Inilah 7 Kelebihan Dajjal yang Membuat Manusia Terpaku dan Mengakuinya Sebagai Tuhan
BANDARpost, Dajjal (Si Mata Satu) disebut-sebut oleh Nabi Muhammad sebagai musuh umat Islam yang membawa fitnah besar yang mengaku dirinya sebagai Tuhan kelak di akhir zaman. Dajjal merupakan ujian terbesar bagi umat manusia (muslim) sebab pada masa itu kekeringan dan kelaparan merajalela, sementara Dajjal datang menguasai semua bahan makanan.
monacolifecheck.com
Seperti dikutip dari buku yang berjudul Kemunculan Dajjal dan Imam Mahdi Semakin Dekat yang ditulis oleh Khalilurrahman; berikut ini beberapa kekuatan dan kelebihan yang dimiliki Dajjal yang mempengaruhi manusia agar mengakui dirinya sebagai Tuhan. Sehingga tak sedikit manusia yang menyembah dan mematuhinya.
dictio.id
1) Menyembuhkan kebutaan
Dajjal memang diberikan kekuatan untuk bisa menyembuhkan kebutaan, bahkan mereka yang buta sejak kecil bisa sembuh dengan usapan tangannya.
2) Menurunkan hujan
Dajjal juga memiliki kemampuan untuk menurunkan hujan meski pada saat itu musim kemarau.
3) Menyuburkan tanah
Seperti dalam riwayat, bahwa Dajjal bisa menyuburkan lahan yang tandus hingga bisa ditanami. Semua itu tidak lain untuk tipu daya agar manusia mematuhinya.
4) Memiliki roti dan air
Pada masa itu, manusia akan kelaparan dan kehausan, sementara Dajjal memiliki segala bahan makanan (roti) dan air, sehingga banyak manusia yang memilih bertuhan kepadanya.
5) Didukung pasukan jin
Dajjal juga memiliki pasukan, namun bukan hanya pasukan manusia yang menyembahnya, tapi juga pasukan jin dan setan.
juraganmumut.com
6) Menyiksa orang beriman
Dajjal memiliki kemampuan untuk menyiksa siapa saja yang tidak beriman kepadanya. Namun, sedikit sekali orang yang berpegang teguh pada agama Allah.
7) Memiliki kekuatan gaib
Dajjal diyakini sebagai ketua iblis, sehingga ia juga diyakini memiliki kekuatan dahsyat yang jahat (ilmu hitam).
Itulah 7 kekuatan Dajjal yang harus kamu tahu. Dimana tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah.
Sumber: Khalilurrahman, Kemunculan Dajjal dan Imam Mahdi Semakin Dekat, Wahyu Qolbu, 2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar