BANDAR post: PASUTRI

Hot

Tampilkan postingan dengan label PASUTRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PASUTRI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2018

Ini Alasannya Mengapa Suami-Istri Tak Boleh Tinggalkan Jima’

07 September 0

Ini Alasannya Mengapa Suami-Istri Tak Boleh Tinggalkan Jima’

BANDARpost, SEORANG Muslim hendaknya tidak meninggalkan berhubungan suami istri . Sebagaimana sumur, apabila airnya tidak diambil, maka airnya akan sirna/lenyap dengan sendirinya.

Muhammad bin Zakariya berkata: “Barangsiapa meninggalkan hubungan dalam jangka waktu yang sangat lama, kekuatan otot-ototnya akan melemah, salurannya akan tersumbat, dan organ intimnya akan mengerut.”

la mengatakan: “Aku menjumpai sekelompok orang meninggalkan perkara ini dalam rangka menjalankan taqasysyuf (kehidupan yang meninggalkan kesenangan duniawi seperti hubungan suami istri yang merupakan kesenangan duniawi yang tertinggi). Maka dinginlah badan-badan mereka, gerakan mereka menjadi sulit/lamban, dan pada mereka akan muncul rasa sedih tanpa sebab, dan pada akhirnya melemahlah syahwat mereka.”

Dan di antara manfaat hubungan adalah:

1. Tertunduknya pandangan.
2. Menahan diri.
3. Kemampuan untuk menjaga kehormatan dari perkara yang diharamkan.

Dan perkara di atas juga didapati oleh wanita. Maka berhubungan itu bermanfaat bagi dirinya di dunia dan akhirat, dan bermanfaat pula bagi wanita. Oleh karena itu Rasulullah صلي الله عليه وسلم sangatlah menyukai perkara ini, sebagaimana dalam sabdanya:

حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيْبُ

“Dijadikan kecintaan bagiku dari dunia kalian: para wanita dan wewangian.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (3/128,199,285), An-Nasai (7/61) dalam ‘Isyratun Nisa’, Bab: Hubbun Nisa’, dari hadits Anas bin Malik, dan sanadnya hasan, dishahihkan oleh Al-Hakim).

Dan dalam Az-Zuhd karya Al-lmam Ahmad, di dalam hadits tersebut ada sedikit tambahan, yaitu:

أَصْبِرَ عَنِ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ وَلاَ أَصْبِرُ عَنْهُنَّ

“Aku bisa sabar dari makan dan minum, akan tetapi aku tidak bisa sabar dari mereka (para wanita).”

Dan beliau menganjurkan umatnya untuk menikah melalui sabdanya:

تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ

“Menikahlah kalian, sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat. ” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan lafadz ini di dalam Syu’abul Iman dari hadits Abu Umamah. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud (2050) dan An-Nasa’i (6/65j66) dari hadits Ma’qil bin Yasar secara marfu’ dengan lafadz (yang artinya): “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat.” Sanadnya hasan. Dan hadits ini mempunyai syahid dari hadits Anas bin Malik, diriwayatkan oleh Ahmad (3/158,245) dan sanadnya hasan, dan dishahihkan oleh lbnu Hibban (1228). []

 

Sumber : Islampos.

Read More

Jumat, 24 Agustus 2018

Berapa Lama Batasan Istri Tak Mendapat Nafkah Batin dari Suami?

24 Agustus 0

Berapa Lama Batasan Istri Tak Mendapat Nafkah Batin dari Suami?

BANDARpost, Nafkah lahir dan batin merupakan hak seorang istri yang diperoleh dari suami dalam suatu pernikahan. Nafkah lahir yaitu sesuatu yang diberikan suami kepada istri dalam bentuk yang terlihat secara langsung seperti makanan dan minuman, pakaian, serta tempat tinggal. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surat At Thalaq ayat 6.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (At Thalaq: 6)

Sedangkan nafkah batin adalah nafkah yang diberikan kepada istri berupa kebahagiaan dan pemenuhan kebutuhan biologis sang istri. Kebutuhan biologis yang terpenuhi akan sangat mempengaruhi keharmonisan hubungan keluarga. Sebab harta yang melimpah dan wajah tampan seorang suami terkadang tidak dapat menggantikan nafkah batin apabila kebutuhan biologis sang istri tak terpenuhi dengan baik.

Terkadang, beberapa jenis pekerjaan harus membuat seorang suami jauh dari istri. Sehingga nafkah batin yang juga diperlukan oleh seorang istri pun tak terpenuhi. Selain itu, ada pula beberapa suami yang merasa tidak menyukai sifat atau perbuatan sang istri kemudian menghukumnya dengan tidak memberi nafkah batin. Lalu berapa lama batasan waktu bagi seorang perempuan untuk tidak mendapatkan nafkah batin dari sang suami?

Seluruh aspek kehidupan termasuk dalam hal berumah tangga telah diatur dalam islam untuk menjaga keutuhan rumah tangga umatnya. Menurut pendapat Ibnu Hazm, suami wajib memenuhi kebutuhan biologis istrinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan jika ia mampu. Hal tersebut dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 222-223.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu… Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya” (QS. Al Baqarah: 223)

Sedangkan menurut Imam Ahmad, batas minimal suami tidak memberikan hak biologis istrinya dalah empat bulan. Pendapat tersebut berdasar pada ketetapan yang dibuat oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Di masa itu, banyak kaum laki-laki yang pergi berperang namun ada istri yang sedih ditinggal oleh suaminya untuk berperang. Umar bin Khattab pun mengetahui hal tersebut saat Beliau menjumpai sebuah rumah dan mendengar syair seorang wanita yang sedih ditinggal suaminya berperang.

Hal tersebut membuat Umar bin Khattab gundah dan bertanya kepada putrinya yang bernama Hafsoh. Beliau menanyakan berapa lama seorang wanita mampu bertahan tanpa suaminya. Lalu Hafsoh menjawab, “Sekuat-kuat wanita dia hanya bisa bertahan selama empat bulan.” Kemudian sejak saat itu Umar menyuruh pasukan yang sudah empat bulan di medan perang untuk pulang ke rumah.

Sedangkan bagi istri yang nusyuz (membangkang), seorang suami boleh mendiamkan istrinya di atas ranjang jika sang istri tidak taat kepadanya, dan tidak menunaikan hak suaminya. Sang suami boleh mendiamkannya sampai dia bertaubat sesuai firman Allah, “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An Nisa’: 34)

Dengan demikian, ada beberapa pendapat yang menyebutkan terkait berapa lama seorang perempuan tak mendapatkan nafkah batin dari suami. Pertama menurut pendapat Ibnu Hazm yaitu sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan. Jika kondisinya tidak memungkinkan, maka jika ditilik dari penuturan Hafsoh putri Umar bin Khattab maka batasannya minimal empat bulan lamanya. Wallahu a’lam.

Sumber :UC News 

Read More

Selasa, 21 Agustus 2018

Pijatan Erotis di Titik Ini Bisa Bikin si Dia Menggelinjang

21 Agustus 0

Pijatan Erotis di Titik Ini Bisa Bikin si Dia Menggelinjang


 
Pemanasan sebelum bercinta bisa dilakukan dengan memberi pijatan lembut ke tubuh pasangan.

Ilustrasi pasangan bercinta. (Shutterstock)

BANDARpostJari-jemari Anda ternyata bisa membuat si dia membara di atas ranjang. Hal itu bisa dibuktikan melalui pijatan lembut yang mendarat di beberapa bagian tubuhnya.

Seperti dilansir Menshealth, pemanasan sebelum bercinta bisa dilakukan dengan memberi pijatan lembut ke tubuh si dia. Selain mampu membuat tubuhnya rileks, pijatan juga bisa bikin gairah seks seseorang meningkat.

Baca Juga : Jokowi Akan Reshuffle Kabinet, JK: Tunggu Saja

Lalu bagaimana cara memberi momen pijatan untuk merangsang gairahnya? Yuk simak tips berikut.

Atur suasana
Mintalah pasangan Anda untuk melepas pakaiannya dan telungkup diatas kasur. Lalu Anda bisa meredupkan lampu agar suasana menjadi lebih intim. Bila perlu pasang musik yang santai dengan volume rendah. Lumuri tubuhnya dengan minyak dan gosok perlahan untuk menghangatkannya.

Pijat lembut jangan terburu-buru
Sebaiknya awali pijatan dengan lembut. Fokus pada otot di tubuhnya yang tegang dan beri perhatian penuh untuk membuatnya rileks. Sesekali singgunglah titik erotisnya saat mendaratkan pijatan lembut.

Pijat di bagian ini
Mulailah dengan memijat di bagian kaki pasangan, lalu merambat ke paha hingga menuju kaki kembali. Cobalah untuk merasakan simpul otot di bagian-bagian itu, dan habiskan waktu sekitar 2-3 menit di setiap area. Setelah bagian kaki selesai, lanjutkan di leher dan atas bahu. Remas kulit pasangan Anda, jika dia meringis maka itu tanda bahwa Ia benar-benar menikmati setiap pijatan lembut dari jemari Anda.

Baca Juga : Kerajaan Ubur-ubur Zikir Sambil Bernyanyi setiap Malam Jumat

Usap bagian punggung bawah
Akhiri sesi pijatan ini dengan mengusapkan kedua telapak tangan Anda di bagian punggung bawah pasangan. Bagian ini terhubung dengan titik erotis mereka. Biasanya, ketika proses pemijatan sampai di titik ini maka si dia akan tersulut untuk masuk ke sesi bercinta yang lebih intim.

Selamat mencoba!

 

Sumber : suaradotcom

Read More

Senin, 25 Juni 2018

Suami Istri Wajib Baca! Inilah yang Dilakukan Aisyah dan Rasulullah Usai Berhubungan Intim

25 Juni 0

Suami Istri Wajib Baca! Inilah yang Dilakukan Aisyah dan Rasulullah Usai Berhubungan Intim

Referensi pihak ketiga

10Berita, Aku mandi bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dalam satu bejana, aku mendahuluinya dan dia mendahuluiku (mengambil wadah) sampai-sampai dia berkata “Tinggalkan untukku”. Dan aku berkata “Tinggalkan untukku”.

Allamah bin Qudamah Al-Hambali berkata, “Disunnahkan bagi seorang istri mengambil secarik kain yang diberikan kepada suaminya setelah bersetubuh. Dan suaminya lalu mengusap dengannya.

Sebab, Aisyah ra. berkata, ‘Seyogyanya bagi seorang istri yang cerdik, hendaklah ia mengambil secarik kain. Dan apabila suaminya menggaulinya, ia pun menyerahkan kain tersebut kepada suaminya. Lalu suami mengusap (kotoran) darinya. Dan istrinya pun mengusap (kotoran) dari dirinya’.”

Dan saling membalik juga lebih dicintai (yaitu istri mengusapkan suaminya dan suami mengusapkan istrinya). Saling bergantian di sini dapat melahirkan kasih sayang serta keterikatan.

Aisyah ra. berkata, “Setiap kali Nabi mandi janabat, kemudian beliau datang dan menghangatkan diri denganku, lalu memelukku, sedangkan aku belum mandi (janabat).”

Maksudnya: Nabi, meminta kehangatan dari Aisyah ra. dan beliau meletakkan anggota tubuhnya yang mulia di atas anggota tubuh Aisyah tanpa suatu penghalang pun.

Dan beliau meletakkan anggota tubuhnya di tempat pakaian yang digunakan beliau untuk menghangatkan pakaiannya agar memperoleh kehangatan dari badan Aisyah.

Inilah beberapa contoh perilaku-perilaku Aisyah yang mulia, sebagaimana perilaku-perilaku Nabi, yang agung.

Dan beliau juga tidak memandang Aisyah bahwa dia orang yang sedang junub, tidak suci, melainkan beliau memandangnya bahwa dia adalah seorang wanita yang memiliki perasaan. Dan beliau tidak menempatkan suatu penghalang pun antara dirinya dan kekasihnya. []

Sumber: Kesetiaan Nabi Bersama Istri/ Penulis: Adib Al-Kamdani/ Penerbit: Pustaka Arafah/ Maret, 2007, UC News

Read More

Selasa, 17 April 2018

Hati-hati Istri, Inilah 11 Sifat yang Tidak Disukai Suami Darimu

17 April 0

Hati-hati Istri, Inilah 11 Sifat yang Tidak Disukai Suami Darimu

BANDARpost, Keluarga yang harmonis, tergantung dari kedua belah pihak pasangan suami istri yang membawa biduk pernikahan itu bermuara dan melaju kemana.

Salah satu hal yang membuat hubungan suami istri terlihat harmonis dan istimewa adalah masing-masing pihak mampu menahan diri dari emosi, pengertian, mengalah dan membuat suasana rumah tenang dan damai.

Hal-hal tersebut tidak tercipta dengan sendirinya, perlu perjuangan dan pengorbanan dari pasangan untuk menuju keluarga sakinah mawadah warohmah.

Untuk menuju hal itu, para istri sebaiknya mengenal dulu beberapa sifat dari istri yang sebenarnya tidak disukai suami.

Maka cermati artikel di bawah ini, agar kesalahan para istri dalam memperlakukan suami tidak menjadi duri dalam daging pada pernikahan Anda!

1. Suka Menggunjing Suami
Ada istri yang berlaku demikian? Bukan hanya ada, namun jumlahnya cukup signifikan. Saat bertemu dengan tetangga atau teman, jika tidak ada bahan omongan yang menarik, seringkali para istri lupa mereka mulai mengeluhkan bahkan menggunjingkan perilaku suaminya masing-masing.

Padahal hal tersebut sebaiknya ditutupi istri jika itu merupakan aib. Karena pada dasarnya suami istri itu ibarat pakaian, saling menutupi kelemahan satu sama lain di hadapan orang lain.

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

“… mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka …” ( QS. al-Baqarah : 187 ).

2. Keras Kepala dan Bersifat Egoistis
Sebagai istri selayaknya menurut dan patuh pada kepala keluarga dalam bagian yang positif. Allah menurunkan lelaki memang ia diharapkan menjadi imam bagi keluarganya, dan di segani oleh istri dan keluarganya.

Maka dengan itu istri yang memiliki sifat keras kepala dan egoistis, selalu mau menang sendiri, dan tidak mematuhi apa yang disarankan atau perintahkan suami, ia akan tidak disukai suami.

3. Gagu Meminta Maaf
Salah satu hal yang mengganggu keharmonisan keluarga adalah saat istri merasa menang sendiri. Jika ia bersalah, maka akan terlihat gagu, bahkan sama sekali tidak mau meminta maaf, padahal sebagai ibu ia menjadi cerminan anak-anaknya dalam bertindak.

4. Tidak Becus Menata Rumah
Wanita yang pandai menata rumah hingga terlihat rapi dan sedap dipandang adalah dambaan suami. Karena rumah adalah surga dunia tempat kepala keluarga kembali setelah seharian lelah bekerja.

Jika melihat rumah berantakan tidak terurus, maka suami akan tidak menyukainya.

5. Menyela Pembicaraan Suami
Salah satu sifat wanita adalah banyak bicara dan selalu merasa paling tahu senediri. Saat ia enggan menjadi pendengar yang baik, maka ia akan mendominasi pembicaraan, bahkan berani menyela percakapan suami, saat kurang penting, dihadapan orang lain.

Suami kurang senang jika ia kurang diperlakukan dengan hormat seperti ini.

6. Emosi
Wanita memang terlihat lebih emosian dibanding pria, karena secara kodrati psikis wanita demikian adanya. Mudah marah atau bersedih, bahkan menangis saat melewati masa-masa sulit atau kondisi yanag tidak menguntungkannya.

Menghadapi kenakalan anak-anak, hutang yang menumpuk, keadaan perekonomian keluarga yang morat-marit dan seribu satu permasalahan lainnya membuat wanita cepat tersulut emosinya.

Rasulullah menasehati umatnya menjadi seseorang penyabar dan tidak marah. Pun, suami juga tidak menyukai wanita yang lebih mengedepankan emosi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhâri).

7. Membanding-bandingkan Keadaan Ekonomi Dengan yang Lain
Suami yang membanting tulang untuk keperluan rumahtangga, sebaiknya jangan disepelekan. Hargailah upayanya, doakan agar ia selalu sehat dan dapat lebih baik lagi dalam menafkahi keluarga dan satu hal lagi bantu sebisanya mencari dan mencukupi perekeonomian keluarga.

Jangan melakukan sebaliknya, istri malah membanding-bandingkan keadaan ekonominya dengan orang lain, membuat suami jengah dan merasa tidak dihargai usahanya.

8. Suka Menyuruh-nyuruh Suami, Padahal Mampu Dikerjakan Sendiri
Pernahkah istri berbuat demikian? Tentu kerap. terkadang jika memperoleh suami yang begitu mudah disuruh-suruh istri, maka dikhawatirkan akan ‘dijajah’ istri untuk melakukan banyak hal, yang terkadang ia sendiri bisa mengerjakannya.

Atas nama sayang, suami tidak banyak protes tapi dalam hatinya ia kurang suka melakukan hal demikian. Jika hanya sekedar membantu, tidaklah mengapa.

Namun jika sampai melakukan banyak hal yang kurang penting dan bisa dikerjakan oleh istri sendiri yang tidak sedang repot, maka hal itu membuat suami tidak menyukainya.

9. Menuduh Berselingkuh
Lelaki jika sudah dituduh hal yang buruk, semisal telah berselingkuh pada seorang wanita lain, padahal sebenarnya ia tidak melakukannya, maka ia akan menjadi marah besar.

Cek ricek wahai wanita jika akan melontarkan tuduhan saat mendapatkan kabar yang tidak akurat mengenai suami Anda. Karena pada dasarnya, pertaruhannya adalah keharmonisan rumahtangga Anda!

10. Tidak Setia
Menjadi istri yang setia dan menjadi panutan keluarga adalah idaman suami. Namun jika ia tidak bisa menjaga diri dan berbuat tidak setia, maka suami akan benar-benar tidak menyukainya.

Wanita yang bisa menjaga diri dari perbuatan zina, akan mendapat reward Allah berupa surga! maka, jadilah istri setia yang mematuhi suami.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

11. Boros dan Menghambur-hamburkan Harta Suami
Era globalisasi ini membuat para istri harus menahan godaan satu hal lagi lainnya, adalah godaan dalam belanja kebutuhan non pokok.

Apapun sekarang bisa dilihat dari internet dan media masa dengan mudah, bahkan belanjapun menjadi hal sangat mudah dilakukan tanpa harus beranjak kemana-mana. Hal ini yang jika tidak hati-hati membuat keuangan keluarga menjadi membengkak.

Istri yang memboroskan uang suami adalah istri yang sama sekalai tidak bijak dan tidak disukai sifat seperti ini oleh suaminya.

Islam sendiri melarang pemborosan tersebut, karena ini merupakan saudara syetan,

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا () إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan …” (QS. al-Isro’ [17]: 26-27)

Demikian, semoga bermanfaat. Yuk jadi istri yang jadi idaman suami.

Sumber : Islamidia

Read More

Senin, 19 Maret 2018

Wahai Para Suami, Ini 9 Cara Membuat Istri Kita Semakin Sayang

19 Maret 0

Wahai Para Suami, Ini 9 Cara Membuat Istri Kita Semakin Sayang

BANDARpost, CINTA di antara suami istri bukan hanya dirasakan. Tapi perlu juga diucapkan. Antara perasaan dan ucapan akan memberikan dua hal dan hasil yang berbeda.

Nah, banyak pasangan, utamanya suami yang menganggap enteng soal bilang cinta pada istrinya. Mentang-mentang sudah jadi pasangan sah, bilang cinta dianggap norak dan biasa saja.

Tapi sesungguhnya tidak begitu. Jika kita sulit mengucapkan cinta, maka ada beberapa hal yang selalu bisa kita gunakan untuk mengucapkan perasaan tersebut dengan cara lain, pada istri kita.

1. Katakanlah, “Terima kasih.” Mengatakan terima kasih adalah salah satu cara yang paling indah untuk menunjukkan rasa terima kasih. Berterima kasih untuk hal-hal besar dan kecil atau hanya berterima kasih padanya ketika ia berjalan di samping Anda.

2. Biarkan istri Anda tahu dia dihargai. Sebuah komentar seperti, “Kau melakukan begitu banyak hal untuk keluarga ini dan aku menghargai hal itu,” bisa mengingatkan istri Anda bahwa ia sangat luar biasa.

3. Bilanglah bahwa ia cantik. Seorang istri tidak selalu merasa menarik, yang membuatnya penting bagi Anda untuk memberitahu istri Anda bahwa dia masih sanggup membuat Anda senantiasa bergetar setiap kali melihatnya.

4. Pujilah dia. Pujilah istri Anda karena telah menjadi seorang ibu yang penuh kasih dan pasangan yang luar biasa.

5. Beritahu istri Anda bahwa Anda bangga padanya. Ini adalah cara yang indah untuk mengangkat semangat dan untuk membantu membina rasa percaya dirinya.

6. Nyatakan kebutuhan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan dia. Ajaklah istri Anda berkencan atau meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang dia ingin lakukan. Meraih tangannya saat berjalan-jalan adalah cara lain untuk membiarkan dia tahu bahwa menghabiskan waktu bersamanya adalah prioritas bagi Anda.

7. Ingatkan istri Anda bahwa Anda selalu berada di sampingnya setiap setiap kali dibutuhkan. Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, tunjukanlah pada istri Anda bahwa Anda akan selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan – dan untuk menghiburnya.

8. Beritahu istri Anda bahwa Anda sudah merasa cukup dengannya. Ini akan membantu memperkuat ikatan pernikahan Anda. Plus, hal itu akan membuat istri Anda merasa betapa pentingnya dia bagi Anda.

9. Katakanlah, “Aku mencintaimu”, setidaknya sekali sehari. Tidak ada cara yang lebih besar untuk mengekspresikan cinta Anda daripada benar-benar mengucapkan kata-kata itu. Jangan menunggu sampai besok. Besok mungkin sudah terlambat. Katakanlah, “Aku mencintaimu” hari ini. Katakan itu sekarang. []

 

SUMBER: https://www.ruangmuslimah.co/24057-tips-agar-istri-semakin-sayang, Islampos.

Read More

Minggu, 04 Maret 2018

Haram Hukumnya Mengumbar Aib Atau Masalah Rumah Tangga ke Media Sosial

04 Maret 0

Haram Hukumnya Mengumbar Aib Atau Masalah Rumah Tangga ke Media Sosial


BANDARpost, Tujuan dari seseorang berumah tangga adalah agar mendapatkan ketenangan dan ketentraman di dalamnya dikarenakan adanya rasa saling mencintai, mengasihi, menyayangi, seperasaan dan senasib sepenanggungan di dalam menjalani kehidupan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS. Ar Ruum [30] : 21)

Untuk itu, islam telah menentukan hak-hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga serta kewajiban bersama mereka didalam mewujudkan berbagai tujuan diatas. Diantaranya adalah adanya upaya untuk saling menjaga kehormatan dan menutupi aib masing-masing.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Artinya: “Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). (QS. An Nisa [4] : 34)

Islam melarang seorang suami atau istri mengungkapkan aib-aib masing-masing pasangannya kepada orang lain dengan tujuan yang tidak dibenarkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat.

Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.

Begitu juga larangan Islam dari menceritakan dan mengungkapkan rahasia hubungan mereka berdua di tempat tidur kepada orang lain berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.”

Dalam pergaulan sehari-hari tanpa  disadari kita sering terjebak untuk mengungkapkan atau mengumbar kekurangan pasangan kita masing-masing.  ” Curhat ” menjadi ajang tempat untuk berkeluh kesah terhadap hal-hal yang tidak disukai dari pasangannya. Kalau masih taraf pacaran atau berteman dekat, hal tersebut masih bisa dimaklumi.

Namun jika sudah menjadi pasangan suami istri yang sah,  bahkan sudah punya beberapa anak-anak yang lucu-lucu. Hal ini tentu akan menjadi sinyal-sinyal negatif bagi kelanggengan rumah tangga. Bukankah pada masa proses berpacaran masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan pasangannya. Meskipun saat itu ada saja sifat-sifat yang belum terlihat seluruhnya, namun niat suci yang diwujudkan dalam ikatan perkawinan dapat dijadikan benteng  untuk memperkokoh  keharmonisan rumah tangga. Komitmen untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan diawal perkawinan juga hal yang harus menjadi pertimbangan.

Dengan fenomena social media saat ini, curhat sudah tidak lagi dilakukan person to person tapi sudah merambah melalui facebook, twitter dengan update status tentang beraneka ragam, kadang tanpa disadari juga mengungkap permasalahan yang sedang dihadapi dengan pasangannya yang pada akhirnya malah akan membongkar aib sendiri.

Contohnya, di Facebook, seorang teman bikin status  seperti ini,    “ Emang enak diselingkuhi. “   Dengan status seperti ini  secara tidak langsung dia membuka aib bahwa dia diselingkuhi dan yang kasihan adalah suami/istri, walaupun misalnya memang pasangannya selingkuh tapi kan itu aib suami/istri yang perlu dijaga. Hal tersebut juga membuka pintu prasangka bagi siapa saja yang membaca statusnya.

Dalam pergaulan sehari-hari baik itu dalam  lingkup pekerjaan maupun dalam lingkup pertemanan, beberapa kali saya pernah dicurhati rekan pria mengenai masalahnya dengan istrinya yang  pada akhirnya membuka beberapa kekurangan (aib) istrinya yang tidak disukainya.

Saya jadi teringat percakapan dengan dua orang rekan dalam perjalanan tugas ke Kabupaten Serdang Bedagei kira-kira seminggu sebelum lebaran. Saat itu pak Alvin (bukan nama sebenarnya) mencoba untuk menjelaskan keterlambatannya dari waktu yang sudah kami sepakati sebelumnya.

Hal yang diluar dugaan saya beliau mengatakan bahwa pagi itu sedang

menyelesaikan masalah dengan istrinya yang berdomisili di Jakarta, sementara beliau sudah 5 tahun terakhir ini menetap di Medan. Inti permasalahannya, si istri sering mendengarkan curhat rekan pria sekantornya bahkan sudah 20 kali sehingga menimbulkan fitnah bagi mereka berdua. Meskipun sang istri mengatakan bahwa dia tidak punya perasaan khusus dengan rekannya itu , namun hal itu tidak membuat pak Alvin menerima penyataan istrinya begitu saja. Beliau menuntut pembuktian …

Pada kesempatan yang lain lagi, saya sempat mendengarkan curhat teman lama yang lagi bermasalah dengan istrinya, banyak sekali daftar kekurangan sang istri yang diungkapkan pada saya. Sebenarnya saya risih juga mendengarkannya, namun saya berusaha untuk bersikap netral, dengan menanyakan kelebihan-kelebihan istrinya, hal-hal apa yang dulu membuat teman saya ini jatuh cinta pada istrinya. Selanjutnya saya tidak lagi merespon pembicaraan yang sudah menjurus ke permasalahan pribadi.

Dari contoh kasus di atas, alangkah baiknya jika lebih baik kita intropeksi diri, karena tak gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Yang diperlukan adalah bagaimana menyikapi kekurangan pasangan masing-masing dengan komunikasi yang efektif dengan menanggalkan terlebih dulu ego masing-masing.

Suami atau istri yang hanya suka mencari-cari kekurangan dan kesalahan  pasangannya bahkan menyebarluaskannya kepada orang lain adalah pasangan yang sangat tidak bijaksana dan merusak rumah tangganya sendiri. Suami/istri yang sudah mengetahui aib pasangannya sepatutnya menyimpan aib tersebut  sebagaimana  menyimpan aib kita sendiri.

Saya pernah  membaca satu ayat yang menjelaskan bahwa istri adalah pakaian bagi suami, begitu pula sebaliknya .” (QS. Al-Baqarah [2]: 187)

Sebagaimana yang kita tahu bahwa salah satu  fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat. Aurat merupakan  hak keistimewaan yang hanya  diberikan bagi suami/istri sekaligus merupakan aib yang harus ditutupi dari penglihatan orang lain.  Yang berarti suami/istri harus bisa menutupi aib yang ada pada pasangan mereka dari orang lain, jangan malah mengumbarnya.

Selain itu pakaian merupakan identitas diri, ingat kalimat ” You are what you wear” , yang berarti bahwa apa yang kita pakai menggambarkan diri kita. Suami/istri merupakan satu paket  sehingga   pada saat  suami/istri keluar rumah berarti masing-masing membawa dua  identitas sekaligus yang  masing-masing seharusnya saling menjaga diri. Karena suami  merupakan identitas bagi istri, demikian pula sebaliknya.

Hadist lain mengatakan :

“Seluruh Ummatku akan diampuni dosa – dosa kecuali orang – orang yang terang – terangan (berbuat dosa). Di antara orang – orang yang terang – terangan berbuat dosa adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat dosa, kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia dosa yang dia lakukan semalam, padahal Allah telah menutupi aibnya. Ia berkata, “Wahai Fulan semalam aku berbuat ini dan itu.” Sebenarnya pada waktu malam Tuhannya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi justru pagi harinya ia membuka aibnya sendiri yang telah ditutupi Allah” (Muttafaq’alaih HR: Bukhari dan Muslim)

(Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat).” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kesimpulannya :

Membuka aib sendiri saja tidak diperbolehkan apalagi membuka aib   suami, istri dan keluarga kepada orang lain.Aib istri adalah  aib suami demikian juga sebaliknya. Menceritakan aib suami atau istri berarti membuka aib sendiri.Curhatlah pada Allah karena kerahasiaannya pasti akan terjamin dan  solusi yang terbaik datangnya hanya dari Allah.

Sumber :Islamidia 

Read More

Selasa, 06 Februari 2018

Tak Perlu Cemburu pada Hobi Suami

06 Februari 0

Tak Perlu Cemburu pada Hobi Suami



BANDARpost, Apa sih hobi suami? Ada yang punya hobi memancing, mengoleksi batu akik, memelihara binatang, naik gunung, sampai hobi main game bersama teman-temannya.

Pernah merasa kecewa karena suami sering kelihatan lebih asyik mengerjakan hobinya daripada bermain dengan kita dan buah hati?

Sebenarnya kita tak perlu merasa cemburu pada hobi suami, justru para istri bisa memanfaatkan hobi suami untuk menambah langgeng rumahtangga. Bagaimana tipsnya?

1. Jadikan hobi suami sebagai reward setelah ia memenuhi hak keluarga

Jika suami sudah memberi uang bulanan dengan layak, memijiti istri setiap hari, cukup bermain dengan anak-anak, maka izinkanlah suami untuk menjalankan hobi atau kegemarannya.

Kalau belum memenuhi hak istri dan anak, kita bisa mengiminginya reward kalau telah mencapai target tertentu, misalnya "Kalau sudah belikan pampers dan susu dedek untuk sebulan, baru boleh pergi hiking ya Mas..."

2. Support hobi suami yang membawa dampak positif

Jika kita memberikan dukungan, maka suami akan merasa bahagia dan tenang menjalankan hobinya, serta tidak sembunyi-sembunyi alias main belakang terhadap istri. Suami cenderung akan bersikap terbuka dan jujur selama istri memberi kepercayaan.

Maka, istri perlu memberi dukungan terhadap hobi suami yang bersifat positif dan tidak merugikan. Bagaimana pun, setiap orang memerlukan kegiatan yang dapat menyalurkan kegemarannya sehingga bisa melepas stres.

3. Komunikasikan dengan jelas apa yang menjadi poin keberatan kita agar bisa dicari solusi bersana

Kalau memang kita tidak bisa mendukung hobi suami, komunikasikan dengan jelas alasannya. Misalnya suami hobi memelihara burung, sedangkan istri memiliki penyakit alergi kotoran burung, tentu hal ini bisa dibicarakan dengan baik-baik sekaligus dicari solusinya

4. Beri batasan

Istri boleh memberi batasan apa saja yang perlu disepakati bersama suami terkait hobinya, agar kedua belah pihak tetap sama-sama nyaman.

Jadi... sudah bisa berdamai dengan hobi suami kan Bunda? Tak perlu cemburu atau membenci hobi suami, semoga 4 tips sederhana di atas dapat diterapkan.

Sumber : Ummi Online

Read More

Senin, 29 Januari 2018

5 Sikap Istri yang Bisa Melukai Perasaan Suami

29 Januari 0

5 Sikap Istri yang Bisa Melukai Perasaan Suami


BANDARpost, Meskipun terlihat cuek dan tidak peduli, akan tetapi sesungguhnya perasaan seorang suami juga bisa terluka atas perbuatan yang dilakukan istrinya.

Apa sajakah perbuatan yang dimaksud? Berikut 5 di antaranya:

1.Merendahkan penghasilan atau pekerjaannya

“Jadi laki-laki kok kalah sama istri, saya saja mampu menghasilkan sekian sekian Rupiah tiap bulan, kamu setengahnya saja tidak sampai!”

Ini merupakan poin yang amat menyakitkan bagi seorang pria. Maka sebagai istri yang baik, jangan pernah menyentuh area sensitif ini.

Suami akan terluka harga dirinya ketika sang istri merendahkan penghasilan yang diperoleh, atau meremehkan pekerjaan yang dilakukan suami.

2.Mengejek suami di depan teman-temannya

Mungkin suami tidak pernah mengatakan ini kepada kita, tapi sebenarnya mereka sakit hati karena merasa direndahkan.

Mungkin bagi istri hal tersebut lucu, meledek kekasih di depan teman-temannya hingga jadi bahan tertawaan, tapi cara ini benar-benar harus dihindari. Baik ejekan terhadap fisik, maupun tingkah laku sehari-hari.

3.Menentangnya di hadapan anak

“Saya tidak setuju! Kamu tahu apa tentang anak? Saya yang melahirkan, menyusui, dan merawat dia tiap hari!”

Sebagai ibu, mungkin kita tidak setuju dengan cara suami mendidik anak. Entah itu terlalu keras atau bebas.

Namun, jangan sesekali menentang suami di hadapan anak-anaknya. Sebab hal ini membuat mereka merasa tidak dihargai.

Lebih baik menahan emosi terlebih dulu dan cari waktu untuk bicara tentang pola asuh, cukup empat mata saja.

4.Malas beribadah

Seorang suami juga dapat tersakiti perasaannya ketika istri yang dicintainya tidak memiliki kepatuhan dan malas beribadah.

Misalnya, istri yang tak malu mengumbar aurat, cipika-cipiki pipi pria lain dengan alasan menjaga pergaulan, malas shalat 5 waktu, tidak mau belajar mengaji alquran.

Suami yang beriman tentu saja akan terluka melihat hal-hal yang demikian.

5.Bahasa tubuh

Pria tidak hanya sakit hati karena ucapan wanita. Gerak tubuh juga bisa menyakiti hatinya, misalkan jika wanita memandang sinis, melotot, berkacak pinggang atau menggelengkan kepala dengan bibir manyun pertanda menentang.

Maka duhai istri, perhatikanlah bahasa tubuh kita di hadapan suami! Jangan sampai melukai hatinya karena merasa direndahkan.

Tentu saja para suami pun harus belajar untuk tidak mudah terbawa emosi hanya karena persoalan yang tidak bersifat esensial. Biasakan bicara secara terbuka pada istri mengenai apa yang disuka dan tidak disukai.

Sumber: islamidia.com

Read More