BANDAR post: HIKMAH

Hot

Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2019

Ingatkan Kaum Hawa: Wanita-wanita Berpakaian Tapi Telanjang

10 Juni 0

Ingatkan Kaum Hawa: Wanita-wanita Berpakaian Tapi Telanjang

BABDARpost - KETIKA kita membuka lembaran surat kabar, tabloid, majalah wanita, atau saluran televisi, pemandangan yang satu ini akan kerap kita temukan. Fenomena wanita dengan pakaian seksi yang membentuk garis tubuh dan menggoda kaun Adam telah menjadi hal yang lazim.
Kini fenomena itu menjadi pemandangan bukan hanya di perkotaan, bahkan saat ini di daerah dan desa-desa terpencil sekalipun budaya membuka aurat telah menjadi pemandangan yang lumrah.
Rasulullah bersabda: "Ada dua macam penduduk neraka yang belum pernah kulihat, orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuki manusia dan wanita-wanita berpakaian tapi telanjang, yang bergoyang dan membuat orang lain bergoyang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium baunya, padahal bau surga itu bisa dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." ( HR.Muslim)
Imam An-Nawawi memberikan penjelasan yang beragam tentang makna wanita-wanita berpakaian tapi telanjang, adalah:
Pertama: Mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian (menggunakan) nikmat Allah, namun telanjang (tidak menggunakan) dari berbuat syukur.
Kedua: Mereka adalah wanita yang berpakaian namun tidak berperilaku taat dan tidak memperhatikan urusan akhiratnya.
Ketiga: Mengenakan pakaian tetapi tampak sebagaian anggota badannya untuk menampakkan kecantikannya. Mereka itu berpakaian tetapi telanjang.
Keempat: Mengenakan pakaian tipis yang masih memperlihatkan warna kulitnya dan bentuk tubuhnya. Mereka ini berpakaian tetapi telanjang.
Ketahuilah wanita, tidak ada pakaian yang abadi dalam hidup kita. Semua hanya hiasan diri yang bila kita tidak bijak menggunakannya, pakaian-pakaian itulah yang akan mengantarkan kita ke neraka-Nya kelak. Ketahuilah, kafanlah pakaian terakhir kita, penutup seluruh tubuh kita yang telah membeku. Kita kembali dengan seluruh tubuh tertutup, sungguh tidak adil jika kita membukanya, membiarkan orang-orang lain menikmati tubuh kita. Jagalah sebaik mungkin segala titipan-Nya ini sampai kita kembali pada sang pemilik jiwa. [jft/Inilah]
Sumber: Konfrontasi

Read More

Sabtu, 23 Maret 2019

Agar Sekeluarga Masuk Jannah, Begini Caranya

23 Maret 0
Agar Sekeluarga Masuk Jannah, Begini Caranya
 

BABDARpost- Pernah terlintas sebuah pertanyaan, " Kita kerjasama agar masuk ? surga sekeluarga. Akan menjadi momen indah kelak di akhirat jika semunya berkumpul di surga yang katanya wangi itu. Lantas bagaimana mewujudkannya?

Lihat di dalam Al Quran surat Thur ayat 25 sd 27. Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. "Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. At-Tur 52: Ayat 21)

Wa aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhiy yatasaaa`aluun (Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa). "Mereka berkata, Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka."(QS. At-Tur 52: Ayat 25-27)

Ayat di atas menapilkan sebuah keluarga yang nantinya bercengkeraman berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarganya dulu bisa masuk Surga. Jawab mereka; "Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka". Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka.


waspada.co.id
Kehendak dan Ketetapan Milik Allah, Adapun Kita Hanyalah Berusaha



Ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena peringatan di tengah keluarga kadang lebih berat,

Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan'an.

Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan isterinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum Sodom.

Asiah binti Muzahim, tertatih -tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir'aun.

Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, karena akan jadi bahan bakar neraka Rumah Tangga.Ingatkan isteri agar memperhatikan Pola Konsumsi Halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengkonsumsi yang haram.Ingatkan anak-anak bahwa masih ada kehidupan setelah dunia sebagaimana peringatan ALLAH SWT.

Sumber: Aesthetic Motiva
Read More

Senin, 25 Februari 2019

Kebakaran Hutan Meluas, Wasekjen MUI: Takabbur dan Dusta Itu Dilaknat Allah

25 Februari 0
Kebakaran Hutan Meluas, Wasekjen MUI: Takabbur dan Dusta Itu Dilaknat Allah

BANDARpost  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provisi Riau meluas. Sampai hari ini, Ahad (24/2/2019), kebakaran masih berlangsung dan upaya pemadaman masih terus dilakukan.

Sedikitnya 895 hektar hutan dan lahan telah terbakar sampai 22 Februari lalu. Yaitu Kabupaten Bengkalis 671 hektar, disusul Rohil 117 hektar, Dumai 51 hektar, Kabupaten Meranti 20,2 hektar, Pekanbaru 16,1 hektar, Kampar 14 hektar dan Siak 5 hektar. Belum ada data terbaru untuk tanggal 23 dan 24 Februari.

Menanggapi kebakaran ini, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengingatkan bahwa takabbur dan dusta itu dilaknat Allah.

“Takabbur dan dusta itu dilaknat Allah... Dulu seorang gubernur menantang Allah. Silakan sekarang turunkan hujan kami sudah siap. Langsung turun hujan, kelelep banyak tempat. Sekarang ada yang bilang tidak ada kebakaran hutan sejak 2016. Negeriku Riau sudah terbakar 842 Hektar. Ampun ya Allah,” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Ahad (24/2/2019).

Takabbur dan Dusta Itu Dilaknat Allah...
Dulu Seorang Gubernur Menantang Allah. Silakan Skrg Turunkan Hujan Kami Sudah Siap. Langsung Turun Hujan, Kelelep Banyak Tempat.
Skrg Ada yg Bilang Tdk Ada Kebakaran Hutan Sejak 2016. Negeriku Riau Sdh Terbakar 842 Hektar.
Ampun ya Allah.
1,107 people are talking about this
Mustofa Nahrawardaya juga mentwit kabar kebakaran lahan di Riau. Ia mengunggah foto berita TV One berjudul “Kebakaran Lahan Tak Teratasi.”
sumber: tarbiyah

Read More

Jumat, 15 Februari 2019

Mencoba Memahami Skenario Allah

15 Februari 0
Mencoba Memahami Skenario Allah


BANDARpost, Momentum pilpres kali ini, kuat sekali pratanda campur tangan Allah. Bagi orang yang beriman, tentu akan selalu mengambil pelajaran pada setiap kejadian.

Berikut ini adalah bukti nyata kenyataan NON LOGIKA alias tak terduga oleh kalkulasi logika manusia tapi terjadi menjadi fakta.

Campur tangan Allah tak terbantahkan, menjungkirbalikkan rencana manusia.

Fakta non logika yang terjadi berikut ini layak untuk kita jadikan bahan renungan untuk menambah keimanan

1. Tuan Guru Bajang (TGB) yang semula diperkirakan berseberangan dengan petahana, secara mengejutkan menyatakan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden lagi. Dukungan TGB diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap masyarakat NTB yang akan berbondong-bondong mengikuti Tuan Guru untuk memilih Jokowi.
Tapi Allah punya skenario yang tak terduga. Lombok diguncang gempa tsunami sehingga porak poranda. Dampak psikologis, membuat TGB lumpuh pengaruhnya, ditambah lagi sampai sekarang bantuan untuk lombok tak terealisasi.Beliau tak berkutik untuk menggiring masyarakat NTB agar mendukung Jokowi.

Inilah skenario Allah non logika yang menjadi fakta

2. La Nyala Mattaliti yang menyeberang dari kubu Prabowo ke kubu Jokowi, terlalu percaya diri bisa menggiring masyarakat Madura untuk memilih Jokowi. Saking yakinnya dan untuk meyakinkan publik, dia sesumbar kalau Prabowo menang di Madura, siap potong leher. Pernyataan kontroversi itu menjadi blunder. Masyarakat Madura tersinggung. Mereka marah. Ketersinggunan mereka terhadap Jokowi yang menggagalkan Mahfud MD jadi cawapres belum sembuh malah disiram bensin lagi dengan sesumbar La Nyala. Akibat sesumbar tersebut, masyarakat Madura menjadi semakin solid mendukung Prabowo.

Inilah skenario Allah non logika yang menjadi fakta.

3. Akrobat politik mengejutkan dilakukan Yusril Ihza Mahendra. Ia yang sering melontarkan kritik pedas dan tajam kepada Jokowi, tiba-tiba menyeberang, menyatakan diri siap menjadi pengacara Jokowi.
Waktu pun berputar. Kasus pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir jadi perbincangan. Beliau akan dibebaskan dari hukuman penjara. Yang berperan menjadi mediator adalah Yusril. Tapi tak menyangka. Tanggal 20 Januari, Presiden Jokowi menyatakan akan membebaskan UABB, dua hari kemudian, yakni tanggal 22 Januari, Presiden Jokowi menganulir pernyataannya. UABB batal dibebaskan. Yusril paling terpukul. Reputasinya hancur. Di kubu Jokowi tak berarti. Di kubu Prabowo telanjur mengkhianati.

Inilah skenario Allah non logika yang jadi fakta.

Sesungguhnya pada yang demikian itu (TGB, La Nyala, YIM) terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang beriman, yang merenung, dan mau mengambil pelajaran.

Penulis: Rafa Rafza


Sumber : portal islam 
Read More

Senin, 04 Februari 2019

Keutamaan di Balik Sedekah

04 Februari 0
Keutamaan di Balik Sedekah

BANDARpost  SEDEKAH  merupakan salah satu amalan yang dapat berlipat ganda pahalanya. Sesuai dengan firman Allah Swt. bahwa Allah akan membalas sedekah kita dengan berlipat ganda.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia hendaki, Dan Allah maha Luasa, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261)
Ternyata selain mendapatkan balasan berlipat ganda, Rasulullah pun pernah berkata bahwa sedekah mempunyai empat keutamaan, yaitu :

1. Sedekah mengundang datangnya rezeki.
Semakin, banyak kita mengeluarkan sedekah, maka semakin pula banyak rezeki yang kita dapatkan. Hanya karena banyaknya perbuatan dosa dan maksiat kita, mungkin, yang menyebabkan fadilah sedekah ‘berbunyi’ untuk menghapuskan maksiat dan dosa. Bukan mendatangkan uang yang lebih banyak. Tapi biarlah, ‘enggak apa-apa’. Bukankah penghapusan dosa pun sudah merupakan rezeki yang teramat besar? Dan lagi, layaknya seorang abdi Allah, apapun yang kita lakukan, termasuk sedekah ini, adalah dalam rangka untuk merengkuh ridhaNya, bukan sekedar untuk mendatangkan lagi rezeki yang lebih banyak.
2. Sedekah menyembuhkan penyakit.
Saudara, orang lebih suka membeli obat ketika sakit. Padahal kata Rasul, sedekah itu bisa menyembuhkan penyakit. Jadi, kenapa kita terus membeli obat, kenapa kita tidak beli saja penyakitnya? Yaitu dengan mengeluarkan sedekah sebanyak-banyaknya. Bersedekah untuk menggapai ridhaNya. Insya Allah, di antara dampaknya adalah kesembuhan bagi penyakit yang kita rasakan.
3. Sedekah menghilangkan kesulitan dan menghilangkan musibah.
Rasulullah pernah bersabda, jika seseorang kepengen betul dihilangkan kesulitannya, maka dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita dan lebih bermasalah. Dan bersedekah adalah salah satu cara utama membantu orang lain.

4. Sedekah memanjangkan umur.
Dengan bersedekah, hidup dan kehidupan sudah mengundang datangnya kebaikan. Semakin banyak kebikan yang datang, semakin penuh diri ini dengan kebaikan. Dan kehidupan yang berisi kebaikan adalah menjadikan hidup itu sendiri menjadi lebih berkualitas.
Lalu apa lagi yang kita tunggu? Bersegeralah dalam kebaikan. Dengan mengetahui keutamaan-keutaman sedekah tersebut, semoga semakin membuat kita bersemangat dalam bersedekah. []
Sumber: Mencari Tuhan yang Hilang | Ust. Yusuf Mansur | Zikrul Media Intelektual
, Islampos 
Read More

Minggu, 03 Februari 2019

Kisah Si Miskin dan Si Kaya (Pemilik Dua Kebun Anggur)

03 Februari 0

Kisah Si Miskin dan Si Kaya (Pemilik Dua Kebun Anggur) 

 

Hanya ilustrasi (Referensi pihak ketiga)
BANDARpost, Dikisahkan dalam Alquran tentang dua orang lelaki di zaman dulu. Mereka berdua adalah sahabat. Meski bersahabat, namun keduanya berbeda. Yang satu beriman, sedangkan yang lainnya ingkar.
Dalam kisah ini, orang yang beriman diuji Allah dengan kesempitan hidup. Ia adalah orang miskin dan hartanya sangat terbatas. Namun Allah anugerahkan nikmat terbesar padanya yaitu nikmat iman dan keridhoan akan takdir Allah.
Berbeda dengan temannya yang ingkar, Allah uji ia dengan kelapangan rezeki dan kemudahan duniawi. Allah ingin mengujinya, apakah ia termasuk orang yang bersyukur atau malah kufur.
Allah pun mengaruniai yang ingkar dengan dua kebun anggur kepadanya. Kebun anggur itu tumbuh dengan subur dan berkembang dengan baik. Dengan kebun anggur itulah ia pun memiliki kekayaan yang besar. Tak hanya anggur, ia pun bisa merasakan limpahan kurma dan hasil ladang lainnya.
Ia pun berbangga dengan apa yang ia miliki. Dengan kebun yang luas dan berhasil baik, ia pun masuk ke dalam kebun dengan congkaknya. Ia merasa semua itu berhasil berkat usahanya. Ia ingkar dengan anugerah Rabbnya dan bersikap sombong kepada orang lain.
Ia bahkan berkata kepada sahabatnya yang mukmin, percakapan tersebut bahkan di abadikan dalam surat Al-Kahfi. Ia berkata,
"“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.”
Tak hanya itu, ia seakan lupa bahwa semua kenikmatan yang ia miliki adalah milik Allah. Sehingga ketika ia memasuki kebun itu, ia pun juga berkata dengan sombongnya,
“Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.”
Melihat hal tersebut, temannya yang beriman pun mengingatkannya agar ia jangan lupa kepada Allah. Bahwa segala nikmat yang ia peroleh adalah milik Allah. Ia juga mengatakan agar sahabatnya tersebut mengucapkan pujian kepada Allah saat memasuki kebunnya. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Kahfi,
“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 39).
Namun, temannya mengabaikan nasihatnya tersebut, ia tetap berlaku sombong. Hingga Allah pun murka dan membinasakan semua kebunnya. Semua pohon anggur yang ia bangga-banggakan semua roboh dan hancur seketika. Melihat hal tersebut, temannya yang sombong tadi pun berkata,
“Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.


Nasi sudah menjadi bubur.
Itulah pelajaran bagi manusia yang sombong dan tidak bersyukur.
Kita harus yakini bahwa ujian yang diberikan Allah terbagi dua. Ada yang diuji dengan kemiskinan dan hidup serba terbatas. Namun ada pula yang diuji dengan kecukupan dan kekayaan. Jika keduanya ingat kepada Allah dan bersyukur atas segala situasi, maka pahala dan balasan besar yang akan Allah berikan. Allah akan lipat gandakan kenikmatan kepada keduanya. Namun jika kita malah sombong atau malah jadi tidak bersyukur, maka Allah akan binasakan apa yang kita miliki dengan jalan yang tak kita sangka.
Oleh karena itu, semoga pelajaran diatas bisa kita ambil hikmahnya. Semoga kita senantiasa ingat kepada Allah dalam segala situasi apapun yang kita hadapi. Aamiin.
Pena cahaya
Sumber :
Kisahmuslim.com/5770-kisah-si-kaya-dan-si-miskin-pemilik-dua-kebun-surat-al-kahfi-32-44.html
 !
 
Read More

Selasa, 29 Januari 2019

Jangan Teperdaya Politik Sandiwara

29 Januari 0
Jangan Teperdaya Politik Sandiwara

-CATATAN KH ATHIAN ALI M DA’I, MA-
Sayangnya, masyarakat kita masih banyak yang mengira sandiwara atau dagelan yang digelar tersebut sesuatu yang nyata. Mereka belum sepenuhnya mampu mencerna (kendati pengalaman yang lalu harusnya sudah cukup membuktikan) bahwa semua itu hanya sekadar “Pencitraan” yang jauh panggang dari api.

KH Athian Ali M Da’i, MA

BANDARpost ,  Pada tahun politik, khususnya masa kampanye, seperti biasanya di negeri ini, rakyat diajak menonton berbagai sandiwara, atau lebih tepatnya “Dagelan Politik” dalam berbagai warna dan bentuknya.
Mendadak capres-cawapres begitu sangat rajin keluar-masuk Pesantren, menemui Kiai, menjenguk Ulama yang sedang sakit.
Karena itu, di kalangan masyarakat berkembang ungkapan, “Sebaiknya para ustadz dan ulama kalau mau sakit, maka sekaranglah sampai April nanti saat yang paling tepat, insya Allah para paslon akan berebutan untuk menengok. Selepas April, jangan kaget dan bukan hal yang mustahil, jika di antara para ulama yang sempat dimanjakan tersebut kemudian ditinggalkan, dimusuhi, bahkan tidak tertutup kemungkinan ada yang dikriminalisasikan, sebagaimana yang terjadi selama ini.”
Tiba-tiba masing-masing paslon terkesan “seperti sangat shaleh” saat mereka begitu sibuk hadir di berbagai acara ormas Islam, melaksanakan shalat berjamaah, bahkan menjadi imam dengan bacaan yang boleh jadi membuat sebagian makmum merasa harus mengulang shalat mereka.
Masing-masing capres-cawapres terkesan begitu sangat serius mendengarkan aspirasi umat, untuk selanjutnya (seperti biasa) dengan lantangnya mereka berkomitmen akan memperjuangkan hak dan kepentingan umat Islam jika terpilih nanti.
Sandiwara semakin menarik ditonton, ketika sosok Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mendadak mau dibebaskan “tanpa syarat” kecuali konon semata-mata hanya didasari rasa kemanusiaan. Yang membuat terasa sangat lucu bahkan sangat menggelikan, karena rasa “kemanusiaan” tersebut anehnya tidak pernah ada selama sekian tahun dan baru muncul menjelang Pilpres.
Semakin nampak sang sutradara dan para pemeran di panggung terkesan asal tampil menarik tanpa skenario yang jelas, sehingga jalan ceritanya terkesan sangat kacau. Hal itu terbukti pada hari berikutnya Menkopolhukam Wiranto menyatakan bahwa pembebasan tersebut masih akan dikaji kembali oleh pejabat-pejabat terkait. (Republika, Selasa, 22 Januari 2019 hal 1 kol 5).
Pernyataan tersebut tentu saja membuat para penonton semakin bingung dan sulit membedakan mana di antara mereka yang pemain dan mana yang sutradara.
Kebingungan penonton semakin memuncak ketika besok harinya, Presiden Joko Widodo menarik kembali pernyataan sebelumnya soal pembebasan “tanpa syarat”, dengan menyatakan bahwa upaya pembebasan Ustadz Ba’asyir harus sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dimana salah satu “syarat”nya, Ustadz Ba’asyir harus menyatakan kesetiaan kepada NKRI dan Pancasila (Republika, Rabu, 23 Januari 2019 hal 1 kol 5).
Sampai di sini sudah bisa dipastikan sandiwara yang semula dimaksudkan untuk “Pencitraan” bisa jadi berbalik menjadi sesuatu yang menjengkelkan, yang berpotensi membuat para penonton bubar.
Sayangnya, masyarakat kita masih banyak yang mengira sandiwara atau dagelan yang digelar tersebut sesuatu yang nyata. Mereka belum sepenuhnya mampu mencerna (kendati pengalaman yang lalu harusnya sudah cukup membuktikan) bahwa semua itu hanya sekadar “Pencitraan” yang jauh panggang dari api.
Akibatnya, yang terpilih pada Pilpres nanti seperti juga yang terjadi sebelumnya, belum tentu putra terbaik bangsa. Tapi sangat mungkin hanya putra yang terbaik dalam pencitraan.
Seperti biasanya, nanti setelah dagelan politik usai, maka masyarakat tidak akan lagi menyaksikan sandiwara yang menghibur. Semua pertunjukan lebih banyak bernuansa kesedihan dan mengerikan. Bahkan tidak sedikit yang membuat sesak dada, sesak napas. Yang membuat sulit menghirup udara kebebasan bahkan kehidupan.
Semua kita tentu saja mafhum, jika masyarakat awam akan cukup sulit menentukan pilihan. Terlebih pasangan yang satu memang belum sempat manggung di panggung besar.
Namun, masyarakat harusnya bisa melihat rekam jejak masing-masing. Misalnya, apakah yang dicitrakan dan dijanjikan “doeloe” pada musim kampanye 2014 telah diwujudkan dalam kebijakan yang bersangkutan selama hampir lima tahun berkuasa?
Mudah-mudahan masyarakat, khususnya umat Islam pada 17 April nanti tidak kembali seperti membeli kucing dalam karung, atau teperdaya pada janji-janji lisan yang sulit dimintai pertanggungjawabannya nanti ketika yang bersangkutan sudah tidak lagi berada di panggung sandiwara. Tapi berada di panggung nyata untuk memimpin dua ratus sekian puluh juta rakyat.
Paslon yang berani menandatangani komitmen politik di hadapan para Ulama, setidaknya lebih layak dipertimbangkan untuk dipilih ketimbang yang sekadar pencitraan dan omong doang, bahkan bertentangan antara janji dengan kenyataan.
Sebelum menentukan pilihan, satu hal yang perlu direnungkan setiap mukmin, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallammengancam, pemimpin Muslim yang zalim kelak akan menjadi golongan manusia pertama dari umatnya yang akan masuk neraka jahannam tanpa hisab. Maka, yang harus dicamkan seorang mukmin adalah setiap kali sang pemimpin yang zalim tersebut berbuat kezaliman, yang memilihnya pasti harus ikut menanggung dosa.
Karenanya, April nanti, jangan salah pilih lagi!
-Penulis adalah Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)

Sumber : Salam Online 
Read More

Jumat, 04 Januari 2019

Sebenarnya Harta Kita Hanya 3 Hal Ini, No. 3 Banyak Yang Tidak Sadar

04 Januari 0

Sebenarnya Harta Kita Hanya 3 Hal Ini, No. 3 Banyak Yang Tidak Sadar


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGn5w6uonVMFv__110XryFV5w86SXsule5FKno24SFlTiBgo2T0vyMxd8wAt8aCbr-rAZ6Spm4ZhBLYiQ0xdK5szfyNHLZ2d5-oE1lfzQEulzTk5MWFQgx_B993HrvYGVHzXbVB85zENU/s1600/harta-karun-735x400.png
BANDARpost  Harta, suatu materi yang banyak dicari manusia. Mulai dari golongan bawah sampai golongan atas pasti mencari dan menginginkan harta. Alasannya berbagai hal, diantaranya karena harta bisa membeli segalanya, harta juga menaikkan prestise, padahal yang melakukannya bukan harta, tapi Allah swt.
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcS3wdT982a49AZ-a9C8KW3aCzT2cBZZ4ODj-RvuhDGoi4npSSuw
Berbicara tentang harta, mungkin selama ini kita menyangka bahwa harta yang menjadi milik kita adalah harta yang kita miliki. Maka banyak orang yang menjadi pelit untuk berbagi. Namun sebenarnya, harta yang kita miliki itu hanya 3, berikut ulasannya:
1. Makanan yang dimakan
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTckG4hAZVvIkmUSmww_2-IgKAlHdNx6bZYbu89m7V98rvpVwQG
Harta yang kita miliki adalah makanan yang kita makan lalu kita habiskan.
2. Apa yang dipakai
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSH0qtyauN8cjQX5D13VdLCA3SstsHXgmAxNm7l-TKwuoX-e0H8
Selanjutnya adalah apa yang kita pakai sampai rusak/usang.
3. Sedekah
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSjV-Tr7bgIHZo0l3z_qtvqfiYJxNyt8EEkFXlnF7HPcT3uh-Ui
Dan harta kita yang sebenarnya adalah harta yang kita sedekahkan. Banyak yang tidak menyadarinya, padahal apa yang kita sedekahkan itu sama dengan kita menabung harta di akhirat. Maka mulai saat ini jangan lagi pelit untuk bersedekah.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcS0C-bmrYy7ly4fCYd32dnglBZuIzOGjhH5jT2CXp-Fsmrek-5E
Itulah 3 harta kita yang sebenarnya. Di luar yang 3 itu bukanlah milik kita. Mungkin itu harta orang lain yang Allah titipkan kepada kita. Namun semua tetap akan diminta pertanggungjawabannya. Jadi sekali lagi, mulai sekarang jangan berpikir lama untuk bersedekah, karena itulah harta kita yang sebenarnya.
Semoga bermanfaat.
(Rani K Syahreza) 


Sumber: ceramah ustadz Bachtiar Nasir
Artikel ini tidak mewakili pandangan UC

Read More

Senin, 31 Desember 2018

Ini Alasan Kuat Mengapa Muslim Dilarang Merayakan Tahun Baru Masehi

31 Desember 0
Ini Alasan Kuat Mengapa Muslim Dilarang Merayakan Tahun Baru Masehi

10Berita, DI negeri kita Indonesia , umumnya kita mengacu pada kalender Masehi. Maka, tak heran jika banyak orang yang lebih tertarik pada pergantian tahun Masehi daripada Hijriyah. Ya, banyak orang Islam yang memang suka merayakan pergantin tahun Masehi. Hingga, mereka rela mengurangi waktu istirahatnya hanya untuk bersenang-senang menikmati malam pergantian tahun.
Tapi, sebagai seorang Muslim, tentu kita tahu bahwa tahun baru Masehi bukanlah dari Islam. Sedang, jika kita merayakannya, itu sama halnya kita seperti mereka –orang-orang di luar Islam—. Nah, ada alasan lain yang memang menjadi latarbelakang dilarangnya merayakan tahun baru. Apakah itu?
Pertama, pemborosan. Ya, merayakan tahun baru, khususnya dengan acara musik dan pesta kembang api serta acara sejenisnya, pastilah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini termasuk bentuk pemborosan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah membenci tiga hal pada kalian; kabar burung, membuang-buang harta, dan banyak bertanya,” (HR. Bukhari).
Baca Juga: Selamatkan Remaja Muslim dari Euforia Tahun Baru
Kedua, begadang sepanjang malam.Salah satu bentuk perayaan tahun baru yang paling umum adalah menunggu detik-detik pergantian tahun, yakni tepat pukul 00:00. Dengan demikian, orang-orang yang merayakan tahun baru, mereka begadang hingga dini hari.
Begadang yang tidak memiliki kemaslahatan merupakan salah satu hal yang dibenci oleh Rasulullah. Jika tidak ada keperluan penting, Rasulullah biasa tidur di awal malam. Nabi ﷺ membenci tidur sebelum shalat isya’ dan ngobrol setelah isya’ (HR. Bukhari).
Ketiga, meninggalkan shalat. Seringkali, karena begadang sepanjang malam dan baru tidur menjelang fajar atau pagi hari, orang yang merayakan tahun baru meninggalkan Shalat Shubuh. Bahkan, terkadang shalat Isya’ juga tidak dihiraukan karena acara perayaan sudah dimulai sejak petang. Meninggalkan shalat adalah salah satu dosa besar. Bahkan meninggalkan shalat dengan sengaja, bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran.

Keempat, menyia-nyiakan waku. Merayakan tahun baru dengan berbagai bentuk aktivitasnya, apalagi yang hura-hura, adalah termasuk menyia-nyiakan waktu. Padahal, dalam Islam, waktu sangatlah berharga. Sehingga Allah bersumpah demi waktu. Dan di akhirat nanti, seseorang juga tidak bisa beranjak dari tempatnya hingga ditanya waktunya untuk apa dihabiskan.
Imam Syafi’i membuat kesimpulan yang sangat tepat terkait dengan waktu, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”
Kelima, ikhtilath. Perayaan tahun baru umumnya tidak memisahkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Sehingga terjadilah ikhtilath yang luar biasa. Bersentuhan lawan jenis menjadi tidak terelakkan, bahkan memang disengaja.
Baca Juga: Sejarah Penetapan Awal Tahun Baru Islam
Rasulullah ﷺ, “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya,” (HR. Thabrani; shahih).
Keenam, hal-hal haram. Perayaan tahun baru dengan musik dan acara sejenis, kadang juga disertai dengan hal yang jelas-jelas haram. Misalnya minuman keras. Jika ini yang dilakukan tentu dosanya semakin banyak.
Ketujuh, terjerumus zina. Termasuk hal yang paling parah dalam perayaan tahun baru adalah terjerumus zina. Ini bukan kekhawatiran semata, karena faktanya banyak berita yang melaporkan pembelian kondom meningkat menjelang tahun baru dan paginya di tanggal 1 Januari ditemukan banyak kondom bekas di lokasi perayaan tahun baru. []

SUMBER: BERSAMA DAKWAH

Read More

Sabtu, 29 Desember 2018

Ibadah Apa Yang Harus Saya Perbanyak?

29 Desember 0

Ibadah Apa Yang Harus Saya Perbanyak? 

Referensi pihak ketiga
BANDARpost  Amal yang paling utama setelah amal-amal yang wajib ialah amal-amal sunnah. Diantara amalan-amalan sunnah yang paling utama dikerjakan seorang hamba, antara lain:
  1. Shalat Malam
Shalat-shalat sunnah merupakan amalan yang paling bagus di sisi Allah. Malam itu berharga karena kegelapannya, dan shalat di malam hari merupakan salah satu sifat dari sifat-sifat orang saleh yang telah diberi kabar gembira dengan surga yang penuh kenikmatan. Di samping itu, shalat malam juga merupakan bukti atas keunggulan akal dan iman serta kedekatan kepada Rabb semesta alam.
2. Memperbanyak Zikir
Berzikir kepada Allah adalah timbangan ketinggian derajat dan penghormatan. Ia merupakan sebaik-baik lafal yang mengalir dari lisan, dan pintu yang terbuka lebar antara seorang hamba dengan Rabb-Nya selama hamba tersebut tak menutupnya dengan kelalaiannya. Ibnul Qayyim berkata, " Sesungguhnya zikir akan menyebabkan Allah mengingatnya"
Referensi pihak ketiga
3. Membaca Al-Qur'anul Karim
Kitab yang mulia ini adalah pilar agama, sumber hikmah, mukjizat kenabian, serta cahaya pandangan dan hati. Dengan membaca dan mengamalkannya, urusan akan menjadi mulia, kemampuan akan meningkat, dan keimanan akan bertambah.
Al-Qur'an adalah dalil dan asas dari berbagai ilmu yang darinya akhlak dan adab diperoleh. Selain itu, dengan menghafal kitab Allah, hal itu akan menjaga-dengan izin Allah-seorang hamba dari berbagai kejahatan dan fitnah, serta akan membentenginya dari berbagai syubhat dan syahwat. Karena itu, bacalah Al-Qur'an dan disertai dengan pentadaburan hati.
4. Puasa Tiga Hari Pada Setiap Bulan
Rabb kita, Allah swt., disifati dengan syukur (Maha Berterima Kasih). Dia melipatgandakan amal yang sedikit dengan pahal yang banyak. Adapun umat Muhammad saw. ia adalah umat yang dimuliakan. Mereka beramal sedikit dalam umur yang pendek, tapi dibalas dengan balasan yang banyak dan bisa mengungguli umat-umat lainnya kelak di Akhirat.
Puasa tiga hari setiap bulan bagaikan puasa pada keseluruhan bulan. Dengan demikian, satu hari sama dengan sepuluh hari. Inilah bentuk kemuliaan dan kebaikan dari Allah swt.(goresan lena12) 
Salam Penulis,
Sumber : Buku berjudul " Kunci-Kunci Surga" karya Dr. Abdul Muhsin Al-Qasim.

Read More

Kamis, 27 Desember 2018

Kesaksian Penjaga Villa tentang Penghafal Quran yang Tak Tersentuh Tsunami

27 Desember 0
Kesaksian Penjaga Villa tentang Penghafal Quran yang Tak Tersentuh Tsunami




10Berita  - Para siswa penghafal Quran dari Nurul Fikri Boarding School yang selamat dari Tsunami saat menginap di Umbul Tanjung Resort masih menjadi perbincangan. Bagaimana kisahnya dari dekat? Adi, penjaga villa itu, menceritakan kisah ajaibnya.

Adi adalah salah satu saksi mata ketika tsunami tak menerjang villa yang dijaganya. Padahal villa itu berada di pesisir Pantai Anyer, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Saat kejadian, tutur Adi, tidak ada tanda-tanda berupa gempa bumi maupun surutnya air laut. Tak ada yang menyadari datangnya tsunami. Para siswa Nurul Fikri yang telah dua pekan menginap di situ pun sedang menghafal Alquran seperti biasanya.

Tiba-tiba dari luar terdengar teriakan. “Ada tsunami!”

Teriakan orang-orang itu membuat para tamu villa siaga. Namun mereka tidak keluar villa. mereka hanya melihat air di pagar belakang villa tersebut.

Anehnya, air hanya sampai depan pagar. Tak sedikit pun tsunami menyentuh halaman villa.

Gerbang yang terbuat dari besi pun utuh tak tersentuh air. Padahal, di luar pagar ada gubuk kayu yang hancur tersapu tsunami.

Adi sangat bersyukur atas keajaiban itu. Padahal di sekitar villa yang dijaganya, banyak bangunan dan warung yang tertimpa tsunami.

Saat itu, rombongan siswa Nurul Fikri menempati enam bangunan di villa yang ia jaga. Satu bangunan lagi di villa itu diisi oleh satu keluarga di luar rombongan Nurul Fikri.

Selama di villa, rombongan siswa Nurul Fikri itu sehari-harinya hanya membaca dan menghafal Al Quran. Menurut Adi, mereka hanya berhenti saat makan, sholat dan istirahat.

Ai Nur Aini, guru Nurul Fikri yang ada di lokasi saat itu, menjelaskan lebih detil. Pada saat tsunami, ada 55 santri menyaksikan kedahsyatan air yang meluluhlantakkan hotel dan rumah warga di sekitar pantai.

Sebelum tsunami, melalui lantai dua villa yang mereka tempati, terlihat anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Walaupun sempat khawatir, mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun kemudian terdengar suara gemuruh.

"Baru selesai hafalan setoran tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Awalnya dipikir hujan tapi ternyata enggak ada airnya, tiba-tiba dari belakang yang dekat ke pantai itu santri putra lari-lari (teriak) itu air, itu ada air. Kita sempat panik itu air apa," tutur Ai seperti dikutip Republika.

Tak lama kemudian, air tersebut surut begitu saja dan hanya menghantam pagar pembatas belakang villa.


sumber: tarbiyah

Read More