10Berita  Anak punk dan anak jalanan sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Keberadaan mereka dipandang tak berguna dan cenderung kerap melakukan tindakan yang meresahkan. Mulai dari dandanan yang nyeleneh, mulut bau alkohol, hingga memalak orang sudah menjadi hal identik yang tersemat sejak dahulu.

ilustrasi anak punk, tribunnews.com
Siapa sangka jika diberikan pengarahan, mereka bisa berubah dan mencoba menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi sesama. Ini terjadi pada sekumpulan anak punk yang tergabung dalam komunitas punk muslim.
Mereka meruntuhkan stereotype yang terbangun sejak lama, beralih untuk kembali membaur diri ke masyarakat. Dalam riuh lautan massa di acara reuni 212, satu stand "muslim punk" menarik mata khalayak. Namun tenang saja, mereka hadir bukan untuk mabuk atau memalak mereka yang datang.

cnnindonesia.com
Dikoordinir oleh Lip Kiswaryadi yang pernah menjadi anak punk pada 1996, anak-anak muda yang tengah dalam masa pertaubatan kembali ke jalan yang benar itu melakukan hal yang cukup positif. Mereka membantu membagikan makanan yang sudah disediakan komunitas gerak bareng kepada jamaah yang hadir.
"Kami gabung dari teman-teman gerak bareng. Mereka sediakan logistik, sementara teman-teman punk muslim bantu tenaga," tutur lip sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com (2/12/2018).

msn.com
Mengejutkan bukan apa yang mereka coba perbuat? Ternyata ditengah pandangan acara reuni 212 bakal dijadikan ajang untuk mengeruk keuntungan politik, harus diakui acara ini juga memiliki beberapa hal positif seperti apa yang dilakukan oleh komunitas punk muslim.

Sumber:
cnnindonesia.com (2/12/2018) dengan judul 'Perlawanan' ala Anak Punk di Reuni Aksi 212
pedagang online