Begini Keributan saat Pidato Wapres AS di Parlemen Israel
BANDARpost, PALESTINA – Anggota parlemen Israel yang juga warga Palestina dikeluarkan secara paksa dari majelis tersebut setelah melakukan demonstrasi pada awal pidato Wakil Presiden AS Mike Pence.
Kunjungan Pence di Israel, yang merupakan kunjungan terakhir dalam tur regionalnya, diboikot oleh para pemimpin Palestina menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump bulan lalu untuk mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Pada hari Senin (22/1/2018), dia menjadi wakil presiden AS pertama yang berbicara di Knesset Israel, namun awal pidatonya diinterupsi oleh sekelompok politisi dari aliansi the Joint Arab List yang menyuarakan kemarahan mereka atas tindakan kontroversial Washington.
Mereka berteriak “Yerusalem adalah ibu kota Palestina” dan mengangkat poster-poster di kompleks Masjid Al-Aqsha sebelum didikeluarkan oleh petugas ruangan.
“Kami menentang kebijakan Mr Trump, dia bukan hanya musuh warga Palestina, dia adalah musuh perdamaian,” kata Jamal Zahalka, anggota parlemen yang memprotes, kepada Al Jazeera.
“Kami berdiri hari ini untuk memprotes pidato Pence, dia adalah pengunjung yang tidak diinginkan di wilayah tersebut. Kami mengangkat slogan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Palestina sebagai tanggapan atas keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”
Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Jerusalem Barat, mengatakan bahwa anggota Knesset dari Palestina telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan protes terhadap pidato Pence.
“Mereka ingin melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang bisa ditunjukkan di depan umum,” kata Fawcett, menambahkan bahwa “mereka memberikan sebuah pesan yang sangat jelas untuk menentang dan melawan posisi AS di Yerusalem”.
Namun Zahalka mengatakan dia menganggap tindakan anggota parlemen itu sukses.
“Pasukan Israel tahu bahwa kami akan melakukan demonstrasi, yang menyerang kami dengan cara yang buas tapi ini menguntungkan kami karena meskipun mereka menyerang kami, media internasional memberikan perhatian pada pemandangan ini dan menyadari ada suara di Yerusalem yang mengatakan bahwa Yerusalem adalah ibukota Palestina.”
Kemudian dalam pidatonya, Pence mengatakan kepada anggota parlemen Israel bahwa kedutaan AS di Israel akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada akhir tahun depan
Sumber :Jurnal Islam


Tidak ada komentar:
Posting Komentar