Pemimpin Bosnia : “Bosnia-Herzegovina adalah Teman Sejati Turki” - BANDAR post

Hot

Sabtu, 30 Desember 2017

Pemimpin Bosnia : “Bosnia-Herzegovina adalah Teman Sejati Turki”

Pemimpin Bosnia : “Bosnia-Herzegovina adalah Teman Sejati Turki”

BANDARpost : “Di saat Bosnia-Herzegovina menghadapi tahun yang sulit dalam beberapa hal, Bosnia tetap beruntung karena memiliki Turki sebagai teman sejati,” ungkap Bakir Izetbegovic, anggota kepresidenan Bosnia-Herzegovina.

Bakir Izetbegovic menyatakan bahwa : “Bosnia-Herzegovina adalah teman sejati Turki.” Hal itu diungkapkan Izetbegovic saat mengkaji perkembangan dan hubungan Bosnia-Herzegovina dengan Turki dan negara-negara lain di kawasan itu pada tahun 2017, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, (29/12/17).

Izetbegovic memuji upaya Turki untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan negara-negara di kawasan tersebut, dan menyebut peran Turki di kawasan ini sangat menenangkan dan membangun.

“Turki memberikan bantuan kepada wilayah ini untuk proses perdamaian dan juga melakukan investasi pada warisan Kekaisaran Ottoman di kawasan ini dan memberikan kontribusi pada potensi pariwisata Bosnia,” ungkap Izetbegovic.

Izetbegovic mengatakan bahwa Turki mendukung semua prioritas Bosnia-Herzegovina seperti tawaran untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO. “Perdamaian di wilayah ini, hubungan regional yang lebih baik, dan pembangunan ekonomi adalah contohnya,” katanya.

Bosnia Abstain dari pemungutan suara di PBB tentang Jerusalem

Pekan lalu Bosnia-Herzegovina memilih untuk abstain saat pemungutan suara pada sebuah resolusi Majelis Umum PBB yang menolak pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Memperhatikan bahwa keputusan kebijakan luar negeri di Bosnia-Herzegovina sampai ke Dewan Presidensi Tripartit, Izetbegovic mengatakan bahwa keputusan ini dibuat dengan harus konsensus bersama.

“Kami mendapat rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri kami bahwa kami seharusnya tidak mengikuti sikap negara anggota UE dan negara lain di kawasan ini,” tambahnya.

Bakir Izetbegovic mengatakan : “Jadi kita tidak bisa berpartisipasi dalam pemungutan suara atau abstain, karena kita hanya bisa membuat keputusan dengan konsensus bersama, dan jika bahkan salah satu anggota dewan tidak sepakat, tidak mungkin kami mengambil keputusan sepihak. Walaupun secara pribadi saya tidak menginginkannya hal itu terjadi.”

Izetbegovic mengatakan bahwa bukan hanya negara-negara Islam yang menentang keputusan AS namun sebenarnya semua negara beradab di dunia. “Semua orang menentang deklarasi Jerusalem sebagai ibukota Israel, selain AS dan Israel, dan mungkin beberapa negara kecil yang kami dengar untuk pertama kalinya.” (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2017) – Moslemtoday.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar