UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu - BANDAR post

Hot

Senin, 05 Februari 2018

UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

"Oleh sebab itu, mesti ikuti apa kata guru-guru kita, apa kata ustadz-ustadz kita."

abdus syakur/hidayatullah.com

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya pada Tabligh Akbar "Persatuan Umat untuk Indonesia" di halaman gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam.

BANDARpost – Selain persatuan, yang penting pula disadari oleh umat adalah perbaikan ekonomi dan kebangkitan politik Islam. Keduanya merupakan elemen penting dalam membangun bangsa dan agama ini.

Umat dinilai patut berbangga dengan munculnya berbagai minimarket Muslim belakangan ini yang menjamur bak cawan di musim hujan.

“Kita bangga beberapa mart muncul, ada namanya KitaMart, ada namanya 212 Mart…, segalanya macam muncul. Itu adalah pasar-pasar Islam, bangkitkan!” ujar dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam Tabligh Akbar “Persatuan Umat untuk Indonesia” di AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam Ahad kemarin.

Demikian pula yang terpenting disadari, kata UAS, adalah kebangkitan politik Islam. Ia pun mengajak umat bersatu pada gelaran pemilihan kepala daerah, anggota legislatif, maupun presiden di dua tahun politik ini.

“Bersatu ke depan, 2018, 2019, perjalanan panjang, jangan sampai kehabisan gas, rem blong. Tikungannya banyak, ombaknya deras, anginnya kencang, karangnya tajam. Oleh sebab itu, mesti ikuti apa kata guru-guru kita, apa kata ustadz-ustadz kita, terus pantau, terus dengarkan, terus ikuti, terus update, terus pahami, jangan termakan isu, jangan terbuai dengan isu-isu perpecahan,” serunya berapi-api di depan ribuan jamaah.

Umat juga diajak untuk senantiasa berdoa, mengharapkan terjadinya persatuan umat, bersatunya setiap hati kaum Muslimin.

“Satukan hati kami ya Allah, sebagaimana kau satukan hati para Nabi dan Rasul-MU! Allahu Akbar!” ungkap UAS disambut pekikan takbir.

Ia menilai, mengikuti pilkada, pileg, maupun pilpres, bukan persoalan biasa dan sembarangan.

“Saat kau ambil paku lalu kau tusukkan ke kertas, saat itu kau sedang memilih pemimpin; Anggota legislatif, bupati, wali kota, gubernur, presiden, itu bukan sekadar mencoblos,” jelasnya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber : Hidayatullah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar