Mengenal Pasukan Siluman yang Jadi Garda Terdepan Keamanan Asian Games 2018
BANDARpost, Seperti dikutip dari liputan6.com (01/08/18) Pemerintah Republik Indonesia benar-benar mempersiapkan serius serius semua hal terkait penyelenggaraan Asian Games 2018, termasuk pencegahan aksi terorisme yang bisa mengancam keberlangsungan ajang ini.
Referensi pihak ketiga
Keamanan memang tak boleh disepelekan di ajang Asian Games 2018. Sejarah mencatat aksi kejahatan yang memakan korban nyawa pernah terjadi di ajang olahraga seperti ajang Olimpiade Munich 1972. Hal seperti ini yang tentu saja tak ingin terjadi di ajang Asian Games 2018.
Pihak pemerintah sendiri lewat Mabes TNI sudah siap untuk menjaga Asian Games dari gangguan teror. Mabes Polri sudah menyiapkan pasukan khusus yakni Detaesmen Khusus 81 atau Satuan Gultor yang akan jadi garda terdapan keamanan Asian Games 2018.
Hari ini, Rabu 01 Agustus 2018 seperti dikutip dari kumparan.com (01/08/18) pasukan Gultor melakukan simulasi penanggulana aksi teror. Simulasi itu dilakukan di tiga lokasi di kawasan Gelora Bung Karno, yaitu venue Aquatic, venue Basket, dan Hotel Sultan.
Referensi pihak ketiga
Pasukan Gultor 81 sendiri merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat namun anggotanya terdiri dari anggota Kopassus, Denjaka, serta Den Bravo Paskhas TNI AU. Pasukan Gultor dikenal sebagai pasukan siluman dari tentara Republik Indonesia.
Sepak terjang pasukan ini sudah tercatat di sejarah emas negeri ini, misalnya aksi pasukan Gultor di pembebasan pembajakan pesawata Garuda pada 1981 di bandara Dong Muang, Thailand. Pasukan ini sendiri dikenal di kalangan tentara merupakan pasukan khusus peninggalan Luhut Binsar Panjaitan, Menko Maritim dan Prabowo Subianto, ketum Gerindra. Keduanya Komandan dan wakil Komandan pertama pasukan Gultor pada 1982 hingga 1990.
Referensi pihak ketiga
Saat ini pasukan Gultor dipimpin oleh Kolonel Inf Thevi Zebua dengan wakil Letkol Inf Murbianto. Markas Sat-81 berada di kompleks Mako Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Bagaimana untuk bisa jadi pasukan Gultor?
"Proses rekrutmen prajurit penanggulangan teror (Gultor) dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan Para dan Komando di Batujajar," tulis Iwan Santosa, pengarang buku 'Kopassus untuk Indonesia'.
Referensi pihak ketiga
(Pria Ibra)
Sumber : UC News
Tidak ada komentar:
Posting Komentar