Jokowi Dustai Ucapannya, Tidak Mau Impor Namun Faktanya Lihat Foto - Foto Ini
BANDARpost Memasuki tahun politik pilpres 2019 tidak bisa dihindarkan bahwa masyarakat akan menilai kinerja pemerintah selama 4 tahun lebih dibawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, memang diakui bahwa manusia tidak ada yang sempurna, namun kali ini ucapan seseorang akan di ingat terus menerus apalagi itu sebuah janji.
Dalam hal ini ucapan Jokowi sebagai Capres maupun sudah menjadi Presiden adalah sebuah janji dimana masyarakat menjadi saksi atas ucapannya tersebut, ucapan janji Jokowi yang terekam media digital menjadi sebuah tamparan keras untuk mengevaluasi kinerja pemerintah yang dinilai tidak maksimal terutama untuk bagian impor.
Mari kita bernostalgia dengan mengingat kembali saat Jokowi berkampanye untuk pilpres 2014 melalui tangkapan layar dari media digital dibawah ini mengenai masalah Impor di Indonesia.

Jokowi saat itu dengan berapi - api mengatakan dikampanyenya bahwa Indonesia harus berani stop impor bahan pangan, karena Indonesia memiliki segalanya.
"Kita harus berani stop impor pangan, stop impor beras, stop impor daging, stop impor kedelai, stop impor sayur, stop impor buah, stop impor ikan. Kita ini semuanya punya kok," kata Jokowi di Gedung Pertemuan Assakinah, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (2/7/2014).

Saat Jokowi berkampanye di Pasar Sukomoro, Nganjuk, Jawa timur dan kemudian meneriakkan Impor beras, bawang merah harus dihentikan.
"Impor beras, bawang merah, semua harus dihentikan, setuju?" teriak Jokowi. "Setuju," jawab para pedagang pasar dan warga yang turut hadir dalam kampanye itu.
Namun fakta mengatakan setelah 4 tahun kepemimpinan Jokowi, Jokowi telah terbukti melanggar janjinya dengan selalu mengimpor produk bahan pangan pokok yang katanya Indonesia seharusnya bisa mandiri yaitu beras.

Jadi Jokowi - Jk telah mengijinkan kembali impor beras bagi Bulog sebesar 1 juta Ton, dan izin impor ini sudah yang ke tiga kalinya.
"Tahap 3 sudah. Kemarin 1 juta ton. Jadi 2 juta ton secara keseluruhan di tahun ini," ujar Direktur Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/8).

Mirisnya lagi adalah produk impor yang meningkat akhir - akhir ini adalah dari segi pangan yang mana kita seharusnya punya kemampuan untuk mandiri dibidang itu.
Dilansir dari laman finance.detik.com (17/9/2018), impor barang konsumsi seperti susu, mentega dan telur menjadi yang paling tinggi peningkatannya secara bulanan. Impor susu, mentega dan telur naik 94,19% menjadi US$ 100,2 juta pada Agustus 2018.
Jadi Jokowi ternyata belum mampu merealisasikan janjinya sewaktu beliau kampanye dahulu, meski banyak intrik politik di awal pemerintahan Jokowi namun sekarang adalah giliran Jokowi dan segenap jajaran menterinya menyerahkan rapor kinerja pemerintahan.
Ini adalah salah satu ucapan Jokowi yang pernah beliau ucapkan terhadap komitmen dirinya untuk tidak mengimpor bahan pangan.
"Saya kalau dengar yang namanya impor pangan itu sedih banget," ujarnya, dilansir ANTARA, saat acara pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/11).
Dalam isi pembicaraannya memang mengatakan bahwa Pemerintah sudah lakukan segala upaya untuk tidak bergantung kepada impor bahan pangan salah satunya dengan peningkatan dana Desa senilai 120 Trilliun agar desa bisa mendukung ketahanan pangan.
Bagaimana menurut Ucers, menilai rapor pemerintahan Jokowi hingga saat ini dari segi janji Impor, nilainya membaik atau merah?
Sumber:
- Www.merdeka.com/uang/pemerintah-jokowi-bakal-impor-beras-satu-juta-ton-lagi.html
- Www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161130161830-92-176367/presiden-jokowi-dengar-impor-pangan-sedih-banget
- finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4215409/naik-94-impor-susu-hingga-telur-ikut-bikin-tekor-neraca-dagang-ri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar