BANDAR post: JABAR

Hot

Tampilkan postingan dengan label JABAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JABAR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2018

Prabowo Koreksi PKS: Realcount Gerindra Sudrajat Menang

08 Juli 0

Prabowo Koreksi PKS: Realcount Gerindra Sudrajat Menang


BANDARpost, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan PKS soal kemenangan di Pilkada Jawa Barat. Menurut realcount-nya, pasangan Sudrajat dan Syaikhu yang menang di Jawa Barat.

"Menurut realcount kami, kami yang menang di Jawa Barat," kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.

Ia menjelaskan pernyataan PKS disampaikan saat realcount timsesnya baru 80 persen. Karenanya, ia menunggu hingga realcount 100 persen.

"Saat statement dikeluarkan, laporan yang diterima ke saya real count baru 80 persen, jadi kita sudah koreksi dari tim sukses," kata Prabowo.

Ia menuding dalam pilkada Jawa Barat ada indikasi penyimpangan berupa daftar pemilih yang tak jelas. Tapi indikasi itu masih diteliti.

"Juga kita melihat intervensi-intervensi dari kalangan-kalangan tertentu juga tidak berjiwa demokratis, yang kita sesalkan intervensi-intervensi tersebut," kata Prabowo.

Ia juga menyebutkan ada dugaan kotak suara yang hilang. Ia masih menyisir masalah tersebut.

"Ada kotak yang hilang, ada kotak suara kok bisa hilang, hal-hal yang lucu tapi enggak lucu," kata Prabowo.

Meski begitu, ia memastikan akan menghadapi dengan kesejukan dan ketenangan serta ketegasan. Sebab ia tak mau terus menerus dipermainkan karena ia mewakili rakyat.

"Pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat mengadakan perubahan, dan usaha-usaha untuk terus terang saja, manipulasi ataupun curang ini mengancam demokrasi, mengancam kedaulatan rakyat dan ini sangat merugikan bangsa," kata Prabowo.

Ia menjelaskan konsensus telah dibangun, karena itu kepentingan rakyat harus dihormati. KPU dianggap bertanggung jawab terhadap pemilihan yang bersih dengan daftar pemilih yang benar.

"Saya mengimbau dan mengingatkan petugas-petugas di KPU, untuk menjalankan tugasnya demi rakyat, untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat Indonesia, itu yang kita inginkan dan ingin keadilan ditegakkan," kata Prabowo.

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1051804-prabowo-koreksi-pks-realcount-gerindra-sudrajat-menang

Read More

Kamis, 28 Juni 2018

KPU Jabar Cek Video Petugas TPS Diduga Arahkan Pemilih Coblos Ridwan-Uu

28 Juni 0

KPU Jabar Cek Video Petugas TPS Diduga Arahkan Pemilih Coblos Ridwan-Uu


10Berita – Sehari setelah pemungutan suara, beredar video amatir yang disebut-sebut sebagai petugas KPU mengarahkan pemilih agar mencoblos cagub-cawagub Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Dalam video itu, petugas KPU di TPS alias KPPPS, tampak mengarahkan pemilih agar mencoblos pasangan nomor urut 1 Emil-Uu, saat menyerahkan surat suara kepada pemilih di TPS.

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat, mengatakan pihaknya sudah mengetahui beredarnya video yang diduga lokasinya berada di Cianjur itu. Yayat akan mengkonfirmasi hal itu kepada KPU Cianjur.

“Soal video saya akan konfirmasi kepada KPU Cianjur apakah bener terjadi di TPS atau bukan. Kan bisa saja syuting seperti TPS,” ucap Yayat saat dikonfirmasi, Kamis (28/6).

Menurut Yayat, petugas KPPS harus netral dan tak boleh mengarahkan pemilih mendukung salah satu kandidat. Apalagi dalam video itu, si petugas melanggar aturan dengan membuka kertas suara.

“Harusnya enggak seperti itu. Di TPS harusnya hanya dihitung jumlah surat suaranya saja, yang membuka kan harusnya pemilih saja,” tuturnya.

Hasil quick count seluruh lembaga survei menempatkan Emil-Uu sebagai pemenang Pilgub Jabar 2018. Begitu juga denga hasil real count KPU yang ditampilkan di website versi scan C1. Meski begitu, hasil resmi KPU baru akan diumumkan 9 Juli. (Kmpr)

Sumber :kumparan.com

Read More

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

28 Juni 0

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

BANDARpost, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu tercatat unggul berdasarkan real count tim internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hingga Rabu malam pukul 23.45 WIB, pasangan Asyik mengklaim unggul perolehan 33,1 persen.

“Perjalanan menuju Gedung Sate masih panjang. Buktinya hasil real count internal PKS menunjukkan Asyik unggul atas pasangan lainnya,” ujar Ketua Timses Pemenangan Asyik, Haru Suandharu dalam pernyataannya, Kamis (28/6).

Haru melanjutkan, data real count yang direkap dari para saksi berbagai daerah yang sudah masuk mencapai 32,6 persen.

“Data tersebut berdasarkan form C1 yang diamankan oleh para saksi,” terang Haru.

Lihat juga: Kandidat Nomor Urut Satu Kuasai Quick Count Pilgub di Jawa

Selain Asyik, data menunjukkan paslon lainnya yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh angka 29,4 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 25,8 persen, dan TB. Anton Hasanudin-Anton Charliyan dengan 11,7 persen.

“Berdasarkan data tersebut, kami yakin, Asyik trennya masih naik. Pasangan Rindu jangan terburu-buru melakukan klaim kemenangan karena data berbicara lain,” ujarnya.
Sudrajat-Syaikhu Klaim Unggul Versi Real Count InternalSudrajat dan Ahmad Syaikhu meminta semua pihak menahan diri untuk mendeklarasikan hasil quick count Pilgub Jabar 2018. (CNN Indonesia/Huyogo)
Lihat juga: Pertaruhan Pamor Ridwan Kamil Vs Gerilya Sudrajat-Syaikhu

Apalagi, lanjut Haru, saat ini KPUD Kabupaten/Kota juga masih fokus dengan penghitungan Bupati/Walikota.

“Apalagi, lembaga survei sudah banyak off side dalam data yang disampaikan,” ujar Haru.

Haru menyatakan, lembaga-lembaga survei hendaknya dibekukan izin usahanya. Ia berpendapat, data lembaga survei tersebut dapat menyesatkan publik.

“Dalam banyak survei, Asyik dinyatakan hanya peroleh 7 persen, sementara saat quick count nyatanya Asyik bisa mencapai kisaran 29 persen,” kata Haru menerangkan.

Haru menghimbau kepada seluruh paslon agar menahan diri dan sabar menunggul hasil penghitungan manual atau real count dari KPU.

“Saya harapa seluruh paslon dapat menahan diri dan menunggu eputusan hasil real count dari KPUD. Kami masih yakin Asyik-lah yang akan memenangkan Pilkada Jabar ini,” tegas Haru.

Lihat juga: Bawaslu Temukan 35 Dugaan Praktik Politik Uang

Ridwan Kamil tercatat unggul di Pilgub Jabar 2018 berdasar hasil quick count dengan mengantongi 32,33 persen suara versi Indo Barometer dan 32,89 persen versi LSI Denny JA. Kandidat yang diusung NasDem, PPP, Hanura, dan PKB itu mengungguli tiga pasangan kandidat lainnya yang ikut berkompetisi di Pilgub Jabar.

Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN) tercatat meraih 28,39 persen dan 28,41 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Demokrat dan Golkar) 26,24 persen dan 25,48 persen, dan terakhir Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) hanya meraup 12,2 persen dan 12,46 persen di Pilgub Jabar 2018. (hyg/gil)

sumber https://www.cnnindonesia.com/pilkadaserentak/nasional/20180628095558-32-309733/sudrajat-syaikhu-klaim-unggul-versi-real-count-internal

Read More

Terkejut Suara Asyik Meroket, Ade Armando: Terlalu Riskan Sebut Ridwan Kamil Menang

28 Juni 0

Terkejut Suara Asyik Meroket, Ade Armando: Terlalu Riskan Sebut Ridwan Kamil Menang


Hasil quick count LKPI
Perolehan suara Sudrajat – Ahmad Syaikhu di luar prediksi. Survei-survei dari sembilan lembaga survei sebelum Pilgub menyatakan pasangan Asyik itu hanya mendapat suara di bawah 10 persen.


Hasil Survei Pilgub Jabar (Kumparan)
Setelah pencoblosan, suara Asyik menjungkir balikkan hasil-hasil survei tersebut.




Perolehan suara Sudrajat – Ahmad membuat banyak kalangan terkejut. Salah satunya Ade Armando, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Ade bahkan tidak bisa menyimpulkan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum sebagai pemenang Pilkada Jabar hanya dari quick count.

"Kalau daerah lain saya pastikan hasil quick count sudah bisa diambil patokan. Khusus Jabar terlalu riskan bila memutuskan Ridwan Kamil yang menang karena selisihnya hanya 2,7 persen. Bila meperhitungkan margin eror 1,2 persen, maka selisihnya dengan Sudrajat hanya 0,2 persen," ungkap Ade, Rabu (27/6/2018), seperti dikutip JPNN.

Ia menambahkan, bisa saja pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang menang. Karena itu warga Jabar diminta untuk bersabar menunggu hasil perhitungan KPU.

"Saya yakin peneliti di semua lembaga tidak bisa menarik kesimpulan Ridwan pemenangnya. Pilkada Jabar ini sangat mengejutkan dan unik," tegasnya.

Seperti diketahui, hasil quick count SMRC menunjukkan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) meraih 32,26 persen. Sedangkan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 29,58 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi juga mengaku terkejut dengan hasil quick count Sudrajat – Ahmad Syaikhu.

"Pilkada Jabar cukup mengejutkan. Pasangan Sudrajat dalam sebulan bisa naik suaranya dari prediksi sebelumnya 10 persen," kata Burhanudin Muhtadi, Rabu (27/6/2018).

Bahkan menurut quick count dua lembaga survei, Sudaraj – Ahmad Syaikhu unggul. Dua lembaga survei yang hasil hitung cepatnya menunjukkan Ajak-Syaikhu menang adalah Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) dan Indonesia Development Monitoring (IDM).

Berikut ini hasil quick count Pilgub Jabar 2018 oleh LKPI dan IDM:



Hasil Quick Count LKPI

Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) : 30,41 persen
Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) : 11,17 persen
Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 30,93 persen
Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (2DM) : 27,49 persen

Data masuk: 100% (Pukul 21:00 WIB)
Jumlah sampel 2.780 TPS, 67,3 persen di antaranya merupakan TPS di desa-desa

Hasil Quick Count IDM


Hasil quick count IDM

Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) : 32,67 persenHasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) : 9,43 persenSudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) : 33,12 persenDeddy Mizwar – Dedi Mulyadi (2DM) : 24,78 persen

Data masuk: 100% (Pukul 20:41 WIB)
Jumlah sampel 3.573 TPS, dengan margin error +/- 1,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil lengkap enam lembaga survei bisa dibaca di Hasil Quick Count Pilgub Jabar 2018





Sumber :Tarbiyah 

Read More

Rabu, 27 Juni 2018

Exit Poll IDM: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Unggul

27 Juni 0

Exit Poll IDM: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Unggul

BANDARpost Indonesia Development Monitoring (IDM) melakukan survei Exit Poll. Hasil survei Exit Poll IDM tersebut menunjukkan bahwa Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu sementara ini mengungguli pasangan cagub lainnya.

Exit Poll IDM ini digelar di 1.934 TPS di seluruh TPS di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB tadi, 27 Juni 2018.

Berikut adalah hasil dari Exit Pool IDM, nomor Urut 1 Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Dipilih Sebanyak 20,6 Persen responden, Nomor Urut 2 Pasangan Hasanuddin dan Anton Charliyan dengan jumlah pemilih sebanyak 19,1 persen, selanjutnya untuk Nomor Urut 3 Pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dipilih sebanyak 28,9 persen responden. Sedangkan, pasangan Nomor Urut 4 Pasangan Mizwar dan Dedi Mulyadi dipilih sebanyak 27,8 persen responden, sementara, 3,6 persen responden lainnya memilih Tidak Menjawab.

Berdasarkan hasil Exit Poll tersebutu, diprediksi pasangan yang akan menang di Pilkada Jawa Barat kemungkinan besar adalah pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. Namun, Bin Firman Tresnadi menyatakan perlu pengawalan ketat di TPS karena selisih yang tidak jauh dengan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

“Namun demikian perlu adanya pengawalan ketat di TPS, mengingat selisih tipis antara pasangan calon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dengan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi,” jelas Firman.

Baca juga: LKPI: Asyik Unggul Tingkat Keterpilihannya

Firman mengungkapkan bahwa pengambilan data jawaban pemilih Jabar hingga pukul 09.30 WIB sebanyak 3.868 pemilih dari 1.934 TPS di seluruh TPS di 27 Kabupaten/Kota di Jabar. Firman pun membeberkan alasan masyarakat Jabar memilih masing-masing kandidat di Bilik suara, yaitu berdasarkan karakter kepemimpinan, visi dan misinya, partai pengusung, serta tokoh yang mengusung pasangan calon.

“(Pemilih) menjawab karena karakter kepimimpinan yang tegas 34,7 persen, Karena Visi dan Misi-nya 22,1 persen, diusung oleh partai yang menjadi pilihan 16,2 persen, Tokoh Nasional/Tokoh Partai yang mengusung kandidat 22,2 persen dan yang Tidak menjawab 4,8 persen,” papar dia.

Perlu diketahui, survei Exit Poll merupakan surveiy yang dilakukan terhadap pemilih saat keluar dari blik suara. Exit Poll ini dilakukan pada saat proses pemilihan di TPS masih berlangsung dan begitu penghitungan di TPS hendak dilakukan, Exit Poll sudah selesai dilakukan.

Metode yang digunakan adalah pada Exit Poll IDM ini adalah Multistage Random Sampling dan Exit Poll di setiap TPS diseleksi 2 pemilih secara random.

Sedangkan pengumpulan data masuk /data feeding menggunakan alat komunikasi handphone android oleh para surveyor yang kemudian data data hasil wawancara kepada pemilih di TPS langsung di kirim ke sentral nomor whatsapp IDM di Jakarta. Survei Exit Poll ini memiliki tingkat Margin Of Error -/+ 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Ngelmu.co

Read More

Selasa, 26 Juni 2018

Viral! Ustadz Hanan Attaki Ajak Umat Islam Pilih Asyik di Pilgub Jabar 2018

26 Juni 0

Viral! Ustadz Hanan Attaki Ajak Umat Islam Pilih Asyik di Pilgub Jabar 2018


BANDARpost, Menjelang Pilkada serentak 2018, beredar viral video Ustadz Hanan Attaki mengajak umat Islam untuk memilih pasangan Asyik (Sudrajat – Syaikhu) dalam Pilgub Jabar 2018.

Berikut ini seruan Ustadz Hanan Attaki seperti beredar di sejumlah grup WhatsApp, Facebook, Instagram dan Youtube:

Kita harus turun
Kita harus keluar dari masjid-masjid kita

Seorang ustadz harus turun dari mimbar-mimbar mereka

Untuk bersama-sama berangkulan tangan

Kita support beberapa tokoh-tokoh kita yang akan maju ke dunia politik
Dengan niat dakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Dan untuk Jawa Barat yang menjadi salah satu penentu di 2019 siapa yang akan memimpin Indonesia, insya Allah kita akan mensupport pasangan Sudrajat-Syaikhu

Maka dari itu saya mengajak kepada semua
Mujahid dan mujahidah majelis taklim se-Bandung Raya
Mari bersama-sama dengan saya

Kita membuat program- program yang bisa mensupport dakwah kekuasaan ini

Dan sekali lagi saya tegaskan ini bukan politik kepentingan tapi politik kemaslahatan.


Sumber : Tarbiyah 

Read More

Sabtu, 23 Juni 2018

Survei Pilgub Jabar, #2019GantiPresiden dan Peluang Menang Asyik

23 Juni 0

Survei Pilgub Jabar, #2019GantiPresiden dan Peluang Menang Asyik

BANDARpost, Kabar terbaru, LSI Denny JA telah mengeluarkan hasil survei terbarunya untuk Pilkada Jawa Barat. Seperti dua pilkada sebelumnya, pasangan calon yang ada PKS nya tidak diunggulkan oleh lembaga survei ini.

Nostalgia sejenak, di Pilkada Jawa Barat tahun 2008 pasangan cagub Agum Gumelar didampingi Nu’man Abdul Hakim (AMAN) disebut LSI sebagai pasangan calon paling unggul dengan perkiraan suara 48,5 persen.

Urutan kedua adalah pasangan calon Danny Setiawan-Iwan Sulandjana (DAI) memiliki peluang sebesar 25,5 persen.Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (HADE) saat itu disebut hanya memiliki peluang suara sebesar 16,5 persen.

Kenyataannya pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf mampu memenangkan pertarungan di 2008 itu.

Di Pilkada selanjutnya pun demikian. Lembaga survei saat itu mengunggulkan pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. Meski menyandang status incumbent, Aher dianggap kalah pamor dengan Dede Yusuf dan Rieke Diah Pitaloka. Hasilnya kembali berbanding terbalik. Masyarakat Jabar lebih yakin dengan Aher-Demiz.

Bagaimana dengan 2018?

Seperti tulisan ini diawal, lembaga survei kembali menaruh pasangan yang ada PKS nya ke urutan bawah.

Namun kali ini, LSI juga tetap membuka ruang dalam kesimpulannya.

Dikatakan disana, masyarakat Jawa Barat mendukung Gerakan #2019GantiPresiden dan mendukung pasangan calon yang mengusung hal itu.

Ada 48,2 persen masyarakat Jabar yang cukup setuju dan sangat setuju dengan #2019GantiPresiden

Dan, 42,2 persen menyatakan sikap mendukung calon gubernur yang ingin #2019GantiPresiden

Pasangan manakah yang terang-terangan mendukung #2019GantiPresiden?

Asyik!
Sudrajat-Ahmad Syaikhu<br>

Oleh: Enjang Anwar Sanusi<br>

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213847393951551&id=1008905955

Read More

MENGGELEGAR! Teriakan “Presiden” Sambut Kehadiran Prabowo Di Debat Pilgub Jabar

23 Juni 0

MENGGELEGAR! Teriakan “Presiden” Sambut Kehadiran Prabowo Di Debat Pilgub Jabar


BANDARpost, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir dalam acara Debat Ketiga Pilkada Jawa Barat, di Ballroom Jendral Sudirman Kota Bandung, 22 Juni 2018.

Dia hadir untuk menyaksikan langsung penampilan dari jagoan Gerindra, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

Prabowo datang dengan mengenakan pakaian khasnya, yaitu kemeja berwarna krem dan peci hitam. Ketua DPD Partai Gerindra Mulyadi setia berada di samping Prabowo.

Prabowo yang tiba di lokasi tepat pukul 19.00 langsung diteriaki para penonton debat. Teriakan itu berisi dukungan bagi Prabowo untuk maju di pilpres.

“Prabowo presiden,” teriak penonton debat yang mayoritas suara berasal dari pendukung pasangan Asyik, seperti dikutip RMOL.

Namun begitu, pendukung pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) tidak tinggal diam. Mereka kemudian meneriaki salam dua periode kepada rival petahana Jokowi itu.

Debat ketiga bertajuk "Pembangunan Manusia Yang Berkualitas Untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat" dihadiri oleh semua pasangan calon Pilkada Jawa Barat

Sumber :Portal Islam 

Read More

Selasa, 19 Juni 2018

Kemendagri Abuse of Power Tetapkan Iriawan Plt Gubernur Jabar, Politisi: Pilih Nomor Tilu

19 Juni 0

Kemendagri Abuse of Power Tetapkan Iriawan Plt Gubernur Jabar, Politisi: Pilih Nomor Tilu

BANDARpost, JAKARTA  Diakui begitu banyak tafsir alasan apa sehingga Komjen Pol Iriawan diangkat menjadi Pj Gubernur Jawa Barat. Namun demikian, salah satu politisi senior, MS Ka’ban tetap tidak bergeming dan lebih mendukung Cagub dan Cawagub Sudrajat-Syaikhu.

“Selamat pada Plt Gub Jabar yang dikenal dengan Iwan Bule. Ada beribu tafsir dengan penetapan ini pro-kontra pasti ada tapi yang pasti penetapan ini memastikan kemenangan pasangan no. 3 Asyik, Asyik, Asyik. Sadayana urang Jawa Barat ulah lupa sok dipilh no. tilu teh cageur bageur,” tulisnya, Senin (18/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Di samping itu, ia juga tak lupa mengkritisi kebijakan dari Kemendagri atas pengangkatan Iriawan. “Over abuse of power Mendagri Tjahyo Kumolo ganti plt Gub Jabar secara tiba-tiba. Memaksakan kehendak dengan kekuasaan berbuah kekisruhan menjelang pilkada Jabar sangat tak elok dalam mendewasakan demokrasi.”

Ia pun kembali mengingatkan untuk mendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu sembari mengingatkan sejarah akan Dwi Fungsi ABRI-Polri. “Ayo fokus satukan barisan menangkan Asyik no. 3. 

Reformasi hapus dwi fungsi TNI-POLRI kujuk-kujuk Mendagri men-dwifungsikan POLRI, jelas ini langgar UU, ucapan petinggi negara gak bisa jadi pedoman. Urus negara kok makin amatiran. Apa karena terlalu lama ber’puasa’?” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Read More

Selasa, 29 Mei 2018

Jelang Pencoblosan, Loyalitas Asyik Bisa Runtuhkan Elektabilitas Rindu dan Deddy-Dedi

29 Mei 0

Jelang Pencoblosan, Loyalitas Asyik Bisa Runtuhkan Elektabilitas Rindu dan Deddy-Dedi

Pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau dikenal dengan slogan Asyik dinilai sebagai kuda hitam paling potensial untuk menciptakan kejutan besar. Dok/SINDOnews

BANDARpost, BANDUNG - Pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau dikenal juga dengan sebutan Asyik dinilai sebagai kuda hitam paling potensial untuk menciptakan kejutan besar di arena Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik, Karim Suryadi saat mereview langkah empat paslon gubernur/wagub Jabar jelang Pilgub 2018 yang tinggal sekitar satu bulan lagi. Karim memandang paslon nomor urut 1 yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi)memiliki pengalaman birokrat dibandingkan paslon nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) serta paslon nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (ASYIK). Tapi bukan berarti Rindu dan Deddy-Dedi bakal sangat dominan di Pilgub Jabar 2018.

“Nomor 1 (Rindu) memberikan diferensiasi, RK (Ridwan Kamil) cukup baik setiap memaparkan program-programnya. Hanya saja diferensiasi mereka belum konsisten. Mereka punya pengalaman birokrat, selalu bicara soal keberhasilan menata Kota Bandung. Tapi persoalan di Jabar dengan Kota Bandung itu jelas jauh berbeda, sebab lebih kompleks,” ungkap Karim.

Karim menilai, paslon Nomor 1 dan 4 ini unggul pengalaman, tapi membutuhkan ‘paku’ atau ‘peluru’ yang bisa menancap dalam pikiran masyarakat. Artinya menyampaikan program yang bagus, tapi tidak bisa menancap dalam pikiran masyarakat, itu sama saja artinya dengan menembakkan peluru hampa yang tak ada dampaknya.

"Sebagus apa pun visi dan misi yang disampaikan, saya tak yakin semuanya akan diingat masyarakat. Sehingga dibutuhkan sesuatu yang bisa mengunggah pikiran maupun hati serta diingat masyarakat,” sambung Guru Besar FISIP Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tersebut.

Dibandingkan Hasanah, Karim memandang, Asyik lebih berpotensi menjadi ‘kuda hitam’ dan bukan tak mungkin meruntuhkan popularitas paslon Rindu dan Deddy-Dedi yang berdasarkan hasil riset sejumlah lembaga survei kerap mendominasi dalam urusan elektabilitas.

“Nomor 2 memang tak memiliki pengalaman birokrat, tapi mereka cukup fasih bicara masalah pertahanan dan keamanan karena pengalamannya Pak Anton di kepolisian, termasuk tentu pengalaman menjadi Kapolda Jabar. Nomor 2, juga sebenarnya menawarkan konsep yang menurut saya cukup menarik dengan molotot.com-nya (program pemberantasan korupsi secara online),” papar Karim.

Yang menarik perhatian Karim adalah pergerakan paslon nomor urut 3, Asyik yang justru mulai terlihat lebih aktif dan masif jelang masa-masa akhir kampanye. Terlepas dari pro dan kontra yang ditimbulkannya, aksi Asyik membentangkan kaos '2018 ASYIK MENANG, 2019 GANTI PRESIDEN' di panggung debat publik kedua di Kampus UI, Kota Depok, setidaknya membuat masyarakat mulai lebih menaruh perhatian kepada paslon yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PAN tersebut.

Sumber :Sindonews.com 

Read More

Senin, 21 Mei 2018

Pengamat: Sudrajat-Syaikhu Didesain untuk Menang

21 Mei 0

Pengamat: Sudrajat-Syaikhu Didesain untuk Menang

BANDARpost, BANDUNG - Pengamat politik asal Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan menilai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) sudah didesain untuk menang. Karena itu, dia membantah persepsi yang mengatakan pasangan ini sebagai kuda hitam di Pilgub Jabar.

Asep memuji gerakan pasangan Asyik dengan nomor urut 3 itu untuk meraih kemenangan di Jabar. Menurut dia, tim pemenangan memformulasi sejumlah strategi yang berbeda dibanding kandidat lain. Terbukti dengan kerja cerdas tim yang dikombinasi kerja kader, kerja partai, dan kerja figur mengerek elektabilitas Sudrajat-Syaikhu.

"Nomor 1 itu bekerja dengan figur dan kreativitas. Untuk nomor 2, pola kerjanya terlalu standar, saya bukan underistimated ya. Kalau nomor 4 bekerja dengan figur saja. Nah, kalau nomor 3 itu kombinasi seluruhnya yakni kerja partai, kader, dan figur. Itu sangat efektif," ujarnya.

Salah persepsi bagi kandidat lain yang menilai pasangan Asyik sebagai calon kuda hitam. Menurutnya, pasangan di Pilgub Jabar itu justru mampu memecah konsentrasi tim pemenangan calon lain.

"Pasangan ini bukan kuda hitam. Karena kuda hitam itu diberikan untuk orang yang memang tidak diperhitungkan. Tapi, pasangan Asyik ini memang kuat karena dari beberapa diskusi di masyarakat mereka memang diperhitungkan. Gerindra-PKS sudah mendesain pasangan ini untuk menang," katanya.

Di lain sisi, Asep menyatakan, pasangan Asyik punya amunisi baru. Amunisi tersebut adalah gerakan Ganti Presiden 2019. Gerakan ini dinilai tidak hanya menyasar kemenangan untuk Pilpres 2019, namun dapat digunakan untuk mendongkrak suara kandidat di Pilkada 2018.

Asep Warlan menilai gerakan Ganti Presiden 2019 menjadi amunisi baru bagi para peserta pilkada khususnya pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di Jawa Barat, koalisi Gerindra-PKS mengusung pasangan Asyik.

Asep menilai Sudrajat-Ahmad Syaikhu akan diuntungkan dengan tagar tersebut.

Dia mengatakan, gerakan Ganti Presiden 2019 sejalan dengan majunya Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019.

Dia meyakini, kekuatan politik Gerindra dan PKS akan mengkapitalisasi isu ganti presiden sebagai proyeksi kemenangan di Jabar menuju Pilpres 2019.

"Mungkin akan dimanfaatkan. Walaupun, saya belum memiliki bukti sejauh mana pengaruhnya. Tapi, mereka akan bekerja keras untuk menang sehingga dapat memproyeksikan di 2019 nanti. Karena itu, mereka akan bekerja maskimal untuk memenangkan Pilgub Jabar," ujar Asep di Bandung, Senin (30/4/2018).

Sementara itu, kemenangan politik di Jabar menjadi modal parpol untuk Pilpres 2019. Apalagi, kata dia, kedua partai pengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu telah memiliki strategi menjemput kemenangan di 2019.

"Berbagai prestasi yang sudah dicapai di Jabar selama ini akan kembali diperkuat di Pilgub Jabar untuk mencapai Pilpres 2019 dengan beragam dukungan seperti aktivis 212, ormas Islam, dan kalangan muda. Langkah ini tidak digunakan dan dimanfaatkan parpol lain," ungkapnya.

Sumber : iNews.id

Read More

Minggu, 20 Mei 2018

Dipanggil Bawaslu, Anton Charliyan: Pak Jokowi Kan Milik Bersama

20 Mei 0

Dipanggil Bawaslu, Anton Charliyan: Pak Jokowi Kan Milik Bersama

Calon gubernur-wagub Jawa Barat TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. ANTARA

BANDARpostJakarta - Calon wakil gubernur Jawa Barat Anton Charliyan membantah melakukan kampanye pemilihan presiden saat debat Pemilihan Gubernur Jawa Barat atau Pilgub Jabar 2018 di Balairung UI, Depok, Senin 14 Mei 2018 lalu. Bantahan Anton Charliyan ini terkait ucapannya yang menyebut nama Jokowi di acara debat tersebut.

Anton Charliyan menjelaskan, penyebutan nama Jokowi asal kontekstual seharusnya tak melanggar aturan. "Pak Jokowi kan milik bersama, masa saya misalkan mengatakan ini program Pak Presiden ehem..ehem..ehem.., kan tidak begitu. Dan sekarang pun juga beliau masih Presiden Republik Indonesia,” kata dia di Bandung, Ahad, 20 Mei 2018.

Anton mengatakan dirinya bisa disebut melanggar jika sengaja mengkampanyekan Jokowi. Misalnya, kata dia, saat debat itu dia mengatakan pilihlah si X di tahun X. "Ini kan tidak," ujar dia.

Menurut Anton, semua pasangan calon dalam pemiihan gubernur Jawa Barat berhak menyebutkan nama Presiden Jokowi. “Karena milik bersama, milik seluruh masyarakat Indonesia. Paslon (pasangan claon) mana saja boleh saya kira, yang penting bukan dalam kontekstual kampanye (pemilihan presiden),” kata dia.

Debat Pilgub Jabar 2018 yang berlangsung di Balairung UI, Depok itu berlangsung panas. Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan diketahui menyebut nama Jokowi dalam sesi debat tersebut. Suasana kian panas, ketika pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu mengeluarkan kaos #2018AsyikMenang #2019GantiPresiden.

Suasana ricuh karena pendukung pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan tak terima dengan cara yang dilakukan Sudrajat-Ahmad Syaikhu itu. Mereka menuntut pasangan yang diusung PKS, Gerindra, dan PAN itu meminta maaf.

Dalam keterangannya kepada wartawan saat dipanggil Bawaslu Jabar Sabtu, 19 Mei 2018, Sudrajat mengatakan apa yang mereka sampaikan di debat Pilgub itu sebagai bagian dari demokrasi.

“Apa yang sudah saya sampaikan ada dalam koridor berdemokrasi, karena aspirasi itu adalah bebas untuk disampaikan, begitu juga cita-cita masing-masing paslon,” kata dia.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jabar, Yusuf Kurnia mengatakan, mereka tengah menimbang untuk memberikan pelarangan resmi tidak membawa isu pemilihan presiden dalam debat pemilihan gubernur. “Masing-masing kubu merasa yang ini mengangkat isu ganti presiden, yang ini seolah mendorong kelanjutan presiden periode kedua, ini tentu pengawas Bawaslu harus berada di tengah untuk memproses semua tanggapan-tanggapan menyangkut debat publik kedua. Ini belum sampai pada kesimpulan akhir,” kata dia di Bandung, hari ini.

Sumber : TEMPO.CO

Read More

Kamis, 17 Mei 2018

Syaikhu Yakin Program Asyik Preneur Dapat Turunkan Angka Pengangguran di Jabar

17 Mei 0

Syaikhu Yakin Program Asyik Preneur Dapat Turunkan Angka Pengangguran di Jabar

BANDARpost, BEKASI—Untuk mengatasi angka pengangguran yang tinggi di Jawa Barat, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu mengatakan pihaknya ingin mencetak 300 ribu pengusaha muda di wilayah tersebut.

Dengan program Asyik Preneur yang akan menciptakan pengusaha baru, ia meyakini bisa mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Barat.

“Satu pengusaha kecil bisa membuka peluang kerja satu sampai tiga orang,” kata Syaikhu, pada Rabu (16/5/2018) kemarin.

Syaikhu mengatakan, usaha anak muda sulit berkembang karena kurangnya pembinaan.

Karena itu, pihaknya menciptakan Asyik Preneur, sebagai wadah berkumpulnya pengusaha muda untuk mengembangkan usahanya.

“Kami juga sedang mendirikan 1000 titik pusat ruang kerja bersama atau co-working space. Tempat ini sebagai ajang berbagi ilmu untuk pengembangan usaha,” ujarnya

Menurut dia, co-working space bakal dibuat di setiap desa atau kelurahan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Sehingga, pengusaha muda lokal tak perlu pergi jauh-jauh untuk belajar mengembangkan usahanya. Sebab, di setiap co-working space terdapat mentor-mentor yang melakukan pembinaan.

“Melalui Asyik Preneur pengusaha pemula bisa belajar cara melihat peluang, memulai sebuah usaha, hingga pengembangan dan memasarkan produk usahanya,” pungkasnya. []

SUMBER: Merdeka, Islampos.

Read More

Selasa, 15 Mei 2018

Closing Statement Paling Keren Debat Pilgub Jabar, ASYIK: "Kalau Kami Menang Maka #2019GantiPresiden"

15 Mei 0

Closing Statement Paling Keren Debat Pilgub Jabar, ASYIK: "Kalau Kami Menang Maka #2019GantiPresiden"


BANDARpost, Debat Pilgub Jawa Barat tadi malam, Senin (14/5/2018), berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat.

Pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) membuat heboh saat memberikan closing statement dan menunjukkan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden.

"Warga Jawa Barat yang saya cintai, para saudara-saudaraku yang saya hormati. Sudrajat dan Syaikhu, saya tidak pernah menjadi bupati, tidak pernah menjadi gubernur. Saya hanya bekas duta besar. Pengalaman-pengalaman saya di luar, pengalaman-pengalaman saya duduk di pemerintahan tingkat nasional akan saya bawa dengan ilmu-ilmu yang saya miliki untuk membangun Jawa Barat yang paling modern, maju bertaqwa dan sejahtera," ujar Mayjen TNI (Purn) Sudrajat.

Kapuspen TNI periode 1999-2000 ini kemudian menegaskan.

"Saudara-saudaraku, pilihlah nomor 3, Asyik. Kalau Asyik menang, insya Allah 2019 kita akan mengganti presiden," tutup Sudrajat yang diikuti dengan menunjukan kaos '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden'.

Berikut videonya...

VIRALKAN DAN WUJUDKAN....

[video]

— #2018AsyikMenang2019GantiPresiden (@dr_anggapk) 14 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Read More

Jumat, 04 Mei 2018

Pengamat Politik Sebut Dukungan Buruh kepada Prabowo Bisa Dongrak Suara Asyik

04 Mei 0

Pengamat Politik Sebut Dukungan Buruh kepada Prabowo Bisa Dongrak Suara Asyik

BANDARpost, JAKARTA—Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat dukungan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai, fenomena tersebut berpengaruh positif terhadap pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar.

Dukungan buruh terhadap Prabowo, bisa mendongkrak elektabilitas Sudrajat-Syaikhu yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

“Di psikologi politik, ada istilah yang dikenal dengan “coat-tail effect” kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia jadi “pengaruh ekor-jas”. Figur yang kuat dan menarik, akan memengaruhi elektabilitas partai,” kata Asep Warlan kepada Islampos.com melalui pesan tertulis, Kamis (3/5/2018).

Menurut Asep, di Pilgub Jabar, pengaruh figur Prabowo sangat kuat bagi pasangan Sudrajat-Syaikhu. Hanya saja, kata Asep, soal persentasenya terhadap tingkat elektabilitas, tergantung pengolahan internal pasangan Sudrajat-Syaikhu.

“Sejauh mana persentase kenaikan elektabilitas pasangan Sudrajat-Syaikhu tentunya belum bisa terlihat. Harus ada survei dulu. Namun, “coat-tail effect” ini berpengaruh pada kemenangan suatu partai,” kata Asep.

Asep lantas mencontohkan fenomena yang terjadi di tubuh Partai Demokrat yang jatuh lantaran tokoh-tokoh partai terjerat korupsi. Artinya, lanjut dia, figur di tubuh partai mempengaruhi partai itu sendiri.

Sebelumnya, buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019.

Deklarasi dukungan tersebut berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau Mau Day.

Sementara di Kabupaten Bekasi, Sabtu (21/4/2018), buruh mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Sudrajat – Syaiku (Asyik) pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023, di Lapangan ex PT Cikarang Indah, Karangasih, Cikarang Utara, Bekasi.

“Buruh mendukung pasangan asyik tidak secara emosional, tetapi didasari oleh sosok pasangan Asyik dan kita juga membuat kontrak Politik yang langsung direspons positif oleh pasangan Asyik,” ujar Deputi FSPMI Obon Tabroni kala itu. []

Sumber :Islampos.

Read More

Rabu, 02 Mei 2018

Didukung Habib Rizieq, Paslon Asyik Diminta Komitmen Bela Agama

02 Mei 0

Didukung Habib Rizieq, Paslon Asyik Diminta Komitmen Bela Agama

BANDARpost , MEKKAH – Pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) melakukan pertemuan dengan Habib Rizieq Syihab di Makkah. Pertemuan keduanya terekam video yang tersebar di media sosial (medsos).

Video tersebut tersebar pada Rabu (2/5/2018) melalui aplikasi pesan WhatsApp. Dalam video berdurasi 03.49 menit tersebut, terlihat pasangan Asyik duduk di antara Habib Rizieq.

Dalam video tersebut, Rizieq awalnya mengucapkan salam dan bahagia dikunjungi oleh pasangan nomor urut tiga tersebut.

“Alhamdulilah pada malam hari ini saya dan keluarga di tanah suci Mekah berbahagia kedatangan tamu para Habib, Ulama, Kiyai daerah dan di samping saya ada pa Sudrajat Calon Gubernur Jawa Barat dan Ahmad Syaikhu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat juga ada di sini,” ujar Habib Rizieq dalam video tersebut.

Dalam video itu, Rizieq juga mengajak seluruh masyarakat muslim untuk menghadiri istigasah akbar yang akan diadakan di Sirkuit Sentul Bogor. Acara tersebut diadakan pada 5 Mei 2018 mendatang dalam rangka doa bersama untuk memunculkan pemimpin yang membela islam.

“Langkah ini juga ditujukan untuk berdoa, mohon kepada Allah agar kelak 2019 dapat pemimpin yang soleh, yang tidak mengkriminalisasikan ulama, yang tidak memarginalkan islam, yang selalu bela agama, bangsa dan negara,” kata dia.

Selain itu, Rizieq juga menyampaikan beberapa pesan kepada pasangan yang diusung partai Gerindra, PKS dan PAN tersebut.”Insya Allah Pak Sudrajat dan Pak Syaikhu saya minta mereka berkomitmen membela agama, bangsa dan negara menegakkan keadilan, melawan kezaliman di dunia khususnya di Jawa Barat, takbir,” ucap Habib Rizieq sambil memekikkan takbir.

Selain Sudrajat-Syaikhu, sejumlah calon kepala daerah juga ikut bertemu Rizieq. Para calon pimpinan di antaranya Luthfi Bamala Cawabup Purwakarta dan H. Udin Cawabup Kuningan. Pesan kepada Sudrajat dan Syaikhu juga disampaikan kepada dua Cawabup di Jabar itu. “Mudah-mudahan Allah memberi kemenangan,” kata Rizieq.

Sementara itu Ketua tim media Paslon Asyik Machroni Kusuma membenarkan adanya pertemuan tersebut. Pertemuan itu dalam rangka kegiatan umrah pasangan Asyik.

Sumber : Ngelmu.co

Read More

Selasa, 01 Mei 2018

Pengamat Politik Sebut Tagar #2019GantiPresiden Jadi Amunisi Menangkan Asyik di Pilgub Jabar

01 Mei 0

Pengamat Politik Sebut Tagar #2019GantiPresiden Jadi Amunisi Menangkan Asyik di Pilgub Jabar

BANDARpost, BANDUNG—Gerakan tagar #2019GantiPresiden yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat mulai menggeliat di Jawa Barat. Isu 2019 Ganti Presiden bahkan dapat menjadi semangat kader dan pendukung Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) untuk memenangkan Pilgub Jabar.

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan menilai, semangat tagar 2019 Ganti Presiden bisa menjadi amunisi baru bagi para simpatisan dan kader partai Gerindra-PKS untuk memenangkan pasangan Asyik di Jabar. Sebab, kata Asep, gerakan 2019 Ganti Presiden itu juga sejalan dengan majunya ketua umum Gerindra Prabowo sebagai calon presiden 2019.

Meskipun, kata Asep, dirinya belum melihat bukti adanya keterkaitan tagar 2019 Ganti Presiden dengan Pilgub Jabar. Namun, kata dia, kekuatan politik dua parpol yang memiliki militansi dan loyalitas tinggi ini akan memanfaatkan isu tersebut sebagai proyeksi kemenangan di Jabar untuk menuju Pilpres 2019.

“Mungkin akan dimanfaatkan. Walaupun, saya belum memiliki bukti sejauh mana pengaruhnya. Tapi, mereka akan bekerja keras untuk menang sehingga dapat memproyeksikan di 2019 nanti. Karena itu, mereka akan bekerja maskimal untuk memenangkan Pilgub Jabar,” ujar Asep kepada Islampos.com melalui pesan tertulis.

Asep menyebutkan, kemenangan politik di Jabar tentu akan menjadi modal raihan suara di Pilpres 2019. Apalagi, partai pengusung pasangan cagub nomor urut 3 yang mencalonkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu telah memiliki strategi sendiri untuk menjemput kemenangan di 2019.

Sehingga, kata dia, adanya Tagar 2019 Ganti Presiden bisa menjadi proyeksi Gerindra dan PKS untuk menghadapi Pilpres 2019. Apalagi kedua parpol tersebut memiliki kader dan simpatisan yang sangat militansi serta loyalitas tinggi kepada partainya.

“Berbagai prestasi yang sudah dicapai di Jabar selama ini akan kembali diperkuat di Pilgub Jabar untuk mencapai Pilpres 2019 dengan beragam dukungan seperti aktivis 212, ormas Islam, dan kalangan pemuda. Langkah ini tidak digunakan dan dimanfaatkan parpol lain,” ungkap dia.

Asep menyebutkan, hadirnya pasangan Asyik di Pilgub Jabar ini juga mampu memecah konsentrasi tim pemenangan calon lain. Sebab, dengan kinerja mesin partai yang efektif dan mampu bekerja cerdas, terbukti mampu meningkatkan elektabikitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

“Pasangan ini bukan kuda hitam. Karena kuda hitam itu diberikan untuk orang yang memang tidak diperhitungkan. Tapi, pasangan Asyik ini memang kuat karena dari beberapa diskusi di masyarakat mereka memang diperhitungkan. Gerindra-PKS sudah mendesain pasangan ini untuk menang,” kata Asep.

Dia mengungkapkan, pergerakan pasangan Asyik untuk meraih kemenangan di Jabar juga telah disusun tim kampanye yang berbeda dengan kandidat lainnya. Hal itu terbukti dengan kerja cerdas tim dengan mengkombinasikan tiga faktor pendukung seperti kerja kader, kerja partai, dan kerja figur.

“Nomor 1 itu bekerja dengan figur dan kreatifitas. Untuk nomor 2, pola kerjanya terlalu standar, saya bukan underistimated ya. Kalau nomor 4 bekerja dengan figur saja. Nah, kalau nomor 3 itu kombinasi seluruhnya yakni kerja partai, kader, dan figur. Itu sangat efektif,” pungkas dia. []

Sumber :Islampos.

Read More

Minggu, 29 April 2018

Cuitan Miring Akan Gerus Elektabikitas Ridwan Kamil

29 April 0

Cuitan Miring Akan Gerus Elektabikitas Ridwan Kamil

BANDARpost , Bandung - Belum lama ini, publik dikagetkan cuitan nyeleneh Ridwan Kamil. Dalam cuitannya itu, Calon Gubernur Jabar tersebut menyoroti negatif para pemimpin negara, FPI, dan kondisi sosial lainnya.

Ridwan Kamil pun mengakuinya. Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan telah bertransformasi lebih baik, publik bereaksi banyak. Diduga kondisi ini akan berpengaruh besar pada elektabilitas pasangan Ridan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) pada Pilgub Jabar 2018 nanti.

Menurut Peneliti Toni Toharudin, jejak digital tidak akan hilang dalam dunia politik. Setiap langkah politikus akan terekam, khususnya sesuatu yang tidak bagus atau sasaran tembak lawan politik.

"Dokumen digital ini sangat mempengaruhi elektabilitas. Ridwan Kamil harus menerima kondisi itu," kata Toni saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (28/4/2018).

Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam dunia survey pemilihan kepala daerah, Toni menyebutkan, kasus cuitan nakal Ridwan Kamil harus ditinjau pengaruhnya terhadap elektabilitas Rindu. Pasalnya, cuitan tersebut menembak sejumlah tokoh yang memiliki loyakis dan simpatisan tersendiri.

"Memang pada saat bercuit, posisi dia (Ridwan Kamil) sedang tdk berpolitik. Counter terhadap masalah itu sudah tepat. Sulit menggambarkan secara angka. Namun yang pasti loyalis Ridwan Kamil tidak akan terpengaruh," jelasnya.

Mantan Kepala Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika Universitas Padjajaran (Unpad) ini menyarankan Ridwan Kamil konsentrasi kepada strategi dan program kerjanya.

"Realitas yang dikerjakan Ridwan Kamil harus diterapkan secara positif," ujarnya.

Pengamat Politik Unpad Muradi menyatakan, Ridwan Kamil harus bisa mdmbuktikan sikapnya tidak seperti saat membuat cuitan nakal. Pasalnya pembuktian tersebut menyangkut komitmen kepada publik.

"Dalam durasi tertentu, sikap Ridwan Kamil sekarang akan jadi kontrak politik baru. Belajar dari pemimpin tidak bisa seenaknya menjustifikasi seseorang. Orang akan meng-capture sikap dia," jelasnya.

Muradi justru memperingatkan Ridwan Kamil soal pihak lain yang dikhawatirkan akan menggoreng isu ini. Kalau terus diletupkan, elektabilitas pasangan Rindu akan terjun bebas.

"Keberadaan yang dia sampaikan soal isu, masih normatif. Kalau digoreng akan berpengaruh. Tetapi gak perlu dicounter. Fokus bekerja. Publik tinggal menilai," kata Muradi.

Ridwan Kamil sendiri dalam keterangan tertulisnya menuturkan, twit-twit masa lalu dirinya memang banyak yang emosional. Sehingga tidak kontekstual dijadikan referensi hari ini.

"Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin," jelasnya.

Jika melihat ke belakang sebelum jadi pemimpin masyarakat di Bandung di 2013, lanjut dia, tentulah banyak cela dan aib saya sebagai manusia biasa.

"Sekarang dan masa depan Insya Allah harus jadi manusia penuh pertaubatan dan keteladanan. Sekali lagi maaf lahir batin," pungkasnya. [gin]

 
Sumber : INILAH.COM
 

 

 

Read More

Rabu, 25 April 2018

Wow..!! Elektabilitas Pasangan Sudrajat- Syaikhu Mulai Unggul di Pilkada Jabar

25 April 0

Wow..!! Elektabilitas Pasangan Sudrajat- Syaikhu Mulai Unggul di Pilkada Jabar

BANDARpost, Indonesia Develoment Monitoring (IDM) menggelar survei terhadap empat kandidat yang pasangan calon yang bertarung Pilkada Jabar 2018.

Pasangan yang bertarung yakni pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Lalu Ridwal Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum yang diusung koalisi empat partai politik, yaitu Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kemudian Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya (Golkar). Terakhir, pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tanpa koalisi yakni Tubagus Hasanuddin dan Anton Charliyan.

Dari hasil survei IDM, yang dibagi menjadi tiga kategori pemilih yakni dari Pantura, Periangan dan Pamayon, pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu mengungguli kandidat-kandidat lainnya.

Tingkat elektabilitas Asyik di Pantura, mencapai 31 persen.

Capaian tersebut sulit dikejar oleh kandidat lain.

Dimana saat responden diberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, 31, 2 responden memilih pasangan Sudrajat-Syaikhu, sementara pasangan Dua DM hanya meraih 26,3 persen, disusul Hasanah 20,7 persen, Rindu 11,3 persen dan warga yang tidak memilih 10,5 persen.

Untuk daerah Periangan, dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Sudrajat -Syaikhu meraih 35,6 persen, Rindu 25,3 persen, Hasanah 10,7 persen, Dua DM 16,3 persen dan tidak memilih 5,8 persen.

Perolehan suara telak ke Sudrajat-Syaikhu juga terjadi di Pamayon, paslon ini meraih suara responden 33,3 persen, disusul Dua DM 21,6 persen, Hasanah 19,4 persen, Rindu 17,6 persen dan tidak memilih 8,1 persen.

“Hasil ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pasangan ASYIK (Sudrajat-Syaikhu) dianggap respentatif dari orang “priangan-cirebonan”. Basic Sudrajat sebagai orang Sumedang dan Syaikhu dari Cirebon menjadi faktor utama pilihan responden,” ujar Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi dalam keterangan tertulis. Selasa (24/4/2018).

Hal yang sama juga terjadi di Sumedang.

Ketika responden ditanya siapa orang ‘sunda asli’ maka responden merujuk kepada Sudrajat.

“Syaiku yang berasal dari Cirebon juga turut mendongrak pilihan responden karena dalam pandangan responden syiar Islam di Jawa Barat berasal dari Cirebon,” katanya.

Selain itu, latarbelakang profersi juga menjadi rujukan responden.

Sudrajat yang berasal dari militer dan Syaikhu yang berasal dari birokrat dianggap sebagai pasangan yang ideal untuk memimpin Jawa Barat.

Dengan latarbelakang tersebut responden menilai pasangan Sudrajat-Syaikhu dianggap mampu untuk mewujudkan harapan masyarakat yaitu terbukanya lapangan kerja, kemudahan usaha serta pengendalian terhadap harga-harga kebutuhan pokok.

Dalam kacamata responden, dengan latarbelakang militer Sudrajat dianggap mampu untuk menjaga stabilitas dan keamanan sehingga ada jaminan akan adanya investor yang masuk dan tak adanya gangguan bagi masyarakat yang ingin berusaha mandiri.

“Ketiga, mesin partai. Setelah 10 tahun PKS memimpin di Jawa Barat, mesin partai ini benar-benar telah teruji dan cukup mengakar, terutama di teritori Pamayon. Kemampuan PKS dalam memaksimalkan kerja-kerja kader-kadernya sangat sulit ditandingi oleh partai-partai lain,” ujarnya.

Ia menilai figur Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor pilihan responden terhadap pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Mengenai tingkat elektabilitas rata-rata dari ketiga pembagian territorial yaitu Pantura,Pamalayon dan Priangan untuk pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu jika dilakukan pemilihan kepala daerah hari ini, maka pasangan tersebut dipilih sebanyak 33,2 persen dengan jawaban spontan dari responden.

Sedangkan dengan jawaban mengunakan kuisoiner tingkat keterpilihan pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu 34,6 persen, Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan jawaban spontan dipilih sebanyak 21,4 persen dan dengan jawaban di kuisioner dipilih sebanyak 23,06 persen.

Sementara pasangan Ridwan Kamil -UU Ruzhanul Ulum dengan jawaban spontan dipilih sebanyak 18,06 persen dan jawaban responden dalam kertas kuisioner Ridwan Kamil -UU dipilih sebanyak 18,6 persen. Tubagus Hasanudin -Anton Charliyan terpilih dengan jawaban spontan sebanyak 16,9 dan dalam jawaban kuisioner terpilih sebanyak 17,3 persen.

Dalam penelitian survei ini, IDM melibatkan 2.178 responden dari Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Barat pada Pilkada Juni 2018 sebanyak 31.708.330 pemilih yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat.

Dari total DPT Jawa Barat ditentukan sample sebagai responden dengan mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2.1% dengan Tingkat Kepercayaan Survei 95%.

Survei dilaksanakan mulai tanggal 2 – 15 April 2018.

Responden dibagi tiga kelompok teritorial: PANTURA (Bekas Keresiden Cirebonan) meliputi Kab. Cirebon, Kota Cirebon dan Kab. Indramayu, Kab, Majalengka dan Kab. Kuningan. Dengan jumlah responden sebesar 21,3%.

PERIANGAN meliputi Kab. Sumedang, Kab. Subang, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Kab. Pangandaran. Dengan jumlah responden sebesar 51.8%.

PAMALAYON (Kota/Kab Penyangga DKI) meliputi Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kab. Bekasi. Dengan jumlah responden sebesar 26,9%

Sumber http://m.tribunnews.com/regional/2018/04/24/hasil-survei-elektabilitas-pasangan-sudrajat-syaikhu-mulai-unggul-di-pilkada-jabar?page=all

Read More

Senin, 23 April 2018

Wow.. Survei LKPI: Posisi Asyik di Atas Rindu

23 April 0

Wow.. Survei LKPI: Posisi Asyik di Atas Rindu

BANDARpost, Peta politik pilkada Jawa Barat 2018 makin dinamis. Persaingan elektabilitas antara keempat pasangan calon pun makin kuat.

Terbukti dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), posisi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) berhasil unggul tipis di atas pasangan Ridwal Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, dengan elektabilitas sebesar 18,2 persen.

“Ketika secara spontan Respoden ditanyakan siapa yang akan dipilih jika Pilgub Jabar digelar hari ini maka pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu memperoleh 18,2 persen, Ridwal Kamil – Uu Ruzhanul Ulum 17,4 persen,” ujar Direktur Ekesekutif LKPI Arifin Nurcahyo dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (25/3).

Selanjutnya, kata Arifin, Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi 22,3 persen, Tubagus Hasanuddin – Anton Charliya 6,2 persen dan belum memilih 35,9 persen.

Begitu juga kata Arifin, dalam pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner terkait pasangan calon Gubernur yang akan dipilih nanti pada Juni 2018, Pasangan urut nomor 3 ini kembali mengalahkan pasangan Ridwan Kamil.

“Sebanyak 21,2 persen memilih Nomer 3 dan sebanyak 16, 2 persen memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum,” paparnya.

Pasangan lainnya Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi 21,7 persen, Tubagus Hasanuddin – Anton Charliya 8,9 persen dan yang belum memilih 32,1 persen.

“Dalam tingkat kepemimpinan dan akseptabilitas, dan tingkat kapabilitas, pasangan Asyik ini mengalahkan pasangan Rindu,” tambahnya.

Diketahui, Survei dilakukan tanggal 26 Februari sd 11 Maret 2018  dengan menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2.1 persen.

Tingkat Kepercayaan Survei 95 persenn melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Barat secara proposional sesuai prosentase DPT di Jawa Barat.

“Di Jabar, popularitas tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. dalam pandangan responden popularitas tidak menjamin akan kinerja yang baik sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sudrajat menyatakan, hasil survei LKPI akan dijadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang dalam memenangkan Pilgub Jabar 2018.

“Buat saya dengan naiknya tren survei Asyik, tentunya ini harus jadi motivasi dan ikhtiar bagi mesin partai koalisi Gerindra, PKS, PAN ditambah PBB. Sayap-sayap partainya dan semua kader juga harus bergerak lebih keras untuk menang,” kata Sudrajat, (24/3).

Bersama Syaikhu, ia mengaku akan terus berkonsentrasi memperkenalkan diri ke seluruh masyarakat Jabar. Selain itu, ia juga ingin masyarakat betul-betul mengenalnya.

“Komitmen saya, program-program yang memang logis, bukan program asal bunyi yang tidak bisa dilakukan,” katanya.

Ia juga memperingatkan kepada seluruh masyarakat agar pandai-pandai memilih calon pemimpin. “Jangan terbuai dengan konsep-konsep yang tidak membumi,” ungkapnya.

Sumber https://www.jawapos.com/read/2018/03/25/198779/peta-politik-pilkada-jabar-survei-lkpi-posisikan-asyik-di-atas-rindu

Read More