Rata dengan Tanah, Dusun Kebun Kunyit Tak Tersentuh Bantuan Pusat - BANDAR post

Hot

Kamis, 23 Agustus 2018

Rata dengan Tanah, Dusun Kebun Kunyit Tak Tersentuh Bantuan Pusat

Rata dengan Tanah, Dusun Kebun Kunyit Tak Tersentuh Bantuan Pusat

BANDARpost , Jakarta – Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara telah rata dengan tanah. Reruntuhan dan puing-puing bangunan memenuhi pemandangan.

Tak banyak yang dapat dilakukan warga setempat selain hanya menunggu bantuan. Harta benda dan keperluan lainnya telah tertimbun reruntuhan beton bekas rumah mereka.

Kepala Dusun Kebun Kunyit, Asrudin (37 th) mengungkapkan, seluruh Dusun Kebun Kunyit rata dengan tanah. Semua rumah-rumah penduduk roboh akibat guncangan gempa kecuali hanya dua rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

Sayangnya, sejak awal gempa belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Padahal warga yang tinggal di Dusun Kebun Kunyit mencapai 150 kepala keluarga yang terdiri dari 420 jiwa.

“Bantuan cuma masih dari lokal saja. Belum masuk dari pemerintah pusat, cuma dari desa saja. Kalau dari pemerintah pusat, kabupaten ataukah gubernur belum ada. Cuma dari desa tetap ada,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di Dusun Kebun Kunyit, Kamis (23/08/2018).

Informasi tentang Dusun Kebun Kunyit sampai ke Griya Tabungan Akhirat (GTA) dan NGO relawan yang terkumpul di Posko Gabungan di Desa Rempek, Kabupaten Lombok Utara. Satuan relawan SAR lintas NGO mendistribusikan bantuan, berupa bahan pangan dan kebutuhan lainnya.

Aksesnya pun tak terbilang mudah, karena harus melewati jalan sempit berkelok, perbukitan hingga daerah bekas longsor. Kehadiran relawan amat dinanti, warga mengerumuni relawan yang datang membawakan bantuan. Tak cuma itu, anak-anak hingga orang tua saling berebut permen yang dibagikan oleh relawan.

Menurut keterangan Asrudin, semua warganya kehilangan tempat tinggal. Bahkan, masjid bertingkat yang pernah berdiri megah di tengah desa amblas ketika gempa 7,0 SR mengguncang Lombok. Masjid itu kini hanya menyisakan kubah besar di atas reruntuhan.

“Sepuluh menit setelah shalat Isya selesai baru gempa. Masjidnya sudah kosong. Baiknya lagi, anak-anak yang biasanya mengaji malam sedang tidak mengaji (libur). Kalau anak-anak yang di sini mengaji, habislah mereka,” sambungnya.

Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Anak-anak di Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Relawan salurkan bantuan di Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan yang Dibutuhkan

Asrudin menuturkan, bencana gempa telah menewaskan 3 warganya akibat terhimpit bangunan. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan di tenda-tenda pengungsian menyebabkan warganya mudah terserang penyakit.

Selain bantuan bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari, Asrudin berharap adanya bantuan obat-obatan dan alat masak. Pasalnya, hanya sedikit alat masak milik warga yang berhasil diselamatkan.

“Kadang ada satu priuk, kuali itu nanti ganti-gantian,” ujarnya.

Meskipun begitu, Asrudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang menyalurkan bantuan ke desanya. Di antaranya dari Griya Tabungan Akhirat (GTA), Muslim Bersaudara, Rela Baik Banten, dan lainnya.

“Saya dari perangkat wilayah mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan khususnya dari Banten, Jakarta, Semarang dan Padang. Terima kasih pula atas semua yang dibawakan kepada masyarakat kami. Saya mungkin tidak bisa berbicara panjang lebar karena seperti inilah keadaan wilayah kami,” pungkasnya.

Reporter: Syafei Irman
Editor: M. Rudy

Sumber :Kiblat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar