Prabowo Berpeluang Menang. Jokowi dalam Bahaya!
BANDARpost,Prabowo Subianto dan Jokowi. CNN Indonesia
Hampir di seluruh survei politik yang ada, pasangan Jokowi-Ma'ruf disebut sebagai pemenang Pilpres 2019. Apakah peluang Prabowo-Sandiaga sudah habis?
Tidak menurut hasil survei PolMark Indonesia. Lembaga survei yang digawangi Eep Saefulloh Fatah ini punya hasil yang berbeda. Dilansir katadata.co.id, Rabu (6/3/2019), PolMark Indonesia menyatakan, Jokowi dan Prabowo masih berpeluang menang. Apa alasannya?
Hasil survei PolMark dilakukan pada kurun waktu Oktober 2018 hingga Februari 2019 meliputi 73 daerah pemilihan (dapil) dari total 80 dapil di seluruh Indonesia atau jumlahnya hingga 92,9% dari pemilih pada pemilu mendatangn itu menunjukkan elektabilitas kedua pasangan peseta Pemilihan Presiden 2019 belum mencapai di atas 50%. Meski uanggul, pasangan Jokowi-Maruf belum berada di posisi aman atau dianggap menang mutlak.
Jokowi-Ma'ruf. Gatra
Pasangan Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 40,4%, sedangkan lawannya yakni Prabowo-Sandiaga mendapatkan 25,8% suara. Sementara responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voter sebanyak 33,8%. Besarnya angka undecided voters menunjukkan kedua pasangan calon sama-sama berpeluang untuk menang Pilpres.
Pada kesempatan itu, Eep justru menyoroti tingkat elektabilitas Jokowi sebagai capres petahana yang sebesar 40,4% dalam kondisi yang berbahaya. Berdasarkan pengalamannya melakukan survei pilpres maupun pilkada selama 10 tahun, bila elektabilitas petahana jauh di bawah 50% maka posisinya sangat riskan.
Pasangan Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi. Tempo
Merujuk pada kasus ini, kubu Jokowi-Ma'ruf harus berkaca pada kasus Pilkada DKI 2012 dan 2017. Dalam dua Pilkada DKI itu calon petahana tumbang. Saat Pilkada DKI 2012 lalu, tren survei mengarah kepada kemenangan petahana Fauzi Bowo, namun Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil membalikkan hasil survei. Begitu pula pada Pilkada 2017, pasangan petahanan Ahok-Djarot Syaiful unggul di berbagai lembaga survei, namun berhasil dikalahkan oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Sumber:
BANDARpost,Prabowo Subianto dan Jokowi. CNN Indonesia
Hampir di seluruh survei politik yang ada, pasangan Jokowi-Ma'ruf disebut sebagai pemenang Pilpres 2019. Apakah peluang Prabowo-Sandiaga sudah habis?
Tidak menurut hasil survei PolMark Indonesia. Lembaga survei yang digawangi Eep Saefulloh Fatah ini punya hasil yang berbeda. Dilansir katadata.co.id, Rabu (6/3/2019), PolMark Indonesia menyatakan, Jokowi dan Prabowo masih berpeluang menang. Apa alasannya?
Hasil survei PolMark dilakukan pada kurun waktu Oktober 2018 hingga Februari 2019 meliputi 73 daerah pemilihan (dapil) dari total 80 dapil di seluruh Indonesia atau jumlahnya hingga 92,9% dari pemilih pada pemilu mendatangn itu menunjukkan elektabilitas kedua pasangan peseta Pemilihan Presiden 2019 belum mencapai di atas 50%. Meski uanggul, pasangan Jokowi-Maruf belum berada di posisi aman atau dianggap menang mutlak.
Jokowi-Ma'ruf. Gatra
Pasangan Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 40,4%, sedangkan lawannya yakni Prabowo-Sandiaga mendapatkan 25,8% suara. Sementara responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voter sebanyak 33,8%. Besarnya angka undecided voters menunjukkan kedua pasangan calon sama-sama berpeluang untuk menang Pilpres.
Pada kesempatan itu, Eep justru menyoroti tingkat elektabilitas Jokowi sebagai capres petahana yang sebesar 40,4% dalam kondisi yang berbahaya. Berdasarkan pengalamannya melakukan survei pilpres maupun pilkada selama 10 tahun, bila elektabilitas petahana jauh di bawah 50% maka posisinya sangat riskan.
Pasangan Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi. Tempo
Merujuk pada kasus ini, kubu Jokowi-Ma'ruf harus berkaca pada kasus Pilkada DKI 2012 dan 2017. Dalam dua Pilkada DKI itu calon petahana tumbang. Saat Pilkada DKI 2012 lalu, tren survei mengarah kepada kemenangan petahana Fauzi Bowo, namun Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil membalikkan hasil survei. Begitu pula pada Pilkada 2017, pasangan petahanan Ahok-Djarot Syaiful unggul di berbagai lembaga survei, namun berhasil dikalahkan oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Sumber:



Tidak ada komentar:
Posting Komentar