Aktivis Senior: Demokrasi Itu Adu Pikiran dan Gagasan, Bukan Bonyok-bonyokan
BANDARpost , JAKARTA—Aktivis senior Syahganda Nainggolan mengutuk keras penganiayaan sekelompok orang tak dikenal terhadap aktivis HAM Ratna Sarumpaet, di Bandung pada Senin (21/9/2018) lalu.
Syahganda menilai, aksi tersebut menggambarkan bahwa itu dilakukan oleh kelompok picik yang tak bernyali untuk adu gagasan.
BACA JUGA: Ratna Sarumpaet Dianiaya, Prabowo: Dia Diancam untuk Tidak Bersuara Lagi
“Demokrasi itu adu pikiran dan adu gagasan. Bukan bonyok-bonyokan,” kata aktivis Syahganda ditemui usai aksi solidaritas aktivis dan tokoh untuk Ibu Ratna Sarumpaet di Dunkin’ Donuts, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018) malam.
Syahganda menilai, penganiayaan terhadap sosok perempuan yang dikenal selalu kritis terhadap penguasa itu sama sekali tidak bisa ditolelir.
BACA JUGA: Kisah Suratno: Doa Ibu Menyelamatkannya dari “Isapan” Lumpur
Apalagi, kasus serupa sebelumnya juga pernah menimpa Pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah yang juga dianiaya oleh sekelompok orang misterius.
Kemudian, lanjutnya, baru-baru ini mobil penggerak tagar #2019GantiPresiden, Neno Warisman, juga tiba-tiba ludes dilahap api tengah malam.
“Kita sangat menyayangkan kekerasan terhadap para aktivis ala Orde Baru ini terjadi di masa pemerintahan Jokowi,” sesal Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) itu. []
SUMBER: TEROPONG SENAYAN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar