Manfaatnya Segudang, Tapi Orang Indonesia Malas Melakukan Hal Ini, Alasannya Bikin Bete!
BANDARpost, Banyak penelitian membuktikan, bahwa jalan kaki adalah aktivitas yang sangat mudah dilakukan, namun memiliki banyak sekali manfaat. Mudah, karena memang tak membutuh peralatan apapun. Cukup ada tempat untuk jalan, seperti lapangan, trotoar, jalan raya, dan paling tambahan alat seperti sepatu yang nyaman buat berjalan agak jauh. Sementara, manfaatnya sungguh luar biasa.
Dilansir dari situs stylecraze.com (17/11/2017), ada 20 manfaat kesehatan dari berjalan kaki setiap hari secara rutin, di antaranya mengurangi permasalahan penyakit jantung, menurunkan stres/depresi, mengurangi kadar asam urat, mengurangi obesitas dan membakar kolesterol jahat, melancarkan peredaran darah, melawan kanker--sebab sedentary lifestyle (gaya hidup malas gerak) merupakan salah satu sebab kanker, mengurangi risiko diabtes, memperkuat tulang, dan sebagainya.
Oleh karena itu, banyak pakar kesehatan menganjurkan kita untuk berjalan kaki. Menurut situs prevention.com (28/9/2018), berjalan kaki secara rutin 30 menit sehari, akan meningkatkan dengan signifikan kualitas kesehatan kita. Sayang, meski sebenarnya semua orang sudah tahu bahwa jalan kaki itu sangat menyehatkan, masih banyak yang merasa malas mengerjakannya.
Gambar di bawah ini menunjukkan sebaran rerata jalan kaki masyarakat di dunia.
Rata-rata jalan kaki orang sedunia (gambar: bbc.com)
Lihatlah, warna peta Indonesia adalah merah, jadi termasuk rendah rata-ratanya. Sementara, Penduduk Tiongkok adalah para penggemar jalan kaki. Sayang Afrika tidak terdeteksi (warna abu-abu: no data), padahal orang-orang Afrika juga terkenal sangat banyak berjalan kaki dan memiliki fisik sangat kuat.
Apa sih, alasan mengapa orang Indonesia malas jalan kaki? Setelah mencoba melakukan wawancara ke sejumlah orang, ini jawabnya.
Gambar: istockphoto.com
Pertama, takut dipandang kere. Ketika kita berjalan kaki, banyak orang mengasihani kita. "Mana mobilnya? Apa nggak capek?" dan seterusnya. Apalagi jika memang pada dasarnya dia orang mampu yang biasa kemana-mana naik mobil. Gengsi dong, kalau jalan kaki.
Kedua, tak mau capek. Banyak masyarakat kita tidak mau jalan kaki benar-benar karena tidak mau merasa capek. Bahkan berjalan kaki beberapa ratus meter saja malas dan memilih memakai motor. Padahal, saat letih karena terbakar kalori kan sebenarnya menyehatkan.
Ketiga, malas berkeringat. Ini agak masuk akal. Jalan kaki di tempat yang panas, sangat mungkin membuat tubuh basah oleh keringat. Masak datang ke kantor dengan tubuh bau keringat? Sebenarnya, kita bisa memilih waktu berjalan kaki pada kondisi yang tepat, misal pulang kantor, atau saat libur, memanfaatkan waktu longgar.
PKL memenuhi trotoar (foto: tribunnews.com)
Keempat, trotoar di Indonesia banyak dipakai pedagang kaki lima. Ini juga alasan yang masuk akal. Kadang kita merasa bete, karena ruang publik di Indonesia memang belum begitu ramah terhadap pejalan kaki. Bukan hanya PKL yang berjubel di trotoar, tetapi sering juga motor atau mobil ikut masuk ke wilayah yang sebenarnya ditujukan untuk pejalan kaki. Kondisi semacam itu sangat membahayakan pejalan kaki.
Foto: CartoonADay-com
Kelima, belum menjadi budaya. Sehingga aktivitas berjalan kaki, apalagi yang tidak dikhususkan untuk olahraga, sering dianggap aneh. Saya sering merasakan pandangan mata orang-orang tertuju kepada saya, ketika saya memilih berjalan kaki ke tempat yang sedikit jauh. "Kok jalan, mbak?" Begitu pertanyaan mereka. Ada juga teman yang melihat saya jalan, lalu menghampiri dan minta saya membonceng motor atau naik mobil mereka dengan memaksa. Nah, kan akhirnya program jalan kaki jadi buyar.
Yah, meskipun banyak alasan, ayo kita tetap kukuh, jalan kaki itu cara kita sehat dengan murah meriah dan menyenangkan. Hidup jalan kaki!(afifahafra)
Sumber : UC News
Dilansir dari situs stylecraze.com (17/11/2017), ada 20 manfaat kesehatan dari berjalan kaki setiap hari secara rutin, di antaranya mengurangi permasalahan penyakit jantung, menurunkan stres/depresi, mengurangi kadar asam urat, mengurangi obesitas dan membakar kolesterol jahat, melancarkan peredaran darah, melawan kanker--sebab sedentary lifestyle (gaya hidup malas gerak) merupakan salah satu sebab kanker, mengurangi risiko diabtes, memperkuat tulang, dan sebagainya.
Oleh karena itu, banyak pakar kesehatan menganjurkan kita untuk berjalan kaki. Menurut situs prevention.com (28/9/2018), berjalan kaki secara rutin 30 menit sehari, akan meningkatkan dengan signifikan kualitas kesehatan kita. Sayang, meski sebenarnya semua orang sudah tahu bahwa jalan kaki itu sangat menyehatkan, masih banyak yang merasa malas mengerjakannya.
Gambar di bawah ini menunjukkan sebaran rerata jalan kaki masyarakat di dunia.
Apa sih, alasan mengapa orang Indonesia malas jalan kaki? Setelah mencoba melakukan wawancara ke sejumlah orang, ini jawabnya.
Kedua, tak mau capek. Banyak masyarakat kita tidak mau jalan kaki benar-benar karena tidak mau merasa capek. Bahkan berjalan kaki beberapa ratus meter saja malas dan memilih memakai motor. Padahal, saat letih karena terbakar kalori kan sebenarnya menyehatkan.
Ketiga, malas berkeringat. Ini agak masuk akal. Jalan kaki di tempat yang panas, sangat mungkin membuat tubuh basah oleh keringat. Masak datang ke kantor dengan tubuh bau keringat? Sebenarnya, kita bisa memilih waktu berjalan kaki pada kondisi yang tepat, misal pulang kantor, atau saat libur, memanfaatkan waktu longgar.
Yah, meskipun banyak alasan, ayo kita tetap kukuh, jalan kaki itu cara kita sehat dengan murah meriah dan menyenangkan. Hidup jalan kaki!(afifahafra)
Sumber : UC News
Artikel ini tidak mewakili pandangan UC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar