




BANDARpost Pembunuhan pada musim gugur terakhir terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi, Istanbul, pada 2 Oktober 2018 adalah “direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Saudi”, kata pelapor khusus PBB, Kamis (7/2/2018).Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan “propaganda Rusia” oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut.— Russian Embassy, IDN (@RusEmbJakarta) 4 Februari 2019
Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami.— Russian Embassy, IDN (@RusEmbJakarta) 4 Februari 2019
Maling Teriak Maling... sumber hoax nuduh pihak lain sebar hoax... menyedihkan!!! pic.twitter.com/pUNLU9eaZO— LAWAN!!! (@fadreee) 4 Februari 2019









CNN: Tim Hacker Rusia Picu Ketegangan Qatar vs Saudi Cs
Hacker
BANDARpost – Kantor berita CNN menuding kelompok hacker asal Rusia berada adalah pihak yang bertanggung jawab atas peretasan kantor berita resmi Qatar News Agency, serta memicu ketegangan pemerintah Doha dengan sejumlah negara Arab yang dimotori oleh Saudi Cs.
“Tujuan Rusia adalah untuk meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutunya,” ujar sumber yang dirahasiakan identitasnya kepada CNN.
Sumber melanjutkan, “Para peniliti AS menduga bahwa kelompok hacker asal Rusia telah menyusup ke situs Qatar News Agency, lalu membuat laporan palsu terkait Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, yang kini menjadi bola panas dalam krisis hubungan diplomatik di kawasan Teluk dan tetangganya.”
Sumber mengungkapkan bahwa FBI telah mengirim tim penyelidik ke Doha untuk membantu pemerintah Qatar dalam penyelidikan terkait dugaan pelanggaran yang menyebabkan ketegangan dengan Arab Saudi dan sejumlah negara lainnya.
FBI dan CIA hingga kini menolak berkomentar terkait pemberitaan yang dilontarkan CNN. Akan tetapi seorang juru bicara untuk Kedutaan Besar Qatar di Washington mengatakan bahwa investigasi saat ini masih terus berlanjut, dan hasilnya akan diumumkan segera. (/Ram)
Sumber: Sputnikarabic
Meski Dihalangi Penjajah Israel, Lebih 40 Ribu Muslim Palestina Shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha
BANDARpost, Al-QUDS – Lebih dari empat puluh ribu warga Palestina dari al-Quds dan wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis sejak tahun 1948, kemarin, menunaikan shalat Jum’at di masjid al-Aqsha, meskipun penjajah Zionis memperketat prosedur keamanan di Kota Tua al-Quds dan sekitarnya, di gerbang-gerbang masjid al-Aqsha, serta menahan kartu identitas para pemuda yang masuk untuk menunaikan shalat di masjid al-Aqsha.
Grand Mufti al-Quds, dalam khutbah Jum’at-nya di masjid al-Aqsha, memperingatkan bahwa serangan terhadap Masjid al-Aqsha, tempat-tempat suci dan pelanggaran kesuciannya, akan menggiring kepada hasil yang tidak diinginkan.
“Waspadai bermain dengan api dan keyakinan; pemilik keyakinan tidak akan diam, dan tidak akan tunduk pada kenyataan,” tegasnya, sebagaimana dilansir Palinfo.com, Sabtu (22/9/2018).
“Tidak ada rahasia bagi semua pihak, bagi Arab dan kaum muslimin, atas pelanggaran, serangan dan agresi yang terjadi di Masjid al-Aqsha, yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi dan kelompok-kelompok ekstremis Yahudi dengan dalih palsu dan bohong,” lanjutnya.
Dia menegaskan, Al-Aqsha adalah masjid Islam, keislamannya diputuskan oleh Tuhan semesta di dalam kitab suci-Nya.
“Kami memberitakan kepada semua bahwa Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari iman kita dan doktrin setiap Muslim di dunia ini. Kami tidak akan membiarkan gangguan apapun terhadap keyakinan yang kita pegang sampai mati ini,” pesannya.
Dia juga mengingatkan akan serangan pasukan Israel terhadap penjaga dan pelayan Masjid Al-Aqsha, para pegawai dan mereka yang bersiaga di dalamnya.
Terakhir, dia menyerukan kepada persatuan di antara anak bangsa Palestina dan umat Islam.
(ameera/)
Sumber :arrahmah.com
Kanada: Kejahatan Militer Myanmar atas Muslim Rohingya adalah Genosida
BANDARpost, KANADA – Anggota parlemen Kanada telah dengan suara bulat memilih untuk menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar sebagai genosida.
House of Commons pada hari Kamis (20/9/2018) menyetujui temuan misi pencarian fakta PBB di Myanmar bahwa “kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan terhadap Rohingya” dan bahwa tindakan-tindakan ini disetujui oleh komandan militer Myanmar.
Dalam mosinya, legislator Kanada mengatakan mereka “mengakui bahwa kejahatan terhadap Muslim Rohingya merupakan genosida”.
Organisasi-organisasi hak asasi manusia menuduh militer Myanmar melakukan pembunuhan di luar hukum, perkosaan massal, penyiksaan dan pembakaran selama operasi berdarah mereka yang diluncurkan Agustus tahun lalu.
Lebih dari 700.000 penduduk Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh, tempat mereka sekarang tinggal di kamp pengungsi yang memprihatinkan.
Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk merujuk kasus ini ke Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court-ICC), serta juga menyerukan para jenderal Myanmar untuk diselidiki dan dituntut “atas kejahatan genosida”.
“Saya ingin menggarisbawahi betapa tragisnya, betapa mengerikannya kejahatan terhadap Rohingya,” kata Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland. “Kami memimpin upaya internasional untuk keadilan dan akuntabilitas untuk Rohingya,” lansir Aljazeera, Jumat(21/9/2018).
“Gerakan bulat hari ini adalah langkah yang sangat penting dalam upaya itu.”
Pengamat hak asasi manusia menyebut deklarasi itu sebagai tonggak penting.
Laporan PBB yang diterbitkan bulan lalu mengatakan para jenderal militer, termasuk Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing, harus menghadapi penyelidikan dan penuntutan atas “rencana genosida” di Negara Bagian Rakhine utara Myanmar, serta kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang lainnya di negara-negara bagian Kachin dan Shan.
Bangladesh dan Myanmar tahun lalu menandatangani perjanjian untuk memulangkan minoritas Muslim – tetapi terhenti karena Muslim Rohingya takut untuk kembali ke Negara Rakhine Myanmar tanpa jaminan keamanan dan hak-hak mereka.
Sumber : Jurnal Islam
Fadli Zon Malu Dengar Pidato Jokowi di Korea
BANDARpost , JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengisi kuliah umum di sela-sela kunjungan kerjanya di Korea Selatan.
Kuliah umum digelar di Universitas Hankuk, Seoul. Pesertanya kuliah umum tersebut adalah ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia.
Dalam pemaparannya, Jokowi mengaku terhormat diundang ke kampus yang pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barack Obama, Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB kedelapan Ban Ki Moon.
“Presiden Barack Obama, Presiden Gorbachev, hingga Sekjen PBB Ban Ki Moon pernah berbicara di sini memberikan sambutan di Hankuk University,” ujarnya dalam pidatonya Selasa (11/9).
Namun demikian, Jokowi memastikan bahwa dirinya tidak kalah unggul dibanding pemimpin-pemimpin tersebut.
Dia kemudian menampilkan slide yang berisi gambar dirinya sedang menunggang motor. Gambar yang diambil merupakan potongan dari video atraksi Jokowi yang meloncati kemacetan dengan menggunakan sepeda motor.
Video tersebut adalah yang diputar saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus lalu.
Jokowi kemudian berkata bahwa di antara pemimpin dunia tersebut, tidak ada yang pernah melakukan aksi senekat itu.
“Saya cukup yakin dari mereka tidak ada yang pernah loncat di atas mobil dengan menggunakan motor,” jelasnya.
Jokowi kemudian menjelaskan kenapa dia memilih aksi itu untuk ditampilkan di Asian Games. Dia menjelaskan bahwa panitia menyodorkan tiga aksi untuk ditampilkan.
“Pertama yang biasa-biasa, kedua agak ekstrim, ketiga ekstrim. Saya pilih yang ketiga yang ekstrim,” tegas Jokowi.
Adapun dalam aksi itu, Jokowi menggunakan seorang stuntman atau pemeran pengganti dirinya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mendapat kiriman pidato Jokowi tersebut dari seorang warganet langsung berkomentar. Wakil ketua umum Gerindra itu mengaku malu dengan apa yang dilakukan Jokowi.
Dia bahkan berharap apa yang didengarnya itu adalah salah.
“Malu dengarnya, mudah-mudahan saya salah dengar pidato ini,” tukasnya dalam akun Twitter pribadi. (jpnn/rmol/ian)
Sumber : jpnn.com
PM Malaysia: Muslim harus tetap bersatu untuk hindari perselisihan
BANDARpost, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, mengatakan Muslim di negaranya harus tetap bersatu untuk menghindari perselisihan. Ia menambahkan, sedikit perbedaan dalam pendapat dan keyakinan di antara orang-orang yang mempraktekkan agama yang sama seharusnya tidak menyebabkan kebencian.
“Konsensus terjadi ketika ada 100 persen persetujuan dari semua pihak, tetapi itu sesuatu yang mustahil,” ungkapnya pada pertemuan tahunan umum Perhimpunan Kemanusiaan Islam Malaysia (Perkim) ke-57 di Kuala Lumpur, Sabtu (8/9/2018).
“Oleh karena itu, cara lain untuk mencapai kesepakatan adalah menerima keputusan mayoritas. Apa yang diputuskan oleh mayoritas harus diterima dengan hati terbuka oleh minoritas tanpa teriakan,” lanjutnya.
Dengan cara ini, komunitas Muslim dapat bergerak sebagai satu kesatuan dengan rasa saling menghormati dan mencintai, sesuai dengan apa yang diabadikan dalam Al Qur’an, katanya.
Ia pun menambahkan bahwa pendekatan demokratis akan memungkinkan organisasi dan negara yang dipimpin oleh umat Islam untuk berjalan dengan lancar, dan pemerintah untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Sementara itu, ia yang juga menjabat presiden Perkim, mengatakan dirinya berharap organisasi ini akan terus menjalankan tanggung jawabnya untuk menjelaskan ajaran Islam yang benar kepada orang-orang, termasuk non-Muslim. (Althaf/)
Sumber :arrahmah.com
Hello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →