketiga
BANDARpost  Ginjal memiliki fungsi yang luar biasa dalam tubuh manusia. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh, serta menjaga konsentrasi elektrolit dan keseimbangan asam basa. Selain itu ginjal juga menghasilkan hormon yang membantu produksi sel darah merah.
Minum air putih yang cukup mampu mencegah terjadinya berbagai penyakit seperti infeksi saluran kemih dan terbentuknya batu ginjal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal kronis.
Selain itu, bagi Anda yang suka berolahraga, asupan cairan harus diperhatikan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai warna urine yang menunjukkan apakah kita kekurangan cairan tubuh atau tidak.
- Transparan dan jernih
Warna transparan dan jernih pada urine menunjukkan bahwa Anda sudah banyak meminum air dan tidak mengalami dehidrasi.
- Kuning pucat dan kuning transparan
Warna kuning pucat adalah warna yang normal untuk urine. Ini menunjukkan bahwa Anda sehat dan tidak dehidrasi. Kebanyakan orang memiliki warna urine kuning pucat atau kuning transparan. Kedua warna ini sama-sama menunjukkan keadaan tubuh yang normal.
- Kuning tua
Ini berarti Anda tidak mengalami dehidrasi. Setidaknya belum. Jika Anda melihat warna urine kuning tua, sebaiknya Anda segera minum air putih setelahnya. Karena warna ini menunjukkan bahwa Anda hampir mengalami dehidrasi jika tak minum dalam waktu dekat.
- Warna madu atau amber
Tubuh Anda tidak mendapatkan cukup cairan sehingga warna urine Anda lebih tua dan hampir seperti warna madu. Jika mengetahui warna ini dalam urine, sebaiknya segera minum secepatnya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Cokelat
Hati-hati jika Anda melihat warna urine cokelat ini. Warna ini bisa berarti Anda mengalami dehidrasi parah atau memiliki masalah dengan liver. Segera penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air. Namun jika warna urine Anda masih tetap cokelat sebaiknya segera temui dokter.
Drw skincare
Dengan minum air putih yang cukup berarti kita membantu menyelamatkan ginjal dari risiko penyakit ginjal.
Referensi pihak ketiga
Sumber:
Kompas.com

Read More

Sabtu, 02 Februari 2019

7 Sayuran Penurun Darah Tinggi secara Efektif

02 Februari 0

7 Sayuran Penurun Darah Tinggi secara Efektif


BANDARpost  – Sayuran merupakan makanan bergizi yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, mengonsumsi sayuran juga dianggap salah satu cara terbaik untuk menurunkan darah tinggi atau hipertensi. Ada beberapa macam sayuran penurun darah tinggi yang dinilai efektif, sehingga tidak ada salahnya bagi Anda yang mempunyai darah tinggi untuk terus mengonsumsinya setiap hari.

Apa Itu Hipertensi

Hipertensi adalah nama lain untuk tekanan darah tinggi. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian.
Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh darah ke dinding pembuluh darah. Tekanannya tergantung pada pekerjaan yang dilakukan oleh jantung dan resistensi pembuluh darah.
Hipertensi dan penyakit jantung adalah masalah kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa pertumbuhan industri makanan olahan telah memengaruhi jumlah garam dalam makanan di seluruh dunia, dan bahwa ini berperan dalam hipertensi.

Sayuran untuk Darah Tinggi

Ada beberapa alasan di balik peningkatan tekanan darah dan salah satunya adalah pola makan kita. Pilihan makanan kita hari ini banyak berputar di sekitar natrium. Meskipun sesekali memanjakan diri memakan kentang goreng, burger, dan gorengan, namun Anda harus mengurangi atau berhenti mengonsumsinya.
Makanan tinggi natrium menyebabkan retensi air. Air yang ditambahkan memberi tekanan pada jantung dan pembuluh darah, yang selanjutnya membuat mereka mengerut dan menyebabkan peningkatan level tekanan darah. Untuk orang-orang penderita tekanan darah sedikit meningkat, dokter biasanya merekomendasikan diet tekanan darah tinggi.
Diet tekanan darah tinggi harus rendah natrium, dan campuran yang baik dari buah-buahan kaya serat dan biji-bijian. Lemak jenuh juga tidak boleh, juga makanan tinggi kolesterol. Selain buah dan biji-jian, berikut beberapa sayuran yang dapat menurunkan hipertensi:

1. Seledri

Sayuran penurun darah tinggi yang pertama adalah seledri. Sayuran ini mengandung kalium serta phthalide yang berkhasiat melenturkan dinding pembuluh darah arteri serta membantu melancarkan aliran darah, konsumsi seledri juga bisa menurunkan hormon stres yang biasanya tinggi pada pasien hipertensi, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

2. Wortel

Wortel mengandung zat bernama beta-karoten serta kalium, yang manfaatnya baik untuk menormalkan detak jantung serta fungsi ginjal. Detak jantung yang tidak normal adalah komplikasi yang biasanya dialami oleh pasien hipertensi, konsumsi wortel untuk hipertensi secara teratur agar kondisi jantung dan tekanannya normal kembali.

3. Bayam

Apakah bayam bisa menurunkan darah tinggi? Ya, bayam untuk hipertensi.
Selain meningkatkan energi, bayam untuk darah tinggi, karena sayur ini mengandung magnesium, yang berfungsi untuk menurunkan serta mengontrol tekanan darah tinggi. Bayam juga bermanfaat menyehatkan pembuluh darah arteri, sehingga tidak mengalami kaku dan pengerasan.

4. Kubis

Selain bayam buat darah tinggi, sayuran berdaun ini berkhasiat menjaga tingkat tekanan darah tetap terkendali. Tahukah Anda bahwa kandungan potasium dalam kubis menghasilkan sekitar 12% dari asupan harian yang direkomendasikan dalam porsi 2 cangkir (178 gram)? Pastikan Anda mencuci sayuran untuk darah tinggi ini dengan baik sebelum dimasak.

5. Ubi Jalar

Ubi jalar tidak hanya tinggi kalium tetapi juga nutrisi yang menyehatkan jantung lainnya seperti magnesium dan mangan. Kalium dalam elektrolit penting yang membantu mengatur tekanan darah dengan menangkal efek natrium dalam tubuh. Ini membantu menghilangkan natrium melalui urine.

6. Brokoli

Sayuran ini adalah sumber yang baik untuk mineral pengatur tekanan darah, karena mengandung magnesium, kalsium, dan kalium. Faktanya, banyaknya kandungan dari ketiga mineral itu adalah tanda banyak makanan untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian sebelumnya pada hewan telah menemukan bahwa diet tinggi brokoli dapat membantu mengurangi tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan stroke. Sayuran penurun darah tinggi ini kaya akan senyawa yang dapat membantu mengurangi kerusakan arteri, yang mungkin berperan dalam tekanan darah tinggi.

7. Jus bit

Penderita tekanan darah tinggi meminum sekitar delapan ons jus bit dapat mengalami penurunan tekanan darah sekitar 10 mm Hg, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2013 di jurnal American Heart Association Hypertension. Nitrat yang berubah menjadi oksida nitrat, gas yang memperlebar pembuluh darah dan membantu aliran darah.
Meminum segelas jus bit sehari dapat membantu menjaga tekanan darah pada tingkat yang lebih rendah dan lebih sehat.
Akan lebih maksimal lagi khasiat untuk menurunkan hipertensi bila mengonsumsi sayuran tersebut dalam bentuk jus, jangan lupa untuk membersihkannya dengan baik sebelum mengolah menjadi jus. Jika tidak suka mengonsumsi sayur mentah, maka bisa dikukus sebentar untuk melunakkannya.

Pola Hidup Sehat untuk Penderita Hipertensi

Jika Anda tidak selalu dapat mengontrol apakah mengalami tekanan darah tinggi, ada kebiasaan gaya hidup sehat yang dapat dikembangkan untuk membantu mencegah hipertensi, dan mengurangi risiko masalah kesehatan terkait tekanan darah tinggi di masa mendatang.
Untuk menghindari diagnosis hipertensi, berikut ini pilihan pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan, seperti dilansir Everyday Health:

1. Pertahankan berat badan yang sehat

Bila ingin mencegah hipertensi, menjaga berat badan sangat penting. Orang yang kelebihan berat badan harus mencoba menurunkan berat badan, dan orang dengan berat badan normal harus menghindari penambahan berat badan. Jika Anda memiliki berat badan ekstra, menurunkan berat badan hanya 10 Kg dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Jadi, konsultasikan dengan dokter tentang berat badan terbaik untuk Anda.

2. Makanlah dengan diet seimbang

Makan makanan sehat dapat membantu menjaga tekanan darah terkendali. Konsumsi banyak buah dan sayuran untuk untuk darah tinggi, terutama yang kaya kalium, dan batasi asupan kalori, lemak, dan gula yang berlebihan. Pertimbangkan untuk mengikuti Dietary Approaches to Stop Hypertension(DASH), diet yang telah terbukti membantu mengelola tekanan darah.

3. Kurangi asupan garam

Bagi banyak orang, makan makanan rendah sodium dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Semakin tinggi asupan natrium, semakin tinggi tekanan darah. Anda dapat mengurangi asupan garam total dengan menghindari makanan kemasan dan olahan tinggi sodium dan tidak menambahkan garam tambahan untuk makanan Anda.

4. Berolahraga secara teratur

Bergeraklah untuk mencegah hipertensi. Aktivitas fisik sangat penting, semakin banyak olahraga yang Anda lakukan, semakin baik, tetapi bahkan sedikit dapat membantu mengontrol tekanan darah. Olahraga ringan selama sekitar 30 menit tiga kali seminggu adalah awal yang baik.

5. Hindari alkohol

Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Bagi wanita, itu berarti tidak lebih dari satu gelas sehari, dan untuk pria, tidak lebih dari dua gelas.
Pantau tekanan darah Anda. Pastikan tekanan darah diukur secara teratur, baik di kantor dokter atau di rumah.
Tekanan darah tinggi sering terjadi tanpa gejala, jadi hanya pembacaan tekanan darah yang akan memberi tahu Anda jika tekanan darah meningkat. Jika dokter menentukan bahwa Anda memiliki prehipertensi – tekanan darah dalam kisaran 120-139 / 80-89 milimeter air raksa (mmHg) yang membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena hipertensi – dokter dapat merekomendasikan langkah-langkah tambahan sebagai perlindungan.
Perhatikan kebiasaan gaya hidup Anda dan putuskan di mana Anda dapat membuat perubahan untuk membantu mencegah hipertensi. Terapkan hal kecil yang bermanfaat, seperti mengemil buah-buahan dan sayuran alih-alih mengonsumsi makanan cepat saji, dan terus praktikkan kebiasaan baik ini hingga menjadi bagian dari rutinitas harian Anda.
Membiasakan perubahan gaya hidup ini dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi jika tekanan darah Anda saat ini terkendali, atau menurunkan tekanan darah jika angka Anda sudah meningkat.
Teman Sehat! Yuk mulai sekarang terapkan pola hidup sehat untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
Sumber : DokterSehat.Com

Read More

Jumat, 25 Januari 2019

Khasiat Dashyat Daun Kenikir: Kaya Antioksidan, Anti Diatebetes, Dan Gempur Lemak Jahat!

25 Januari 0

Khasiat Dashyat Daun Kenikir: Kaya Antioksidan, Anti Diatebetes, Dan Gempur Lemak Jahat!

Urap kenikir (foto: cookpad.com)
BANDARpost, Apakah Anda suka makan pecel, trancam, atau urap/gudangan? Jika Anda memang termasuk penggemar makanan berbahan utama sayur mayur ini, biasanya Anda akan mendapati daun kenikir. Inilah salah satu daun yang membuat rasa pecel atau urap tersebut menjadi sangat lezat dan nikmat.
Kenikir memiliki berbagai nama, seperti suring, ulam raja, sedangkan nama ilmiahnya adalah Cosmos caudatus. Kenikir memiliki berbagai macam varietas. Ada yang berbunga putih, kuning dan ungu. Yang lazim dikonsumsi adalah yang berbunga ungu.
Kenikir bunga ungu (foto: sg.carousell.com)
Tak sekadar lezat, kenikir ternyata juga punya banyak manfaat luar biasa, lho. penelitian dari Shi-Hui Cheng dkk. (2015), sebagaimana dilansir dari ncbi.nlm.nih.go (20/10/2015) menunjukkan bahwa kenikir memiliki keuntungan medis yang sangat potensial. Kenikir (Cosmos caudatus) dilaporkan kaya akan komponen bioaktif seperti tinggi kandungan antioksidan, aktivitas antidiabetik, antihipertensi, antiperadangan, mampu memproteksi/memperkuat tulang, dan juga bersifat antimikroba.
Sementara, dikutip dari realnatural.org (7/12/2015), ada setidaknya 8 jenis penyakit yang bisa dicegah dan diringankan dengan treatment menggunakan kenikir atau ulam raja, di antaranya adalah diabetes tipe-2. Penelitian di School of Medicine, Malaysia's Putra University menunjukkan, bahwa pemberian ulam raja pada pasien diabetes tipe-2 ternyata mampu menurunkan kadar gula pada darah secara signifikan setelah 8 minggu.
Kenikir (foto: researchgate.net)
Kenikir juga mampu menurunkan kadar kolesterol atau lemak jahat pada tubuh, sehingga bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat serta langsing. Sementara, kandungan antioksidannya yang tinggi, bisa membantu tubuh untuk tetap awet muda dan terhindar dari kanker.
Selain itu, kenikir juga sudah banyak teruji mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah, sehingga sangat bagus dikonsumsi penderita penyakit asam urat.
Kenikir bisa dikonsumsi sebagai sayuran yang dimakan dalam bentuk lalapan, pecel, terancam, urap, bahkan juga bisa dibikin jus daun kenikir. Mau sehat? Jangan lupakan daun yang satu ini, ya?
Sumber : UC News 

Read More

Sabtu, 19 Januari 2019

Coba Makan Bawang Putih Tiap Hari, 5 Hal Ini Mungkin Akan Terjadi pada Anda..

19 Januari 0

Coba Makan Bawang Putih Tiap Hari, 5 Hal Ini Mungkin Akan Terjadi pada Anda..

Ilustrasi Bawang Putih
BANDARpostBawang putih sudah terkenal khasiatnya sejak dulu kala. Nenek moyang kita menggunakan bawang putih sebagai pengusir serangga, obat-obatan, penghangat badan, hingga mitos penangkal serangan drakula.
Bawang putih kaya akan vitamin B1, B2, B3, B6, folat, vitamin C, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, potasium, sodium dan zinc.
Setiap 100 gram bawang putih mengandung 150 kalori, 33 gram karbohidrat, dan 6,36 gram protein.
Jika mengonsumsi bawang putih setiap hari, maka Anda akan merasakan sejumlah hal ini. Mulai dari efek kesehatan hingga penampilan.
Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Jumat (18/1/2019), berikut 5 hal yang mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi bawang putih setiap hari:

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1. Bau Badan yang Disukai Wanita

Ilustrasi Bawang Putih
Selama ini makan bawang terlalu banyak dikaitkan dengan bau badan yang menyengat. Namun, sebuah penelitian mengklaim bahwa bau itu tak sepenuhnya membatasi Anda (terutama pria) untuk berkomunikasi dengan lawan jenis.
Bahkan peneliti menyerukan pada pria untuk makan dua siung bawang putih sebelum berkencan dengan wanita.
Penelitian itu menganggap jika bau bawang putih pada tubuh pria membuat wanita tergila-gila. Namun, ilmuan juga menyebut mereka kesulitan menjelaskan apa alasan dari fenomena ini.

2. Sistem Kekebalan Tubuh Meningkat

Ilustrasi Bawang Putih
Bawang putih juga diyakini dapat melindungi kita dari berbagai virus, terutama saat musim dingin tiba. Mengonsumsi bawang putih secara rutin diklaim bisa membuat daya tahan tubuh meningkat.
Bawang putih memang mengandung banyak vitamin dan asam amino. Selain itu, ia memiliki allicin -- senyawa organik yang mampu membunuh bakteri dan jamur.
Catatan: untuk melindungi tubuh, Anda mesti memilih bawang yang segar.

3. Tekanan Darah Stabil

bawang putih
Tambahkan bawang putih ke dalam daftar menu diet Anda jika sedang mengalami tekanan darah tinggi. Bawang putih mampu melebarkan pembuluuh darah dan mengurangi tekanan arteri.
Sakit kepala serta tekanan darah ke jantung akan hilang. Untuk menyembuhkan hipertensi, seseorang harus makan 4 siung bawang putih setiap hari. Selain itu, bawang putih menurunkan kadar kolesterol 'jahat' dalam darah sebesar 10-15 perseb.

4. Stamina Akan Meningkat

bawang
Bawang putih membuat jantung dan otot bekerja lebih efektif. Jika Anda berolahraga, maka konsumsi bawang putih agar stamina tak banyak yang hilang.
Di Yunani Kuno, ketika tidak ada yang tahu tentang doping, olahragawan Olimpiade diberi makan bawang putih, yang membuat mereka berlari dan melakukan tembakan yang lebih baik dari pesaing mereka.
Selain itu, produk ini juga bermanfaat bagi orang yang tidak terhubung dengan olahraga. Karena fungsinya bisa menghilangkan rasa lelah.

5. Kondisi Rambut dan Kulit Membaik

Bawang putih (Foto: iStockphoto)
Bawang putih meningkatkan pertumbuhan rambut sehingga lebih panjang dan lebih tebal. Bawang putih bahkan dapat mengobati alopecia -- kebotakan.
Untuk mencapai hasil ini, seseorang harus menerapkannya ke kulit kepala. Untungnya, kini para produsen kosmetik telah belajar memproduksi minyak rambut bawang putih yang tidak berbau.

Sumber : Liputan6.com 

Read More