Sudah Kehilangan Anak, Ibu Korban Monas Juga Dilarang Bertemu Media
Foto: akhwatmuslimah.net
BANDARpost, Bukankah keadilan itu milik semua rakyat Indonesia? Bukankah seharusnya harga sebuah keadilan sama antara satu orang dengan yang lainnya? Jika bisa memutar waktu, ibu ini juga pastinya tak ingin anaknya pergi sampai berurusan dengan kepolisian begini.
Tapi, karena sudah menyentuh dugaan kelalaian dan aturan hukum, mau tidak mau Bu Komariah harus berhadapan dengan hukum tepat setelah anak tercintanya meninggal. Bukan sebagai orang yang terjerat hukum, tapi dirinya ingin agar kasus kematian anaknya diusut secara tuntas oleh hukum negeri,
Malang memang, saat anaknya meninggal, orang-orang yang berdatangan menemuinya ternyata tak hanya sematkan duka dan doa. Sebagaimana dikutip dari Republika (1/5/2018), Komariah memberikan keterangan ada pihak yang melarangnya bertemu media, “Bilangnya kalo ada yang mau wawancara jangan dilayanin,” jelasnya.
Padahal, Komariah hanya ingin agar kasus anaknya bisa diusut tuntas. Agar dirinya tak terus-terussan menyalahi diri sendiri.
Bisa jadi Bu Komarih tak punya media sosial, lantas ke mana dia harus mengadukan kejadian yang menimpa anaknya jika tidak dibantu media? Dia tak minta simpati lewat media sosial bahkan di saat mendapat perlakuan yang lebih buruk dari sekadar intimidasi.
Asal jelas, media juga harus transparan dan jujur. Apa adanya untuk membantu rakyat mendapat keadilan. Itu saja.
Sumber : UC News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar