Mahfud MD, Korban PHP Jokowi di Pilpres 2019 - BANDAR post

Hot

Jumat, 10 Agustus 2018

Mahfud MD, Korban PHP Jokowi di Pilpres 2019

Mahfud MD, Korban PHP Jokowi di Pilpres 2019

BANDARpost  – Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi Mahfud MD boleh jadi mengaku tak merasa kecewa atas penunjukkan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi Joko Widodo di Pemilu 2019. Namun, prosesnya terbilang mengejutkan karena ia bak disalip di tikungan terakhir.

Pada hari Kamis (9/8) kemarin, Mahfud mulai menyiapkan berkas kelengkapan untuk jadi pejabat negara. Ia mengajukan surat keterangan tidak pernah menjadi terpidana di Pengadilan Negeri Sleman, DIY.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Mahfud juga sudah menyerahkan riwayat hidup kepada Jokowi, serta membuat SKCK dan surat keterangan sehat.

Bahkan, anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi pancasila (BPIP) ini sudah diminta untuk mengukur seragam yang bakal dikenalannya saat proses pendaftaran capres dan cawapres di KPU, Jumat (10/8).

Tak ketinggalan, Mahfud juga sudah mendapatkan susunan acara pengumuman cawapres dan pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU itu.

Atas sejumlah indikasi dan informasi di media itu, Warganet pun menyuarakan #JokowiMahfud2019.

Dan akhirnya pada Kamis sore, Jokowi bersama para ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik koalisi berkumpul di Restoran Plataran, Jakarta, untuk mengumumkan cawapresnya.

Mahfud sendiri berada di Restoran Tesate yang berada di seberang Plataran. Ia mengenakan kemeja berwarna putih dan celana bahan hitam, serupa dengan seragam khas Jokowi. Bersama sejumlah orang, dia berada di restoran itu selama hampir satu jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mahfud bakal mendeklarasikan dirinya sebagai cawapres pada pukul 18.00 WIB. Informasi lain menyebutkan bahwa deklarasi itu akan dilakukan di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Di Plataran, rapat tertutup Jokowi dengan para petinggi parpol koalisi berakhir. Sebelum konferensi pers pengumuman cawapres oleh Jokowi, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding lebih dulu mencuitkan bocoran. Bahwa, cawapres untuk Jokowi adalah Ma’ruf Amin.

Seorang menteri kemudian memberitahukan keputusan yang tiba-tiba itu. Mahfud beranjak dari restoran itu dan menuju kantornya di Kramat VI, Jakarta Pusat.

Jokowi, dalam konferensi pers, kemudian mengumumkan Ma’ruf, yang merupakan Rais Aam Nahdlatul Ulama, sebagai pasangannya di Pilpres 2019.

Mahfud kemudian dipanggil ke Istana Negara, Jakarta, oleh Jokowi. Mantan Ketua MK justru menyampaikan agar Jokowi tak perlu merasa bersalah. Sebab, ada keadaan yang beresiko.

Namun ini bukan kali pertama Mahfud kena PHP (pemberi harapan palsu) di Pilpres 2019. Guru Besar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) itu juga sempat merasakan kekecewaan pada Pilpres 2014. Ketika itu, dia diusung PKB sebagai cawapres bagi Jokowi.

Pada akhirnya, PKB mendukung duet Jokowi-Jusuf Kalla. Mahfud yang mengaku sempat berharap jadi cawapres kemudian beralih kubu ke sisi Prabowo Subianto. Ia didaulat jadi ketua tim pemenangan Koalisi Merah Putih (KMP).

Usai kekalahan KMP di Pilpres 2014, Mahfud kembali ke sisi Jokowi dengan diangkat sebagai bagian BPIP. ()

Sumber : cnn, Eramuslim.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar