Mau AC Mobil Awet? Mulailah Dengan Menghidupkan AC Secara Benar - BANDAR post

Hot

Jumat, 04 Mei 2018

Mau AC Mobil Awet? Mulailah Dengan Menghidupkan AC Secara Benar

Mau AC Mobil Awet? Mulailah Dengan Menghidupkan AC Secara Benar

Sebaiknya tidak mengoperasikan AC mobil sebelum atau bersamaan saat mesin dihidupkan. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

BANDARpost  – AC mobil seolah-olah sudah menjadi kebutuhan pokok bagi pemilik mobil dikota besar . Namun banyak pemilik mobil tidak memahami tatacara mengoperasikan AC secara benar. Sehingga membuat AC menjadi cepat rusak.

Pemilik bengkel AC mobil CV Sejuk AC Sukses, Abdul Rohim memaparkan tips merawat AC secara baik dan benar. Salah satunya yaitu tidak megoperasikan AC bersamaan saat mesin mobil dihidupkan. "Sebaiknya biarkan mesin mobil menyala lima sampai sepuluh menit terlebih dahulu. Kemudian barulah AC boleh dinyalakan," kata Rohim saat ditemui JawaPos.com di Joglo, Jakarta Barat, Rabu (2/5).

Setelah mesin hidup, Rohim menyarankan agar AC disetel pada posisi nomer satu atau dua. Sebab pada posisi itu AC sudah dikatakan cukup mendinginkan suasana mobil. "Namun apabila cuaca terik atau terdapat banyak muatan, bisa saja ditambah. Karena suhu di dalam mobil pasti lebih pengap dibandingkan biasanya," lanjut Rohim.

Rohim sering menjumpai kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh pelanggan. Sehingga perawatan menjadi lebih sulit dan harus memasuki heavy repair. "Kesalahan yang sering terjadi adalah mereka tidak tahu bagaimana mengoperasikan dan bagaimana perawatannya. Jadi AC lebih sering rusak dan memakan biaya banyak, padahal perawatan AC itu tidak mahal," kata Rohim.

Agar bisa terhindar dari kerusakan AC, pria berdarah Jawa ini menyarankan agar melakukan service berkala untuk mengantisipasi kerusakan yang tidak diperlukan untuk dilakukan saat perawatan. "Seperti melakukan pengecekan di bengkel dengan perawatan berkala. Perawatan berkala itu juga ada pilihannya, bisa per empat ribu jam, per 20 ribu kilometer, atau per satu tahun sekali," ungkapnya.

Akan tetapi Rohim lebih menyarankan agar perawatan berkala dilakukan pada per 20 ribu kilometer . "Ya sama saja seperti oli mesin motor atau mobil, hitungannya dengan kilometer. Agar lebih mudah menakar kapan harus diganti," tukas Rohim.

Sumber : JawaPos.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar