Dokter ‘Membatu’ Ketika Mengetahui Pemuda yang Jasadnya Wangi dan Segar Itu Ternyata - BANDAR post

Hot

Sabtu, 16 Juni 2018

Dokter ‘Membatu’ Ketika Mengetahui Pemuda yang Jasadnya Wangi dan Segar Itu Ternyata

Dokter ‘Membatu’ Ketika Mengetahui Pemuda yang Jasadnya Wangi dan Segar Itu Ternyata


Referensi pihak ketiga


BANDARpost, Allah SWT senantiasa akan memberi ganjaran kepada hamba-Nya sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Akankah hamba ini diputuskan di tempat terindah yakni surge-Nya ataukah sebaliknya. Semuanya adalah rahasia serta misteri Allah azza wa jalla.

Alkisah di Riyadh ada seorang pria yang mengalami luka parah lantaran sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya. Akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit . Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan,

Referensi pihak ketiga

“Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Mendengar kata-kata ini dari mulut anaknya sendiri , tentu saja sang ibu tidak mampu menahan ombak riak ari mata yang mengucur dari sudut bola matanya. Dia adalah putera kesayangan , penuh harap masih bisa diselamatkan.

Sesampainya di ruang instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya,

 “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. Maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”

Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua kalimat syahadat ;

Referensi pihak ketiga

“ Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.

Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya.

“Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”ujar perawat yang memandikan jenazah anak muda itu. Selain itu, hal yang paling menkajubkan adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar buga bahkan hanya eperti orang yang sedang beristirahat dengan tenang dalam tidur pulas .

Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.

Referensi pihak ketiga

“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”. Memang selama hidup anak ini adalah ahli Al-Qur'an, tiada hari tanpa mushafdi tangannya. Rajin tahajjud serta amalan-amalan lainnnya.

Dokter itu hanya bisa tertegun, dia seribu bahasan. Usia anak ini baru 17 tahun,masih SMA dudk di kelas 2 SMA tetapi amalnya luar biasa. Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah.

“Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.

Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya.

“Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?”

Sahabat UCers, hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini adalah persiapkan segala bekal sebelum masam itu datang, masa yang tidak akan pernah ditunda walau sepersekian detik pun, dan tidak ada yang menjamin usia kita saat ini masih ada sedetik kemudian. Semoga kematian kita khusnul khotimah seperti ahlul Qur an di kisah ini. Amiin

Semoga artikel ini bermanfaat

Salam inspirasi

Sumber :www.armadaberkah.com/2017/07/kisah-meninggalnya-seorang-pemuda-ahli-tahajjud.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar