Inilah 5 Percobaan Pencurian Jasad Rasulullah yang Berakhir Tragis - BANDAR post

Hot

Senin, 02 Juli 2018

Inilah 5 Percobaan Pencurian Jasad Rasulullah yang Berakhir Tragis

Inilah 5 Percobaan Pencurian Jasad Rasulullah yang Berakhir Tragis

www.infoyunik.com/2016/04/lima-percobaan-pencurian-jasad.html

BANDARpost , Salah satu bukti bahwa Rasulullah merupakan manusia paling berpengaruh di dunia adalah terjaganya jasad/jenazah beliau dari keramaian manusia. Bukan hanya tertutup dalam satu ruangan, jasad beliau dijaga ketat oleh pangawal istana. Selidik punya selidik, penjagaan ketat ini berawal dari pencatatan sejarah percobaan pencurian jasad Rasulullah.

Masa al-Hakim Biamrillah al-'Ubaidiy Part 1

Ditulis oleh Muhammad Ilyas ‘Abdul Ghani, dalam bukunya yang berjudul Sejarah Masjid Nabawi as-Syarif. Al-Hakim Biamrillah al-‘Ubaidiy adalah sosok Raja zalim dari Daulah Fatimiyah yang beragama Islam namun menyimpang dari ajaran Allah. Dimana pada masa pemerintahnnya, Rakyat Mesir tidak bisa tidur tenang.

Suatu hari seorang Zindiq mengusulkan kepadanya agar mencuri jasad Nabi. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian seluruh penduduk bumi kepadanya dan negerinya.

'Dengan menghadirkan Rasulullah ke Mesir, maka negeri ini akan menggantikan Madinah.' begitulah bathin pemimpin dzalim ini.

Namun kekuasaan Allah SWT mengalahkan pemikiran raja ini. Pada malam rencana itu dijalankan, Allah SWT mengirimkan angin ke Madinah, bumi sedikit saja digoncangkan, dan pesuruh rajapun ketakutan sehingga terpukul mundur dari misi jahat mereka.

2. Masa al-Hakim Biamrillah al-‘Ubaidiy Part 2

Kegagalan rencana penculikan jasad Rasulullah yang gagal total tidak membuat raja Al-Hakim Biamrillah al-‘Ubaidiy yang mulai memimpin Mesir pada usia 11 tahun tersebut jera. Bersama top tim yang Ia buat, Raja ini kembali menyusun rencana untuk mencuri jasad Rasulullah SAW. Kali ini, prajuritnya mampu memasuki Madinah dan utusannya ini tinggal di dekat Al Haram an-Nabawi.

sahebkhabar.ir/news

Mereka mulai menggali tanah membuat terowongan menuju makam Rasulullah. Namun keajaiban pun kembali terjadi. Saat melakukan penggalian, terdengar suara menyeru ditengah-tengah masyarakat Madinah “Nabi kalian akan digali (kuburnya)”. Masyarakat Madina kemudian melakukan penyelidikan kebenaran suara tersebut dan menangkap basah utusan Al-Hakim Biamrillah al-‘Ubaidiy yang tengah menggali terowongan. Tanpa fikir banyak, utusan Raja dzalim itu kemudian dihukum dan dibunuh.

3. Pencurian Oleh Penguasa Eropa

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1164 atau 557 H dan ditulis oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi Al-Madinah Al Munawarah. Saat itu, kondisi umat Islam dalam keadaan melemah, sehingga para penguasa dari Eropa bersepakat untuk mencuri jasad Rasulullah.

Hasil perundingan tersebutpun disetujui, para penguasa Negeri-negeri di Eropa kemudian mengirim utusan untuk mencuri jenazah Rasul pada musim Haji. Kedua orang itu menyamar sebagai jemaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maghribi. Keduanya ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamar menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah SWT melalui seorang hamba-Nya, yaitu Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki.

Suatu malam Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki bermimpi bertemu Rasulullah. Sang Nabi sedang menudingkan tangannya ke arah dua orang berwajah Eropa, seraya berkata, “Wahai Mahmud, tolonglah aku dari dua orang ini!”.

Ia terbangun dan terkejut lalu berwudhu dan melanjutkan tidur. Namun Ia kembali bermimpi yang sama hingga tiga kali berturut-turut. Pagi harinya Ia menceritakan mimpinya kepada para menteri dan berfikir bahwa telah terjadi sesuatu di Madinah. Akhirnya Sultan bersama pengawalnya berangkat ke Madinah.

Sesampainya di sana Sultan mengumpulkan seluruh masyarakat Madinah untuk mengenali wajah mereka.Tujuannya agar dapat melihat adakah wajah yang mirip dengan yang ada di mimpinya. Pada awalnya Ia tidak menemukan dua wajah tersebut.

Lantas Sultan bertanya, “Masih adakah yang lain?”.

Salah satu penduduk Madinah menjawab, “Memang masih ada, yaitu dua orang jamaah haji dari Maroko yang mukim di sini, mereka saleh dan kaya, sering membagi sedekah dan selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi. Mereka merasa sudah cukup tidak perlu ambil sedekah atau hadiah."

Datangkan mereka ke sini sekarang juga…!”, perintah Sultan Mahmud.

blokf21.com/4-fakta-percobaan-penculikan-jasad-rasulullah-saw-956

Ternyata dua orang ini mirip dengan yang ada di mimpinya. Sultan Mahmud lalu memeriksa keduanya dan mendapati di dalam rumah mereka terdapat lubang menuju makam Nabi. Keduanya mengaku melaksanakan tugas suci dari sebuah Liga Internasional untuk mengambil jasad Rasulullah dan dibawa ke Eropa.

4. Kelompok Perampok

Usaha keempat dilakukan oleh sejumlah orang mencuri dan merampok kafilah jamah haji. Kemudian mereka bertekad untuk menggali kubur Nabi SAW. Mereka berbicara dan terang-terangan mengutarakan niat mereka. Kemudian mereka menyeberangi laut menuju Madinah. Kemudian Allah SWT menolak serangan mereka dengan kapal yang telah disiapkan dari Mesir al-Iskandariyah yang mengikuti mereka. Kemudian menangkap dan menawan mereka semua.

www.kompasiana.com/mata/terungkapnya-sosok-zulkarnain-dalam-al-quran

5. 40 Orang Ingin Menggali Makam Abu Bakar dan Umar

Usaha kelima dilakukan dengan rencana menggali makam Abu Bakar dan Umar pada pertengahan abad ke tujuh Hijriyah. Sejumlah orang yang mencapai 40 orang laki-laki ingin menggali kubur di malam hari. Kemudian bumipun terbelah dan menelan mereka. Hal ini diceritakan oleh pelayan al-Haram an-Nabawy pada saat itu. Dia adalah Shawwab, as-Syamsu al-Malthiy. 

Sumber:

www.panggilandarisurau.co/ternyata-5-kali-percobaan-pencurian-jasad-rasulullah-semua-berakhir-tragis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar