BANDAR post: INTERNATIONAL

Hot

Tampilkan postingan dengan label INTERNATIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNATIONAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2019

Buku Mengejutkan Karya Wartawan Prancis Sebut Vatikan Organisasi Gay

01 Maret 0
Buku Mengejutkan Karya Wartawan Prancis Sebut Vatikan Organisasi Gay


BANDARpost  – Setelah merampungkan misa dan menggantungkan jubah mereka di gereja, “ribuan” pastor Katolik Roma menikmati kehidupan gay di ibu kota Italia.
Itu adalah salah satu pernyataan yang dilontarkan wartawan Prancis, Frederic Martel, lewat bukunya yang diluncurkan pada Kamis (21/2) berjudul In the Closet of the Vatican”.

Buku itu diterbitkan pada hari ketika Gereja Katolik memulai pertemuan khusus di Roma untuk membicarakan strategi melawan pedofilia di lingkungannya.
Penyelidikan

“Buku ini adalah hasil penyelidikan yang saya lakukan selama empat tahun. Saya mengunjungi sejumlah negara dan mewawancara puluhan dan puluhan kardinal, uskup, anggota seminari dan orang-orang yang sangat dekat dengan Vatikan,” kata Martel kepada BBC.
Dia mengatakan telah mewawancarai 41 kardinal, 52 uskup, lebih dari 200 pastor, anggota seminari, serta diplomat dalam penyelidikannya.
Martel mengatakan keadaan masyarakat dan sejarah mengubah kepastoran menjadi pelarian bagi ratusan pemuda yang dipersekusi di desa mereka karena seksualitasnya. Ini membuat gereja menjadi “sebuah lembaga yang sebagian besar dibentuk oleh para homoseksual”.



Sumber : Eramuslim 
Read More

Selasa, 12 Februari 2019

Uighur Australia Ditahan China, Komunitas Muslim Desak Pemerintah Bersikap

12 Februari 0

Uighur Australia Ditahan China, Komunitas Muslim Desak Pemerintah Bersikap

Tampak luar pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur di Xianjiang, Cina, 4 September 2018. Pusat kejuruan ini merupakan salah satu kebijakan Cina untuk memerangi separatisme, radikalisme, serta terorisme, meskipun tanpa bukti yang jelas. Namun, aktivis HAM menilai tempat tersebut lebih mirip kamp konsentrasi zaman perang.| Thomas Peter/REUTERS

BANDARpost , Komunitas muslim Uighur di Australia kembali mendesak pemerintah agar mengambil tindakan terkait sejumlah penduduk permanen Australia yang terjebak di provinsi Xinjiang, China. The Guardian melaporkan sebanyak 17 warga Australia ditahan dalam tahanan rumah yang disebut pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur di wilayah Xinjiang atau oleh etnik Uighur disebut Turkistan Timur.
Mereka diduga ditahan saat perjalanan mengunjungi kerabatnya di China dan beberapa di antaranya memiliki anggota keluarga yang merupakan warga negara Australia.
“Segera saat mereka tiba, paspor mereka diambil karena mereka memegang paspor China, meski mereka memiliki status penduduk permanen (Australia),” papar Nurgul Sawut, aktivis Uighur Australia yang memberikan data pada The Guardian tentang 17 orang yang mengalami penahanan di Xinjiang.
“Kami tidak hanya bicara tentang 17 orang itu di Xinjiang. Kami bicara tentang anggota keluarga mereka di sini di Australia. Ada 17 keluarga yang hidupnya hancur. Mereka tak dapat melanjutkan pekerjaan mereka. Kesehatan mental mereka memburuk,” tutur Sawut.
Sumber lain juga menjelaskan kondisi tersebut.
“Ini tidak mengejutkan bagi kami. Komunitas kami mengatakan pada kami bahwa anggota keluarga mereka telah dalam masalah di Turkistan Timur sejak 2017,” ujar Nurmuhammad Majid, Presiden East Turkistan Australian Association (ETAA) atau Asosiasi Turkistan Timur Australia.
“Jumlah itu lebih dari 20 orang menurut perhitungan saya, termasuk beberapa anak kecil. Kami sangat khawatir dengan keselamatan dan kondisi mereka,” kata Majid pada Al Jazeera.
Sementara itu Departemen Luar Negeri Australia menyatakan pihaknya tidak tahu jika ada warga Australia yang ditahan di Xinjiang.
“Kami mengetahui ada sejumlah kasus di mana keluarga dan teman di Australia tak dapat menghubungi individu yang melakukan perjalanan ke Xinjiang,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia.
“Dalam beberapa kasus, individu itu memiliki koneksi Australia seperti penduduk permanen atau visa pasangan. Di mana anggota keluarga Australia meminta kami melakukan sesuatu, kami telah meminta keterangan pada otoritas China terkait keberadaan individu-individu itu,” papar juru bicara itu.
Diperkirakan 600 keluarga Uighur tinggal di Australia, dengan total populasi mencapai 3.000 orang.
“Beberapa Uighur mengeluarkan ratusan ribu dolar untuk mendapat status penduduk permanen,” kata Majid.[]

Sumber : AKURAT.CO 

Read More

Senin, 11 Februari 2019

Muslim di China Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol, Upaya Cegah EkstremisI

11 Februari 0

Muslim di China Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol, Upaya Cegah EkstremisI

Bendera nasional juga wajib dikibarkan di masjid-masjid.
Warga Muslim Uighur sedang menunaikan ibadah salat. (Shutterstock)
BANDARpost  - Muslim di China dipaksa makan babi dan minum alkohol . Pemaksaan tersebut adalah salah satu bentuk hukuman para tahanan di China's Islamic 're-education' camps, seperti dikutip GuideKu.com dari Daily Mail.
China's Islamic 're-education' camps adalah tempat yang memiliki fungsi untuk mencegah dan melawan paham separatis serta ekstremis.
BACA JUGA:
Tahanan yang menaati perintah akan diberi hadiah. Sedangkan yang menolak tunduk akan diberi hukuman.
Seluruh masjid juga diwajibkan mengibarkan bendera nasional untuk mempertebal semangat patriotisme.
Pengunjuk rasa dari berbagai organisasi Islam menggelar aksi solidaritas terhadap Muslim Uighur di depan Kedubes Cina, Jakarta, Jumat (21/12). ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan
Pengunjuk rasa dari berbagai organisasi Islam menggelar aksi solidaritas terhadap Muslim Uighur di depan Kedubes Cina, Jakarta, Jumat (21/12). ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan
Diberitakan juga bahwa bendera harus dikibarkan di seluruh masjid dan harus bisa dilihat dengan jelas oleh semua orang. Lantas, peraturan apalagi yang diterapkan kepadamuslim di China ?
Sumber : Suara.com

Read More

Jumat, 08 Februari 2019

PBB: Pembunuhan atas Khashoggi Dilakukan oleh Para Pejabat Saudi

08 Februari 0
PBB: Pembunuhan atas Khashoggi Dilakukan oleh Para Pejabat Saudi

Pelapor Khusus PBB mengungkapkan, Saudi ‘membatasi’ dan merusak upaya Turki untuk penyelidikan yang ‘cepat, tidak memihak, transparan dan menyeluruh’BANDARpost  Pembunuhan pada musim gugur terakhir terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi, Istanbul, pada 2 Oktober 2018 adalah “direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Saudi”, kata pelapor khusus PBB, Kamis (7/2/2018).
Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi di luar proses hukum, baru-baru ini mengunjungi Turki dengan tim ahli untuk penyelidikan internasional mengenai pembunuhan Khashoggi.
“Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan Mr. Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Saudi,” kata Callamard yang dikutip Anadolu Agancy, Kamis (8/2).
Callamard menyatakan, upaya Turki untuk menerapkan penyelidikan yang cepat, efektif dan menyeluruh; independen dan tidak memihak; transparan—sesuai dengan hukum internasional—telah secara serius dibatasi dan dirusak oleh Saudi.
“Pembunuhan atas Khashoggi melanggar hukum internasional dan aturan inti hubungan internasional, termasuk persyaratan untuk menggunakan misi diplomatik secara sah,” tegasnya.
Callamard juga berterima kasih kepada Turki atas dukungannya selama kunjungannya ke negara itu dalam upaya penyelidikan internasional atas kejahatan (pembunuhan).
Khashoggi, seorang kontributor The Washington Post, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 lalu.
Setelah menghasilkan berbagai penjelasan yang bertentangan, Riyadh mengakui bahwa warga negaranya itu dibunuh di dalam gedung konsulat. Saudi menyalahkan aksi pembunuhan itu pada operasi rendisi yang gagal.
Turki sendiri telah meminta agar para pelaku pembunuhan Khashoggi diekstradisi ke negara bekas kekhalifahan Turki Utsmani itu. (mus)

Sumber:  Salam Online.


Read More

Senin, 04 Februari 2019

Presiden Erdogan: Turki akan selalu Bersama Rakyat Palestina

04 Februari 0
Presiden Erdogan: Turki akan selalu Bersama Rakyat Palestina 

BANDARpost, TURKI–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan pada Sabtu (2/2/2019) bahwa negaranya akan terus mendukung rakyat Palestina. Erdogan juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan berpaling dari persoalan yang dihadapi rakyat Palestina.
Hal tersebut disampaikan Erdogan dalam pertemuannya dengan para legislator Arab di parlemen Israel “Knesset.” Erdogan menegaskan kembali komitmen Ankara untuk mendukung rakyat Palestina dengan segala cara yang bisa dilakukan.

Kantor berita Anadolu mengutip dari sumber-sumber kepresidenan Turki, soal penegasan Presiden Erdogan, bahwa Ankara akan menggunakan semua kemampuannya untuk mengakhiri pendudukan Israel serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Palestina.
“Kami akan terus berbagi semua potensi yang kami miliki dengan saudara-saudara kami Palestina,” kata Erdogan.
Erdogan memuji para legislator Arab di parlemen Israel “Knesset” yang menentang terhadap “Ketidakadilan Israel terhadap Jalur Gaza,” “UU Nasionalisme Yahudi” dan “Tuduhan palsu terhadap Turki.”
Presiden Turki menegaskan bahwa “UU Nasionalisme Yahudi” yang disetujui oleh Knesset, sangat melanggar hak-hak warga Palestina yang memegang kartu kewarganegaraan Israel.

UU Nasionalisme Yahudi ini disahkan oleh Knesset pada Juli 2018. UU ini menyatakan bahwa “hak untuk menentukan nasib sendiri di Israel hanya terbatas pada orang Yahudi saja, dan migrasi yang mengarah ada kewarganegaraan langsung adalah hanya untuk orang Yahudi saja.”
UU ini juga menyatakan bahwa “Yerusalem Raya dan dan bersatu adalah ibu kota Israel” dan bahwa “Ibrani adalah bahasa resmi negara.” UU ini jelas merupakan diskriminasi nyata untuk kepentingan orang Yahudi atas orang lain. []

SUMBER: 10Berita, slampos.


Read More

NAHLOH! Dubes Rusia Tepis Tudingan Jokowi Soal 'Propaganda Rusia'

04 Februari 0
NAHLOH! Dubes Rusia Tepis Tudingan Jokowi Soal 'Propaganda Rusia'


BANDARpost, Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi), menuding ada timses yang menggunakan 'propaganda Rusia'. Istilah 'propaganda Rusia' itu ditepis oleh Rusia lewat kedutaan besar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kedubes Rusia lewat akun Twitter resmi @RusEmbJakarta pada Senin (4/1/2019). Ada 3 cuitan terkait propaganda Rusia ini.

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan 'propaganda Rusia' oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut," tulis Kedubes Rusia.

Rusia menyatakan istilah 'propaganda Rusia' di Pilpres Amerika Serikat adalah rekayasa. Rusia menegaskan tidak ikut campur di Pilpres AS hingga Indonesia.

"Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," tegas Kedubes Rusia.

Isu soal propaganda Rusia ini disampaikan Jokowi saat menghadiri kegiatan deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019). Jokowi mengatakan dunia perpolitikan di Indonesia dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoax.

Jokowi mengatakan persoalan banyaknya hoax dan fitnah ini karena adanya upaya adu domba ala asing. Dia kemudian menyebut ada tim sukses yang menyiapkan propaganda ala Rusia. Namun Jokowi tak menyebut secara gamblang tim sukses yang dimaksud.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual," katanya, seperti dilansir detikcom.

Jadi yang sebar HOAX siapa? HOAX teriak HOAX?

Berikut twit bantahan Kebubes Rusia:



Sumber : portal islam  
Read More

Senin, 21 Januari 2019

Ditawar $ 100 Juta USD, Warga Palestina Ini Tolak Jual Rumahnya ke Penjajah

21 Januari 0
Ditawar $ 100 Juta USD, Warga Palestina Ini Tolak Jual Rumahnya ke Penjajah

“Aku tidak akan mengkhianati tanah atau bangsaku. Uang oke-oke saja jika diperoleh dengan cara yang bersih,” kata Al-Mohtaseb.

Abdul Raouf Al-Mohtaseb

BANDARpost  HEBRON, Seorang warga Palestina di Hebron menolak tawaran penjajah Zionis senilai $ 100 juta USD (sekitar Rp 1 triliun 420 miliar) agar dia melepaskan (menjual) rumahnya.
Sebagai penduduk kota Hebron di Tepi Barat, Abdul Raouf Al-Mohtaseb menolak untuk menjual rumah dan tokonya kepada pihak penjajah senilai $ 100 juta USD. Rumah dan toko Al-Mohtaseb terletak di pusat kawasan lama Al-Sahla, Hebron, Arabi 21 seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO), Sabtu (19/1/2019) melaporkan pada Jumat.
Al-Mohtaseb telah menolak semua tawaran Zionis sebelumnya untuk menjual rumah dan tokonya  yang menghadap Masjid Ibrahimi di pusat kota tua itu.
“Saya menolak $ 100 juta USD itu,” kata Al-Mohtaseb. “Saya akan menolak semuanya. Saya tidak akan mengkhianati tanah atau bangsa saya. Uang oke-oke saja, tetapi hanya jika (memperolehnya dengan) bersih.”
Kepada TV Al-Mayadeen, Al-Mohtaseb menjelaskan bahwa penawaran dari pihak penjajah itu dimulai dari harga $ 6 juta USD, sebelum naik menjadi $ 40 juta dan akhirnya mencapai $ 100 juta. Namun Al-Mohtaseb menekankan bahwa dia tidak akan mengubah posisinya. Dia menegaskan akan tetap menjadi penjaga Masjid Ibrahimi di Hebron.
Pemukim Yahudi di kota itu, ungkapnya, telah menyarankan agar pihak otoritas penjajah memfasilitasi perjalanan Al-Mohtaseb ke Australia atau Kanada untuk menjalani kehidupan dan menemukan bisnis baru. Tetapi Al-Mohtaseb juga menolak tawaran ini.
Al-Mohtaseb menekankan bahwa semakin tinggi pemukim Yahudi menaikkan tawaran mereka untuk rumah dan tokonya, semakin cintanya meningkat kepada Palestina. Al-Mohtaseb mengatakan bahwa dia memiliki 20 cucu. Oleh karenanya dia berharap akan menghabiskan hidup di Hebron.
“Saya menghabiskan masa kecil saya di sini, tetapi cucu saya kehilangan ini,” keluhnya.
Dalam wawancara lain, Al-Mohtaseb juga menjelaskan penderitaan warga Palestina di Hebron karena pendudukan/penjajahan Zionis Yahudi.



“Suatu kali, saya melakukan perjalanan ke Yordania, tetapi saya merasa sangat buruk pada hari berikutnya. Saya pun mempersingkat perjalanan saya dan kembali ke Hebron,” katanya seraya menyatakan, “namun, kita hidup di penjara yang nyata.”
Dia mengatakan bahwa seorang pemukim Yahudi bernama Boaz pernah datang kepadanya dan menawari rumahnya sebesar $ 30 juta USD. Al-Mohtaseb mengatakan bahwa dia membawa Boaz ke rumahnya dan menunjuk ke batu bata, seraya bertanya kepadanya, “Untuk batu bata manakah Anda akan membayar $ 30 juta?” Boaz menjawab: “Saya ingin membeli seluruh rumah.” Al-Mohtaseb menjawab, “$ 30 juta tidak cukup untuk satu bata saja.” (mus)

Sumber: MEMO  Salam Online 

Read More

Jumat, 11 Januari 2019

Meski Ditindas Cina, Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda 50.000 USD .

11 Januari 0
Meski Ditindas Cina, Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda 50.000 USD
.  

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, Seyit Tumturk (tengah), menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda sebesar $50.000 (Rp 700 juta lebih) yang diterima Ustadz Bachtiar Nasir, mewakili lembaga kemanusiaan Indonesia yang akan mendistribusikannya ke para korban tsunami. (Foto: INA)

BANDARpost  JAKARTA,  Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini. Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya ke Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.
Bersama Gulbakhar Cililova—seorang ibu berusia 54 tahun, yang pernah mengalami siksaan dalam tahanan Kamp Konsentrasi rezim komunis Cina selama kurang lebih setahun—Tumturk mengungkapkan pentingnya kunjungan pihaknya ke Indonesia karena sangat terharu dan ingin mengucapkan terima kasih atas serangkaian aksi bela Muslim Uighur yang dilakukan oleh umat Islam di negeri ini.

“Kami sangat bersyukur, alhamdulillah, umat Islam di Indonesia begitu antusiasnya sebagai sesama saudara Muslim untuk memprotes kezaliman dan penindasan yang kami alami. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya dalam bahasa Turki yang diterjemahkan ke Indonesia di hadapan jamaah tadabbur AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, di Tebet, Jakarta, Kamis (10/1) malam.
Pada kesempatan itu, Seyit Tumturk juga menyampaikan amanah dari 35 juta warga Muslim Uighur yang saat ini menyebar di berbagai negara seperti Turki, Tajikistan, Kazakhstan, Kyrgyizstan, Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Jerman, Prancis, Finlandia, Australia, dan lainnya. Amanah itu berupa bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda sebesar $50.000 (lebih Rp 700 juta).
“Saya atas nama 35 juta warga Muslim Uighur menyampaikan bantuan 50 ribu dolar (AS) untuk korban tsunami di Indonesia,” ungkap Tumturk, yang secara simbolis diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir, mewakili lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang akan mendistribusikannya untuk korban tsunami Selat Sunda.
“Maasyaa Allah, Muslim Uighur, meski jutaan di antara mereka mengalami penindasan dan siksaan dari rezim Cina di Xinjiang, tapi masih ingat kepada saudara-saudaranya di Indonesia yang juga tengah mendapatkan musibah tsunami,” kata seorang jamaah, terharu.
Sementara Gulbakhar Cililova, seorang ibu, yang pernah menjadi tahanan di kamp konsentrasi Cina berkesempatan memberikan kesaksian terkait penyiksaan yang dia alami selama kurang lebih setahun. Ibu berusia 54 tahun ini bebas setelah pemerintah Tajikistan—negaranya—berhasil membantu membebaskannya dari kamp konsentrasi Cina itu.
Rencananya, Seyit Tumturk dan rombongan juga akan mengunjungi para korban tsunami di Pandeglang, Banten. Selain itu, dalam kunjungan kurang lebih sepekan di Indonesia, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.
Testimoni itu rencananya akan disampaikan melalui audiensi di antaranya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammadiyah, DPR RI, dan juga dijadwalkan menyapa warga Bandung dan bersilaturahim dengan tokoh-tokoh Islam di Kota Paris Van Java itu.
Seyit Tumturk dan Gulbakhar Cililova dijadwalkan pula menjadi nara sumber dalam acara Diskusi Publik bertajuk ‘Kesaksian dari Balik Tembok Penjara Uighur’ di Jakarta pekan ini. Akan hadir sebagai pembicara para tokoh dan aktivis HAM internasional dan Indonesia.
Di samping itu, mereka akan diterima media nasional dan internasional di Jakarta serta organisasi jurnalis Islam.
Sementara, pekan ini juga, rombongan Ulama Turkistan Timur disertai aktivis Uighur mengunjungi Indonesia. Para Ulama Muslim Uighur yang melakukan serangkaian silaturahim itu adalah:
  1. Dr Ataullah Shahyar (Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur, Dosen Universitas Marmara, Istanbul, Turki).
  2. Dr Abdussalam Alim (Ketua Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur di Australia).
  3. Syaikh Sirajudden Azizi (Wakil Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur dan President Uyghur Research Foundation).
  4. Abdulahad Ucat (Sekjen Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur).
  5. Hidayet Oguzhan (President of East Turkistan Maarif Association, Ketua Persatuan LSM Turkistan Timur).
Selain melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh, ormas/lembaga-lembaga Islam di Indonesia dan DPR RI, rombongan Ulama dan aktivis Uighur ini juga dijadwalkan bersilaturahim dengan organisasi jurnalis Islam. (MUS/)

Sumber : salam-online
Read More

Kamis, 27 Desember 2018

Presiden Erdogan: ‘Umat Islam Jangan Berharap Keadilan dari PBB’

27 Desember 0
Presiden Erdogan: ‘Umat Islam Jangan Berharap Keadilan dari PBB’

Presiden Erdogan mengatakan bahwa umat Islam tidak diberi hak untuk berbicara tentang masalah mereka dan masalah internasional di Dewan Keamanan PBB.

Presiden Recep Tayyip Erdogan

BANDARpost  ANKARA Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak ada keadilan yang diharapkan dari PBB. Jadi, tegas Erdogan, seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO), Rabu (26/12/2018), umat Islam jangan berharap hal itu kepada PBB.
“Jangan mengharapkan sesuatu apa pun seperti keadilan dari Dewan Keamanan PBB dan PBB. (Umat Islam) jangan mencarinya (di PBB), tidak ada hal seperti itu,” kata Erdogan pada acara penghargaan untuk Dewan Penelitian Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Turki (TUBA), Rabu (26/12).
Erdogan mengatakan bahwa umat Islam tidak diberi hak untuk berbicara tentang masalah mereka dan masalah internasional di Dewan Keamanan PBB.
“Fakta bahwa dunia Islam, yang memiliki populasi 1,7 miliar, tidak memiliki anggota tetap di Dewan Keamanan PBB sebagai akibat dari penyimpangan ini,” paparnya.
Presiden Erdogan melanjutkan dengan mengatakan bahwa inilah alasan dia menyerukan reformasi di Dewan Keamanan PBB di bawah slogan yang dia gaungkan: “Dunia lebih besar dari lima”.
“Dunia lebih besar dari lima” adalah slogan terkenal yang berulang kali diucapkan oleh Presiden Erdogan untuk mengkritik lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan AS. (mus)

Sumber: Memo, Salam Online 

Read More

Selasa, 25 Desember 2018

Erdogan ke Netanyahu: Negara Anda Pelaku Terorisme

25 Desember 0
Erdogan ke Netanyahu: Negara Anda Pelaku Terorisme

BANDARpost TURKI—Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan telah menanggapi pernyataan PM Israel Benyamin Netanyahu yang mengklaim bahwa Erdogan dan militer Turki membunuh anak-anak di Utara Cyprus.
“Anda salah mengetuk pintu, Erdogan mewakili suara pihak yang terdzalimi, sedangkan Anda pihak suara pelaku kezaliman, dan pelaku terorisme Negara,” balas Erdogan kepada Netanyahu, Ahad (23/12/2018).

“Israel tak memiliki hak untuk menudih satu pihak, sebelum mengevaluasi kesalahan dan kejahatannya terhadap kemanusiaan, dan pembantaian yang dilakukannya yang menyebabkan kehancuran,” tambah Erdogan.
Statmen Erdogan hanya selang beberapa jam dari Tweet Netanyahu yang menyatakan, “Erdogan menduduki Cyprus Utara, dan militernya membantai para wanita dan anak-anak, dan tidak memberikan pelajaran moral kepada kita.”
Pada tataran reaksi Turki, terjadi cekcok di Twitter antara Menlu Turki Maulud Jawish Oglo dan Netanyahu, terkait tudingan yang dialamatkan ke Erdogan.
Jawish Oglo mengatakan, PM Israel Benyamin merupakan pembunuh berdarah dingin di abad modern, dan penanggung jawab atas pembunuhan ribuan warga sipil Palestina.
Menlu menegaskan, Turki tak akan berhenti mengungkap realitas, bahwa Netanyahu terus melakukan serangan kepada anak-anak Palestina, saat mereka bermain di lepas pantai.
Hubungan Turki – Israel memanas sejak 2008 (Agresi Gaza) disebabkan tindakan pasukan Israel terhadap rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza.

Ketegangan makin memanas antara Ankara dan Tel Aviv pasca serangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara tahun 2010, dan membunuh para relawan Turki yang tengah melakukan aksi pencabutan blockade Gaza. []
SUMBER: PIC, Islam pos



Read More

Senin, 17 Desember 2018

Hikmatyar Ajak Thaliban Bergabung dengannya dalam Pilpres Mendatang

17 Desember 0
Hikmatyar Ajak Thaliban Bergabung dengannya dalam Pilpres Mendatang

Mantan Pemimpin Mujahidin Afghanistan saat perang Afghan melawan Uni Soviet (Rusia), Gulbuddin Hikmatyar, bertekad untuk memberikan bagian yang adil dalam pemerintahan masa depan bersama Thaliban.

Gulbuddin Hikmatyar

BANDARpost  KABUL  Pemimpin Partai Hizbul Islam Afghanistan, Gulbuddin Hikmatyar, mengajak Thaliban untuk bergabung dengan partainya dalam pemilihan presiden yang akan datang di negara yang dilanda perang itu.
Pemilihan Presiden di Afghanistan akan jatuh tempo pada April tahun depan. Presiden saat ini, Mohammad Ashraf Ghani, jadi kandidat utama.
Menggelar sebuah konferensi pers di markas partainya di Kabul, Ahad (16/12/2018), Hikmatyar seperti dilansir Anadolu Agency(AA) mengatakan bahwa partainya telah mendekati Thaliban untuk mengikuti pemilu dari satu parpol.
Sejauh ini Thaliban tidak merespons ajakan Hikmatyar. Namun, Thaliban dikabarkan meminta perunding perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, untuk menunda pemungutan suara April 2018 mendatang, menurut Radio setempat, Azadi.
Dalam diplomasi yang luas, Khalilzad dijadwalkan bertemu dengan para pejabat tinggi Pakistan di Islamabad pada Senin (17/12) untuk mendorong penyelesaian damai perang Afghanistan.
Hikmatyar juga menguliti pemilihan legislatif (parlemen) yang diadakan di Afghanistan pada Oktober 2018 lalu sebagai “curang dan direkayasa secara sistematis”. Dia meminta pemerintah Kabul untuk menolak semua suara yang diberikan tanpa verifikasi biometrik pemilih.
Awal tahun ini, Hikmatyar, mantan pemimpin Mujahidin Afghanistan saat perang Afghan melawan Uni Soveit (Rusia) itu, melontarkan gagasan memberikan “zona aman” kepada Thaliban dalam upaya mendorong kelompok tersebut untuk bergabung dengan proses perdamaian.
Namun, juru bicara Thaliban, Zabihullah Mujahed, menyebut gagasan itu sebagai “tindakan yang secara praktis memisahkan Afghanistan”.
Pada Juni 2017, setelah 20 tahun di pengasingan, Hikmatyar menegaskan kembali dukungannya terhadap pemerintah di Kabul yang dipimpin oleh Presiden Mohammad Ashraf Ghani. Dengan Ashraf Ghani, Hikmatyar menandatangani perjanjian damai pada September 2016.
Pria berusia 70 tahun yang sekarang tinggal di sebelah markas besar partai politiknya di jantung kota Kabul, telah berjanji pada berbagai kesempatan untuk menengahi antara Thaliban dengan pemerintah Afghan. (mus)

Sumber: Salam Online.


Read More

Minggu, 02 Desember 2018

Gak Nyangka,Reuni 212 Bukan Hanya Dirayakan Di Monas, Tetapi Juga Di Negara Ini

02 Desember 0

Gak Nyangka,Reuni 212 Bukan Hanya Dirayakan Di Monas, Tetapi Juga Di Negara Ini


www.tribunnews.com
BANDARpost  212 memang merupakan angka cantik penuh makna. Selain dipakai oleh peserta reuni untk mengenang perstiwa 2 Desember 2016 lalu, angka 212 juga memiliki banyak makna lain.
Perayaan 212 berbentuk reuni di kawasan Monas ini sangat meriah. Konon dihadiri jutaan orang, bahkan ada yang bilang lebih dari 10 juta orang. Tentu saja susah menghitung jumlah pasti peserta karena bersifat terbuka.
Namun jarang yang mengetahui, bahwa 212 bukan saja merupakan tanggal cantik dan bersejarah buat ummat Islam di Indonesia.
Ternyata ada juga negara lain yang ikut merayakan 212. Negara tersebut kebetulan berada di kawasan Timur Tengah dan berbahasa Arab. Tetapi tentunya bukan Arab Saudi.
Di negara ini, konon terdapat gedung paling tinggi di dunia dan salah satu masjid paling besar dan indah di dunia. Negri ini pun sangat makmur dan kaya karena banyak minyak.
Nah ternyata negara yang ikut merayakan 212 atau 2 Desember adalah Uni Emirat Arab. Negara yang terdiri dari 7 emir dan beribukota di Abu Dhabi ini memang sangat terkenal.
fwww.emaar.com
Di Dubai ada gedung bernama Burj Kalifah yang merupakan gedung tertinggi di dunia. Sedangan di Abu Dhabi ada Sheikh Zayed Grand Mosque yang merupakan salah satu masjid paling indah dan besar di dunia dengan lebih dari 80 kubah.
Negara ini merayakan hari nasional pada 2 Desember. Menurut sejarah UAE memang terbentuk dengan bergabungnya 7 emir membentuk Uni Emirat Arab pada Desember 1971.
www.gulfnews.com
Sejak tanggal itu UAE menjadi negara yang merdeka dan hingga saat ini merupakan negara paling makmur di Timur Tengah
Setiap 212, dirayakan di UAE dengan pesta kembang api, tarian rakyat dan juga kemeriahan yang sangat meriah dan menarik. Salah satunya dengan pawai unta.
Tentunya UAE juga sangat senang kalau 212 juga dirayakan di Indonesia.
Bagaimana menurut pendapat pembaca?
Sumber: www.gulfnews.com, tribunnews.com 

Read More

Jumat, 16 November 2018

6 Pernyataan Sikap Komite Nasional Solidaritas Rohingya

16 November 0

6 Pernyataan Sikap Komite Nasional Solidaritas Rohingya

Pemerintah diminta mengevaluasi investasi di Myanmar.
Pernyatan Sikap Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) usai dialog panel ungkap fakta pelanggaran HAM berat Pemerintah Myanmar atas etnis Rohingya di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (14/11).
BANDARpost , JAKARTA -- Dewan HAM PBB sudah menetapkan Pemerintahan dan Tentara Myanmar melakukan tiga kejahatan besar, yaitu genosida, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang. Maka atas nama Rakyat Indonesia yang tergabung dalam Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) menyatakan sikap.
Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur mengatakan, pertama, menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan secara maksimal HAM etnis Rohingya dari penjajahan dan persekusi di Myanmar. Serta memperjuangkan hak asasi mereka di Sidang Umum PBB dan sidang Dewan Keamanan PBB
"Kedua, mengkritisi hubungan bisnis Indonesia-Myanmar bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi total bisnis dan investasi Indonesia di Myanmar selama belum ada perbaikan perlakuan terhadap etnis Rohingya," kata Syuhelmaidi saat membacakan pernyataan sikap KNSR di Wisma Antara, Rabu (14/11).
Ia melanjutkan, ketiga, mendorong Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk melakukan diplomasi politik dan kemanusiaan secara maksimal. Untuk membantu etnis Rohingya mendapatkan hak politik dan kemanusiaan di Myanmar. Khususnya dalam memulihkan hak kewarganegaraan etnis Rohingya yang setara di Myanmar.
Keempat, mendorong Dewan HAM ASEAN (AICHR) untuk terlibat aktif dalam memperjuangkan HAM etnis Rohingya baik yang ada di Myanmar maupun yang tersebar di negara-negara ASEAN lainnya. Kelima, mendukung perjuangan Dewan HAM PBB untuk menyelesaikan permasalahan etnis Rohingya secara hukum internasional. Serta menyeret para penjahat HAM berat atas Rohingya ke Pengadilan HAM Internasional.
"Keenam, mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang dimotori oleh lembaga anggota KNSR dan lembaga lain yang memiliki perjuangan yang sama untuk Rohingya, termasuk institusi Wakil
Rakyat yang ada di DPR-RI, agar terlibat aktif dan bersatu dalam memperjuangkan nasib etnis Rohingya sampai mereka mendapatkan kembali hak-hak asasinya dan penjahat kemanusiaan diadili dengan seadil-adilnya," ujarnya.
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Demikian amanat konstitusi yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama. Sehingga segenap anak Bangsa Indonesia harus memperjuangkan kemerdekaan di seluruh dunia.
Sumber : Republika.co.id 

 

Read More

Senin, 29 Oktober 2018

Ditembak Sniper Israel, Empat Bersaudara Ini Tak Bisa lagi Bersepakbola.

29 Oktober 0
Ditembak Sniper Israel, Empat Bersaudara Ini Tak Bisa lagi Bersepakbola

BANDARpost , PALESTINA—Setelah kiper muda Palestina Ibrahim Diab, 19, terkena tembak sniper Israel, kini empat bersaudara dalam satu tim itu mengalami cidera. Keempatnya mencari perawatan setelah mereka meninggalkan permainan dengan terpaksa.
Keempat bersaudara tersebut mengalami luka beragam akibat terkena tembak penembak jitu Israel saat mereka mengikuti pawai kepulangan dit  perbatasan timur Jalur Gaza. Mereka masih menjalani perawatan setelah kehilangan sumber mata pencaharian dan satu-satunya hobi mereka dalam sepakbola.

Belum lama para dokter melakukan operasi pada kaki Ibrahim. Mereka memperbaiki batang platinum di kakinya yang patah dan mengeluarkan pecahan peluru dari kaki yang lain.
Sementara itu Mohammed, 29, terluka pada Mei 2018 lalu akibat tertembak di lututnya yang menyebabkan patah tulang parah.
BACA JUGA: Izin Tinggal Habis, Pemuda Tepi Barat Ini ‘Dideportasi’ ke Gaza
Sedangkan kembaran Muhammad, Ahmad, terluka tembak pada April lalu setelah pahanya tertembus peluru sniper Israel.
Dan terakhir Bilal,28, ditembak sniper Zionis di bawah lututnya pada bulan Mei lalu. Mereka sekarang sedang menjalani tahapan perawatan beragam. [rmol
SUMBER: PIC, Islampos.


Read More

Sabtu, 06 Oktober 2018

Putra Mahkota Arab Saudi: Aku Suka Bekerja dengan Trump

06 Oktober 0
Putra Mahkota Arab Saudi: Aku Suka Bekerja dengan Trump


Raja dan Putra Mahkota Arab Saudi. (Al Jazeera)


BANDARpost  – Riyadh. Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengapresiasi hubungan kerajaannya dengan pemerintahan Amerika Serikat saat ini.
Hal itu disampaikan hanya beberapa saat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Saudi tidak akan bertahan lebih dua pekan tanpa perlindungan Washington.
“Aku suka bekerja dengannya (Trump),” kata MBS kepada perusahaan media asal AS, Bloomberg. Media itu juga menyebut kedua pemimpin telah mencapai banyak hal bersama, “terutama dalam hal melawan ekstremisme, ideologi ekstrem, terorisme dan Daesh (sebutan lain untuk ISIS)”.
Pangeran berusia 33 tahun itu tidak menampik adanya perselisihan bagi sekutu. Salah satu di antara keduanya, imbuh MBS, pada akhirnya harus menerima bahwa “setiap teman akan mengatakan hal-hal baik dan hal-hal buruk”.
“Jadi, Anda tidak akan menemukan teman yang mengatakan 100 persen hal baik tentang Anda, atau keluarga. Anda mungkin akan salah paham. Jadi, kami menganggapnya ke dalam kategori itu.”
Saat berkampanye di Mississippi untuk pemilihan umum paruh waktu, Rabu (03/10), Trump mengungkapkan bahasa yang kurang diplomatis tentang Arab Saudi. Bahkan ia menyebut negara beribukota di Riyadh itu tidak bertahan lebih dua pekan tanpa perlindungan militer Washington.
“Kami melindungi Arab Saudi. Anda akan mengatakan mereka kaya? Dan aku mencintai raja, Raja Salman. Tapi aku katakan: Raja, kami melindungi Anda. Anda mungkin tidak berada di sana lebih dua pekan tanpa perlindungan kami,” kata Trump.
Para pendukungnya yang hadir kala itu kemudian bertepuk tangan.
Tampaknya itu bukan pertama kali bagi Trump mengangkat isu serupa. Pada awal 2015, Trump mengungkapkan bahwa Saudi harus membayar lebih jika menginginkan perlindungan AS.
“Jika Arab Saudi, negara penghasil satu miliar dolar per hari dari minyak, menginginkan bantuan dan perlindungan kami, mereka harus membayar mahal. TIDAK GRATIS,” tulis Trump di Twitter tertanggal 26 Maret 2015. (whc/)

Sumber : dakwatuna


Read More

Rabu, 26 September 2018

CNN: Tim Hacker Rusia Picu Ketegangan Qatar vs Saudi Cs

26 September 0

CNN: Tim Hacker Rusia Picu Ketegangan Qatar vs Saudi Cs

Hacker

BANDARpost – Kantor berita CNN menuding kelompok hacker asal Rusia berada adalah pihak yang bertanggung jawab atas peretasan kantor berita resmi Qatar News Agency, serta memicu ketegangan pemerintah Doha dengan sejumlah negara Arab yang dimotori oleh Saudi Cs.

“Tujuan Rusia adalah untuk meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutunya,” ujar sumber yang dirahasiakan identitasnya kepada CNN.

Sumber melanjutkan, “Para peniliti AS menduga bahwa kelompok hacker asal Rusia telah menyusup ke situs Qatar News Agency, lalu membuat laporan palsu terkait Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, yang kini menjadi bola panas dalam krisis hubungan diplomatik di kawasan Teluk dan tetangganya.”

Sumber mengungkapkan bahwa FBI telah mengirim tim penyelidik ke Doha untuk membantu pemerintah Qatar dalam penyelidikan terkait dugaan pelanggaran yang menyebabkan ketegangan dengan Arab Saudi dan sejumlah negara lainnya.

FBI dan CIA hingga kini menolak berkomentar terkait pemberitaan yang dilontarkan CNN. Akan tetapi seorang juru bicara untuk Kedutaan Besar Qatar di Washington mengatakan bahwa investigasi saat ini masih terus berlanjut, dan hasilnya akan diumumkan segera. (/Ram)

Sumber: Sputnikarabic

Read More

Sabtu, 22 September 2018

Meski Dihalangi Penjajah Israel, Lebih 40 Ribu Muslim Palestina Shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha

22 September 0

Meski Dihalangi Penjajah Israel, Lebih 40 Ribu Muslim Palestina Shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha

BANDARpost, Al-QUDS – Lebih dari empat puluh ribu warga Palestina dari al-Quds dan wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis sejak tahun 1948, kemarin, menunaikan shalat Jum’at di masjid al-Aqsha, meskipun penjajah Zionis memperketat prosedur keamanan di Kota Tua al-Quds dan sekitarnya, di gerbang-gerbang masjid al-Aqsha, serta menahan kartu identitas para pemuda yang masuk untuk menunaikan shalat di masjid al-Aqsha.

Grand Mufti al-Quds, dalam khutbah Jum’at-nya di masjid al-Aqsha, memperingatkan bahwa serangan terhadap Masjid al-Aqsha, tempat-tempat suci dan pelanggaran kesuciannya, akan menggiring kepada hasil yang tidak diinginkan.

“Waspadai bermain dengan api dan keyakinan; pemilik keyakinan tidak akan diam, dan tidak akan tunduk pada kenyataan,” tegasnya, sebagaimana dilansir Palinfo.com, Sabtu (22/9/2018).

“Tidak ada rahasia bagi semua pihak, bagi Arab dan kaum muslimin, atas pelanggaran, serangan dan agresi yang terjadi di Masjid al-Aqsha, yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi dan kelompok-kelompok ekstremis Yahudi dengan dalih palsu dan bohong,” lanjutnya.

Dia menegaskan, Al-Aqsha adalah masjid Islam, keislamannya diputuskan oleh Tuhan semesta di dalam kitab suci-Nya.

“Kami memberitakan kepada semua bahwa Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari iman kita dan doktrin setiap Muslim di dunia ini. Kami tidak akan membiarkan gangguan apapun terhadap keyakinan yang kita pegang sampai mati ini,” pesannya.

Dia juga mengingatkan akan serangan pasukan Israel terhadap penjaga dan pelayan Masjid Al-Aqsha, para pegawai dan mereka yang bersiaga di dalamnya.

Terakhir, dia menyerukan kepada persatuan di antara anak bangsa Palestina dan umat Islam.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com

Read More

Kanada: Kejahatan Militer Myanmar atas Muslim Rohingya adalah Genosida

22 September 0

Kanada: Kejahatan Militer Myanmar atas Muslim Rohingya adalah Genosida

BANDARpost, KANADA  – Anggota parlemen Kanada telah dengan suara bulat memilih untuk menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar sebagai genosida.

House of Commons pada hari Kamis (20/9/2018) menyetujui temuan misi pencarian fakta PBB di Myanmar bahwa “kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan terhadap Rohingya” dan bahwa tindakan-tindakan ini disetujui oleh komandan militer Myanmar.

Dalam mosinya, legislator Kanada mengatakan mereka “mengakui bahwa kejahatan terhadap Muslim Rohingya merupakan genosida”.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia menuduh militer Myanmar melakukan pembunuhan di luar hukum, perkosaan massal, penyiksaan dan pembakaran selama operasi berdarah mereka yang diluncurkan Agustus tahun lalu.

Lebih dari 700.000 penduduk Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh, tempat mereka sekarang tinggal di kamp pengungsi yang memprihatinkan.

Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk merujuk kasus ini ke Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court-ICC), serta juga menyerukan para jenderal Myanmar untuk diselidiki dan dituntut “atas kejahatan genosida”.

“Saya ingin menggarisbawahi betapa tragisnya, betapa mengerikannya kejahatan terhadap Rohingya,” kata Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland. “Kami memimpin upaya internasional untuk keadilan dan akuntabilitas untuk Rohingya,” lansir Aljazeera, Jumat(21/9/2018).

“Gerakan bulat hari ini adalah langkah yang sangat penting dalam upaya itu.”

Pengamat hak asasi manusia menyebut deklarasi itu sebagai tonggak penting.

Laporan PBB yang diterbitkan bulan lalu mengatakan para jenderal militer, termasuk Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing, harus menghadapi penyelidikan dan penuntutan atas “rencana genosida” di Negara Bagian Rakhine utara Myanmar, serta kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang lainnya di negara-negara bagian Kachin dan Shan.

Bangladesh dan Myanmar tahun lalu menandatangani perjanjian untuk memulangkan minoritas Muslim – tetapi terhenti karena Muslim Rohingya takut untuk kembali ke Negara Rakhine Myanmar tanpa jaminan keamanan dan hak-hak mereka.

Sumber : Jurnal Islam

Read More

Kamis, 13 September 2018

Fadli Zon Malu Dengar Pidato Jokowi di Korea

13 September 0

Fadli Zon Malu Dengar Pidato Jokowi di Korea


BANDARpostJAKARTA - Presiden Joko Widodo mengisi kuliah umum di sela-sela kunjungan kerjanya di Korea Selatan.

Kuliah umum digelar di Universitas Hankuk, Seoul. Pesertanya kuliah umum tersebut adalah ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia.

Dalam pemaparannya, Jokowi mengaku terhormat diundang ke kampus yang pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barack Obama, Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB kedelapan Ban Ki Moon.

“Presiden Barack Obama, Presiden Gorbachev, hingga Sekjen PBB Ban Ki Moon pernah berbicara di sini memberikan sambutan di Hankuk University,” ujarnya dalam pidatonya Selasa (11/9).

Namun demikian, Jokowi memastikan bahwa dirinya tidak kalah unggul dibanding pemimpin-pemimpin tersebut.

Dia kemudian menampilkan slide yang berisi gambar dirinya sedang menunggang motor. Gambar yang diambil merupakan potongan dari video atraksi Jokowi yang meloncati kemacetan dengan menggunakan sepeda motor.

Video tersebut adalah yang diputar saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus lalu.

Jokowi kemudian berkata bahwa di antara pemimpin dunia tersebut, tidak ada yang pernah melakukan aksi senekat itu.

“Saya cukup yakin dari mereka tidak ada yang pernah loncat di atas mobil dengan menggunakan motor,” jelasnya.

Jokowi kemudian menjelaskan kenapa dia memilih aksi itu untuk ditampilkan di Asian Games. Dia menjelaskan bahwa panitia menyodorkan tiga aksi untuk ditampilkan.

“Pertama yang biasa-biasa, kedua agak ekstrim, ketiga ekstrim. Saya pilih yang ketiga yang ekstrim,” tegas Jokowi.

Adapun dalam aksi itu, Jokowi menggunakan seorang stuntman atau pemeran pengganti dirinya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mendapat kiriman pidato Jokowi tersebut dari seorang warganet langsung berkomentar. Wakil ketua umum Gerindra itu mengaku malu dengan apa yang dilakukan Jokowi.

Dia bahkan berharap apa yang didengarnya itu adalah salah.

“Malu dengarnya, mudah-mudahan saya salah dengar pidato ini,” tukasnya dalam akun Twitter pribadi. (jpnn/rmol/ian)

Sumber : jpnn.com

Read More

Minggu, 09 September 2018

PM Malaysia: Muslim harus tetap bersatu untuk hindari perselisihan

09 September 0

PM Malaysia: Muslim harus tetap bersatu untuk hindari perselisihan

BANDARpost, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, mengatakan Muslim di negaranya harus tetap bersatu untuk menghindari perselisihan. Ia menambahkan, sedikit perbedaan dalam pendapat dan keyakinan di antara orang-orang yang mempraktekkan agama yang sama seharusnya tidak menyebabkan kebencian.

“Konsensus terjadi ketika ada 100 persen persetujuan dari semua pihak, tetapi itu sesuatu yang mustahil,” ungkapnya pada pertemuan tahunan umum Perhimpunan Kemanusiaan Islam Malaysia (Perkim) ke-57 di Kuala Lumpur, Sabtu (8/9/2018).

“Oleh karena itu, cara lain untuk mencapai kesepakatan adalah menerima keputusan mayoritas. Apa yang diputuskan oleh mayoritas harus diterima dengan hati terbuka oleh minoritas tanpa teriakan,” lanjutnya.

Dengan cara ini, komunitas Muslim dapat bergerak sebagai satu kesatuan dengan rasa saling menghormati dan mencintai, sesuai dengan apa yang diabadikan dalam Al Qur’an, katanya.

Ia pun menambahkan bahwa pendekatan demokratis akan memungkinkan organisasi dan negara yang dipimpin oleh umat Islam untuk berjalan dengan lancar, dan pemerintah untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Sementara itu, ia yang juga menjabat presiden Perkim, mengatakan dirinya berharap organisasi ini akan terus menjalankan tanggung jawabnya untuk menjelaskan ajaran Islam yang benar kepada orang-orang, termasuk non-Muslim. (Althaf/)

Sumber :arrahmah.com

Read More