Berpotensi Cerai, Jokowi Harus Berhati-hati
BANDARpost, Masyarakat belakang ini sedikit diganggu dengan terpaan pemberitaan terkait persiapan pemilu presiden 2019. Belum selesai pemilukada dibeberapa daerah, media saat ini sudah menyasar isu terkait pemilu presiden 2019. Hal ini wajar, karena pemilihan untuk menentukan orang nomer wahid di negeri ini selalu menjadi pembahasan masyarakat. Masyarakat yang katanya saat ini terbagi ke dalam 2 kubu, terus melakukan perdebatan perihal siapa yang akan menjadi orang nomer wahid di negeri ini.
tagar.id
Tidak cukup sampai di sana, ketika orang nomer 1 saat ini berfokus kepada 3 tokoh papan atas saat ini yaitu Jokowi, Prabowo dan nama terbaru Jendral Gatot. Ketiga tokoh ini menjadi hangat diperbincangkan dikalangan elit ataupun menengah ke bawah, pasalnya Jokowi yang di dukung banyak partai termasuk partai-partai baru seakan semakin kuat menatap pemilu 2019, namun 2 pesaing lainnya sekarang mulai menjalin cerita demi tiket pencalon sebagai calon presiden. Tentunya, cerita pencalon belum akan berakhir dalam waktu-waktu dekat ini, lantaran selain harus menyiapkan calon presiden, partai atau koalisi partai harus menyiapkan juga calon wakil presiden.
edunews.id
Nah, hal ini yang sekarang mendapat perhatian lebih dari beberapa pengamat politik dan masyarakat. Seperti yang dilansir kompas.com (12/04/2018) bahwa kemungkinan untuk menyiapkan cawapres itu deadlock. Khususnya untuk Jokowi, koalisi yang kemungkinan dihuni banyaknya partai akan menimbulkan polemic yang tidak mudah. Belum lagi belakangan ini menguat isi ngototnya pimpinan dari PKB yaitu Cak Imin yang sudah mulai bergeliat mempromosikan dirinya untuk maju menjadi calon wakilnya Jokowi.
Namun, mengutip dari kompas.com(12/04/2018) hal ini tidak akan mudah, melihat banyaknya partai yang berkoalisi dengan PDIP-P yang mengusung Jokowi, maka akan banyak suara juga untuk pemilihan siapa yang paling pantas mendampingi Jokowi pada pilpres 2019. Bukan tidak mungkin dalam hal ini akan memicu konflik internal koalisi, bahkan hal palin terburuknya akan terjadinya perceraian dalam koalisi ini.
kspi.or.id
Dalam posisi ini, PDIP-P harus berhati-hati dalam menentukan pilihan, panasnya perebutan kursi calon wakil presiden sangat memungkinkan PDIP-P bakal ditinggalkan oleh partai-partai dalam koalisi jika pilihan yang diambil tidak tepat dan hal ini akan menjadi kendala baru bagi PDI-P untuk menjaga keutuhan koalisi guna memenangkan pilpres 2019.
Sumber :UC News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar