Pendamping Petahana - BANDAR post

Hot

Jumat, 29 Desember 2017

Pendamping Petahana

Pendamping Petahana Mengerucut
 


BANDARpost – Pertemuan petahana M. Ridho Ficardo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri beberapa waktu lalu menyisakan sejumlah spekulasi.Belakangan menguat kemungkinan Partai Demokrat sebagai partai utama pengusung Ridho berkoalisi dengan PDI Perjuangan Lampung. Bahkan santer beredar kabar sejumlah kader PDI Perjuangan yang bakal disandingkan dengan Ridho sebagai calon wakilgubernur pada kontestasi Pilgub 2018 mendatang. Dua kader PDI Perjuanganyang kerap disebut-sebut memiliki kans besar mendampingi Ridho adalah Ketua DPRD Lampung Dedy Afrizal dan mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri.Menanggapi hal ini, Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Fajrun Najjah Ahmad mengaku belum bisa memastikan. Menurutnya,semua spekulasi tersebutbermuara pada DPP. Sebab, kata dia, hal tersebut menjadi kewenangan penuh DPP. Kalau pun sudah ada keputusan, tentu akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan partai koalisi.“Saat ini memang yang kami buka baru dengan PPP dengan berbagai pertimbangan. Kalau soal wakil, kewenangannya di pusat. Kan disini hanya menunggu saja,” kata Fajar-sapaan akrabnya, kemarin.Terkait sejumlah nama dari PDI Perjuangan yang disebut-sebut akan menjadi pendamping Ridho seperti Muchlis Basri dan Dedi Afrizal, dia juga mengaku, tidak dapat memastikannya. “Muaranya kan kepastian DPP. Ke semua partai kitatetap komunikasikan dengan baik. Ya kemungkinan bisa, tapi kan belum pasti,” kata dia.Fajar menjelaskan, maksimal DPP akan memutuskan siapa pendamping M. Ridho Ficardo pada minggu pertama Januari 2018 mendatang. “Sebelum pendaftaran calon. Palingtidak di tanggal 2 atau 3 Januari sudah diumumkan. Yang jelas harapan kita semua di Demokrat, mas Ridho bisa tetap maju,” tegasnya.Sementara itu, saat dikonfirmasi tentang rumor yang beredar, Mukhlis Basri lebih memilih irit bicara. Sementara ini, mantan Bupati Lampung Barat ini mengaku sedang fokus dengan keluarga. “Wah kalau itu jangan tanyakan ke saya lah. Sementara inisaya sedang fokus dengan keluarga. Saya saja sedang di Bandung ini,” kata dia.
Politisi PDI Perjuangan inimenyerahkan sepenuhnya kepada DPP terkait masalah namanya yang disandingkan dengan Ridho. “Kalau itu ke DPP saja lah. Kalau saat-saat ini jangan tanya saya soal itu lah. Kan DPPyang memiliki kewenangannya. Jadi ya kita mengalir saja. Tapi yang jelas saat ini sayaenggakberfikir untuk ke mana-mana,” tandasnya.Diberitakan sebelumnya, bakal calon gubernur Lampung Herman H.N., juga optimistis diusung PDI Perjuangan pada Pilgub 2018. Wali Kota Bandarlampung ini menyebut rekom DPP PDIP mengusung dirinya dan wakilnya akan terbit pada 4 Januari mendatang.’’Ya, rekomendasinya nanti tanggal 4 Januari 2018 sudah final. Saya dengan wakil. Wakilnya siapa, nantilah tunggu tanggal mainnya,” ujar diasaat ditemui di rumah dinasnya belum lama ini.Dia menjelaskan, molornya rekom ini karena beberapa pihak yang jadi pengkhianat. “Iya ada pengkhianat. Nggak apa-apa mundur yang penting pasti ya,” jelas dia tanpa menyebut siapa pengkhianat yang dia maksud.Terpisah, ketua penjaringan dan penyaringan cagub dan cawagub PDIP Lampung Watoni Nurdin mengatakan, pengumuman rekom untuk sejumlah provinsi termasuk Lampung akan digelar dalam rapat kerja nasional (rakernas) PDIP pada 4 Januari 2018. Itu pemberitahuan dari Koordinator Wilayah Lampung DPP PDIP Idham Samawi Selasa (19/12) lalu.Watoni juga mengakui, saat ini selain Herman ada nama petahana gubernur M. Ridho Ficardo yang bersaing ketat mendapatkan rekom PDIP. Bahkan, dalam kunjungan Hasto ke Bandarlampung, belumlama ini, sudah ada simulasi nama Ridho-Herman untuk berpasangan dalam pilgub. Namun, simulasi ini bakal gagal karena tidak adachemistrydi antara keduanya.”Kita melakukan simulasi,(Ridho-Herman,Red) dan itu dijajaki. Kira-kira bersedia? Itu bagian penilaian dari DPP. Kalau tidak adachemistry, tidakakan dipaksakan. Karena Pak Herman ingin di posisi cagub begitu juga Pak Ridho yang petahana tidak mungkin turun jadi wagub,” ujarnya.Dengan demikian, PDIP membuat simulasi lain, yakni dengan menawarkan tiga pengurus untuk menjadi bakal cawagub yang akanmendampingi Ridho dalam pilgub. Mereka adalah ketua DPD PDIP Lampung Sudin, Wakil Ketua Bidang Kehormatan dan Keselarasan Mukhlis Basri, dan Sekretaris DPD Mingrum Gumay. Menurut dia, jika kader internal sudah mendapatkan penugasan khusus dari partai untuk menjadi cawagub maka dia tidak bisa menolak.(jpg/fik)
Sumber : radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar