Fahri Ultimatum Presiden PKS, Warganet: Manuver Abang Menyulitkan Perjuangan Kaum Muslimin
BANDARpost, Fahri Hamzah semakin membabi buta menyerang pimpinan PKS. Bahkan di akun twitternya, Sabtu (3/3) lalu, Fahri memberikan tenggat waktu kepada Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman untuk mundur. Tak disangka, reaksi warganet justru menyerang balik Fahri.
Dalam cuitannya di @Fahrihamzah, wakil Ketua DPR itu menulis:
Saya kasi waktu @msi_sohibuliman sampai Senin untuk mengundurkan diri. Semoga partai bisa selamat dan rekonsiliasi. Mari kira doakan PKS agar #MundurlahMSI demi kemenangan dalam pemilu 2019. #SavePKS#BismillahMSImundur
Kicauan Fahri yang telah dipecat oleh PKS itu menuai komentar negatif dari pengikutnya. Seorang warganet bahkan secara gamblang mengatakan bahwa manuver Fahri hanya menyulitkan perjuangan umat Islam.
@marimar_auw: Sadar bang. Menuver abang menyulitkan perjuangan kaum muslimin. @Fahrihamzah
Lalu ada pula yang berpendapat soal status Fahri di PKS.
@ansyArch: ente siapa bos @Fahrihamzah? kader bukan malah suruh2 mundur 😀 mundur pun MSI misalnya, ga serta merta juga kayaknya ente diterima lagi di mantan partai ente wkwkwkk
Pemecatan Fahri dimulai saat PKS dengan hendak merotasinya dari posisi Wakil Ketua DPR. Mohamad Sohibul Iman meminta Fahri dalam kapasitasnya sebagai pimpinan tertinggi partai pada Oktober 2015 untuk mundur.
“(Saya katakan) Fahri, setelah saya lihat, antum ini ternyata tidak cocok sebagai etalase tertinggi PKS.' Etalase tertinggi PKS hari ini kan pimpinan DPR, karena menteri nggak punya kan. Kayaknya antum ini cocoknya di alat kelengkapan yang lain.' Sudah kita sediakan di BKSAP. Ini bulan Oktober tanggal 20,” ujar Sohibul.
Saat itu, menurut Sohibul, Fahri mengiyakan dan bersedia mematuhi keputusan partai. Hanya, Fahri meminta tidak langsung dicopot dari kursi pimpinan DPR karena masih memiliki tugas muhibah ke luar negeri yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Namun dalam perjalanannya, Fahri bukan hanya tak mau mundur tapi juga melawan partai.
Sumber : Ngelmu.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar