Cuitan Miring Akan Gerus Elektabikitas Ridwan Kamil
BANDARpost , Bandung - Belum lama ini, publik dikagetkan cuitan nyeleneh Ridwan Kamil. Dalam cuitannya itu, Calon Gubernur Jabar tersebut menyoroti negatif para pemimpin negara, FPI, dan kondisi sosial lainnya.
Ridwan Kamil pun mengakuinya. Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan telah bertransformasi lebih baik, publik bereaksi banyak. Diduga kondisi ini akan berpengaruh besar pada elektabilitas pasangan Ridan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) pada Pilgub Jabar 2018 nanti.
Menurut Peneliti Toni Toharudin, jejak digital tidak akan hilang dalam dunia politik. Setiap langkah politikus akan terekam, khususnya sesuatu yang tidak bagus atau sasaran tembak lawan politik.
"Dokumen digital ini sangat mempengaruhi elektabilitas. Ridwan Kamil harus menerima kondisi itu," kata Toni saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (28/4/2018).
Sebagai orang yang pernah berkecimpung dalam dunia survey pemilihan kepala daerah, Toni menyebutkan, kasus cuitan nakal Ridwan Kamil harus ditinjau pengaruhnya terhadap elektabilitas Rindu. Pasalnya, cuitan tersebut menembak sejumlah tokoh yang memiliki loyakis dan simpatisan tersendiri.
"Memang pada saat bercuit, posisi dia (Ridwan Kamil) sedang tdk berpolitik. Counter terhadap masalah itu sudah tepat. Sulit menggambarkan secara angka. Namun yang pasti loyalis Ridwan Kamil tidak akan terpengaruh," jelasnya.
Mantan Kepala Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika Universitas Padjajaran (Unpad) ini menyarankan Ridwan Kamil konsentrasi kepada strategi dan program kerjanya.
"Realitas yang dikerjakan Ridwan Kamil harus diterapkan secara positif," ujarnya.
Pengamat Politik Unpad Muradi menyatakan, Ridwan Kamil harus bisa mdmbuktikan sikapnya tidak seperti saat membuat cuitan nakal. Pasalnya pembuktian tersebut menyangkut komitmen kepada publik.
"Dalam durasi tertentu, sikap Ridwan Kamil sekarang akan jadi kontrak politik baru. Belajar dari pemimpin tidak bisa seenaknya menjustifikasi seseorang. Orang akan meng-capture sikap dia," jelasnya.
Muradi justru memperingatkan Ridwan Kamil soal pihak lain yang dikhawatirkan akan menggoreng isu ini. Kalau terus diletupkan, elektabilitas pasangan Rindu akan terjun bebas.
"Keberadaan yang dia sampaikan soal isu, masih normatif. Kalau digoreng akan berpengaruh. Tetapi gak perlu dicounter. Fokus bekerja. Publik tinggal menilai," kata Muradi.
Ridwan Kamil sendiri dalam keterangan tertulisnya menuturkan, twit-twit masa lalu dirinya memang banyak yang emosional. Sehingga tidak kontekstual dijadikan referensi hari ini.
"Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin," jelasnya.
Jika melihat ke belakang sebelum jadi pemimpin masyarakat di Bandung di 2013, lanjut dia, tentulah banyak cela dan aib saya sebagai manusia biasa.
"Sekarang dan masa depan Insya Allah harus jadi manusia penuh pertaubatan dan keteladanan. Sekali lagi maaf lahir batin," pungkasnya. [gin]
Sumber : INILAH.COM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar