Mahfud MD Tolak Jadi Tim Pemenangan Jokowi - BANDAR post

Hot

Rabu, 15 Agustus 2018

Mahfud MD Tolak Jadi Tim Pemenangan Jokowi

Mahfud MD Tolak Jadi Tim Pemenangan Jokowi

 

Mahfud MD. Foto: Merdeka.com

BANDARpost  – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD hingga saat ini mengatakan bila dirinya masih bersama Presiden Jokowi untuk menunjang masalah kenegaraan. Sejauh ini, dia masih jadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Mahfud menjelas kan bila BPIP merupakan badan punya negara, dan saat itu Presiden Jokowi benar-benar bergairah membangun BPIP.

Dalam program Indonesia Lawyers Club di Selasa malam (14/8/2018), Mahfud menceritakan lebih awal bab dirinya setelah jadi team pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan presiden 2014.

” Ada orang mengatak an Pak Mahfud itu sesudah terlepas dari Pak Prabowo terbuang . Tak juga, saya ditawari jabatan menteri sejak awal. Yang pasti pada bulan Mei tahun 2015, ” tukasnya.

Waktu itu, Mahfud diberitahu bila pemerintah butuh batuan untuk jadi Menkopolhukam karena akan ada reshuffle kabinet. Calonnya saat itu Jenderal Fahrul Razi dan Mahfud MD.

” Saya suka sekali, tetapi saya miliki adat politik. Tahun 2014 saya mendukung Pak Prabowo, periode saya ingin masuk kabinetnya Pak Jokowi. Kan kelak saya diketawai orang, dan yang berkeringat untuk Pak Jokowi itu kan banyak, ” tukasnya.

Sebab pertimbangkan adat politik, Mahfud mau menunjang pemerintah ini, tetapi tidak dalam urutan kabinet. Alasannya, Mahfud tidak berkeringat. Sesudah ditawari menjadi menteri, Mahfud kembali ditawari sebagai komisaris utama dengan gaji besar. Semuanya ini disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

” Saya bilang, Pak Luhut saya ini ahli hukum, ndak mengerti masalah saham, indeks, mohon maaf saya tidak dapat, ” tukasnya.

Selanjutnya, Mahfud kembali ditawari sebagai jaksa agung. Tidak sekedar Luhut Binsar, team dari Mensesneg Pratikno juga hadir untuk meminta Mahfud. Utamanya pemerintah mendambakan pemberian Mahfud. Tetapi Mahfud jus tru menyarankan nama Busro Muqoddas dan Bambang Widjojanto.

” Hingga akhirnya , Pak Mahfud, Pak Jokowi saat ini agak cemas dengan lemahnya ideologi. Bagaimana bila kita membuat UKP-PIP. Nah bila ideologi saya ingin, ini negara. Saya cemas dengan juga perubahan radikalisme, orang yang tidak sadar NKRI, orang yang tidak toleransi, saya sangka bab ideologi kita butuh dikuatkan lagi, ” tukasnya.

Sebab itu, Mahfud bersama Yudi Latief membuat ini di kantor Menkopolhukam dengan perintah Presiden. Harapannya untuk penguatan ideologi. Sebab itu, saat ditanya bab kenegaraan dan politik semestinya ada timnya sendiri. Bila dia masuk team pemenangan semestinya mesti meninggal kan jabatan di BPIP.

” Kan mesti netral, karena ini bab ideologi. Sebab disini saja menunjang Pak Jakowi juga didalam pemerintah bukan didalam politik di pilpresnya, ” tukasnya. (ndi)

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar