Bocah Penghina Presiden Jokowi Anak Konglomerat Tajir?, Andi Arief Sebut Ada Perlakuan Beda
Bocah penghina Presiden yang videonya ramai di media sosial.
BANDARpost - Baru-baru ini publik dibuat terperangah dengan aksi seorang remaja laki-laki yang menghinda Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial.
Remaja ini tak hanya menyebut Jokowi dengan kata tak pantas. Dia juga mengancam akan menembak, memasung dan membakar rumah Jokowi.
Dia juga menantang Jokowi untuk mencarinya dalam waktu 24 jam.
Jika sampai 24 jam dia masih aman, berarti dia yang menang.
Namun, sebelum 24 jam video ini beredar, remaja berkulit kuning langsat ini akhirnya mengamankannya.
Diketahui, pelaku tersebut berinisial S dan masih berumur 16 tahun telah tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya telah mengamankan remaja yang menghina Presiden Jokowi tersebut.
"Tadi anggota sudah di depan rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat. Kami bawa tapi beda kendaran, datang ke sini (Polda Metro Jaya)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018).
Diketahui, pelaku tersebut berinisial S dan masih berumur 16 tahun telah tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB.
Argo juga menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan interogasi dan pemeriksaan pada pelaku.
Siapa sebenarnya S yang berani-beraninya menantang Jokowi?
Banyak kabar menyebutkan S adalah putra seorang konglomerat yang sangat tajir.
Seperti yang dicuitkan akun @Hulk-idn.
Katanya, dia membuat video itu karena lahan bisnis ayahnya mati dan hampir bangkrut.
Akun ini juga mengungkap kebiasaan remaja ini yang suka kebut-kebutan dan beberapa kali dikeluarkan dari sekolah.
Dengan terang-terangan akun ini mengaku sangsi kasus remaja ini akan berlanjut.
Cuitan akun <a href='http://surabaya.tribunnews.com/tag/twitter?utm_source=ucnews_app&utm_content=surabaya'>Twitter</a> @hulk-idn
Sementara itu, Politisi Demokrat, Andi Arief menyoroti penanganan kasus penghinaan Presiden ini.
Hal tersebut disampaikan di akun Twitternya, @AndiArief__, Kamis (24/5/2018).
Andi Arief sudah menduga akan ada perlakuan perbeda dari polisi terhadap anak m uda yang memaki Presiden Joko Widodo.
Andi Arief menambakan jika menurutnya istilah namanya segregasi.
Segregasi adalah pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa.
Segregasi merupakan bentuk pelembagaan diskriminasi yang diterapkan dalam struktur sosial.
@AndiArief__: Saya sudah duga akan ada perlakuan berbeda dari polisi thdp anak muda yang memaki Jokowi. Menurut istilah namanya segregasi. Segregasi adalah pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa. Segregasi merupakan bentuk pelembagaan diskriminasi yang diterapkan dalam struktur sosial.
Diketahui Seorang pemuda bertelanjang dada yang memegang foto Jokowiviral baru-baru ini.
Video berdurasi 19 detik tersebut diunggah oleh akun Instagram, @jojo_ismayaname.
Dalam video itu, terlihat seorang remaja pria berteriak-teriak sambil memegang foto Presiden Jokowi sambil bertelanjang dada.
Dalam video berdurasi 19 detik ini terdengar ancaman-ancaman yang diucapkan remaja tersebut yang diarahkan ke foto Presiden Jokowi.
Bahkan, remaja yang berkacamata itu mengatakan ia akan memasung dan menembak Presiden Jokowi.
"Gue tembak orang ini. Gue pasung, ini kacung gue, kacung gue. Gue lepasin kepalanya," teriaknya di dalam video.
Tak hanya itu, remaja ini juga berani menyebut gila dan mengancam akan membakar rumah sang Presiden.
Ia juga menantang Presiden Jokowi untuk menemuinya.
"gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang lu. Cari gua 24 jam. Lu nggak temuin gua. Gua yang menang," ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, saat remaja ini dimintai keterangan, ia mengaku tidak benar-benar berniat menghina Presiden.
"Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018).
Menurut Argo, S mengaku sedang taruhan dengan teman-temannya.
Saat S berkumpul dengan teman-temannya, S ditantang untuk menghina Presiden Jokowi, dan jika berani apakah nantinya akan ditangkap polisi.
Dikatakan taruhan tersebut dilakukan untuk mengetes polisi, sekiranya mampu atau tidak menangkap pelaku.
Setelah ditangkap, S pun akhirnya menyesali perbuatannya dan dijerat hukum karena apa yang sudah ia perbuat.
"Kemudian bahwa yang bersangkutan juga menyesali perbuatannya dan dia tidak bermaksud untuk menghujat Bapak Presiden dan dia juga tidak membenci Presiden," lanjut Argo.
S juga mengaku kepada polisi bahwa videoyang viral di media sosial tersebut sudah dibuat tiga bulan yang lalu.
"Pengakuannya video itu dibuat sekitar tiga bulan yang lalu bersama teman-temannya," jelas Argo, Kamis (24/5/2018).
Tak hanya itu, S juga mengaku bahwa videotersebut tidak pernah dikirimkan ke siapapun.
"Pengakuan pelaku tidak pernah (dikirimkan ke orang lain), hanya main-main saja," kata dia.
Sumber : SURYA.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar