Megawati Didorong Gantikan Jokowi di Pilpres 2019 - BANDAR post

Hot

Jumat, 25 Mei 2018

Megawati Didorong Gantikan Jokowi di Pilpres 2019

Megawati Didorong Gantikan Jokowi di Pilpres 2019

Megawati Soekarno Putri. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

BANDARpost , JAKARTA – Ketua Perhimpunan Masyarakat MadaniSya'ronimendorong Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan (PDI-Perjuangan), Megawati Soekarno Putri maju dalam Pilpres 2019.

Pasalnya, banyak sektor isu yang kini diemban Jokowi mengalami keterpurukan dan hanya sektor infrastruktur saja yang dianggap sukses

Dari isu ekonomi, kata dia yakni melemahnya nilai tukar rupiah atas dollar, sulitnya mencari lapangan tenaga kerja, maraknya Impor dan naiknya sejumlah harga sembako dan Listrik.

Kemudian stigma diskriminasi hukum, pro asing dan China serta tidak terrealisasinya janji kampanye untuk tidak bagi-bagi kursi.

"Atas jebloknya suara ini maka ruang untuk Megawati untuk tampil sendiri. Karena petugas partainya, Jokowi dianggap gagal mengemban tugas partai, Buktinya di survei ini (Survei Indonesia Development Monitoring ; IDM) semua jeblok," katanya di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Menurut dia, Megawati masih memiliki ruang untuk maju menjadi Calon Presiden, terlebih Megawati dalam struktur kepengurusan Partai anak Soekarno itu memegang jabatan Ketua Umum.

"Kedua dari segi umur dia masih muda. Umurnya 71 tahun dibandingkan pak Mahatir jauh. Pak Mahatir kan 92 tahun," ujar dia.

Dengan umur yang lebih sepuh dari Megawati, Mahathir Muhammad saja, kata dia bisa terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia apalagi Megawati yang umurnya lebih muda dari tokoh Malaysia tersebut.

"Kalo Pak mahatir bisa tampil sebagai PM. Maka Megawati pun bisa tampil sebagai Presiden Indonesia," katanya.

Selain itu, lanjut Sya'roni, maju Megawati menggantikan posisi Jokowi juga bermanfaat untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Presiden ke-Lima Indonesia itu benar-benar di cintai rakyat.

"Ini juga sekaligus membuktikan bahwa ketokohan megawati bahwa dia memang tokoh bangsa yang besar Indonesia dan beliau harus terpilih sebagai presiden melalui pilpres," katanya.

"Bukan melalui sidang istimewa seperti kemarin dan ini peluang beliau. Beliau masih kuat. Umur masih 71. Beliau masih bisa tampil siapa tahu dia menang. Jika dia menang dia betul-betul tokoh bangsa yang disenangi rakyat karena menang pilpres," katanya.(*)

Sumber : Timesindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar