Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf di Jatim Bertumbangan Pertanda Apa? - BANDAR post

Hot

Senin, 24 September 2018

Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf di Jatim Bertumbangan Pertanda Apa?

Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf di Jatim Bertumbangan Pertanda Apa?

BANDARpost, Masyarakat Jawa Timur pasca pemilihan langsung Kepala daerah rupanya makin cerdas tentang siapa yang harus didukung dalam Pilpres mendatang. Ini terjadi karena peta kekuatan memang hanya dua calon pasangan Pilpres dan semuanya makin jelas apa keunggulan dan kekurangannya. Kelompok radikal Jawa Timur meski ketakutan dengan #2019GantiPresiden, faktanya akan terlihat dari sikap pemimpinnya.

Khofifah, Salahudin Wahid dan Emil Dardak (beritafoto.net).

Maksudnya adalah pemimpin mereka yang menang Pilkada ternyata mundur dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dalam berita yang dilansir Tribunnews, 22/9/2018, Tim Kampanye Daerah (TKD) pemenangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur ( Jatim), Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, memastikan sejumlah figur dan tokoh penting di Jatim batal bergabung.

Di antaranya, Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak juga dipastikan tak bergabung di tim ini. Lainnya adalah mantan Menteri BUMN di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dahlan Iskan yang mundur dengan alasan kesehatan. Kemudian, ada KH Asep Saefuddin Chalim yang juga pengasuh pesantren Amanatul Ummah yang mundur karena alasan pribadi.

Dahlan Iskan (Tribun).

Mahfud mengklaim, meski mereka mundur namun mereka tetap mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Khofifah dan Emil boleh jadi mundur dari tim kampanye karena ingin fokus menjalankan pemerintahan karena keduanya baru saja dilantik Presiden.

Apa arti semua ini? Boleh jadi memang mereka tetap mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin tapi tak mau secara formal dipasang sebagai tim pemenangan. Artinya memang tak mau bertanggungjawab, atau biar masyarakat Jatim lebih adem.

Solahudin Wahid (Swamedium).

Soalnya di Jatim pasukan Gus Solah (Solahudin Wahid) terutama dari NU kultural yang dulu mendukung Khofifah-Emil Dardak, sekarang menyerukan mendukung Prabowo-Sandi. Sementara Dahlan Iskan sudah jelas pendukung SBY karena mantan menterinya, sehingga rasanya tak mungkin mendukung Jokowi. Anda masuk pasukan mana? (fur/23/9/2018).

Sumber : UC News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar