BANDAR post: SAVE PALESTINE

Hot

Tampilkan postingan dengan label SAVE PALESTINE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAVE PALESTINE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2018

Aksi Bela Palestina: Catat! Jumat 11 Mei Umat Islam Akan Geruduk Kedubes AS

26 April 0

Aksi Bela Palestina: Catat! Jumat 11 Mei Umat Islam Akan Geruduk Kedubes AS


10Berita, JAKARTA Koalisi Indonesia Pembela Baitul Maqdis berencana akan melakukan aksi membela Palestina di depan Kedutan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, pada Jumat 11 Mei 2018 mendatang.

Aksi yang juga akan dilakukan serentak di berbagai negara itu menuntut pelanggaran internasional yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang berencana memindahkan Kedutaannya untuk penjajah “Israel” ke Ibu kota Palestina,  Al-Quds (Yerusalem) pada pertengahan Mei nanti.

“Hampir di seuruh dunia rakyat turun dan ada juga bersama pemerintahnya,” ungkap Ketua Koalisi Indonesia Pembela Baitul Maqdis Ustadz Bachtiar Nasir di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (25/4) malam.

Sekjen Majelis Inteletual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini berharap pemerintah Indonesia nantinya mengambil bagian dalam aksi tersebut. Mengingat di beberapa negara, seperti turki, rakyat dan pemerintahnya bersatu dalam aksi membela Palestina.
“Hampir di seluruh dunia rakyat turun dan ada juga yang bersama pemerintahnya. Turki juga sudah siap bergerak. Juga negara Eropa lainnya,” ujar Pembina AQL Islamic Center tersebut.

“Ini bentuk keberpihakan rakyat Indonesia mendukung gerakan negara untuk menunjukkan kelasnya sebagai negara Muslim terbesar,” lanjut Ustadz Bachtiar.

Demonstrasi yang rencananya akan dilakukan sebelum Shalat Jumat itu, menurut Ustadz Bachtiar adalah bentuk keprihatinan rakyat Indonesia atas nasib bangsa Palestina yang sampai saat ini masih terjajah.

Dia mengatakan, pendudukan Zionis “Israel” di tanah Palestina telah membuat perdamaian antar umat beragama yang telah berlangsung lama disana menjadi hancur.

Bahkan kekacauan yang dibuat penjajah Zionis itu, ungkap Ustadz Bachtiar, bukan hanya merugikan umat Islam, namun juga umat kristiani.

“Setelah masuk Zionis ini, maka kacaulah. Bukan hanya Al-Aqsha yang dinistakan, tapi gereja juga,” ujar Ustadz Bachtiar.
Untuk lebih mengkonkretkan dalam membantu kemerdekaan bangsa Palestina, maka pada Rabu, 25 April 2018, dibentuklah Koalisi Indonesia Pembela Baitul Maqdis di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Pembentukan Koalisi dalam acara silaturahim dan pertemuan para aktivis, pemuda, mahasiswa dan Ormas Islam ini memilih Ustadz Bachtiar Nasir sebagai Ketua dan Ustadz Ahmad Syuhada sebagai Sekjen. (MNM/)

Sumber :Salam-Online

Read More

Kamis, 18 Januari 2018

Zionis Memperpanjang Penahanan Terhadap Ahed Tamimi

18 Januari 0

Zionis Memperpanjang Penahanan Terhadap Ahed Tamimi


BANDARpost – Pengadilan militer penjajah Zionis-Israel memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan Ahed Tamimi pada Rabu (17/1). Gadis berusia 16 tahun asal Palestina yang menjadi ikon perlawanan terhadap tentara Zionis-Israel itu akan mendekam di penjara hingga akhir persidangan.

Ahed disidang dengan dugaan penyerangan pada tentara Zionis-Israel di luar rumahnya. Ia ditahan setelah terekam kamera sedang menendang dan memukul tentara penjajah dalam membela tanah airnyadi Tepi Barat pada Desember 2017.

Dilansir dari Reuters, video tersebut menunjukkan Tamimi menampar dan meninju seorang tentara. Tentara Zionis-Israel yang diserang tersebut mencoba menghindar tetapi tidak melawan.

Menteri Pertahanan Zionis-Israel, Avigdor Lieberman mengapresiasi keputusan pengadilan yang menahan Tamimi. “Israel tidak mengizinkan siapapun melukai tentaranya. Siapapun yang melakukannya akan membayar harga yang mahal,” ungkap Lieberman dalam cicitannya di Twitter.

Sementara itu, pengacara Tamimi, Gaby Lasky mengatakan, pengadilan mengabaikan argumen penahanan akan merusak hak Tamimi sebagai anak di bawah umur dan menyimpulkan Tamimi bisa menjadi bahaya apabila dibebaskan dengan jaminan.

“Mereka memutuskan masa percobaannya akan diawali pada 21 Januari 2018. Meskipun ia masih 16 tahun, pengadilan meyakini bahwa dakwaan atas Tamimi cukup untuk membuatnya berada dalam masa penahanan sampai akhir masa percobaan,” tutur Lasky pada wartawan.

Orang dewasa yang bersalah menyerang tentara bisa dipenjara sampai 10 tahun. Akan tetapi, hukuman tersebut tidak berlaku untuk anak di bawah umur.

Ayah Tamimi yang merupakan salah satu aktivis Palestina yang terkemuka, membuat nama anaknya menjadi besar pada dua tahun yang lalu, ketika Tamimi terekam sedang menggigit tentara yang mencoba menahan adik laki-lakinya. (kk/rol)

Sumber : rol, Eramuslim

Read More

Penjajah Zionis Larang Pembangunan Masjid Al-Aqsha, Apa Haknya?

18 Januari 0

Penjajah Zionis Larang Pembangunan Masjid Al-Aqsha, Apa Haknya?

Penjajah Zionis memperingatkan untuk tidak melakukan pekerjaan renovasi di Masjid Al-Aqsha, kata pejabat setempat.


Kawasan Masjid Al-Aqsha. (Foto: Firat Eshat Firat/Anadolu Agency)

BANDARpost, AL-QUDS  Penjajah Zionis telah memperingatkan pejabat di Masjid Al-Aqsha, Al-Quds (Yerusalem), Palestina, untuk tidak melakukan pekerjaan restorasi di dalam flashpoint komplek Masjid Al-Aqsha, kata seorang pejabat Palestina pada Selasa (16/1/18), demikian kantor berita Anadolu Agency melaporkan.

“Polisi ‘Israel’ memaksakan kehendak mereka ke kantor komite rekonstruksi Al-Aqsha dan memperingatkan para insinyur untuk tidak melakukan pekerjaan mosaik atau mengembalikan langit-langit kayu Dome of the Rock,” kata Firas al-Dib, juru bicara untuk Wakaf Keagamaan Yordan yang dikelola Yordania (Awqaf) kepada Anadolu Agency.

“Polisi (penjajah) juga melarang melakukan rekonstitusi di Masjid Al-Qibli dan Marwani (keduanya terletak di komplek Al-Aqsa),” ujarnya.

“Mereka bahkan mengancam direktur rekonstruksi dengan penahanan jika ada pekerjaan tambahan yang dilakukan,” ujar al-Dib menambahkan.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha adalah situs suci ketiga di dunia setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Saudi Arabia. Sementara orang-orang Yahudi, mengklaim kawasan itu sebagai “Bukit Bait Suci” dan situs kuil Yahudi di zaman kuno.

Penjajah Zionis “Israel” merampas dan menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada selama Perang Timur Tengah pada 1967. “Israel” kemudian juga mencaplok seluruh kota pada 1980. Secara sepihak Zionis “Israel” mengklaim dan memproklamirkannya sebagai ibu kota “Negara Yahudi”.

Lantas, apa hak penjajah itu melarang-larang pembangunan Masjid Al-Aqsha? (MNM/)

Sumber: Anadolu Agency, Salam-Online

Read More

Sabtu, 13 Januari 2018

Khatib Al-Aqsha: Sekuat Apapun Musuh, Pertolongan Allah Selalu ada untuk Al-Quds

13 Januari 0

Khatib Al-Aqsha: Sekuat Apapun Musuh, Pertolongan Allah Selalu ada untuk Al-Quds


Foto: PIC

BANDARpost, Syeikh Yusuf menambahkan bahwa konspirasi  yang mengincar Palestina tak luput dari sunnah Allah. Dan semua kezaliman yang menimpa justru akan memperkuat komitmen umat untuk memenangkan agama Allah, PIC melaporkan pada Jumat (12/1/2018).

“Palestina dan tempat sucinya adalah milik umat, Baitul Maqdis merupakan tempat Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan akan tetap seperti itu, sampai Allah mewariskan kepada siapa yang dikehendakinya,” ungkap Syeikh Yusuf.

Khatib mengutuk deklarasi Amerika terkait al-Quds dan lainnya, serta menegaskan deklarasi tersebut tidak sah dan sangat zalim.

Seruan untuk menguatkan soliditas dan menghilangkan permusuhan internal disampaikan Syeikh Yusuf dalam khutbahnya, beliau mengatakan, “Jadilah kalian seumpama satu tangan.”

Sekitar 40 ribu kaum muslimin dari al-Quds dan wilayah Palestina lainnya menunaikan shalat Jumat di kawasan Masjidil Aqsha. Puluhan ribu Muslim shalat Jumat di tengah prosedur keamanan super ketat Israel di gerbang kota al-Quds dan gerbang al-Aqsha. Tentara Israel memeriksa identitas kaum Muslimin yang hendak shalat, terutama para pemudanya. []

Sumber :Islampos 

Read More

Senin, 08 Januari 2018

Warga Palestina Protes Patriark Ortodoks Yunani karena Jual Tanah Gereja ke Penjajah Zionis

08 Januari 0

Warga Palestina Protes Patriark Ortodoks Yunani karena Jual Tanah Gereja ke Penjajah Zionis


Warga Palestina bangkit melawan Patriark Ortodoks Yunani karena jual tanah gereja ke penjajah Zionis

BANDARpost, AL-QUDS  Protes meledak di Bethlehem pada Sabtu (6/1/18) saat warga Palestina bersatu melawan Patriark Ortodoks Yunani yang terungkap menjual tanah gereja kepada penjajah Zionis

Demonstran yang marah melemparkan telur dan menyerang konvoi Theophilos III saat menuju Bethlehem’s Manger Square di Tepi Barat yang diduduki.

Patriark mengunjungi Gereja Kelahiran Yesus untuk pelayanan yang menandai Malam Natal Ortodoks. Banyak orang Kristen Ortodoks merayakan kelahiran Yesus Kristus pada 7 Januari.

Patriark menjadi pusat kemarahan publik setelah laporan berita baru-baru ini menyebut pemimpin gereja tersebut terlibat dalam penjualan properti hunian ke luar negeri. Properti tersebut kemungkinan berada di tangan bisnis “Israel”.

Kelompok pemukim, Ateret Cohanim, telah bekerja selama puluhan tahun untuk mengusir orang-orang Palestina dari rumah dan toko mereka di kota tersebut, termasuk di sekitar tempat-tempat suci yang penting seperti komplek Masjid Al-Aqsha.

Dilansir dari Aljazeera, Ahad (7/1), perwakilan Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem menolak tuduhan yang dilaporkan tersebut.

“Kami tidak seperti yang mereka klaim, menjual tanah kami ke pendudukan ‘Israel’,” kata Pastur Issa Musleh.

“Itu adalah kesepakatan lama yang ingin diperbaiki oleh patriark dan klarifikasi, karena semua kesepakatan lama itu merugikan hak patriarkat dan kongregasinya.”

Dari Bethlehem, Aljazeera menggambarkan adegan unjuk rasa Sabtu kemarin sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya” dan “dramatis”.

“Ada demonstrasi sebelumnya, tapi tidak pada tingkat ini. Ada telur yang dilemparkan ke konvoi. Orang-orang (demonstran) duduk di tengah jalan. Ini benar-benar menggarisbawahi betapa marahnya orang-orang Palestina tentang laporan ini,” lapor wartawan Aljazeera di Bethlehem, Mohammed Jamjoom

Gereja Ortodoks merupakan pemilik tanah terbesar kedua di Yerusalem Timur. Dan banyak orang Palestina menganggap penjualan tanah Yerusalem Timur kepada penjajah Zionis “Israel” akan membahayakan masa depan kota itu sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Penjualan tanah telah memicu sebuah kampanye yang lebih luas yang menuntut diakhirinya dominasi gereja oleh pendeta kelahiran Yunani.

Protes terakhir telah meminta ulama Palestina untuk mengambil alih patriarkat tersebut.

“Tuntutan kami jelas dan sederhana,” kata anggota Dewan Pusat Ortodoks, Aghlab Khoury kepada Aljazeera saat demonstrasi di Bethlehem.

“Kami ingin patriark mengundurkan diri, kami ingin mereformasi patriarkat, menetapkan komite hukum untuk mengevaluasi situasi di patriarkat, dan menilai properti yang ada,” tegasnya.

Protes tersebut terjadi satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Zionis “Israel”.

Keputusan sepihak tersebut menyebabkan demonstrasi besar-besaran di wilayah Palestina yang diduduki. Unjuk rasa juga untuk mendukung Palestina pun meluas ke nagara-negara Arab dan dunia Islam bahkan Eropa dan Amerika sendiri.

Mayoritas anggota PBB juga menolak keputusan AS tersebut. Hasil resolusi Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017 lalu menyatakan bahwa Keputusan AS  terkait Yerusalem “batal demi hukum”. (S)

Sumber: Aljazeera,  Salam Online.

Read More

Jumat, 29 Desember 2017

Persatuan Umat Islam Selamatkan Palestina

29 Desember 0

Persatuan Umat Islam Selamatkan Palestina


BANDARpost, Palestina memanas,  gelombang protes terjadi di penjuru dunia. Hal ini terjadi setelah Donald Trump presiden AS mengumumkan kota Yerusalem sebagai ibukota negara Israel.

YERUSALEM KOTA PENTING UMAT ISLAM

Yerusalem atau dalam bahasa arab dikenal dengan Al-Qudz adalah kota yang masuk dalam wilayah syam, sekarang masuk wilayah palestina setelah syam dibagi menjadi 4 negara. Yerusalem adalah kota yang mempunyai sejarah sangat penting bagi umat islam. Di kota ini, sejumlah Nabi dan Rasul diutus dan diberikan wahyu.

Al-Qudz adalah kota suci ketiga bagi umat islam setelah makkah dan madinah. Disana terdapat masjid Al-Aqsha, tempat dimana Rasulullah SAW melakukan Isra' Mi'roj. Peristiwa tersebut menjadi mukjizat Rasulullah SAW yang menggemparkan kaum quraisy waktu itu. Masjid Al-aqsha juga  merupakan kiblat pertama umat islam. Sejak peristiwa isra' Mi'raj, umat islam sholat menghadap masjid Al-Aqsha hingga 16-17 bulan setelah hijrahnya Radulullah. Setelah itu Allah SWT memerintahkan kiblat umat islam beralih ke ka'bah.

Masjid Al-Aqsha adalah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan untuk melakukan safar menuju kearahnya dan sholat didalamnya akan memperoleh pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda :"Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar untuk mengejar pahala ibadah) kecuali menuju tiga masjid : masjid Al-Haram, masjid Rasulullah SAW dan masjid Al-Aqsha."(mutafaq 'alaih).

PERJUANGAN UMAT ISLAM

Yerusalem atau Al-Qudz dulu adalah wilayah jajahan kekaisaran kristen Byzantium Romawi. Dengan terus berkembangnya islam dan semangat keimanan kaum muslimin untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT, maka pada tahun 637 M umat islam mengarahkan jihadnya menuju gerbang Al-Qudz.

Setelah pengepungan 6 bulan dalam perang Yarmuk di bawah pimpinan kholifah Umar bin Khattab, umat islam berhasil menguasai AL-Qudz. Pimpinan gereja kristen Patriach Sophoronius menyerahkan sendiri kunci kota Al-Qudz kepada kholifah Umar bin Khattab dengan jaminan perlindungan.

Sejak ditaklukkan umat islam, kota Al-Qudz menjadi bagian penting bagi kekhilafahan islam. Penduduknya hidup dalam kebaikan, hidup rukun berdampingan walaupun berbeda agama.

Pada tahun 1099 M kota Al-Qudz jatuh ke tangan tentara salib pimpinan panglima Raymof. Akan tetapi, umat islam tidak tinggal diam, mereka terus berjuang melakukan perlawanan untuk merebut kembali Al-Qudz. Setelah Al-Qudz dikuasai tentara salib selama 91 tahun, akhirnya lahir generasi terbaik umat islam yakni Shalahudin Al-Ayyubi yang berhasil menaklukkan kembali Al-Qudz pada tahun 28 Rajab 583 M / 2 Oktober 1187 M.

PALESTINA KINI

Palestina saat ini sedang bergejolak. Gejolak ini berawal dari berhasilnya kaum zionis israel mendirikan negara israel pada tahun 1948 M di tanah palestina. Keberhasilan ini merupakan persengkongkolan jahat antara zionis israel dengan AS dan Eropa. Sebelum berdiri negara israel, pada tahun 1917 perdana menteri inggris telah menyepakati perjanjia Balfour. Yang isinya inggris menyetujui berdirinya satu negara yahudi di tanah palestina. Kemudian sebelum berdirinya negara israel, PBB telah membagi wilayah pelestina menjadi dua. Dimana kaum yahudi menguasai lebih dari separuh wilayah palestina. Padahal penduduk yahudi jumlahnya tidak ada separuhnya dari penduduk palestina.

Persengkongkolan jahat juga diperlihatkan oleh penguasa negeri negeri muslim. Pada tahun 1967 terjadi perang 6 hari, dimana kaum zionis israel menjadi pemenang karena penguasa negeri negeri muslim telah bersekongkol dengan mereka. Akibat peristiwa tersebut, ratusan ribu penduduk pelestina terusir dari negerinya. 

Pendudukan Israel terus berlangsung, mereka mencaplok wilayah palestina, merampok harta dan merenggut kehormatan kaum muslim. Ini terus terjadi, karena diamnya negeri negeri muslim serta dukungan dari negara kafir terutama AS. Hingga kemudian presiden AS berani mengakui bahwa yerusalem menjadi ibukota negara Israel. Padahal yerusalem adalah wilayah konflik dan merupakan ibukota palestina.

Pengakuan yerusalem sebagai ibukota negara israel ini ternyata bukan semata mata dari negara kafir. Arab saudi telah membuat proposal untuk mengganti ibukota palestina dengan Abu Dis sebuah kota kecil di dekat yerulem timur. AS sendiri telah mengakui bahwa apa yang dilakukannya sudah dikonsultasikan dengan negara negara muslim.

PENYELESAIAN KONFLIK PALESTINA

Tanah palestina adalah warisan kaum muslimin. Tanah ini telah diperjuangkan umat islam dengan tetesan darah mereka. Maka sudah sepantasnya umat islam terus berjuang untuk mempertahankannya.

Apa yang terjadi di palestina saat ini, bukanlah isu kemanusiaan atau sebatas konflik zionis yahudi dengan penduduk palestina saja. Seperti apa yang dikatakan oleh syeikh Ahmad Yasin pencetus intifadhah pertama bahwa perang di palestina adalah kewajiban umat islam seluruh dunia, karena ini menyangkut kehormatan umat islam. Dengan pendudukan kaum zionis di palestina sesungguhnya telah merampok warisan penting umat islam.

Menggantungkan penyelesaian pafa resolusi PBB tidaklah menyelesaikan masalah. Karena entitas yahudi sampai saat ini masih eksis justru karena perlindungan PBB. Berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan zionis israel tidak pernah mendapatkan sanksi dari hukum internasional. Bahkan bisa dikatakan bahwa Israel adalah negara yang kebal hukum.

Memberikan bantuan kemanusiaan seperti mengirim makanan, obat-obatan, atau relawan saja tidak cukup. Ibarat rumah yang kemalingan, itu hanya mengobati  dan memberi makan pada penghuninya saja. Sedangkan malingnya tetap dibiarkan di dalam rumah, mengoyak isi rumah.

Jalan satu-satunya untuk menyelesaikan konflik adalah dengan mengusir penjajah israel dari seluruh bumi palestina. Hal ini, perlu adanya persatuan dan kesatuan dari umat islam seluruh dunia. Mengingat bahwa negara zionis israel berdiri atas dukungan negara kafir dan antek-anteknya.

Persatuan dan kesatuan umat islam mutlak dilakukan. Akan tetapi dengan kondisi umat yang terpecah belah menjadi negara bangsa akan sulit dilakukan. Maka jalan satu-satunya adalah menyadarkan umat islam akan pentingnya ukhuwah islamiyah yang sejati. Yakni menyatukan mereka dalam satu kesatuan institusi Daulah Khilafah. Karena dalam daulah khilafah sekat nasinalisme akan hilang.

Umat islam tidak akan membiarkan saudaranya berjuang sendiri. Komando jihad seorang khalifah akan mampu memberangkatkan tentara muslim seluruh dunia mengusir zionis israel dari bumi palestina. Wallahua'lam. [syahid/]

Kiriman Nana Munandhirah, Pengajar

Sumber : voa-islam.com

Read More

Kamis, 28 Desember 2017

5 Alasan Kenapa Masjid Al Aqsha Penting Bagi Umat Islam

28 Desember 0

5 Alasan Kenapa Masjid Al Aqsha Penting Bagi Umat Islam


BANDARpost – Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat ibadah penting bagi umat Islam. Lokasi yang berada di kota Al Quds membuat Masjid ini menjadi tidak aman lantaran kota tersebut menjadi incaran Zionis Israel.

Umat muslim di Palestina pun terus berusaha menjaga dan mempertahankan masjid Al Aqsa dari keserakahan Israel. Untuk mengetahui betapa pentingnya masjid Al Aqsa bagi umat Islam, berikut 5 alasannya yang dikutip dari Aboutislam.

1. Sejarah Isra Mi’raj

Masjid Al Aqsa menjadi salah satu tempat yang mulia karena terlibat dalam kisah perjalanan Isra Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ. Pada peristiwa Isra’ Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di kota Makkah ke Masjidil Aqsha di Al Quds.

Kemudian dilanjutkan dengan Miraj yang merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ke tujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk berziarah

Rasulullah ﷺ secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk berziarah ke masjid Al-Aqsa. Nabi berkata tentang anjuran untuk berziarah ke Masjid Al-Aqsha dalam hadits.

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ

Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjidilharam (di Makkah), dan Masjidku (Masjid Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

3. Bangunan kedua di bumi

Dalam sebuah hadits disebutkan, masjid Al Aqsa merupakan bangunan kedua yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ke bumi.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

Artinya : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

Bangunan masjid Al Aqsa sudah ada sejak zaman nabi Adam AS, kemudian sempat mengalami kerusakan. Lalu, pada zaman Nabi Ibrahim AS, ia sempat salat di area masjid. Kemudian barulah para keturunan Nabi Ibrahim AS membangun kembali pondasi masjid, yaitu Ya’qub, Nabi Daud, dan Nabi Sulaiman.

4. Kiblat pertama umat Islam

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.” (H.R. Bukhari).

Ayat di dalam Surah Al-Baqarah yang dimaksud adalah ayat 144 yaitu :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 144).

5. Besarnya pahala shalat di masjid Al Aqsa

Keutamaan salat di Masjid Al-Aqsha terkandung dalam hadits, bahwa lebih utama 500 kali dibandingkan salat di masjid lain berasal dari Abu Dzar, yaitu :

Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda). (Ram)

Sumber : Eramuslim

Read More

Mempertahankan Tanah Kita Palestina

28 Desember 0

Mempertahankan Tanah Kita Palestina



Oleh: Ummu Naflah

(Barisan Emak-emak Militan, tinggal di Tangerang)

”Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika suatu saat kekhilafahan Turki Utsmani runtuh, kemungkinan besar mereka akan bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.” -Sultan Abdul Hamid II-

Perkataan yang berani tersebut diucapkan Sultan Abdul Hamid II kepada Theodore Hertzl, utusan Zionis Yahudi ketika meminta tanah Al-Quds untuk kaum Yahudi kepada khalifah terakhir kaum muslimin tersebut. Theodore Hertzl tidaklah datang dengan tangan kosong. Disodorkannya uang sebesar 150 juta poudsterling khusus untuk pribadi sultan, melunasi semua hutang pemerintah Utsmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling, membangun kapal induk untuk pemerintah dengan biaya 120 juta frank, memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga, serta membangun Universitas Utsmaniyyah di Palestina. (Muhammad Harb, Catatan Harian Abdul Hamid II).

Harta yang tak sedikit nilainya tersebut untuk menyuap Sultan Abdul Hamid II agar sultan mau menyerahkan Al-Quds kepada Yahudi. Tapi sultan tetap bergeming dengan pendiriannya bahwa Al-Quds adalah tanah milik kaum muslimin. Harta dunia pun tak ada artinya dihadapan sultan. Menjaga dan mempertahankan Al-Quds adalah amanah yang harus diemban dipundaknya sebagai seorang khalifah.

Padahal di satu sisi Daulah Utsmaniyyah sedang dalam kondisi yang paling lemah. Kekalahan akibat Perang Dunia I, telah membuat negara jatuh dalam kebangkrutan. Sekularisasi dan pemberontakan yang dilakukan oleh Mustafa Kemal lewat Turki Muda-nya telah berhasil menyuntikan benih-benih nasionalisme di seluruh wilayah daulah, yang mengakibatkan terlepasnya satu demi satu wilayah daulah. Melihat kondisi negara yang demikian lemah tak menyurutkan keberanian Sultan Abdul Hamid II melindungi tanah suci Al-Quds dengan kekuatannya yang terakhir.

Seharusnya begitulah sikap seorang muslim, mempertahankan Palestina sampai titik darah penghabisan. Apalagi pasca arogansi Trump mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibukota Israel, serta memerintahkan dimulainya pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota bersejarah tersebut ( tirto.id, 7/12 ).

Trump telah memicu kemarahan seluruh kaum muslimin di dunia. Kecaman pun datang dari berbagai pihak terutama dari dunia Islam menanggapi aksi nekat Trump. Berbagai diplomasi negara pun dilakukan untuk “membujuk” Si Donald mengurungkan rencananya. Pertanyaan kita sekarang solusikah mempertahankan Palestina dengan hanya mengecam?

Palestina adalah warisan kaum muslimin. Menjadi kewajiban seluruh kaum muslimin untuk menjaga dan mempertahankannya. Sejarah mencatat sejak masa Umar bin Khaththab sampai Shalahuddin Al-Ayubi, Palestina dipertahankan oleh kaum muslimin dengan kekuatan militernya. Karena itu menghentikan konflik yang terjadi di Palestina baik saat ini mau pun di masa datang adalah dengan mengakhiri segala bentuk penjajahan dan mengusir hegemoni Zionis Israel atas Palestina. Bukan dengan dengan mengambil solusi yang ditawarkan oleh PBB yang merupakan boneka buatan AS dan sekutunya.

Namun faktanya potensi kekuatan militer kaum muslimin yang demikian besar harus terkotak-kotak dalam negara bangsa, yang dipimpin oleh penguasa yang belum memiliki visi dan misi yang sama dalam membebaskan Palestina dari tirani Israel. Pandangan yang sama dalam menyelesaikan konflik Palestina tidak akan diperoleh tanpa satu kepemimpinan yang sama. Disinilah letak urgensi institusi khilafah sebagai sebuah solusi.

Karena itu pentingnya  kesadaran umat bahwa hanya khilafah satu-satunya institusi yang mampu menyatukan visi dan misi serta menghimpun kekuatan militer yang ada di dunia Islam untuk mengakhiri segala konflik yang terjadi baik di Palestina mau pun di negeri-negeri Islam lainnya.

Tentunya dengan komando jihad yang diserukan oleh seorang khalifah untuk melindungi darah, jiwa, raga dan harta seluruh manusia, apa pun agama, golongan, ras mau pun sukunya. Satu-satunya institusi yang menjaga kehormatan dan kemuliaan kaum muslimin dan Islam. Wallahu’alam bishshawwab. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

Read More

Rabu, 27 Desember 2017

Bagaimana Mungkin Meninggalkan Palestina Sendirian?

27 Desember 0

Bagaimana Mungkin Meninggalkan Palestina Sendirian?

BANDARpost , JAKARTA -- Usai Perang Dunia II, banyak bangsa di Asia dan Afrika merdeka dari jeratan kolonialisme. Mayoritas mereka menerapkan nasionalisme agar setara dengan mantan penjajahnya sebagai warga dunia yang demokratis.

Menurut mantan wakil menlu Dino Patti Djalal, hingga awal abad ke-21 sebanyak 193 negara sudah diakui kemerdekaannya.Namun, hanya Palestina yang masih harus berjuang melawan kolonialisme warisan abad silam. Mantan dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) itu memandang, status Palestina yang demikian menjadi tanggung jawab bersama dunia internasional (Republika, 15/12/2017).

Bagaimana mungkin meninggalkan Palestina sendirian?

Terlebih bagi kita umat Islam. Di sanalah letak tanah suci ketiga setelah Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, yakni Masjid al-Aqsha atau Yerusalem. Kota tersebut pernah mengalami masa yang relatif damai, umpamanya pada zaman Khalifah Umar bin Khaththab (579-644)atau Sultan Shalahuddin al-Ayyubi (1138- 1193). Umat Islam, Kristen, maupun Yahudi dapat memasuki Yerusalem secara leluasa.Namun, saat ini Israel menduduki sebagian besar Yerusalem dan dengan pongah membatasi hak umat Islam untuk beribadah dengan tenang di sana.

Sejarah konflik modern antara Palestina dan Israel dapat dilacak sejak kedatangan gelombang awal imigran Yahudi ke Palestina (aliyah) pada 1882. Aliyah pertama ini pada mulanya diikuti orang-orang Yahudi yang hendak mencari peruntungan di Yerusalem.

Kesempatan ini terlaksana berkat kebijakan inklusif Kesultanan Utsmaniyah yang menguasai wilayah Palestina saat itu. Sultan mengizinkan komunitas Yahudi untuk bermukim dan bekerja di Palestina melalui suatu kebijakan pada 1816. Dampaknya, populasi Yahudi cenderung meningkat. Jumlah imigran Yahudi dalam aliyah pertama ditaksir tidak lebih dari 35 ribu jiwa. Mayoritasnya berasal dari Eropa Timur dan Yaman.

Jumlah tersebut mengalami pasang surut. Namun, seiring dengan melemahnya Kesultanan Utsmaniyah pada 1917, populasi Yahudi di Palestina membengkak hingga 512 ribu jiwa. Mereka tidak sekadar men cari penghidupan yang layak, melainkan juga membawa ideologi zionisme politik yang bertendensi penjajah.

Sumber :Republika.co.id 

Read More

Sabtu, 23 Desember 2017

Melly Goeslow: Saya jadi Malu Sendiri

23 Desember 0

Melly Goeslow: Saya jadi Malu Sendiri

BANDARpostJAKARTA - Melly Goeslaw merasa terpanggil untuk terjun langsung menyalurkan bantuan kepada para pengungsi Palestina di daerah perbatasan.

Istri Anto Hoed itu berangkat pada Minggu (17/12) bersama tim Sahabat Palestina Memanggil, Qupro Indonesia, dan para duta kemanusiaan lainnya.

Melly berada di sana selama sepekan dan berencana kembali tanah air pada Minggu (24/12) besok.

Keinginan untuk mengunjungi pengungsi Palestina itu muncul sejak beberapa tahun silam. Selama lima tahun terakhir, dia aktif dalam kegiatan-kegiatan Qupro Indonesia. Namun, proses untuk bisa ke Palestina tidak mudah.

”Tahun ini rezeki banget buat saya, bisa datang dan menyaksikan langsung keadaan di sini,” ungkap Melly ketika dihubungi beberapa hari lalu.

Mereka mengunjungi kamp pengungsian Kilis dan rumah-rumah pengungsian yang dipinjamkan masyarakat lokal untuk para pengungsi yang berhasil keluar dari Palestina dan Suriah. Selain dalam bentuk uang, donasi berupa alat penghangat, selimut, kasur, makanan sejenis sembako, dan obat-obatan.

Perjalanan untuk kemanusiaan itu benar-benar punya makna mendalam bagi Melly.

”Sekuat tenaga menahan air mata supaya tidak tumpah. Kami harus ingat tujuan kami ke sini untuk menghibur dan berusaha menghilangkan trauma mereka, terutama anak-anak,” papar ibu dua putra tersebut.

Sumber : jpnn.com

Read More