Nobar Film G30S/PKI, Politik Menjatuhkan Jokowi? - BANDAR post

Hot

Senin, 24 September 2018

Nobar Film G30S/PKI, Politik Menjatuhkan Jokowi?

Nobar Film G30S/PKI, Politik Menjatuhkan Jokowi?

gambaran pengkhianatan PKI tahun 1965 (Foto: erabaru.net)

Setiap bulan September, masyarakat selalu memperingati kekejaman pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di masa Orde Baru, film itu menjadi tontonan wajib. Tapi di masa reformasi, film itu nyaris tidak terdengar lagi. Bahkan, anak-anak sekolah nyaris tak mengetahui lagi sejarah itu.

Gatot Nurmantyo semasa menjadi Panglima TNI, mewajibkan seluruh jajarannya dari tingkat atas sampai paling bawah, agar memutar kembali film itu. Bahkan wajib menggelar nonton bareng bersama masyarakat umum.

Gatot Nurmantyo sudah purnawirawan. Dia sudah pensiun dari kesatuannya. Dia tak punya gigi lagi untuk memberikan perintah kepada para tentara. Lantaran itu, dia hanya bisa menulis cuitan di Twitter, yang isinya menantang Kepala Staf TNI Angkatan Darat untuk menggelar nonton bareng film pemberontakan G30S/PKI itu.

Bahkan dia bilang, jika Kepala Staf TNI Angkatan Darat tidak berani menggelar nobar itu, sebaiknya pulang kampung saja.

Beberapa pihak menganggap cuitan Gatot Nurmantyo itu sarat dengan nuansa politik. Banyak pihak menilai, cuitan Gatot itu sekaligus sebagai sindiran terhadap Jokowi. Karena beberapa waktu lalu, isu PKI selalu menjadi senjata untuk menyerang Jokowi, apalagi terkait dengan Pilpres 2019 ini.

Namun, Arya Sinulingga yang juga juru bicara pasangan Jokowi – Ma’ruf menampik soal adanya politisasi dari tantangan Gatot Nurmantyo itu. seperti dilansir tempo.co (22/09/2018), itu adalah urusan tentara. Itu adalah urusan antara senior dan yunior di TNI. Tidak ada urusan dengan Jokowi.

Partai Komunis Indonesia pernah dua kali melakukan pemberontakan di Indonesia. Tujuan untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah dan menggantikan Ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Tapi dua kali kudeta itu gagal.

Pemberontakan pertama itu terjadi tahun 1946 di Madiun. Pemberontakan itu gagal, karena tentara berhasil mengambil alih Madiun dari tangan PKI. Tokoh PKI bernama DN Aidit berhasil lolos dan melarikan diri.

Tidak selesai sampai di situ, upaya kudeta oleh PKI kembali dilancarkan di tahun 1965. Itulah yang disebut dengan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang akrab disebut dengan G30S/PKI. Ada tujuh jenderal yang dibunuh secara sadis oleh PKI.

Upaya kudeta kedua itu juga gagal, karena tentara di bawah pimpinan Kolonel Soeharto berhasil menguasai keadaan. Tokoh-tokoh PKI ditangkap dan dihukum mati. Operasi pembersihan terhadap kader, simpatisan dan pengikut PKI dilakukan di seluruh Indonesia. Ada yang ditangkap, ada yang ditembak mati da nada yang dihukum tanpa melalui proses pengadilan.

Sejarah pemberontakan PKI itu tak boleh terulang. Film G30S/PKI adalah gambaran sejarahnya. Meski penuh kontroversi, tapi sampai sekarang belum ada film yang dibuat untuk menggambarkan sejarah itu secara utuh, jujur dan obyektif. Artinya, masih film yang diproduksi negara itulah yang ada sebagai sejarah keganasan PKI di Tanah Air. Yang Pasti, PKI sekarang tinggal sejarah. (Ngofa Daga)

Sumber : UC News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar