Gawat ! Mantan Panglima Banser Peringatkan Yahya Waloni, Bakal Panjang Urusan+ IKUTI
.RT 5, Yahya Waloni benar-benar telah menggali lubang kubur sendiri. Dia bukanlah siapa-siapa di negeri ini. Dia hanya seorang mu'allaf yang sombong karna berani menghina dua ulama besar di Tanah Air ini. Dua ulama yang Ia hina melalui sebuah ceramahnya adalah TGB (Tuan Guru Bajang ) Al-Hafidz dan KH Ma'ruf Amin. Namun dia lupa tidak bisa mengukur siapa yang mereka hina.
Dalam sebuah video yang viral, Yahya Waloni berani berteriak dengan mengatakan TGB sebagai Tuan Guru Bajingan dan KH. Ma'ruf Amin sebagai udah mau mati tapi masih haus kekuasaan.
Hal itu telah memancing banyak kemarahan santri-santri NU khususnya Banser NU sebagai penjaga dan benteng mereka. Banser sudah bersumpah akan berada di garda paling depan sebagai penjaga NKRI dan Kyai-Kyai NU.
Oleh karna itu, salah satu santri NU yang juga politisi PKB, Abdul Karding akan segera mempolisikan Yahya Waloni sebelum Banser bergerak mencari Yahya Waloni. Hal itu dinilai lebih baik agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan di luar jalu hukum atas kemarahan para santri dan warga NU.
Sementara itu mantan Ketua GP Ansor dua periode , Syafilloh Yusuf yang juga mantan Panglima tertinggi Banser , juga langsung memperingatkan Yahya Waloni untuk segera minta maaf kepada TGB dan KH Ma'ruf Amin. Ia mengatakan, ucapannya sangt berpotesi memicu kekerasan di tengah umat.
Gus Ipul adalah Jenderal Banser yang kalem tidak meledak-ledak seperti penerusnya sekarang, Gus Yaqut. Jika sekelas Gus Ipul sudah ikut turun bicara tandanya sudah sangat keterlaluan.
Oleh karna itu , untuk Yahya Waloni sebaiknya segera minta maaf kepada kedua Ulama panutan juataan umat di Tanah Air itu. Ini bukan masalah poltik, tetapi masalahnya sendiri yang telah menabuh genderang perang dang Banser NU.
Mungkin masih banyak yang belum tau, termasuk Yahya Waloni tentang siapa Ansor dan Banser NU, serta komitmennya menjaga bangsa ini dan para Ulamanya. GP Ansor seperti tercatat dalam sejarah adalah barisan pemuda ormas Islam terbesar di Tanah Air yang paling punya pengalaman berperang melawan musuh bangsa.
Setidaknya dua peristiwa besar mengorbankan darah dan nyawa menjaga keutuhan NKRI sudah dilalui Ansor dan Banser NU yakni perang melawan Sekutu melalui Resolusi Jidah NU 22 Oktober 1945. Yang kedua adalah saat ikut bersama TNI memberantas PKI tahun 1960-an.
Jadi boleh dibilang, satu-satunya ormas Islam terbesar yang paling punya sejarah menjaga bangsa hingga mengorbankan jiwa adalah mereka itu. Mereka bahkan mengatakan Resolusi Jidah itu tidak pernah dicabut. Jadi siapa yang berani mengusik NKRI dan NU dan Kyainya dipastikan akan berhdapan dengan mereka.
Nah jadi, untuk Yahya Waloni, percumah saja dan tidak ada apa-apa nya anda di hadapan mereka. Maka ada baiknya secepatnya mengikuti saran Gus Ipul, segeralah minta maaf kepada TGB dan KH Ma'ruf Amin, agar cepat selesai.
"Kita semua bisa lihat rekam jejaknya. Kiai Ma'ruf jelas sebagai seorang ulama. Begitu juga TGB jelas jejaknya sebagai seorang ulama. Tapi saya belum tahu persis rekam jejak Ustaz Yahya Waloni ini," ujar Gus Ipul seperti dikutip CNN Indonesia (16/9).
Ia meminta Waloni harus menghentikan dakwah seperti itu. Sebagai tokoh agama hendaknya bisa menjadi contoh. Ucapan yang salah punya dampak yang cukup luas termasuk bisa memicu kekerasan di tengah umat. **
Sumber :
Gk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar