Pascadeklarasi Arinal-Nunik, Koalisi Bereaksi
BANDARpost – Deklarasi dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap Arinal Djunaidi-ChusnuniaChalim langsung memantik reaksi parpol koalisi.Internal PKB pecah menanggapi keputusan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ini. Di sisi lain, koalisi parpol pengusung pun terancam bubar.Pascadeklarasi, DPP PKB meminta jajaran partai sampai tingkat bawah untuk solid memenangkan Arinal dan Nunik –sapaan Chusnunia Chalim– dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 27 Juni 2018. Sekembalinya dari deklarasi di Jakarta, Rabu(20/12), Nunik mendapat tugas untuk menyosialisasikan keputusan DPP PKB dan mengonsolidasikan internal partai.’’DPW PKB Lampung akanikut keputusan ini. Sudah dikonsolidasikan. Surat rekomendasi untuk Arinal-Nunik segera diberikan ke DPW. Nunik yang akan memberikan kepada mereka,” kata Ketua Tim Pilkada DPP PKB Daniel Johan melaluipesan singkat kepadaRadar Lampung, usai deklarasi Arinal-Nunik, kemarin.Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya yang hadir dalam deklarasi kemarin menyatakan bakal langsung mengamankan kebijakan Cak Imin –sapaan Muhaimin Iskandar– tersebut. Kepada wartawan melaluitelepon genggamnya, Okta mengatakan, jajarannya siap memenangkan pasangan ini.’’DPP telah memutuskan. Dan yang langsung mengumumkan adalah ketua umum,” ujar Okta.Dengan demikian, kata dia, DPW PKB Lampung wajib memenangkan Arinal-Nunik. Karena itu, dia akan langsung menyosialisasikan pasangan ini hingga tingkat ranting. Saat ini sudah tidak ada lagi perpecahan di internal. Seluruh kader telah membentuk tim pemenangan Arinal-Nuniksesuai instruksi DPP PKB.’’Semuanya merapat untuk pemenangan Arinal-Nunik,” tegasnya.Soal usulan DPW PKB Lampung ke DPP untuk mengusung Mustafa, Okta mengatakan bahwa hal tersebut merupakan aspirasi dari arus bawah. Tetapi, yang memutuskanadalah DPP PKB.’’Masyarakat saja boleh mengusulkan aspirasi, apalagi DPW,” tandasnya.
Pernyataan ini berbandingterbalik dengan sikap Ketua Tim Pilkada DPW PKB Lampung Khaidir Bujung. Dia menyatakan tetap mendukung Mustafa sebagai cagub, meskipun partainya sudah mendeklarasikan Arinal.’’Saya tetap (dukung) Mustafa. Saya politisi, lelaki tak pernah ingkar janji. Mulut sudah terucap, hati sudah berjanji. Mustafa gubernurku,” kata dia kemarin.Bujung yang sedang melakukan napak tilas jejak Rasulullah SAW di Yordania ini mengatakan, dirinya memiliki pandangan berbeda dengan jajaran DPW PKB Lampung soal pilgub.’’Kita punya cara pandang berbeda bagaimana seorang pemimpin harus dipilih. Saya istikamah terhadap apa yang diyakini benar,” kata ketuaLembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Lampung ini.Dalam waktu dekat, Bujung mengatakan akan mengeluarkan pernyataanresmi terkait sikap politiknya ini.Sementara, dua parpol yakni PAN dan Gerindra yang sebelumnya bergabung di koalisi Arinal mengambil ancang-ancang untuk keluar dari koalisi. Ketua DPW PAN Zainudin Hasan dan Ketua DPD Gerindra Gunadi Ibrahim sudah berkomunikasi setelah deklarasi Arinal-Nunik kemarin. Mereka segera melakukan pertemuan dan menentukan alternatif keputusan. Yakni mengalihkan dukungan terhadap cagub selain Arinal atau menggagas poros koalisi baru.Ketua DPD Partai Gerindra Gunadi Ibrahim mengatakan sudah melakukan komunikasi via telepon dengan Ketua DPW PAN Lampung Zainudin Hasan. Hasilnya,satu-dua hari ke depan, akan melakukan pertemuan. Menurut dia, mungkin koalisi pan dan Gerindra seperti dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 terjadi di Lampung. Atau bisa saja dua parpol ini mengalihkan dukungan.’’Akan dibicarakan. Lihat saja, kami mungkin menyiapkan calon gubernur dan calon wakil gubernurnya. Saya kira Pak Zainudin akan sebagai cagub. Sedangkan cawagubnya dari Gerindra. tidak mesti saya, karena kami banyakstok kader,” kata Gunadi kemarin.Sedangkan jika memilih opsi mengalihkan dukungan, Gunadi mengatakan, menurut kelaziman, dukungan Gerindra yang pertama sudah jelas, yakni ke cagub petahana M. Ridho Ficardo. Hubungan Gerindra dan Ridho pun sudah tidak ada masalah.”Memang rekom pertama ke dia (Ridho) dan Gerindra sempat tergoda, jatuh cinta dengan yang lain,” selorohnya.
Soal deklarasi Arinal-Nunik, dia mempersilakanmeskipun hal tersebut kurang beretika. ”Orang deklarasi, kami tidak diundang, tidak diajak bicara. Itu tidak bagus dong. Mungkin ya sudah cukup mereka berpasangan dengan koalisi Golkar dan PKB. Kita hormati keputusan itu dan mengucapkan selamat kepada pasangan Arinal-Nunik,” tukas Gunadi.Gunadi menambahkan, memang sudah sejak lama tidak merespons rekomendasi dari DPP Partai Gerindra untuk Arinal. Hal ini karena Arinal tidak memenuhi beberapa persyaratan dariGerindra. Ditambah lagi adanya deklarasi kemarin,dimana Gerindra belum pernah diajak bicara soal cawagub.”Salah satu isi persyaratan koalisi kan ketika akan menentukan wakil, maka semua partai pendukung akan diajak bicara bersama. Tapi tidak apa-apa, tidak masalah. Artinya tidak butuh dukungan Gerindra.Ini sebagai laporan saya nanti ke DPP Gerindra,” ucapnya.Dalam pekan ini, Gunadi juga akan melaporkan perkembangan politik terkini ke DPP PKB. Laporan juga akan menyertakan bukti-bukti deklarasi berupa pemberitaan di media massa dan foto-foto yangsudah beredar.Terpisah, Zainudin Hasan kemarin tampak sangat kesal atas sikap Arinal yang menggelar deklarasitanpa melibatkan PAN sebagai partai pendukungpertama. Bahkan, Zainuddin mengatakan kemungkinan besar menarik dukungan kepada Arinal. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri syukuran pesta rakyat atas telah dilantiknya Hj. Winarti, M.H.-Hendriwansyah di Gedung Serbaguna Menggala, Tulangbawang(Tuba).Zainuddin kepadaRadar Lampungmengatakan bahwa PAN merupakan partai pertama di Lampung yang menyatakan dukungannya kepada Arinal Djunaidi. Rekomendasi tersebut dikeluarkan dengan kesepakatan bahwa untuk menentukan calon wakil gubernur terlebih dahulu harus dimusyawarahkan dengan partai. “Jadi untuk menentukan calon gubernur dan wakil gubernur harus dimusyawarahkan terlebih dahulu. Apalagi PAN ini merupakan partai pertama memberikan dukungan,” katanya kemarin.Zainudin dengan nada sedikit tinggi mengungkapkan bahwa jika memang PAN tidak dibutuhkan lagi, maka ia mempersilakan kepada Arinal untuk menentukan jalannya. Lebih dalam Zainudin mengatakan, jika memang tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak, maka secara otomatis akan berjalan secara sendiri-sendiri.Selain itu, ia juga akan mendengarkan masukan dan saran dari DPD-DPD se-Lampung tentang arahke mana rekomendasi akan diberikan. Sebab arus bawah partai sangat menentukan kemenanganseorang calon. Namun sayangnya Zainudin tidak menentukan kapan tenggat waktu yang diberikan kepada Arinal untuk menentukan sikap, termasuk akan dilaihkan ke mana dukungan PAN ketika tidak lagi bersama Arinal.
Sikap arus bawah PAN juga senada. DPD PAN se-Lampung menggelar rapat di Begadang Resto, kemarin . Alasannya, Arinal tak menghargai PAN dalam menentukan cawagub.”Ini keputusanfix. Sebagai parpol pengusung kami tak pernah diajak bicara, apalagi memberdayakan kader,” kata juru bicara Forum Ketua DPD PAN se-Lampung Wahyu Lesmono, Rabu (20/12).Menurut anggota DPRD Bandarlampung ini, penarikan dukungan tersebut bukan serta-merta. Akan tetapi berdasarkan keputusan rapat seluruh ketua DPD PAN kabupaten/kota yang dihadiri Sekretaris DPW PAN Lampung Ahmad Iswan H Caya. DPP PAN juga sudah menginstruksikan untuk menarik dukungan cagub dari Arinal.”Ini adalah instruksi yang harus kami jalankan. Sebagai kader PAN kami harus tegak lurus mengamankan apa yang diperintah DPP PAN. Lampung manyatakan menarik dukungan calon gubernur Saudara Arinal Djunaidi. Mulai hari ini dan ke depan, PAN Lampung tidak berkerja untuk memenangkan Saudara Arinal,” tegasnya.Selanjutnya, PAN Lampung menunggu instruksi dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. ”Kita siap mengamankan instruksi partai,” imbuhnya.Di sisi lain, Sekretaris DPDI Partai Golkar Lampung Supriyadi Hamzah mengatakan, polemik Golkar bersama PAN dan Gerindra hanya miskomunikasi alias salah paham. Di mana, Arinal dan Zulkifli Hasan sudah berkomunikasi ketika acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP Golkar diJakarta, Senin (18/12).’’Saya yakin mereka sudahngobrolsoal wakil gubernur ini,” ujarnya.Soal penarikan dukungan PAN terhadap Arinal, menurut dia, ini hanya pendapat pribadi. ”Belum tentuending-nya memang menarik dukungan. Semua keputusan patut diperhitungkan dan Pak Arinal Djunaidi juga pastinya sudah ada keputusan sendiri. Tidak mungkin gegabah,” pungkasnya.(dna/fei/c1/fik)
Sumber : radarlampung.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar