PDIP Sarang Koruptor? Perlawanan Kwik Kian Gie yang Jadi Kenyataan
Oleh: Nofra Chaniago
Saat Kwik Kian Gie menjadi Kepala Badan Perencanaan Nasional (BAPENAS), dirinya pernah menyatakan secara gamblang bahwa partai tempatnya bernaung (PDI Perjuangan) adalah partai paling korup. Hal itu disampaikan saat dirinya diminta memparkan tentang korupsi. Hal ini tentunya membuat sejumlah elite PDI Perjuangan kebakaran jenggot.
Kwik akhirnya dipanggil oleh Megawati ke istana terkait pernyataannya tersebut. Dirinya juga dengan gamblang mengatakan Megawati mengarahkan agar seluruh kader PDI Perjuangan berhati-hati dalam melakukan pernyataan. Hal tersebut menerutnya untuk mengamankan posisi PDI Perjuangan di Pemilu 2004.
Begitu juga ditahun dimana PDI Perjuangan kembali kepercayaan oleh rakyat Indonesia. Dalam rentang tahun 2014-2017, PDI Perjuangan masih menjadi partai yang persentase korupsinya tinggi dibanding partai politik lain. Hal itu diungkap dan dimuat dalam infografis yang disajikan detiknews.
Dalam perhelatan Pilkada serentak 2018 ini, sejumlah calon kepala daerah yang diusung partai ini juga harus menghadapi sergapan KPK. Tentunya ini menjadi catatan tersendiri bagi rakyat tentang komitment PDI Perjuangan dalam upaya pemberantasan korupsi.
Ada istilah yang mengatakan, untuk melakukan perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Namun hal ini sepertinya tidak dapat diterapkan dengan baik oleh manajemen organisasi kepartaian di tubuh PDI Perjuangan. Bahkan ironinya, anak Ketua Umum PDI Perjuangan sendiri juga disebut-sebut terlibat dalam persekongkolan jahat yang merugikan negara melalui korupsi KTP Elektronik.
Pepatah Minang mesebutkan, “kalau tungkek mambaok rabah mohon datuak baganjua suruik” (kalau pemimpin yang membawa rebah lebih baik mundur saja). Begitulah adat Minang mengajarkan bagaimana seharusnya pemimpin membawa perubahan yang lebih baik, bukan malah membuat hancur.
Selain itu Kwik juga pernah mendengungkan pembersihan PDI Perjuangan dari Gang of Three. Salah satu dari tiga gerombolan yang dimaksud Kwik tersebut adalah Pramono Anung yang disebut-sebut Setya Novanto juga terlibat dikasus KTP Elektronik. Atas inisiasi itu, Kwik dianggap sedang menjalankan politik sakit hati oleh kalangan internal partai PDI Perjuangan sendiri.
Tahun berlalu dan pemerintahan berganti. Kwik tidak lagi segahar dulu. Namun sikap patriotismenya telah membuka mata semua masyarakat Indonesia dengan kebenaran-kebenaran yang tersaji dengan seiring berlalunya waktu.
Faktanya, dalam rentang tahun 2002 hingga 2014, tercatat PDI Perjuangan menjadi partai yang persentase tingkat korupsinya paling tinggi. Hal itu dipaparkan oleh KPK Watch. Sebanyak 33,6 persen kasus korupsi yang dilakukan politisi berasal dari partai yang berlambang banteng moncong putih.
Harusnya PDI Perjuangan sebagai partai penguasa saat ini, hendaknya harus berani melakukan pembersihan dalam tataran internal mereka. Masalah kursi yang didaptkan bukanlah persoalan utama. Di atas itu semua ada kepercayaan rakyat harus dijaga.
Contoh terdekat yang bisa diambil adalah pembenahan yang dilakukan oleh Partai Demokrat. Kendati seorang Ketua Umumnya diciduk KPK, tidak ada alasan bagi Partai Demokrat untuk menghalang-halangi proses hukum yang berlaku. Kendati pahit, Demokrat menjadikan itu sebagai sebuah evaluasi. Maka tidak heran, sejauh pengamatan terkait tour yang dilakukan partai berlambang mercy ini di pulau Jawa, bisa dikatakan disambut dengan hangat dan gegap gempita oleh masyarakat.
Jika kita merangkum sejarah, fakta dan data yang ada. Dapat disimpulkan apa yang diperjuangkan Kwik bukanlah hanya permasalahan korupsi PDI Perjuangan semata. Lebih jauh dari itu adalah ia berjuang memenuhi hak-hak rakyat melalui jalur yang konstitusional dan melawan orang yang irasional.
,_________________
Nofra Chaniago, Aktivis Tolak Korupsi dan Gratifikasi (KONF/POLITIK)
Sumber : Konfrontasi, UC News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar