Ada Apa Ini Pak Jokowi? Diskusi Mahasiswa Kok Dikekang. Urusan Pilpres Dibawa-bawa
BANDARpost , Ini kabar buruk bagi demokrasi kita. Jika diskusi yang digelar mahasiswa saja sudah ‘dikekang’, lalu di mana lagi demokrasi leluasa berkembang? Padahal mahasiswa merupakan salah satu pilar yang sangat berperan penting mengawal perjalanan sebuah bangsa. Namun karena urusan Pilpres 2019, semuanya bisa berubah mendadak.
Coba lihat, diskusi dengan tema 'Kepemimpinan Era Milenial' yang menghadirkan mantan Menteri ESDM Sudirman Said, dan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan B yang seharusnya digelar di Fakultas Peternakan UGM tiba-tiba dicabut izinnya pada hari H pelaksanaan, Jumat (12/10/2018).
Mengutip kumparan.com, Sabtu (13/10/2018), izin penggunaan gedung dicabut karena alasan keamanan. Jika diskusi dilaksanakan, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kericuhan. Padahal, izin sebelumnya sudah dikantongi panitia sehari sebelum pelaksanaan. Akibatnya, diskusi terpaksa dipindahkan ke tempat lain di luar kampus.
Atas pencabutan izin itu, sangat wajar bila Sudirman Said merasa kecewa. Mantan anak buah Jokowi ini merasa prihatin karena UGM yang dikenal kampus terbuka dan egaliter, kini malah berubah dan cenderung represif.
Kekecewaan Sudirman tersebut sangat bisa dimaklumi. Bagaimanapun, kampus merupakan tempat yang netral dari aktivitas politik. Sangat tidak elok bila mahasiswa saja dilarang menggelar diskusi, meskipun pembicaranya diketahui saat ini menjadi lawan politik Jokowi.
Sudirman yang saat ini bergabung di kubu Prabowo-Sandi usai lengser dari Kabinet Kerja, belakangan memang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Akan tetapi, mengaitkan urusan Pilpres 2019 dengan kegiatan mahasiswa yang dihadiri Sudirman, tentunya sangat berlebihan.
Seharusnya pihak kampus UGM juga tidak dengan mudah melarang kegiatan mahasiswa, dengan alasan yang sepertiya kurang masuk akal. Bagaimana mungkin diskusi di sebuah kampus elit itu akan berujung ricuh?
Justru pihak UGM seyogianya merasa malu bila menyebut ada potensi kericuhan di kampusnya hanya karena sebuah diskusi. Bukankah kampus adalah tempat diskusi dengan mengedepankan nalar dan argumentasi tanpa adanya unsur kekerasan?
Ada apa dengan kampus kita?
Sumber : UC News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar