Diduga Modus Kristenisasi, WNI Keturunan Cina Disebut Bagikan Makanan ke Siswa di Solo
BANDARpost, SUKOHARJO Menjelang momen Natal, Sekolah Dasar (SD) Kwarasan 1, Grogol, Sukoharjo didatangi 5 orang yang mengaku dari ‘Komunitas Cinta Anak Indonesia’ pada Jum’at, (15/12/2017) lalu. Mereka berniat membagikan snack kepada semua siswa dan guru di SD tersebut.
Hal itu dikatakan yang dikatakan kepala sekolah SD Kwarasan 1 Al Amin saat ditemui wartawan Sabtu, (23/12/2017). Ia menjelaskan, bahwa kedatangan 5 orang itu terjadi saat istirahat jeda ujian sekolah.
“Itu mereka datang kalau nggak salah Jumat pagi waktu murid istirahat, pada jadwal ujian. Sekitar 5 orang Cina semua,” terang Al Amin
Lebih lanjut, Amin menerangkan bahwa kelima orang yang diduga misionaris tersebut, meminta izin kemudian masuk ke kelas-kelas di SD tersebut.
Mereka, lanjut Amin, kemudian memberikan orasi lalu membagikan minuman kemasan, makanan ringan, permen dan sebuah stiker bertuliskan ‘Tuhan Mengasihi Saya, Tuhan Mengasihi Indonesia, Tuhan Mengasihi Dunia, Saya Mengasihi Tuhan’ yang dibungkus plastik ditali dengan pita warna merah putih.
Merasa khawatir dengan permen yang tidak ada keterangan jelas tersebut, akhirnya Amin Usai meminta semua murid untuk mengumpulkan snack yang berjumlah 150 bungkus itu.
Al Amin
“Selain ada stiker seperti itu, kita juga takut makanannya itu ada permen nanti bisa keracunan atau kenapa-kenapa. Maka kita serahkan ke Puskesmas untuk diteliti lebih lanjut. Hingga satu Minggu ini tidak ada jawaban dari Puskesmas. Sudah satu Minggu malah ada yang berubah bentuk, mungkin nanti akan kita bakar,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, aktifis anti pemurtadan Solo Ustadzah Dewi Purnamawati mengungkapkan, bahwa aksi semacam itu salah satu cara pendangkalan akidah terselubung.
Untuk itu, dirinya meminta umat Islam yang mengetahui hal seperti itu untuk mendokumentasikan lalu memviralkan agar seluruh masyarakat mengetahui hal-hal seperti itu.
“Ayo Laskar dan umat Islam bergerak. Kalau ada seperti itu kita viralkan, dipoto, divideokan dan minta KTP yang bersangkutan. Biar kapok mereka, pelaku harus dilaporkan ke berwajib,” paparnya.
“Ini sudah masuk kristenisasi, karena mereka datang kepada orang muslim,” tandasnya
Sumber : Jurnalislam.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar